Selalu Koreksi Diri………..

Sekilas menatap mahasiswi saya yang satu ini memang luar biasa,……mulai dari wajahnya yang teduh, hatinya yang baik, tutur katanya yang sopan membuat saya jadi terkesan…Selain itu banyak sekali kegiatan sosial yang dilakukannya, tidak hanya di lingkungan di mana dia tinggal tetapi juga di luar lingkungannya. Dari tingkah lakunya selalu berhati-hati dan bertindak, dan dia selalu mengkoreksi dirinya apakah tindakannya tepat atau tidak, baik atau buruk……sehingga harapannya tindakannya menjadi lebih baik lagi kedepannya. Berkaitan dengan hal tersebut, saya jadi teringat dengan beberapa artikel yang sudah saya baca yaitu tentang efikasi diri.

Menurut pernyataan dari Alwisol (2010) mengungkapkan efikasi adalah penilaian diri, apakah dapat melakukan tindakan yang baik atau buruk, tepat atau salah, bisa atau tidak bisa mengerjakan sesuai dengan yang dipersyaratkan. Efikasi ini berbeda dengan aspirasi atau cita-cita, karena cita-cita menggambarkan sesuatu yang ideal yang seharusnya (dapat dicapai), sedang efikasi menggambarkan penilaian kemampuan. Selanjutnya menurut Baran dan Byrne (1991) mengartikan bahwa efikasi diri adalah sebagai evaluasi seseorang mengenai kemampuan atau kompetensi dirinya untuk melakukan suatu tugas, mencapai tujuan, dan mengatasi hambatan. J

Dimensi Efikasi Diri

Menurut pernyataan dari Bandura (1997) dalam Setyawan bahwa dimensi efikasi diri adalah sebagai berikut:

  1. Level

Mengarah pada tingkat/range sampai dimana individu yakin akan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas dengan tingkat kesulitan yang berbeda sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.. Individu dengan keyakinan diri yang tinggi akan menganalisis tingkat kesulitan tugas yang dicoba, menghindari tugas yang dirasa diluar batas kemampuannya dan mengerjakan tugas yang di rasa sesuai dengan kemampuannya. Dalam dimensi ada beberapa bagian yang diperhatikan yaitu, antara lain:

a. Tingkat ketrampilan

b. Tingkat usaha

c. Tingkat ketepatan

d. produktivitas

e. Cara menghadapi ancaman

  1. Generality

Merepresentasikan kemamuan global hingga domain spesifik dari kemampuan individu. Individu yang memiliki keyakinan diri yang tinggi, akan merasa yakin kalau dirinya mampu mengerjakan tugas lebih banyak dan pada bidang yang lebih luas dibandingkan dengan yang dikerjakan orang lain. Dalam dimensi ini meliputi 2 hal penting yaitu:

a. Derajat kesamaan aktivitas

b. modalitas ekpresi

  1. Strenght

Mengarah pada ketahanan yang dimiliki oleh individu dalam melaksanakan tugasnya. Individu denga keyakinan diri yang tinggi akan gigih dan ulet dalam mejalankan usahanya walaupun menemui hambatan dan kesulitan serta merasa yakin bahwa aktivitas yang dipilihnya akan dapat dilakukan dengan sukses

Selanjutnya menurut pernyataan dari Gibson (2003) dalam Amelia (2013) menyatakan bahwa efikasi diri mempunyai tiga dimensi yang meliputi: (1) Besaran, (2) Kekuatan, dan (3) Generalitas, besaran merujuk pada minat terhadap sesuatu yang diyakini oleh individu bisa diatasi. Kekuatan meliputi kenyakinan individu dalam melaksanakan kerja pada tingkat kesulitan khusus. Generalitas merujuk pada sejauh mana harapan berlaku umum dalam semua situasi.

Berdasarkan pernyataan di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa efikasi diri adalah kemampuan dari imdividu untuk dapat mengatasi segala kesulitan atau hambatan – hambatan dengan segala usaha yang dilakukan sehingga diharapkan akan tercapai keberhasilan yang maksimal. Untuk itu dibutuhkan usaha yang maksimal yang dibarengi dengan minat dari dalam individu itu sendiri, selain itu efikasi diri berhubungan dengan keyakinan bahwa individu memiliki kemampuan melakukan tindakan yang diharapkan.

Dampak Efikasi Diri

Adapun dampak dari efikasi diri luthan dalam Amelia (2013) efikasi diri mempengaruhi tiga hal antara lain:

  1. Pemilihan prilaku

Keputusan akan dibuat atas dasar berapa ampuhnya seseorang merasa terhadap pilihan. misalnya penugasan kerja atau bahkan bidang karir.

  1. Usaha motivasi

Orang yang akan mencoba untuk lebih keras dan lebih banyak memberikan usaha pada tugas dimana individu mempunyai efikasi yang lebih tinggi daripada individu dengan penilaian kemampuan rendah.

