Santunkah kita …

Setiap hari kita selalu melakukan komunikasi, baik terhadap teman, saudara, sahabat, guru, orang tua atau kepada siapapun. Komunikasi merupakan faktor penting dalam membina hubungan baik dengan lawan bicara kita.  Berdasarkan fakta yang ada ternyata komunikasi merupakan hal yang tidak dapat diremehkan begitu saja karena kalau kita salah menyampaikan sesuatu akan berakibat tidak baik dalam membina hubungan dengan orang lain. Dalam suatu organisasi komunikasi merupakan unsur penting dalam menyampaikan sesuatu sehingga orang lain menjadi paham dan mengerti maksud yang kita sampaikan. Berdasarkan pendapat dari Awe Churi Aini R menyatakan bahwa  komunikasi menjadi alat manajemen untuk menyatukan kegiatan organisasi yang dengan itu tujuan organisasi dapat dicapai. Dalam satu penelitian, 74 persen manajer yang dijadikan sampel dari perusahaan di Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang, mengatakan bahwa hambatan tunggal terbesar menuju keunggulan perusahaan adalah keruntuhan komunikasi.
Namun dalam artikel ini saya lebih mengerucutkan permasalahan yang akan kita bahas yaitu lebih menekankan kepada komunikasi kita terhadap orang tua. Tetapi sebelum jauh kita bahas tentang hal tersebut, apa sebenarnya yang dimaksud dengan komunikasi itu? Komuniksi adalah suatu keadaan dimana adanya seseorang menyampaikan ide kepada pihak lain sehingga akan terjadi saling mempengaruhi antara kedua belah pihak tersebut. Jadi komunikasi akan berjalan lancer apabila kedua belah saling mengerti dan memahami apa yang dimaksud dalam proses komunikasi tersebut.
Selanjutnya bagaimana komunikasi kita dengan orang tua, apakah kita sudah cukup santun, bertutur kata yang baik terhadap orang tua pada saat proses komunikasi tersebut? Pembahasan materi tentang di sebuah acara antara saya dengan mahasiswa sangat menarik sekali. Dari beberapa sharing ternyata banyak sekali pendapat di antara mereka yang mengatakan bahwa orang tua adalah tempat / media curhat pada saat mengahadapi segala masalah, namun ada juga yang menyatakan bahwa komunikasi yang tidak berjalan dengan baik yaitu saat saran orang tua tidak sesuai dengan kondisi remaja pada saat ini, bagaimanakah menyikapinya???. Marahkan mereka atau diam-diam mengambil tindakan yang tidak baik tanpa sepengetahuan ortu….masalahnya memang kompleks sekali. Ternyata dari sharing tersebut salah satu langkah yang diambil oleh mereka adalah hal yang positif bukan marah atau tindakan yang tidak terpuji, melainkan mereka menunda dulu permasalahan yang terjadi beberapa hari sampai yakin bahwa kondisi dan situasi sudah nyaman dan tenang kemudian baru dibuka lagi komunikasi dengan orang tua tentang permasalahan yang terjadi dengan nada bicara yang baik, alias berusaha mengambil hati orang tua untuk mencari solusi yang terbaik.
Tidak hanya itu saja, saya juga sangat terkesan dengan salah satu mahasiswa semester 3 yang saya amati sangat memperhatikan kakak tingkatnya bercerita tentang pengalaman masing-masing, kemudian saya coba menyakan atau bercerita tentang pengalamannya. Apa yang disampaikan membuat mata saya berkaca-kaca, luar biasa sekali dan merupakan hal yang tidak saya duga…(Beginilah pendapatnya: Bagi saya orang tua terutama Ibu adalah segala-galanya tiada duanya, kalau saya mengahadapi masalah sekecil apapun pasti akan sharing dengan ortu. Saya yakin apa yang disampaikan ortu kepada anaknya adalah benar dan itu pasti membawa kebaikan kalaupun ternyata ortu ada salahnya itu bukan berarti mereka salah memang   demikian adanya dan pasti ada hikmah di balik itu. Saya sangat menghargai pendapat beliau karena ortulah yang dapat mengawal saya untuk langkah selanjutnya. Mendengarkan demikian rasanya air mata ini ingin tertumpah……Very good…)
Dalam hati saya berdoa untuk mereka yang hadir dalam acara saya semoga semua mahasiswa tersebut dapat memahami hidup dengan baik sehingga membawa kebaikan dan melancarkan jalan mereka ke depannya…Amin
Ada beberapa cara atau strategi yang dapat membantu untuk dapat berkomunikasi baik dengan orang tua antara lain: (1) Menggunakan bahasa yang baik dan tidak menyakitkan. Hal ini mengingat adanya  perbedaan umur maupun pendidikan antara kita dengan orang tua, (2) Menggunakan kata-kata kata-kata  yang lembut dan santun, (3) Menggunakan  bahasa tubuh yang tepat, (4) Carilah waktu yang tepat dan kondisi yang tepat agar komunikasi lancer.
Semoga bermanfaat dan terima kasih

