Gunung Kelud

Apapun yang terjadi di muka bumi ini kita tidak ada yang tahu, semua atas Kuasa dan kehendak dari Alloh. Manusia harus selalu sadar diri untuk selalu berubah menjadi lebih baik dan bijaksana agar senantiasa mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Alloh. Meletusnya Gunung Kelud membuat kita semua untuk selalu koreksi diri untuk menjadi insan yang lebig bertanggung jawab dan menjadi lebih baik di masa akan datang dengan memperbaiki diri lagi. Pada saat sebagian dari penduduk tertidur Kelud menyemburkan dari perutnya material-material serta debu yang terbawa ke beberapa daerah termasuk Jogja dan sekitarnya.
Seperti berita yang dilansir dari Antara, Jumat tgl 14 Februari 2014, meski berada dalam radius yang cukup aman dari aliran lahar, namun suasana panik tetap terasa. Tiang listrik dipukul bertalu-talu pertanda bahaya sejak gunung yang meliputi wilayah Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang daerah Pujon dan Ngantang di sisi barat mulai meletus.
Warga berhamburan ke jalan raya yang tidak terhalang bangunan dan pepohonan, untuk menyaksikan dan memastikan bahwa Gunung Kelud benar-benar meletus seperti kabar yang tersiar sejak pukul 22.56 WIB
Betapa kagetnya saya, karena Pujon termasuk daerah yang terkena dampak dari meletusnya Kelud yaitu debu abu vulkanik. Pujon adalah tempat tinggal saya sejak kecil, kebetulan saya tinggal bersama Eyang Putri, namun saat ini rumah sudah dijual karena semua keluarga sudah pada pindah ke berbagai kota. Tetapi saudara-saudara masih ada yang tingga di sana. Rasa khawatir tentu ada, karena kondisi yang demikian ini. Tetapi Alhamdulilah, sesudah sms ke saudara ternyata tidak banyak terkena abu vulkanik karena kebetulan desa kami terletak dekat kota Batu.
Dari semua kejadian tersebut selalu mengingatkan kita untuk selalu waspada dengan kondisi ang demikian , dan sekaligus mengingatkan kepada kita untuk selalu menjadi manusia yang lebih patuh dan taat serta menjalankan semua perintah-Nya. Manusia yang bijaksana adalah yang dapat mengambil hikmah dari kejadian-kejadian yang terjadi, sehingga kedepannya kita menjadi lebih baik lagi.

Ada beberapa  tips menghadapi musibah (http://akhmadfarhan.wordpress.com/2011/11/10/tips-menghadapi-musibah/) antara lain:
1. IKHLAS
Musibah itu apapun bentuknya harus kita terima dengan ikhlas. Tanpa harus menyalahkan siapapun. Baik itu orang-orang terdekat kita atau orang lain. Apalagi menyalahkan Allah SWT karena musibah yang kita alami. Terimalah semua itu dengan hati yang lapang. Jika kita kehilangan harta benda, yakinlah itu masih bisa kita dapatkan lagi. Untuk itu setiap kejadian apapun yang datang pada kita maka kita harus iklas dan yakinlah bahwa semua yang terjadi pasti ada hikmah yang diambil.
2. INTROSPEKSI
Semua kejadian pasti ada sebabnya. Untuk itu kita harus dapat evaluasi terhdap diri sendiri. Jangan salahkan orang lain. Dengan introspeksi, kita bisa mengetahui kelemahan dan kekurang diri sendiri untuk diperbaiki. Agar di masa yang akan datang tak terulang kembali.
3. IKHTIAR
Semua yang terjadi kita harus terima dengan iklas dan setiap kejadian ada hikmahnya dan kita berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik dan perkara  hasilnya kita serahkan pada  Allah SWT.
Semoga bermanfaat….

Wanita Berwirausaha, Kenapa tidak???