  1. Keteguhan

Orang dengan efikasi diri tinggi akan bertahan ketika menghadapi masalah atau bahkan gagal, sedangkan orang dengan efikasi diri rendah cenderung menyerah ketika hambatan muncul.

 Semoga bermanfaat…………..

Berempatikah kita?

Beberapa waktu yang lalu saya kedatangan seseorang ibu yang dulu adalah kebetulan pengasuh anak saya tetapi sekarang kami agak berjauhan karena saya sudah pindah rumah dari tempat yang dulu kami tempati. Banyak sekali permaslahan hidup yang dialami, namun beliau dengan penuh ketabahan dan keiklasan menyerahkan semua pada Alloh , karena beliau sangat yakin sekali bahwa Alloh memberikan ujian atau musibah namun suatu saat pasti ada hikmah terbesar yang akan diperoleh walau pada saat ini harus dijalani dengan penuh tanggung jawab. Bagi saya ibu ini sangat luar biasa sekali, mendengarkan semua keluh kesah kehidupan yang dialaminnya, termasuk terhanyut dengan pembicaraan, dan meneteskan air mata….betapa usaha dan motivasinya sangat tinggi dalam menjalankan hidup dan selalu berpegang dengan Alloh…..walau sedikit banyak di sela-sela pembicaraan saya memberikan masukan yang positif dengan maksud untuk mengurangi beban yang dihadapinya…

Saya teringat dengan beberapa artikel tentang empati, apakah saya termasuk berempati dengan kondisi yang dialami oleh ibu tadi atau bahkan anda juga sering mengalami hal serupa, apakah kita termasuk dalam empati??? Untuk itu kita perlu tahu tentang apa itu empati…..

Menurut pernyataan Rispandita (2012) bahwa empati adalah kemampuan untuk menyadari perasaan orang lain dan bertindak (sesuai) untuk membantu. Empati merupakan kemampuan mental untuk memahami dan berempati dengan orang lain, apakah orang diempati setuju atau tidak tetapi disini memiliki niat untuk membantu.

Selanjutnya seperti yang saya kutip dari http://phietablogdiary.blogspot.com/2009/06/pengertian-empati-1.html bahwa empati adalah kemampuan untuk ikut merasakan persepsi orang lain, yaitu memandang dan merasakan sesuatu seperti cara orang lain memandang dan merasakan. Jadi dapat disimpulkan bahwa komponen dari Empati adalah sebagai berikut: (1) Kemampuan afektif seseorang utntuk ikut memahami perasaan orang lain, dan (2) ketrampilan kognitif untuk mengenal dan memahami pikiran dan pandangan orang lain. Berdasarkan pernyataan di atas maka dapat disimpulkan bahwa empati adalah kemampuan dari individu untuk dapat mengerti dan memahami perasaan orang lain. Dari hal di atas maka sebaiknya kita bisa koreksi diri apakah kita sudah merasa berempati terhadap orang lain yang mengalami beberapa permasalahan atau malah sebaliknya kita biarkan dan tidak peduli dengan masalah yang dihadapi oleh orang lain dan bahkan kita cenderung untuk cuek…semua adalah pilihan hidup, mau saling berbagi, memperbaiki diri lebih baik saya kira merupakan pilihan yang paling tepat.

Komponen Empati

Komponen empati terdiri dari 2 komponen kognitif dan afektif. Adapun komponen kognitif terdri dari 2 aspek yaitu:

  1. Aspek perspective taking dan fantasy

    Adalah kecenderungan individu untuk mengambil alih secara spontan sudut pandang orang lain, dimana aspek ini akan mengukur sejauhmana individu memandang kejadian sehari-hari dari perspektif orang lain. Sedangan aspek fantasi ini melihat adanya kecenderungan dari individu menempatkan diri dan hanyut dakam perasaan dan tindakan orang lain.

  2. Aspek emphatic concern dan personal distress

    Menurut pernyataan dari Cialdini (1987) menyatakan bahwa empatik meliputi perasaan simpatik, belas kasihan dan peduli (lebih terfokus pada orang lain). Sedangkan personal distress sebagai pegendalian reaksi pribadi terhadap penderitaan orang lain yan meliputi perasaan terkejut, takut, cemas, prihatin, dan tidak berdaya yaitu lebih terfokus pada diri sendiri 9sears, dkk 1994)