Rekreasi Ala Ibu-Ibu…………..

Rekreasi kali ini memang beda dengan rekreasi yang lainnya, membawa sejuta kesan yang menyenangkan dan membahagiakan. Jogja adalah tujuan kami, bahkan diantara kamipun sudah pernah mengunjungi tempat tersebut. Namun hal itu tidak menjadi penghalang bagi kami untuk menikmati perjalanan ini, karena pesertanya memang khusus ibu-ibu saja tanpa bapak-bapak dan anak-anak kecil, kecuali memang satu bapak yang dimintai bantuan untuk menemani kami dalam perjalanan.
Perjalanan dimulai pukul 20.00 dari kota Malang menuju bis yang sudah disiapkan oleh ketua penyelenggara yaitu salah seorang dari kami yang memang sangat luar biasa dalam mempersiapkan segala sesuatunya. Selama perjalanan berlangsung, di dalam bis tiada henti untuk selalu bersendau gurau, tertawa, tersenyum, wah pokoknya happy banget. Makanan dan minuman selalu mengalir tiada henti untuk menemani kami senau gurau. Dari mulai makanan kecil sampai roti yang memang sudah dipersiapkan oleh ibu-ibu untuk kami semua yang ada di bis. Kami jadi merasa seperti anak-anak muda kembali, namun dapat menikmati segalanya dengan penuh rasa sukur karena masih bisa diberi kesempatan untuk selalu bersama-sama dan setidaknya kepenatan tugas seorang ibu berhenti sejenak dengan rekreasi ini, karena peran kami sementara dapat digantikan oleh suami dan Ibu mertua. Kepergian ini tentu saja harus seijin suami tercinta, dan alhamdulilah suami kami memberi restu untuk mengikutinya.
Sekitar pukul 00.00 kami sudah tertidur pulas namun pukul 01.30 sudah terdengar suara tawa dari tempat duduk bagian belakang, karena ternyata ada salah satu diantara ada tidur namun menggelundung ke lantai bis. Waduh cerita ini kontan membuat semua teman-teman yang ada di bis jadi tertawa dan akhirnya tidak jadi tidur malam karena di lanjutkan dengan ngemil, minum teh panas, dan tawa. Sampai akhirnya kami solat subuh di jogja sekitar pukul 04.30. Setelah inilah ada sebagian yang mungkin sudah ngantuk yang tidak bisa ditahan dan akhirnya tertidur sejenak hingga sampai di Borobudur sebagai tujuan pertama kami.
Sebelum melakukan perjalanan ke Borobudur, tentu kami harus membersihkan badan dulu, gayung bersambut ternyata di tempat ini sudah ada penduduk yang menawarkan toilet untuk digunakan sebagai sarana mandi dan buang air bagi wisatawan berombongan seperti kami ini. Nama perkampungannya adalah kampung mandi. Bersama seorang bapak, kami diantarkan menuju lokasi tersebut. Ternyata memang banyak sekali rumah penduduk yang sebagian dari rumahnya dijadikan toilet secara berderet-deret, setidaknya ini peluang mereka untuk menambah pendapatan. Saya pribadi ancung jempol karena mereka dapat menangkap peluang yang sangat bagus. Tentu kami senang selain sambutan penduduk yang ramah, membayarnyapun tidak terlalu mahal sekitar Rp. 3000 untuk mandi dan untuk buang air besar Rp 2000 jadi total biaya untuk membersihkan diri Rp 5000. Sungguh biaya tidak terlalu mahal dan terjangkau untuk semua wisatawan local seperti kami.