Kebutuhan perempuan sebagai ibu rumah tangga untuk dapat lebih mengembangkan potensi dirinya dalam pengelolaan rumah tangga demi kesejahteraan keluarga dan masyarakat sudah menjadi syarat mutlak yang tidak dapat ditunda lagi sehingga kaum perempuan diharapkan mampu meraih setiap kesempatan yang terbuka (Bernas, 2004).Salah satu alternatif   perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga adalah dengan melakukan usaha sendiri atau berwirausaha. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan status perempuan dan mempertahankan kelangsungan hidup dalam keluarga.
Kesulitan –kesulitan yang dihadapi oleh wanita tersebut harus dicari jalan pemecahan yang terbaik sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang dengan baik. Selain itu perlu adanya usaha yang keras untuk dapat meningkatkan pengetahuan melalui pendidikan atau pelatihan dan berusaha untuk menjalin hubungan dengan orang lain sehingga akan tercipta akses yang baik sehingga diharapkan dengan hal tersebut usaha yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar.
Perempuan yang memulai usaha bisnis sendiri seperti membuka katering, toko, dll harus dapat menyeimbangkan antara kebutuhan untuk tujuan ekonomi seperti penambahan pendapatan bagi keluarga dan tujuan non ekonomi yaitu membantu orang lain sehingga ada hubungan sosialisasi dengan pihak lain (Brush,1992). Partisipasi wanita dalam berwiraswasta akan dapat membantu dalam perkembangan ekonomi keluarga sehingga kesejahteraan keluarga diharapkan dapat meningkat dan dapat digunakan untuk menyiapkan dana guna menyekolahkan anak-anaknya, sehingga mutu sumber daya manusia pada masa yang akan datang dapat lebih ditingkatkan lagi. Dalam melaksanakan kegiatan untuk berwirausaha tersebut ibu harus dapat memperhatikan kegiatan anak-anak supaya mereka tidak merasa terabaikan dengan aktivitas yang dilakukan.
Ada beberapa alasan mengapa wanita harus berwirausaha, antara lain:
1. Menyalurkan hobi atau bakat yang dimiliki.
Saya dapat memberikan contoh untuk hal ini, di mana tetangga saya satu perumahan mempunyai ketrampilan membuat kue yang biasanya hanya membuat untuk kepentingan keluarga saja, namun karena kue yang dibikin enak sehingga orang lain akhirnya pesan dan sampai sekarang semua orang apabila ada acara acara maka memesan kepada tetangga tersebut.
2. Memiliki waktu yang lebih fleksibel
Dengan berwirausaha maka wanita akan jauh lebih mudah dalam mengatur waktu, artinya dengan melakukan usaha sendiri di rumah maka wanita tidak akan kesulitan
3. Menambah pendapatan keluarga
Dengan berwirausaha naka istri dapat membantu pendapatan suami sehingga diharapkan kesejahteraan keluarga dapat meningkat
4. Menambah wawasan dan pengetahuan bagi wanita

Untuk memulai dalam wirausaha  maka ada beberapa langkah antara lain meliputi:
1. ide
Untuk memulai bisnis maka kita harus punya ide terlebih dahulu setidaknya kita harus tahu kira-kira melakukan usaha apa yang tepat untuk daerah di mana kita akan berwirausha.
2.Modal
Sesuaikan dengan modal yang kita milki, atau kalau membutuhkan dana maka dapat melakukan pinjaman lunak
3. Pemasaran
Hal ini tidak boleh dilupakan karena pemasaran memegang peranan penting saat kita akan melakukan usaha, untuk itu kita harus tahu kemana produk yang akan kita buat dipasarkan.
Terima kasih semoga bermanfaat…….