Menamkan empati pada anak

Seperti biasanya pulang kerja jam 16.00, karena hari tidak hujan langsung tancap gas untuk segera sampai di rumah, namun sesampai di rumah tangan langsung di pegang anak saya yang nomor dua. Ada apa nak? Tanpa banyak bicara dia menyuruh saya duduk di kursi dan saya berusaha untuk mendengarkan ceritanya. Pada saat sekolah tadi ada temennya yang jatuh dan menangis karena kesakitan, aku berusaha untuk menghibur dan mendengarkan keluhan sakitnya. Kayaknya cerita ini juga sering di alami oleh ibu-ibu yang lainnya tentang cerita anakknya, tapi justru inilah kebanggan bagi kita karena betapa anak kita sangat luar biasa dapat mengerti dan memahami serta empati terhadap musibah temannya dengan caranya sendiri.
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan emapati itu? empati adalah kemampuan untuk menyadari perasaan orang lain dan bertindak (sesuai) untuk membantu. Konsep Empati terkait erat dengan rasa iba dan kasih sayang. Empati merupakan kemampuan mental untuk memahami dan berempati dengan orang lain, apakah orang diempati setuju atau tidak tetapi disini memiliki niat untuk membantu.(http://www.kumpulanistilah.com/2011/02/pengertian-empati.html)

Ada beberapa cara untuk menumbuhkan empati pada anak, antara lain:
1. Mengajak anak untuk selalu peduli dengan pekerjaan di rumah tangga, artinya mengajak mereka untuk melakukan pekerjaan ringan dengan cara yang menyenangkan, biasanya hal ini dapat dilakukan secara bersama-sama saat libur
2. Gunakan kesempatan atau peluang bagi anak-anak dengan membacakan cerita sehingga mereka dapat belajar dan meniru tokoh yang baik dan empati terhadap tokoh tersebut
3. Perlu adanya kebersamaan pada saat menonton televisi serta memilihkan saluran yang tepat bagi mereka, sehingga kita dapat menjelaskan apa yang ditonton sehingga hal ini akan merangsang daya imajinasi anak-anak akan nilai empatinya.
4. Pada kesempatan tertentu mengajak anak-anak untuk menjenguk orang sakit, di mana hal ini dapat melibatkan rasa empati anak-anak terhadap orang yang mengalami musibah
Manfaat mengembangkan empati pada anak:
1. Mengembangkan daya imajinasi pada anak
2. Meningkatkan ketrampilan dalam berbahasa
3. Membangkitkan minat baca
4. Membangun kecerdasan emosional
5. Membangun rasa empati pada anak (http://bidanku.com/index.php?/manfaat-cerita-dongeng-anak-anak-bagi-perkembangan-buah-hati-kita)
Terima kasih dan semoga bermanfaat

MOTIVASI DIRI UNTUK MELANGKAH KE DEPAN MENJADI SUKSES

Menjadi orang sukses bukanlah hal yang mudah perlu perjuangan yang keras serta doa untuk meraihnya, untuk itu kita perlu banyak tahu tentang motivasi diri. Saya punya cerita sedikit tentang motivasi diri ini. Beberapa waktu yang lalu saya memang sedang mengalami sakit, yang hal itu sangat luar biasa sekali, karena dengan sakit itu sangat mempengaruhi kehidupan saya termasuk pekerjaan, perhatian terhadap suami dan anak-anak menjadi berkurang karena saya lebih memikirkan penyakit ini. Memang setiap orang mudah mengucapkan kata-kata sabar, namun pelaksanaanya memang butuh kekuatan yang besar untuk melaksanakannya. Namun dari keterpurukan itu muncul satu kekuatan dalam diri saya bahwa saya masih ingin mendampingi suami dan menemani anak-anak sampai akhir hayat kami. Satu hal yang saya selalu pegang teguh yaitu keyakinan bahwa Alloh akan selalu mendampingi dan membantu saya di segala kondisi. Banyak harapan ke depan yang ingin selalu saya wujudkan bersama keluarga. Hal itulah yang memompa saya untuk selalu kuat dan tegar dalam menghadapi cobaan ini. Selain doa dari keluarga, teman, sahabat, termasuk pimpinan di mana saya bekerja sangat memberikan support agar kuat dan sabar. Sungguh luar biasa dengan motivasi diri yang kuat untuk bisa sembuh akhirnya Alloh memberikan jalan kemudahan terhadap diri saya, yang sampai hari ini Alhamdulilah sudah sehat dan dapat beraktifitas lagi seperti sedia kala. Dari cerita di atas tersebut semoga dapat memberikan manfaat bagi yang lainnya, tentang motivasi diri yang untuk melangkah ke depan.
Motivasi merupakan proses yang berawal pada kekurangan atau kebutuhan psikologi maupun psikologi, mobilisasi atau dorongan itu diarahkan pada suatu tujuan atau rangsangan. Dengan demikian, kunci untuk memahami proses motivasi terletak pada pemahaman dan hubungan antara kebutuhan, dorongan dan semangat. Oleh sebab itu motivasi dapat dikatakan faktor pendorong yang akan mempengaruhi manusia untuk bertindak sesuai dengan keinginannya yang akan dituju. Faktor pendorong tersebut bisa datang dari dalam (faktor intrinsik) maupun dari luar (faktor ekstrinsik) diri manusia itu sendiri. (dikutip dari blog motivasi).
Berkaitan dengan hal tersebut ada beberapa tips yang mungkin bisa dijadikan sebagai pegangan tentang bagaimana untuk memotivasi diri, yaitu:
1.    Perlu kedisiplinan dalam menjalankannya sehingga ada unsur konsisten sehingga menjadi suatu kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saya mempunyai kedisiplinan untuk selalu membaca Al-Quran, di mana hal ini harus dilaksanakan dengan penuh keyakinan bahwa kita mampu melakukannya secara konsisiten setiap hari dan kalau sudah menjadi kebiasaan maka akan terasa tidak nyaman kalau kita melakukannya.
2.    Usahakan untuk selalu fokus dengan tujuan hidup kita
Kita selalu berusaha untuk selalu fokus dengan tujuan hidup kita, karena hal ini akan menjadikan kita menjadi manusia yang berkualitas dengan memahami tujuan hidup
3.    Berusaha mencari teman, sahabat yang mempunyai visi yang sama
4.    Bertanggung jawab
Anda perlu seseorang yang bersedia mengingatkan Anda untuk tetap berada di tujuan. Ia bertugas memberikan dukungan dan menjadi mitra bertukar pikiran bagi ide dan gagasan yang Anda punya. Dari sini Anda akan merasa bertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik baginya. Proses mencapai tujuan menjadi lebih mudah dengan hadirnya seseorang yang menjadi cermin diri Anda. (Al Falaq Arsendatama, 2012)
Namun dari motivator yang saya kagumi yaitu Bapak Mario Teguh adalah beliau mengatakan bahwa: Aku masih ingin belajar”, “Aku masih ingin mendapatkan input dari sekelilingku” , “Aku masih ingin mendapatkan pengetahuan- pengetahuan dari mana saja agar dapat lebih baik”. MasyaAlloh kita memang masih perlu belajar banyak untuk menjadi manusia yang lebih berkualitas kedepannya. Terima kasih dan semoga bermanfaat