Setelah acara membersihkan diri dilanjutkan dengan perjalanan menuju Borobudur. Dulu saya pernah mengunjungi tempat ini yaitu kira-kira saat saya kelas 5 SD, sampai akhirnya saya sudah memounyai anak 3 baru berkunjung ke tempat ini. Perubahan yang terjadi memang sangat luar biasa. Pada saat ini Borobudur jauh lebih bersih dan  tertata rapi baik mulai pembelian karcis, pemeriksaan barang bawaan sampai dengan penggunaan kain batik untuk ikatkan di pinggang. Banyak sekali pengunjungnya termasuk wisatan luar negeri. Terselip rasa sukur dalam hati ini betapa budaya kita memang sangat banyak dikagumi oleh masyarakat dalam negeri dan luar negeri. Tidak lupa kesempatan untuk berfoto-foto kami menfaatkan dengan baik yaitu berfoto dengan berbagai pose, istilah anak muda jaman sekarang ibu-ibu sedang narsis, tapi tak apalah ini moment penting bagi kami.
Sesampai di tangga Borobudur, kami sudah melihat ke atas, ternyata tinggi sekali, rasanya kami sudah tak sanggup ke atas. Namun saat itu kami bebarengan dengan wisatwan dari luar negeri, yang walaupun kakinya tidak sempurna karena sakit tapi mempunyai keinginan yang besar untuk sampai ke atas melihat Borobudur secara utuh. Hal tersebut membuat kami (ibu-ibu) menjadi termotivasi untuk menaiki tangga demi tangga Borobudur. Dan akhirnya sampai pula rombongan pertama berhasil ke puncak, termasuk di dalamnya saya sendiri. Dilanjutkan dengan rombongan ibu-ibu yang lain dan sukurlah akhirnya semua ibu-ibu sampai di puncak dengan rasa seneng walau nafas sudah ngos-ngosan. Seperti biasa kami tidak lupa mengabadikannya dalm bentuk foto bareng dan dilanjutkan dengan menuruni tangga demi tangga untuk keluar dari Borobudur. Namun sebelum sampai di bis kami mampir dulu ke tempat pemutaran dokumentasi meletusnya gunung merapi, dan koleksi-koleksi lain di tempat tersebut. Sebelum menuju ke bis kami harus melewati tempat masyarakat berjualan pernak pernik barang khas kota Jogja. Memang Indonesia kaya akan hasil karyanya termasuk karya dari masyarakat kota Jogja, sekali lagi bangga akan hal tersebut.
Perjalanan dilanjutkan menuju Keraton, namun sebelumnya solat dhuhur dan makan siang. Sesampai di sana ternyata keraton sudah tutup sehingga kami hanya berkesempatan untuk berfoto saja, namun hal tersebut tidak membuat kami kecewa karena ternyata masih banyak tempat yang kami kunjungi yaitu Malioboro, pasar Bring Harjo, Malioboro Mall, tempat gudeg, masjid agung dekat alun-alun keraton dan berbagai tempat untuk berbelanja. Acara diakhiri sampai jam 20.00 karena persiapan untuk pulang ke Malang. Sukur Alhamdulilah semua merasa senang dan puas. Selama perjalanan pulang kami banyak mengabiskan waktu dengan tidur karena memang kecapekan seharian jalan-jalan. Tiba di kota Malang tercinta sekitar pukul 06.00, sebelum pulang kerumah kami sarapan dulu di pecel dekat perumahan tempat kami tinggal. Setelah saling bersalaman dan saling mengucapkan maaf dan terima kasih kepada Pak sopir ,semua ibu-ibu pulang ke rumah dengan tugas sebagai seorang ibu dan istri yang selalu siap untuk dijalankan. Chayoo ibu-ibu dan semoga kita dapat rekreasi lagi untuk tahun depan…Amin
Terima kasih dan semoga bermanfaat………………