Makanan Tradisional

Sabtu adalah hari yang menyenangkan, karena kebetulan kampus kami libur di hari tersebut, jadi  sejenak bebas dari rutinitas kantor. Libur di kampus tapi tidak libur di rumah, banyak aktifitas yang harus dilakukan, salah satunya adalah belanja dapur mingguan. Seperti biasanya setelah acara jalan pagi, maka kegiatan dilanjutkan dengan belanja. Namun, ada hal yang selalu menarik perhatian saya pada saat belanja yaitu ada warung yang menjual khusus kue tradisional. Spontan saja masuk ke warung itu, karena di sana memang banyak sekali ibu-ibu yang antri beli kue trasdional.
Ternyata kuenya cantik-cantik dan menarik baik dari segi warna bentuk serta jenisnya. Mata saya tertuju pada kue cucur yang cantik warnanya merah dan bentuknya tidak terlalu besar, selanjutnya pikiran saya langsung tertuju ke Evan Sanders yang terkadang menyebutkan kue cucur dalam twitternya. Wah, mungkin saja ini makanan favoritnya.
Keunikan makanan tradisional merupakan salah satu daya tarik wisatawan asing terhadap negara kita, untuk itu kita wajib untuk melestarikannya. Kalau dilihat dari berbagai pulau di negara kita, luar biasa jumlahnya tidak terhitung berapa jenis makanan tradisional yang kita miliki. Kue tradisional terkenal dengan jajan pasar yang banyak di jual di pasar tradisional. Jajan pasar ini biasanya banyak yang menyebutnya dengan kue basah yang bahan bakunya dari tepung beras, tepung ketan, dan bisanya tidak tahan lama. Salah satu contoh jajan pasar adalah jongkong, putu ayu, bubur sumsum, bubur candil, cenil, jemblem, lupis, petulo, dan lain-lain. Luar biasa , Indonesia memang kaya akan budaya baik kesenian, permainan – permainan tiap daerah, serta makanan tradisionalnya. Apabila kita tidak melesatrikannya maka biasa saja akan lenyap sehingga generasi kita selanjutnya tidak tahu tentang makanan tradisional. Untuk memperkenalkan jajan tradisional maka salah satu cara adalah pada saat tertentu kita di kala kita lagi longgar waktu bisa saja membuat dan anak-anak diajak serta berpartisipasi aktif saat proses pembuatan atau dengan membeli kue tradsional sambil memperkenalkan kepada mereka apa nama kue tersebut. Saya mencoba untuk mencari di internet, beberapa makanan tradisional dari berbagai daerah antara lain:
1. Jawa Timur : Kue cucur, kue mayang, dll
2. Jawa Tengah : Kue kaca, putri mandi, dll
3. Jawa Barat: Kue adas, dll
4. Bali: kue gambir, dll
5. Betawi: kembang goyang, dll
Dan tentunya tidak hanya itu saja, masih banyak lagi jenis dari berbagai daerah
Semoga bermanfaat..terima kasih

Rekreasi Ala Ibu-Ibu…………..