Mengenali Diri Dengan Disiplin Diri

MENGENALI DIRI DENGAN DISIPLIN DIRI

Disiplin dapat menjadikan diri kita untuk dapat menaati tata tertib yang sudah kita buat sehingga akan mengarahkan kita menjadi individu yang berkualitas. Namun pelaksanaan disiplin harus berkesinambungan dan dilakukan secara tertib sehingga manajemen waktu menjadi lebih baik.
Disiplin diri melibatkan tindakan sesuai dengan apa yang kita pikirkan, dan bukan apa yang kita rasakan pada saat ini.

A.CARA MENGEMBANGKAN DISIPLIN
Disiplin diri memang tidak mudah namun perlu usaha yang kuat untuk mewujudkannya yaitu komitmen yang tinggi dari diri individu untuk tetap konsisten dalam menjalan disiplin diri, karena dengan kondisi disiplin diri akan diperoleh manfaat yang sangat luar biasa. Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari internet ada beberapa hal yang perlu diketahui dalam mengembangkan disiplin diri , antara lain:
1.Pengetahuan Diri
Disiplin berarti berperilaku sesuai dengan apa yang Anda telah putuskan, terlepas dari apa yang Anda rasakan pada saat ini. Oleh karena sifat pertama disiplin adalah pengetahuan diri. Anda perlu memutuskan apa perilaku terbaik yang mencerminkan tujuan dan nilai-nilai. Proses ini memerlukan introspeksi dan analisis-diri, dan yang paling efektif sediakanlah waktu untuk menulis tujuan, mimpi dan ambisi Anda.
2. Kesadaran
Disiplin diri tergantung pada kesadaran apa yang baik dan apa yang tidak baik untuk Anda lakukan. Ketika Anda mulai membangun disiplin diri, Anda mungkin mendapati diri Anda berada dalam tindakan yang tidak disiplin – misalnya bermain game, menghindari hal-hal penting, menonton tv terus-menerus. Mengembangkan disiplin diri membutuhkan waktu, dan kuncinya adalah Anda menyadari perilaku tidak disiplin Anda. Dengan cara ini memberi Anda kesempatan untuk membuat keputusan yang lebih baik sejalan dengan tujuan dan nilai-nilai.
3. Komitmen
Tidaklah cukup hanya menulis tujuan dan nilai-nilai. Anda harus membuat komitmen internal untuk hal itu. Misalnya ketika jam alarm Anda berbunyi pada jam 5 pagi namun Anda menekan tombol snooze untuk bisa tidur 5 menit lagi atau ketika antusias Anda telah mulai memudar.
Jika Anda berjuang dengan komitmen, mulailah dengan membuat keputusan sadar untuk menindaklanjuti apa yang Anda katakan akan Anda lakukan, baik ketika Anda mengatakan Anda akan melakukannya dan bagaimana melakukannya.
4. Keberanian
Jangan salah, disiplin diri seringkali sangat sulit. Suasana hati, selera dan gairah dapat menjadi kekuatan besar untuk melawannya. Oleh karena itu disiplin diri sangat tergantung pada keberanian. Jangan berpura-pura mengatakan ini adalah hal mudah untuk dilakukan namun sebenarnya sangat sulit atau menyakitkan. Sebaliknya, menemukan keberanian untuk menghadapi rasa sakit dan kesulitan ketika Anda mulai mengumpulkan kemenangan-kemenangan kecil maka rasa percaya diri Anda akan tumbuh dan keberanian yang mendukung disiplin diri akan datang lebih alami.
5. Melatih diri
Self-talk (berbicara pada diri sendiri dalam hati) sering kali berbahaya, tetapi juga bisa sangat menguntungkan jika Anda mampu mengkontrolnya. Bila Anda merasa Anda sedang diuji oleh Alloh dengan kondisi, saya sarankan Anda berbicara pada diri sendiri, dengan memotivasi dan meyakinkan diri sendiri karena itu adalah bentuk self-talk yang memiliki kemampuan untuk mengingatkan tujuan Anda, membentuk keberanian, memperkuat komitmen dan membuat Anda sadar akan tugas dan peran Anda. Cobalah mengatakan dalam hati “tidak ada yang turun dari langit dengan cuma-cuma semua butuh usaha dan do’a” atau anda memiliki kalimat lain, dan ingat setiap kali Anda menemukan diri Anda sedang diuji. Ini dapat mengubah hidup Anda.