Kelebutan hati seorang Ibu

Sore hari biasanya saya gunakan untuk istirahat sambil menunggu anak-anak pulang dari mengaji dan pulang dari les. Namun di sela-sela waktu tersebut saya kedatangan seorang teman. Rasanya senang sekali bertemu karena memang agak lama kami berpisah. Awal pembicaraan memang hanya berkisar cuap-cuap saja, namun dengan bergulirnya waktu pembicaraan merambah ke dunia anak-anak. Setidaknya kami bisa sharing tentang perkembangan anak-anak kami. Pada saat pembicaraan berlangsung sering sekali temen ini meneteskan air mata. Ternyata dia memiliki seorang anak dengan sifat yang sangat luar biasa yaitu keras kepala, dan semua keinginannya harus seusai dengan keinginannya. Namun seiring dengan kerasnya sikap anaknya tersebut, teman saya meladeninya dengan penuh kasih sayang tanpa pamrih apapun, termasuk selalu mendoakan anaknya untuk selalu kembali ke jalan yang benar. Bahkan dia selalu rela minta maaf terhadap anaknya apabila ada kata-katanya yang menyinggung perasaan anaknya. Walau sebenarnya si Ibu ini tidak bersalah. Pernah pada suatu saat , karena banyaknya pikiran tentang kejadian-kejadian anaknya sampai akhirnya harus masuk rumah sakit.  Ada satu hal yang saya kagumi dari pembicaraan tersebut, betapa besar pengorbanan seorang ibu terhadap anaknya walaupun anaknya sangat keras kepala namun dia tetap saja berhati lembut untuk mengarahkan anaknya menjadi lebih baik. Terselip doa untuk temen saya semoga selalu diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian, insyaalloh pasti ada jalan keluarnya sehingga kehidupannya menjadi lebih baik. Amin.
Akhirnya dari cerita tersebut saya mencoba membaca beberapa artikel untuk mencari sebab mengapa anak bisa mempunyai sifat seperti di atas , antara lain: (1) Orangtua terlalu memanjakan anak sehingga apa yang diinginkan oleh anak selalu dikabulkan dengan proses yang cepat, tanpa memberikan pengertian terlebih dahulu (2) Kurang adanya pengertian, komunikasi yang baik antara orangtua dan  anak.
Ada beberapa cara menghadapi anak-anak yang suka melawan dan keras kepala:
1. Bersikap flesibel, lebih banyak memberikan kasih sayang dan pengertian terhadap anak-anak
2. Berusaha untuk memahami hobi anak sehingga kita dapat menyalurkan hobi tersebut sesuai dengan bakat yang dimiliki si anak serta mereka mempunyai kegiatan yang positif dengan hobinya
3. Menjadi orang tua yang bijaksana. Seringnya terjadi kesalahan persepsi antara orang tua dan anak bisa menjadi salah satu sebab anak mempunyai sifat yang demikian untuk itu perlu komunikasi yang interaktif antara anak dan orang tua untuk menghindari hal tersebut. Menjadi orang tua memang bukan hal yang mudah karena kita dituntut untuk selalu paham terhadap perkembangan anak-anak kita
4. Tidak memaksa keinginan kita terhadap anak.
5. Pilih waktu yang tepat untuk menasehati anak-anak. Biasanya waktu yang paling enak adalah saat mereka akan tidur kita berusaha untuk mengajak mereka berbicara, kalaupun mereka ada masalah dengan teman-temannya kita berusaha untuk mencarikan solusinya
6. Memberikan penghargaan atas sikapnya yang baik serta memberikan pengarahan apabila mereka melakukan kesalahan
Demikianlah cerita ini semoga dapat memberikan pelajaran yang berharga buat kita semua, Amin