Rekreasi kali ini memang beda dengan rekreasi yang lainnya, membawa sejuta kesan yang menyenangkan dan membahagiakan. Jogja adalah tujuan kami, bahkan diantara kamipun sudah pernah mengunjungi tempat tersebut. Namun hal itu tidak menjadi penghalang bagi kami untuk menikmati perjalanan ini, karena pesertanya memang khusus ibu-ibu saja tanpa bapak-bapak dan anak-anak kecil, kecuali memang satu bapak yang dimintai bantuan untuk menemani kami dalam perjalanan.
Perjalanan dimulai pukul 20.00 dari kota Malang menuju bis yang sudah disiapkan oleh ketua penyelenggara yaitu salah seorang dari kami yang memang sangat luar biasa dalam mempersiapkan segala sesuatunya. Selama perjalanan berlangsung, di dalam bis tiada henti untuk selalu bersendau gurau, tertawa, tersenyum, wah pokoknya happy banget. Makanan dan minuman selalu mengalir tiada henti untuk menemani kami senau gurau. Dari mulai makanan kecil sampai roti yang memang sudah dipersiapkan oleh ibu-ibu untuk kami semua yang ada di bis. Kami jadi merasa seperti anak-anak muda kembali, namun dapat menikmati segalanya dengan penuh rasa sukur karena masih bisa diberi kesempatan untuk selalu bersama-sama dan setidaknya kepenatan tugas seorang ibu berhenti sejenak dengan rekreasi ini, karena peran kami sementara dapat digantikan oleh suami dan Ibu mertua. Kepergian ini tentu saja harus seijin suami tercinta, dan alhamdulilah suami kami memberi restu untuk mengikutinya.
Sekitar pukul 00.00 kami sudah tertidur pulas namun pukul 01.30 sudah terdengar suara tawa dari tempat duduk bagian belakang, karena ternyata ada salah satu diantara ada tidur namun menggelundung ke lantai bis. Waduh cerita ini kontan membuat semua teman-teman yang ada di bis jadi tertawa dan akhirnya tidak jadi tidur malam karena di lanjutkan dengan ngemil, minum teh panas, dan tawa. Sampai akhirnya kami solat subuh di jogja sekitar pukul 04.30. Setelah inilah ada sebagian yang mungkin sudah ngantuk yang tidak bisa ditahan dan akhirnya tertidur sejenak hingga sampai di Borobudur sebagai tujuan pertama kami.
Sebelum melakukan perjalanan ke Borobudur, tentu kami harus membersihkan badan dulu, gayung bersambut ternyata di tempat ini sudah ada penduduk yang menawarkan toilet untuk digunakan sebagai sarana mandi dan buang air bagi wisatawan berombongan seperti kami ini. Nama perkampungannya adalah kampung mandi. Bersama seorang bapak, kami diantarkan menuju lokasi tersebut. Ternyata memang banyak sekali rumah penduduk yang sebagian dari rumahnya dijadikan toilet secara berderet-deret, setidaknya ini peluang mereka untuk menambah pendapatan. Saya pribadi ancung jempol karena mereka dapat menangkap peluang yang sangat bagus. Tentu kami senang selain sambutan penduduk yang ramah, membayarnyapun tidak terlalu mahal sekitar Rp. 3000 untuk mandi dan untuk buang air besar Rp 2000 jadi total biaya untuk membersihkan diri Rp 5000. Sungguh biaya tidak terlalu mahal dan terjangkau untuk semua wisatawan local seperti kami.
Setelah acara membersihkan diri dilanjutkan dengan perjalanan menuju Borobudur. Dulu saya pernah mengunjungi tempat ini yaitu kira-kira saat saya kelas 5 SD, sampai akhirnya saya sudah memounyai anak 3 baru berkunjung ke tempat ini. Perubahan yang terjadi memang sangat luar biasa. Pada saat ini Borobudur jauh lebih bersih dan  tertata rapi baik mulai pembelian karcis, pemeriksaan barang bawaan sampai dengan penggunaan kain batik untuk ikatkan di pinggang. Banyak sekali pengunjungnya termasuk wisatan luar negeri. Terselip rasa sukur dalam hati ini betapa budaya kita memang sangat banyak dikagumi oleh masyarakat dalam negeri dan luar negeri. Tidak lupa kesempatan untuk berfoto-foto kami menfaatkan dengan baik yaitu berfoto dengan berbagai pose, istilah anak muda jaman sekarang ibu-ibu sedang narsis, tapi tak apalah ini moment penting bagi kami.
Sesampai di tangga Borobudur, kami sudah melihat ke atas, ternyata tinggi sekali, rasanya kami sudah tak sanggup ke atas. Namun saat itu kami bebarengan dengan wisatwan dari luar negeri, yang walaupun kakinya tidak sempurna karena sakit tapi mempunyai keinginan yang besar untuk sampai ke atas melihat Borobudur secara utuh. Hal tersebut membuat kami (ibu-ibu) menjadi termotivasi untuk menaiki tangga demi tangga Borobudur. Dan akhirnya sampai pula rombongan pertama berhasil ke puncak, termasuk di dalamnya saya sendiri. Dilanjutkan dengan rombongan ibu-ibu yang lain dan sukurlah akhirnya semua ibu-ibu sampai di puncak dengan rasa seneng walau nafas sudah ngos-ngosan. Seperti biasa kami tidak lupa mengabadikannya dalm bentuk foto bareng dan dilanjutkan dengan menuruni tangga demi tangga untuk keluar dari Borobudur. Namun sebelum sampai di bis kami mampir dulu ke tempat pemutaran dokumentasi meletusnya gunung merapi, dan koleksi-koleksi lain di tempat tersebut. Sebelum menuju ke bis kami harus melewati tempat masyarakat berjualan pernak pernik barang khas kota Jogja. Memang Indonesia kaya akan hasil karyanya termasuk karya dari masyarakat kota Jogja, sekali lagi bangga akan hal tersebut.
Perjalanan dilanjutkan menuju Keraton, namun sebelumnya solat dhuhur dan makan siang. Sesampai di sana ternyata keraton sudah tutup sehingga kami hanya berkesempatan untuk berfoto saja, namun hal tersebut tidak membuat kami kecewa karena ternyata masih banyak tempat yang kami kunjungi yaitu Malioboro, pasar Bring Harjo, Malioboro Mall, tempat gudeg, masjid agung dekat alun-alun keraton dan berbagai tempat untuk berbelanja. Acara diakhiri sampai jam 20.00 karena persiapan untuk pulang ke Malang. Sukur Alhamdulilah semua merasa senang dan puas. Selama perjalanan pulang kami banyak mengabiskan waktu dengan tidur karena memang kecapekan seharian jalan-jalan. Tiba di kota Malang tercinta sekitar pukul 06.00, sebelum pulang kerumah kami sarapan dulu di pecel dekat perumahan tempat kami tinggal. Setelah saling bersalaman dan saling mengucapkan maaf dan terima kasih kepada Pak sopir ,semua ibu-ibu pulang ke rumah dengan tugas sebagai seorang ibu dan istri yang selalu siap untuk dijalankan. Chayoo ibu-ibu dan semoga kita dapat rekreasi lagi untuk tahun depan…Amin
Terima kasih dan semoga bermanfaat………………