B. MENGAPA DISIPLIN SULIT?
Terkadang untuk mendisiplinkan diri itu sulit, karena banyak sekali hambatan atau rintangan yang terjadi dalm kehidupan kita. Untuk itu perlu banyak motivasi dan semangat untuk tetap bisa mendisiplinkan diri. Disiplin diri merupakan suatu siklus kebiasaan yang kita lakukan secara berulang – ulang dan terus menerus secara berkesinambungan sehingga menjadi suatu hal yang biasa kita lakukan. Disiplin diri merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh individu itu sendiri secara berkesinambungan atau konsisten sehingga diharapkan akan menjadi suatu kebiasaan yang mengarah pada tercapainya kualitas diri yang lebih baik, karena dengan kondisi terrsebut akan membentuk pribadi diri kita di masa depan dalam meraih tujuan hidup yang lebih baik. Ada beberaapa hal yang menyebabkan kita untuk sulit dalam berdisiplin diri, antara lain:
1.    Manusia memiliki sifat – sifat mendasar seperti: cenderung bermalas -malasan, ingin hidup seenaknya mengikuti keinginan hatinya dan keinginan untuk melanggar peraturan – peraturan yang ada.
2.    Kita selalu menganggap pekerjaan sebagai suatu kewajiban apapun beban yang harus dilakukan, bukan sebagai kesenangan. Pepatah mengatakan “ kita akan lebih mudah menerapkan disiplin diri jika kita mencintai apa yang kita kerjakan ”.
3.    Manusia cenderung cepat bosan jika melakukan kegiatan yang sama dalam jangka waktu lama. (Harianto, 2010)
Namun apabila kita ingin tetep dalam kondisi untuk berdisiplin diri maka harus mempunyai komitmen yang tinggi dalam menjalankan supaya dapat teratasi kondisi-kondisi yang membuat kita untuk tidak dapat mendisiplinkan diri.

C. BAGAIMANAKAH TIPS UNTUK MENDISIPLINKAN DIRI?
Seperti pernyataan di atas bahwa mendisiplinkan diri memang bukan hal yang mudah, namun demikian banyak cara atau hal yang dapat dilakukan oleh individu untuk dapat mendisiplinkan diri, antara lain:
1.    Berusaha untuk selalu berpikir positif dengan mengalahkan pikiran yang kurang baik
2.    Berusaha untuk selalu fokus pada kondisi dimana kita sedang dalam kondisi disiplin diri sehingga tujuan yang kita inginkan akan tercapai
3.    Buat skala prioritas dengan apa yang akan kita lakukan ke depan
4.    Buat jadwal. Disiplinkan diri untuk menaati jadwal tersebut dan jangan terpengaruh dengan hal-hal lain yang dapat mengganggu jadwal yang buat.
5.    Membuat daftar yang anda inginkan untuk dicapai dalam hidup