Awal Yang Indah

Mulanya hanya sekedar dan sepintas saja menonton sinetron di televisi, tapi setelah dilihat beberapa kali alur ceritanya bagus banget. Selanjutnya keterusan menonton karena semakin lama semakin menarik untuk diikuti. Dari setiap episode yang tayang setiap malam, banyak sekali komentar-komentar dari fans terhadap alur ceritanya. Bermula dari komentar inilah yang akhirnya lahirlah pertemanan melalui media internet yaitu baik lewat twitter maupun facebook. Luar biasa sekali akhirnya pertemanan ini melahirkan tali silaturohim diantara teman-teman. Kondisi-kondisi apapun yang terjadi pada diri kita, baik pada saat senang maupun susah banyak yang memberikan semangat,motivasi, dan bahkan mereka akan merasa senang sekali pada saat kita dalam kondisi yang menyenangkan. Pendapat ataupun komentar mereka serasa menyejukkan hati, menyenangkan serta membangun motivasi kita.
Singkat cerita, ada salah satu teman yang tinggalnya di kota Surabaya yang kebetulan berlibur di Malang, dan akhirnya kami bertemu. Wah, rasanya luar biasa sekali. Walau kami tidak pernah bertemu dan hanya bercakap-cakap lewat dunia maya saja namun begitu ketemu seperti sudah bertemu dan langsung terjalin keakraban di antara kami. Tidak ada rasa canggung lagi , mengalir saja seperti temen yang sudah lama akrab. Banyak hikmah yang saya ambil dari hal ini yaitu: (1) Semakin banyak teman yang saling memberi semngat dan motivasi, (2) Tali silaturohim semakin panjang
Ada beberapa manfaat dari pertemana, antara lain:
1.Untuk memberikan dukungan emosi pada diri kita, pada saat kita merasakan kondisi yang tidak menyenangkan, teman yang baik akan memberikan motivasi, semangat yang banyak memberikan manfaat positif
2.Salng memberikan pertolongan diantara teman, pertolongan bisa berupa pendapat atas masalah yang menimpa mereka
3.Tidak merasa sendirian. Pada saat kita sendiri di rumah atau di mana saja , buka twitter atau facebook untuk saling bertegur sapa atau paling tidak kita tahu kondisi kita masing-masing
4.Adanya peluang dari kita untuk saling berbagi.
Semoga pertemana, persahabatan dan akhirnya menjadi persaudaraan ini tak lekang oleh waktu….
Terima kasih semoga bermanfaattttt

Apa Yang Seharusnya Kita Lakukan………

Beberapa minggu ini memang sangat padat sekali dengan tugas-tugas yang harus diselesaikan berbarengan, untuk itu butuh waktu dan tenaga ekstra supaya tujuan dapat tercapai. Di sela-sela kesibukan saya bua edmodo mahasiswa, untuk melihat – lihat barangkali ada tulisan di blog dan Alhamdulilah ternyata ada beberapa mahasiswa yang masih kreatif untuk tetap menulis. Wah, salut seali dengan kemampuan mereka dan sekaligus bangga atas karya-karya mereka. Salah satu dari sekian banyak yang saya baca, saya tertarik dengan tulisan dari Nurjanah yang saat ini memang sedang mengikuti mata kuliah yang saya ajarkan. Oh, ceritanya sangat menyentuh sekali, seperti sinetron tapi ini ada dalam dunia nyata.