Apa Yang Seharusnya Kita Lakukan………

Beberapa minggu ini memang sangat padat sekali dengan tugas-tugas yang harus diselesaikan berbarengan, untuk itu butuh waktu dan tenaga ekstra supaya tujuan dapat tercapai. Di sela-sela kesibukan saya bua edmodo mahasiswa, untuk melihat – lihat barangkali ada tulisan di blog dan Alhamdulilah ternyata ada beberapa mahasiswa yang masih kreatif untuk tetap menulis. Wah, salut seali dengan kemampuan mereka dan sekaligus bangga atas karya-karya mereka. Salah satu dari sekian banyak yang saya baca, saya tertarik dengan tulisan dari Nurjanah yang saat ini memang sedang mengikuti mata kuliah yang saya ajarkan. Oh, ceritanya sangat menyentuh sekali, seperti sinetron tapi ini ada dalam dunia nyata.

Mahasiswa saya yang satu ini memang hebat sekali, dengan usaha apa saja yang dilakukan seperti usaha jual kelinci, namun usahanya tidak berhenti di situ saja, ada cara lain yang dilakukannya seperti mengantarkan anak-anak SD sekolah, membuat nasi goreng dan dititipkan di warung-warung. Alhamdulilah dengan usaha tersebut akhirnya kuliahnya terlaksana. Jadi pada saat ini kuliah sambil melakukan usaha. Sebagai dosen tentunya bangga sekali dengan usaha yang dilakukan. Memang perlu perjuangan dalam menjalankan hidup. Kesimpulan, bahwa sebuah dream perlu diwujudkan dengan  pengorbanan. Beberapa waktu yang lalu saya juga pernah menulis tentang perjuangan hidup seorang anak SD yang saya temui di sebuah mall. Belajar sambil berjualan di bawah pohon. Aduh trenyuh sekali melihatnya, namun itulah kenyataannya, tetapi saya mengambil sisi positifnya bahwa anak ini sejak dini sudah mulai tertanam jiwa wirausaha, semoga dewasa kelak dia akan menuai hasilnya…Amin.