D. LANGKAH-LANGKAH DISIPLIN DIRI
Ada beberapa langkah untuk dapat menjalankan disiplin diri antara lain:
1.    Memahami dengan benar manfaat dari disiplin diri
2.    Memahami bahwa hidup kita ditentukan oleh sikap kita
3.    Menjalankan janji diri dengan disiplin yang kita buat
4.    Merenungi dengan apa yang sudah kita jalankan untuk diambil hikmah positif

E. MANFAAT DISIPLIN DIRI
Dengan disiplin diri akan banyak memberikan manfaat kepada individu itu sendiri, antara lain meliputi:
1.    Akan memiliki integritas yang tinggi sehingga apa yang dilakukan sesuai dengan tindakan yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab
2.    Memiliki pola hidup yang teratur dengan menaati jadwal yang sudah dibuat dengan mudah melakukan managemen waktu yang tepat
3.    Memiliki sikap percaya diri yang tinggi
4.    Menumbuhkan sifat kemadirian dalam individu itu sendiri
5.    Ditekankan selalu dalam diri bahwa berpikir positif bahwa mengembangkan diri merupakan hal yang penting dalam diri
Terima kasih semoga bermanfaat………………..

Santunkah kita …

Setiap hari kita selalu melakukan komunikasi, baik terhadap teman, saudara, sahabat, guru, orang tua atau kepada siapapun. Komunikasi merupakan faktor penting dalam membina hubungan baik dengan lawan bicara kita.  Berdasarkan fakta yang ada ternyata komunikasi merupakan hal yang tidak dapat diremehkan begitu saja karena kalau kita salah menyampaikan sesuatu akan berakibat tidak baik dalam membina hubungan dengan orang lain. Dalam suatu organisasi komunikasi merupakan unsur penting dalam menyampaikan sesuatu sehingga orang lain menjadi paham dan mengerti maksud yang kita sampaikan. Berdasarkan pendapat dari Awe Churi Aini R menyatakan bahwa  komunikasi menjadi alat manajemen untuk menyatukan kegiatan organisasi yang dengan itu tujuan organisasi dapat dicapai. Dalam satu penelitian, 74 persen manajer yang dijadikan sampel dari perusahaan di Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang, mengatakan bahwa hambatan tunggal terbesar menuju keunggulan perusahaan adalah keruntuhan komunikasi.
Namun dalam artikel ini saya lebih mengerucutkan permasalahan yang akan kita bahas yaitu lebih menekankan kepada komunikasi kita terhadap orang tua. Tetapi sebelum jauh kita bahas tentang hal tersebut, apa sebenarnya yang dimaksud dengan komunikasi itu? Komuniksi adalah suatu keadaan dimana adanya seseorang menyampaikan ide kepada pihak lain sehingga akan terjadi saling mempengaruhi antara kedua belah pihak tersebut. Jadi komunikasi akan berjalan lancer apabila kedua belah saling mengerti dan memahami apa yang dimaksud dalam proses komunikasi tersebut.
Selanjutnya bagaimana komunikasi kita dengan orang tua, apakah kita sudah cukup santun, bertutur kata yang baik terhadap orang tua pada saat proses komunikasi tersebut? Pembahasan materi tentang di sebuah acara antara saya dengan mahasiswa sangat menarik sekali. Dari beberapa sharing ternyata banyak sekali pendapat di antara mereka yang mengatakan bahwa orang tua adalah tempat / media curhat pada saat mengahadapi segala masalah, namun ada juga yang menyatakan bahwa komunikasi yang tidak berjalan dengan baik yaitu saat saran orang tua tidak sesuai dengan kondisi remaja pada saat ini, bagaimanakah menyikapinya???. Marahkan mereka atau diam-diam mengambil tindakan yang tidak baik tanpa sepengetahuan ortu….masalahnya memang kompleks sekali. Ternyata dari sharing tersebut salah satu langkah yang diambil oleh mereka adalah hal yang positif bukan marah atau tindakan yang tidak terpuji, melainkan mereka menunda dulu permasalahan yang terjadi beberapa hari sampai yakin bahwa kondisi dan situasi sudah nyaman dan tenang kemudian baru dibuka lagi komunikasi dengan orang tua tentang permasalahan yang terjadi dengan nada bicara yang baik, alias berusaha mengambil hati orang tua untuk mencari solusi yang terbaik.
Tidak hanya itu saja, saya juga sangat terkesan dengan salah satu mahasiswa semester 3 yang saya amati sangat memperhatikan kakak tingkatnya bercerita tentang pengalaman masing-masing, kemudian saya coba menyakan atau bercerita tentang pengalamannya. Apa yang disampaikan membuat mata saya berkaca-kaca, luar biasa sekali dan merupakan hal yang tidak saya duga…(Beginilah pendapatnya: Bagi saya orang tua terutama Ibu adalah segala-galanya tiada duanya, kalau saya mengahadapi masalah sekecil apapun pasti akan sharing dengan ortu. Saya yakin apa yang disampaikan ortu kepada anaknya adalah benar dan itu pasti membawa kebaikan kalaupun ternyata ortu ada salahnya itu bukan berarti mereka salah memang   demikian adanya dan pasti ada hikmah di balik itu. Saya sangat menghargai pendapat beliau karena ortulah yang dapat mengawal saya untuk langkah selanjutnya. Mendengarkan demikian rasanya air mata ini ingin tertumpah……Very good…)
Dalam hati saya berdoa untuk mereka yang hadir dalam acara saya semoga semua mahasiswa tersebut dapat memahami hidup dengan baik sehingga membawa kebaikan dan melancarkan jalan mereka ke depannya…Amin
Ada beberapa cara atau strategi yang dapat membantu untuk dapat berkomunikasi baik dengan orang tua antara lain: (1) Menggunakan bahasa yang baik dan tidak menyakitkan. Hal ini mengingat adanya  perbedaan umur maupun pendidikan antara kita dengan orang tua, (2) Menggunakan kata-kata kata-kata  yang lembut dan santun, (3) Menggunakan  bahasa tubuh yang tepat, (4) Carilah waktu yang tepat dan kondisi yang tepat agar komunikasi lancer.
Semoga bermanfaat dan terima kasih