Mahasiswa saya yang satu ini memang hebat sekali, dengan usaha apa saja yang dilakukan seperti usaha jual kelinci, namun usahanya tidak berhenti di situ saja, ada cara lain yang dilakukannya seperti mengantarkan anak-anak SD sekolah, membuat nasi goreng dan dititipkan di warung-warung. Alhamdulilah dengan usaha tersebut akhirnya kuliahnya terlaksana. Jadi pada saat ini kuliah sambil melakukan usaha. Sebagai dosen tentunya bangga sekali dengan usaha yang dilakukan. Memang perlu perjuangan dalam menjalankan hidup. Kesimpulan, bahwa sebuah dream perlu diwujudkan dengan  pengorbanan. Beberapa waktu yang lalu saya juga pernah menulis tentang perjuangan hidup seorang anak SD yang saya temui di sebuah mall. Belajar sambil berjualan di bawah pohon. Aduh trenyuh sekali melihatnya, namun itulah kenyataannya, tetapi saya mengambil sisi positifnya bahwa anak ini sejak dini sudah mulai tertanam jiwa wirausaha, semoga dewasa kelak dia akan menuai hasilnya…Amin.

Cerita yang lain bukan perjuangan hidup tetapi semangat yang saya kagumi dari mahasiswi satu ini. Seperti biasa pada awal kuliah biasanya saya akan memulai dengan menjelaskan tentang SAP, Edmodo, blog, dll. Namun di saat saya menjelaskan mata saya tertuju pada salah satu mahasiswi yang duduk paling depan, dilihat dari segi umur tidak seperti teman yang lainnya. Akhirnya pada saat selesai perkuliahan baru saya beranikan diri utuk bertanya, ternyata memang umurnya sudah di atas mahasiswa yang lainnnya dan bahkan sudah mempuyai anak 3 (tiga). Namun keinginan untuk melanjutkan kuliah masih menggebu-gebu. Sekali lagi saya sangat terkesan dengan semangatnya untuk selalu belajar sepanjang masa (endless learning), memang  belajar tidak mengenal batas usia dan waktu, asal ada kemauan dan keinginan pasti akan berjalan dengan baik.

Baik semangat, motivasi, dan segala usaha yang dilakukan oleh setiap individu adalah merupakan perjuangan hidup manusia yang harus dilalui. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua….Amin

Pengabdian Masyarakat………..

Pengabdian masyarakat kali ini adalah di Kelurahan Jodipan Kotamadya Malang. Langkah awal yang kami lakukan adalah bersilaturohim dahulu ke Kelurahan Jodipan. Alhamdulilah berkat bantuan dari temen kami akhirnya sampai juga kami di tempat tersebut. Sungguh di luar dugaan kami, sangat besar sekali respon mereka terhadap kami. Kegiatan pengabdian masyarakat kali ini bekerjasama dengan Yayasan Damandiri dengan kampus STIE Malamgkucecwara serta Kelurahan Jodipan. Bentuk pengabdian masyarakat adalah dengan memberikan materi pelatihan dan pendampingan bagi Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak yang mempunyai usaha jahit menjahit. Continue reading “Pengabdian Masyarakat………..”

Pengawasan (Bagian Kedua)

Artikel pengawasan pada bagian yang pertama saya lebih banyak membahasanya pada pengawasan pada suatu organisasi, tetapi untuk kali ini saya ingin sekali berbagi pengalaman tentang pengawasan yang berkaitan dengan ibadah. Kehidupan kita sehari-hari rasanya bergulir begitu saja, mulai dari bangun pagi, beraktifitas, dan selanjutnya tiba malam dan tidur lagi…Apakah kita merasa bahwa kegiatan tersebut dalam pengawasan?