Cerita yang lain bukan perjuangan hidup tetapi semangat yang saya kagumi dari mahasiswi satu ini. Seperti biasa pada awal kuliah biasanya saya akan memulai dengan menjelaskan tentang SAP, Edmodo, blog, dll. Namun di saat saya menjelaskan mata saya tertuju pada salah satu mahasiswi yang duduk paling depan, dilihat dari segi umur tidak seperti teman yang lainnya. Akhirnya pada saat selesai perkuliahan baru saya beranikan diri utuk bertanya, ternyata memang umurnya sudah di atas mahasiswa yang lainnnya dan bahkan sudah mempuyai anak 3 (tiga). Namun keinginan untuk melanjutkan kuliah masih menggebu-gebu. Sekali lagi saya sangat terkesan dengan semangatnya untuk selalu belajar sepanjang masa (endless learning), memang  belajar tidak mengenal batas usia dan waktu, asal ada kemauan dan keinginan pasti akan berjalan dengan baik.

Baik semangat, motivasi, dan segala usaha yang dilakukan oleh setiap individu adalah merupakan perjuangan hidup manusia yang harus dilalui. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua….Amin

Pengabdian Masyarakat………..

Pengabdian masyarakat kali ini adalah di Kelurahan Jodipan Kotamadya Malang. Langkah awal yang kami lakukan adalah bersilaturohim dahulu ke Kelurahan Jodipan. Alhamdulilah berkat bantuan dari temen kami akhirnya sampai juga kami di tempat tersebut. Sungguh di luar dugaan kami, sangat besar sekali respon mereka terhadap kami. Kegiatan pengabdian masyarakat kali ini bekerjasama dengan Yayasan Damandiri dengan kampus STIE Malamgkucecwara serta Kelurahan Jodipan. Bentuk pengabdian masyarakat adalah dengan memberikan materi pelatihan dan pendampingan bagi Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak yang mempunyai usaha jahit menjahit. Continue reading “Pengabdian Masyarakat………..”

Pengawasan (Bagian Kedua)

Artikel pengawasan pada bagian yang pertama saya lebih banyak membahasanya pada pengawasan pada suatu organisasi, tetapi untuk kali ini saya ingin sekali berbagi pengalaman tentang pengawasan yang berkaitan dengan ibadah. Kehidupan kita sehari-hari rasanya bergulir begitu saja, mulai dari bangun pagi, beraktifitas, dan selanjutnya tiba malam dan tidur lagi…Apakah kita merasa bahwa kegiatan tersebut dalam pengawasan?

Sadarkah kita bahwa kegiatan yang  kita lakukan setiap hari, tentu dalam pengawasan Gusti Alloh……tetapi apakah kita sudah selalu berbenah diri setiap hari untuk selalu menjadi yang terbaik dalam setiap kegiatan tersebut. Semoga kita bisa melakukannya…………Setiap hari harus ada kesadaran dalam diri kita bahwa kita selalu dalam pengawasan Gusti Alloh. Continue reading “Pengawasan (Bagian Kedua)”