Kelebutan hati seorang Ibu

Sore hari biasanya saya gunakan untuk istirahat sambil menunggu anak-anak pulang dari mengaji dan pulang dari les. Namun di sela-sela waktu tersebut saya kedatangan seorang teman. Rasanya senang sekali bertemu karena memang agak lama kami berpisah. Awal pembicaraan memang hanya berkisar cuap-cuap saja, namun dengan bergulirnya waktu pembicaraan merambah ke dunia anak-anak. Setidaknya kami bisa sharing tentang perkembangan anak-anak kami. Pada saat pembicaraan berlangsung sering sekali temen ini meneteskan air mata. Ternyata dia memiliki seorang anak dengan sifat yang sangat luar biasa yaitu keras kepala, dan semua keinginannya harus seusai dengan keinginannya. Namun seiring dengan kerasnya sikap anaknya tersebut, teman saya meladeninya dengan penuh kasih sayang tanpa pamrih apapun, termasuk selalu mendoakan anaknya untuk selalu kembali ke jalan yang benar. Bahkan dia selalu rela minta maaf terhadap anaknya apabila ada kata-katanya yang menyinggung perasaan anaknya. Walau sebenarnya si Ibu ini tidak bersalah. Pernah pada suatu saat , karena banyaknya pikiran tentang kejadian-kejadian anaknya sampai akhirnya harus masuk rumah sakit.  Ada satu hal yang saya kagumi dari pembicaraan tersebut, betapa besar pengorbanan seorang ibu terhadap anaknya walaupun anaknya sangat keras kepala namun dia tetap saja berhati lembut untuk mengarahkan anaknya menjadi lebih baik. Terselip doa untuk temen saya semoga selalu diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian, insyaalloh pasti ada jalan keluarnya sehingga kehidupannya menjadi lebih baik. Amin.
Akhirnya dari cerita tersebut saya mencoba membaca beberapa artikel untuk mencari sebab mengapa anak bisa mempunyai sifat seperti di atas , antara lain: (1) Orangtua terlalu memanjakan anak sehingga apa yang diinginkan oleh anak selalu dikabulkan dengan proses yang cepat, tanpa memberikan pengertian terlebih dahulu (2) Kurang adanya pengertian, komunikasi yang baik antara orangtua dan  anak.
Ada beberapa cara menghadapi anak-anak yang suka melawan dan keras kepala:
1. Bersikap flesibel, lebih banyak memberikan kasih sayang dan pengertian terhadap anak-anak
2. Berusaha untuk memahami hobi anak sehingga kita dapat menyalurkan hobi tersebut sesuai dengan bakat yang dimiliki si anak serta mereka mempunyai kegiatan yang positif dengan hobinya
3. Menjadi orang tua yang bijaksana. Seringnya terjadi kesalahan persepsi antara orang tua dan anak bisa menjadi salah satu sebab anak mempunyai sifat yang demikian untuk itu perlu komunikasi yang interaktif antara anak dan orang tua untuk menghindari hal tersebut. Menjadi orang tua memang bukan hal yang mudah karena kita dituntut untuk selalu paham terhadap perkembangan anak-anak kita
4. Tidak memaksa keinginan kita terhadap anak.
5. Pilih waktu yang tepat untuk menasehati anak-anak. Biasanya waktu yang paling enak adalah saat mereka akan tidur kita berusaha untuk mengajak mereka berbicara, kalaupun mereka ada masalah dengan teman-temannya kita berusaha untuk mencarikan solusinya
6. Memberikan penghargaan atas sikapnya yang baik serta memberikan pengarahan apabila mereka melakukan kesalahan
Demikianlah cerita ini semoga dapat memberikan pelajaran yang berharga buat kita semua, Amin