Sadarkah kita bahwa kegiatan yang  kita lakukan setiap hari, tentu dalam pengawasan Gusti Alloh……tetapi apakah kita sudah selalu berbenah diri setiap hari untuk selalu menjadi yang terbaik dalam setiap kegiatan tersebut. Semoga kita bisa melakukannya…………Setiap hari harus ada kesadaran dalam diri kita bahwa kita selalu dalam pengawasan Gusti Alloh. Continue reading “Pengawasan (Bagian Kedua)”

Pengawasan (bagian pertama)

Pagi-pagi sekali sebelum aktifitas mengajar di mulai saya coba cari-cari jurnal untuk kepentingan membuat penelitian semester ini. Setelah mendapatkan jurnal yang cukup, kemudian saya coba buka satu-satu dan saya berusaha untuk memahami isi dari jurnal tersebut. Namun saya terpana dengan kata “Pengawasan”. Dalam organisasi pengawasan memang diperlukan sekali supaya rencana kerja sesuai dengan yang diharapkan. Setidaknya dengan adanya pengawasan untuk menghindarkan adanya unsur-unsur penyimpangan dalam bekerja, sehingga rencana kerja dapat terealisasi dengan baik. Tetapi sebenarnya apa yang dimaksud dengan pengawasan itu? Pengawasan menurut pendapat dari Siagian (1982) adalah proses pengawasan daripada pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Jadi jelas bahwa dengan sistem pengawasan yang baik diharapaan rencana yang sudah dipersipakan dari awal dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Continue reading “Pengawasan (bagian pertama)”

Antara PT. Indofood dan Agrowisata Bhakti Alam

Jam 08.00 mahasiswa dan dosen yang akan mengikuti acara OST sudah pada siap. Untuk perjalanan kali ini banyak hal yang harus dipersiapkan supaya lancar, termasuk konsumsi, makanan kecil (snack), baner, dll. Tetapi kami sebagai penyelenggara (Comdec) beruntung sekali, karena salah satu panitia Comdec yaitu Ibu Lidia Andiani, pandai sekali dalam hal pernak pernik konsumsi, jadi tidak salah kalau acara kemarin baik konsumsi maupun makan kecil (snack) sudah tersedia dengan sempurna alias enak banget. Keberhasilan kegiatan OST juga tidak lepas dari peran Ketua Comdec (Ibu Lailatus Saadah) dan Ketua LPPM ( Ibu Riro). Saya, Ibu Rina Irawati dan Ibu Sulis sebagai anggota Comdec membantu memberikan ide-ide atau apa saja yang berkaitan dengan kegiatan ini. …Alhamdulilah, semua berjalan dengan baik dan memang kerjasama antar tim sangat diperlukan untuk kelancaran sebuah kegiatan….MERDEKA… Continue reading “Antara PT. Indofood dan Agrowisata Bhakti Alam”

Suara dan Intonasi Yang Menghanyutkan….

Apa yang kita lakukan sepulang kerja? Yang pasti sebagai ibu rumah tangga adalah memasak untuk makan malam dan mengurus keperluan anak-anak untuk persiapan belajar malam hari. Kalau di bilang capek, ya memang capek sekali, tetapi itulah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seorang ibu. Di tengah-tengah asyiknya kegiatan tersebut, HP saya berbunyi, ternyata saudara saya yang berada jauh di seberang pulau, beliau ternyata kangen sekali. Wah, malu sekali rasanya, sebenarnya saya sebagai pihak yang masih muda harus menelpon terlebih dahulu, ini malah kebalikannya. Alhamdulilah, beliau sangat mengerti sekali kesibukan dan kondisi saya. Dari pembicaraan tersebut saya sangat terkesan sekali dengan cara beliau berbicara. Di awal pembicaraan dibuka dengan menanyakan kabar berita kami sekeluarga, kemudian menanyakan kondisi ehidupan kami, sambil diselingi dengan nasehat-nasehat untuk kebaikan kami, dan diakhiri dengan salam serta kalimat yang memberikan semangat dan motivasi hidup.Wah, semua pembicaraan serba teratur dan rapi. Apakah ini yang dimaksud etika berbicara. Continue reading “Suara dan Intonasi Yang Menghanyutkan….”