Antara PT. Indofood dan Agrowisata Bhakti Alam

Jam 08.00 mahasiswa dan dosen yang akan mengikuti acara OST sudah pada siap. Untuk perjalanan kali ini banyak hal yang harus dipersiapkan supaya lancar, termasuk konsumsi, makanan kecil (snack), baner, dll. Tetapi kami sebagai penyelenggara (Comdec) beruntung sekali, karena salah satu panitia Comdec yaitu Ibu Lidia Andiani, pandai sekali dalam hal pernak pernik konsumsi, jadi tidak salah kalau acara kemarin baik konsumsi maupun makan kecil (snack) sudah tersedia dengan sempurna alias enak banget. Keberhasilan kegiatan OST juga tidak lepas dari peran Ketua Comdec (Ibu Lailatus Saadah) dan Ketua LPPM ( Ibu Riro). Saya, Ibu Rina Irawati dan Ibu Sulis sebagai anggota Comdec membantu memberikan ide-ide atau apa saja yang berkaitan dengan kegiatan ini. …Alhamdulilah, semua berjalan dengan baik dan memang kerjasama antar tim sangat diperlukan untuk kelancaran sebuah kegiatan….MERDEKA… Continue reading “Antara PT. Indofood dan Agrowisata Bhakti Alam”

Ikut Merasakan Kebahagiaan……..

Selepas maghrib, kami bergegas akan mengunjungi rumah Pak Agus Hilman karena baru saja dikaruniai putra pertama, dan sekaligus mengunjungi rumah Pak Hanif Mauluddin yang baru menempati rumah baru. Kebetulan rumah mereka berdua berdekatan, jadi lebih mudah. Sepanjang perjalanan menuju rumah mereka berdua,masih terbayang kondisi saya pada saat itu. Betapa saya sangat kebingungan sekali dalam menjalani hari-hari saya dengan kehadiran buah hati. Hal ini disebabkan, saya tidak mempunyai bekal apapun dalam hal merawat bayi. Tetapi bersyukur sekali peran dari mertua saya sangat luar biasa dalam membantu dan merawat buah hati kami. Akhirnya dengan beberapa pengetahuan dan pengalaman yang diberikan oleh mertua, saya bisa mengatasinya dengan baik. Tentu saja dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Betapa tidak, yang biasanya waktu tidur kita pukul 21.00 sampai dengan subuh, sekarang berubah 180 derajat, yaitu malamnya kita bangun untuk menyusui atau menggantikan popoknya karena pipis dan buang air besarnya. Namun apabila semua dilakukan dengan hati yang iklas maka akan memberikan kenimkatan tersendiri arena ini adalah bagian perjuangan bagi seorang ibu dalam merawat, menjaga, dan membesarkan anak. Continue reading “Ikut Merasakan Kebahagiaan……..”

Perjuangan Masterchef Asal Malang…

Perjuangan yang panjang dan sangat luar biasa untuk meraih gelar Masterchef Indonesia nomor 1 dan hebatnya Masterchef kali ini berasal dari Malang yaitu atas nama Lucki. Sebagai orang Malang tentu saja saya senang dan selamat untuk Lucky atas prestasinya….
Di balik kemengan yang diraihnya tentu ada bentuk perjuangan yang panjang yang harus dilaluinya. Hal ini juga membutuhkan semangat dan motivasi yang tinggi dari diri  sendiri apabila ingin mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Bagi saya, sosok Lucky adalah orang punya kemauan untuk maju serta penuh kreasi dalam menjalankan kegiatannya. Saya masih teringat dengan perjuangan Lucky, saat – saat season terakhir. Untuk membuat kue yang jumlahnya 6 tapi dia hanya mampu menyelesaikan 4 macam kue saja, dan itu butuh tenaga ektra untuk mengerjakannya. Hal ini terlihat dari keringat yang bercucuran dan ekspersi wajahnya yang sangat tegang, termasuk saya ikutan tegang. Tapi itulah yang namaya lomba pasti ada menang dan kalah. Dan sukurlah apa yang sudah dilakukan oleh Lucky semuanya berhasil dengan baik. Continue reading “Perjuangan Masterchef Asal Malang…”