Awal Yang Indah

Mulanya hanya sekedar dan sepintas saja menonton sinetron di televisi, tapi setelah dilihat beberapa kali alur ceritanya bagus banget. Selanjutnya keterusan menonton karena semakin lama semakin menarik untuk diikuti. Dari setiap episode yang tayang setiap malam, banyak sekali komentar-komentar dari fans terhadap alur ceritanya. Bermula dari komentar inilah yang akhirnya lahirlah pertemanan melalui media internet yaitu baik lewat twitter maupun facebook. Luar biasa sekali akhirnya pertemanan ini melahirkan tali silaturohim diantara teman-teman. Kondisi-kondisi apapun yang terjadi pada diri kita, baik pada saat senang maupun susah banyak yang memberikan semangat,motivasi, dan bahkan mereka akan merasa senang sekali pada saat kita dalam kondisi yang menyenangkan. Pendapat ataupun komentar mereka serasa menyejukkan hati, menyenangkan serta membangun motivasi kita.
Singkat cerita, ada salah satu teman yang tinggalnya di kota Surabaya yang kebetulan berlibur di Malang, dan akhirnya kami bertemu. Wah, rasanya luar biasa sekali. Walau kami tidak pernah bertemu dan hanya bercakap-cakap lewat dunia maya saja namun begitu ketemu seperti sudah bertemu dan langsung terjalin keakraban di antara kami. Tidak ada rasa canggung lagi , mengalir saja seperti temen yang sudah lama akrab. Banyak hikmah yang saya ambil dari hal ini yaitu: (1) Semakin banyak teman yang saling memberi semngat dan motivasi, (2) Tali silaturohim semakin panjang
Ada beberapa manfaat dari pertemana, antara lain:
1.Untuk memberikan dukungan emosi pada diri kita, pada saat kita merasakan kondisi yang tidak menyenangkan, teman yang baik akan memberikan motivasi, semangat yang banyak memberikan manfaat positif
2.Salng memberikan pertolongan diantara teman, pertolongan bisa berupa pendapat atas masalah yang menimpa mereka
3.Tidak merasa sendirian. Pada saat kita sendiri di rumah atau di mana saja , buka twitter atau facebook untuk saling bertegur sapa atau paling tidak kita tahu kondisi kita masing-masing
4.Adanya peluang dari kita untuk saling berbagi.
Semoga pertemana, persahabatan dan akhirnya menjadi persaudaraan ini tak lekang oleh waktu….
Terima kasih semoga bermanfaattttt

Suara dan Intonasi Yang Menghanyutkan….

Apa yang kita lakukan sepulang kerja? Yang pasti sebagai ibu rumah tangga adalah memasak untuk makan malam dan mengurus keperluan anak-anak untuk persiapan belajar malam hari. Kalau di bilang capek, ya memang capek sekali, tetapi itulah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seorang ibu. Di tengah-tengah asyiknya kegiatan tersebut, HP saya berbunyi, ternyata saudara saya yang berada jauh di seberang pulau, beliau ternyata kangen sekali. Wah, malu sekali rasanya, sebenarnya saya sebagai pihak yang masih muda harus menelpon terlebih dahulu, ini malah kebalikannya. Alhamdulilah, beliau sangat mengerti sekali kesibukan dan kondisi saya. Dari pembicaraan tersebut saya sangat terkesan sekali dengan cara beliau berbicara. Di awal pembicaraan dibuka dengan menanyakan kabar berita kami sekeluarga, kemudian menanyakan kondisi ehidupan kami, sambil diselingi dengan nasehat-nasehat untuk kebaikan kami, dan diakhiri dengan salam serta kalimat yang memberikan semangat dan motivasi hidup.Wah, semua pembicaraan serba teratur dan rapi. Apakah ini yang dimaksud etika berbicara. Continue reading “Suara dan Intonasi Yang Menghanyutkan….”

Perkaya Motivasi Diri……….

Sebentar lagi aktifitas kuliah akan dimulai, hal ini berarti semua hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran harus sudah dipersiapkan termasuk materi/bahan perkuliahan, revisi SAP, dan masih banyak lagi yang harus dipersiapkan. Rasanya sudah kangen dengan mahasiswa setelah lumayan lama libur. Harapan saya semester ini mahasiswa tambah semangat dan punya motivasi belajar yang tinggi dalam proses belajar di kampus tercinta. Karena dengan motivasi belajar yang tinggi akan sangat membantu mereka untuk terus maju dan kreatif dalam mengembangkan diri khususnya dalam belajar sehingga nilai yang diraih juga akan maksimal….chayoooooo…mahasiswa. Continue reading “Perkaya Motivasi Diri……….”