Pokoke Statistik..Pokoke statistik..Lanjut…

Tidak terasa waktu terus bergulir dan liburan pun harus diakhiri, tiba saatnya mulai mengajar lagi…kali ini mata kuliah yang saya ampu adalah dengan mata kuliah Business Statistic………..Tapi bersukur sekali karena kelas yang saya ajar mahasiswanya sungguh luar biasa, semangat dan motivasi untuk belajar tinggi, walaupun mereka baru di semester ke dua tapi yang membuat saya bangga kepada mereka adalah kreatifitas dan ide pemikiran tentang statistik sungguh …..oke banget. Kali ini ada tulisan mereka yang dibuat secara berkelompok dan hasilnya wah…siiippp……Monggo di baca dan semoga bermanfaat ya…….
Menurut peneletian negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, Eropa, Ilmu statistika berkembang dengan pesat sejalan dengan berkembnagnya ilmu ekonomi dan teknik. Bahkan kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh sejauh mana negara itu menerapkan ilmu statistika dalam memecahkan masala-masalah pembangunan dan perencanaan pemerintahannya. Jepang sebagai salah satu negara maju, konon telah berhasil memadukan ilmu statistika dengan ilmu ekonomi, desain produk, psikologi, dan sosiologi masyarakat. Sejauh itu ilmu statistika digunakan pula untuk memprediksi dan menganalisis perilaku konsumen, tidak heran juga sekarang jepang menjadi salah satu raksasa ekonomi di dunia.
Mata kuliah statistika bagi mahasiswa sangat diperlukan terutama ketika seorang mahasiswa harus mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menginterprestasikan data untuk pembuatan skripsi, thesis atau disertasil Dalam hal ini pengetahuan statistik dipakai dalam menyusun metodologi penelitian. Sebagai suatu ilmu, kedudukan statistik merupakan salah satu cabang dari ilmu matematika terapan. Oleh karena itu untuk memahami statistika pada tingkat yang tinggi, terlebih dahulu diperlukan pemahaman ilmu matematika.

What do you mean about Statistics ???
Statistik ? Bagi Mahasiswi Ekonomi semester 2 seperti kami saat ini, mendengar mata Kuliah Bussines Statistik sangatlah asing dan mungkin bisa dikatakan ini adalah perdana bagi kami, yang sebelumnya tidak mengerti apa itu statistik karena sebelumnya pun kami belum pernah mempelajari Apa Itu Statistik ? atau mungkin sebagian sudah mempelajari nya namun, hanya sebagian kecil dari dasar-dasar statistika selama kita duduk di bangku SMA.
Tetapi setelah saya cari tahu Apa Itu Statistik ? Ilmu Statistik adalah Ilmu yang mempelajari tidak jauh beda dengan Matematika. Tapi kali ini kita berbicara Apa Itu Statistik ? tepatnya kali ini kita mempelajari Business Statistics 1. Karena di awal semester 2 ini kita mulai belajar Business Statistik 1. Nah, Apa sih statistik itu ? di tambah lagi kata-kata Business, makin keren saja nih ^^. Bukan seperti itu juga kali ya, ternyata statistik itu memiliki pngertian yang luas yang tidak  hanya berhenti  di hitung-menghitung. Tapi dengan adanya Ilmu Statistik kita juga di ajarkan dan dikenalkan bagaimana mengelola Business untuk di masa mendatang. Tentunya untuk calon-calon pembisnis seperti kita semua. Aamiin
Dalam perkembangannya, statitiska memiliki pengertian serta fungsi yang lebih luas sehingga kini menjadikannya banyak terkait dengan bidang bidang ilmu, khususnya dalam ilmu matematika . Jadi, pengertian statistika secara singkat  adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Dan dalam penjabarannya , statistika adalah ilmu yang berusaha untuk mencoba mengolah data seperti bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis dan mempresentasikan data untuk mendapatkan manfaat berupa keputusan dalam kehidupan.

1. Statistics History
Sebelum kita  mendalami apa itu statistika , sebaiknya kita perlu mengetahui  bagaimana sejarah statistika itu sendiri .Berawal dari Gottfried Achenwall (1749)  yang menggunakan Statistik dalam bahasa Jerman untuk pertama kalinya sebagai nama bagi kegiatan analisis data kenegaraan, dengan mengartikannya sebagai “ilmu tentang negara (state)”. Pada awal abad ke-19 telah terjadi pergeseran arti menjadi “ilmu mengenai pengumpulan dan klasifikasi data”. Sir John Sinclair memperkenalkan nama (Statistics) dan pengertian ini ke dalam bahasa Inggris. Jadi, statistika secara prinsip mula-mula hanya mengurus data yang dipakai lembaga-lembaga administratif dan pemerintahan. Pengumpulan data terus berlanjut, khususnya melalui sensus yang dilakukan secara teratur untuk memberi informasi kependudukan yang berubah setiap saat.
2.Definition Of Statistics
Menurut beberapa buku dan artikel yang kami baca statistik itu merupakan suatu alat, kata atau keterangan untuk menyatakan sekumpulan fakta yang dapat melukiskan tentang suatu keadaan yang mempunyai arti penting. Statistik ada yang berupa angka (data kuantitatif) dan ada juga yang tidak berwujud angka (data kualitatif) . Statistik dalam arti metode ilmiahnya itu bukan hanya data kuantitatif atau sekumpulan angka-angka belaka, karena  menurut Croxton dan Cowden kumpulan angka-angka sedemikian itu lebih baik tetap dinamakan data atau angka-angka saja. Karena pada hakekatnya, statistik adalah metode atau asas-asas guna mengelolah, mengerjakan atau memanipulasi data kuantitatif agar angka-angka tersebut dapat “berbicara”.
Beberapa pandangan lain tentang pengertian statistik dari para ahli :
Statistik adalah metode/asas-asas, mengerjakan atau memanipulasi data kuantitatif agar angka-angka tersebut berbicara.(Anto Dajjan). Statistik adalah cara untu mengolah data dan menarik kesimpulan-kesimpulan yang teliti dan keputusan-keputusan yang logik dari pengolahan data. (Prof.Drs.Sutrisno Hadi,MA). Statistik adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk data, yaitu tentang pengumpulan, pengolahan, penganalisisa, penafsiran, dan penarikan kesimpulan dari data yang berbentuk angka. (Ir.M.Iqbal hasan,MM). Dan ilmu yang mempelajari tentang statistik dinamakan statistika. Dimana dengan ilmu itu  kita dapat mempelajari bagaimana caranya :
a. Mengumpulkan data dengan benar
b. Menyederhanakan data
c. Menyajikan data
d. Serta dapat membuat kesimpulan berdasarkan informasi yang kita peroleh dari sampel.

3.Characteristics Of Statistics
Pada dasarnya Statistik memiliki tiga ciri khas, yaitu:
a. Statistik selalu bekerja dengan angka (bilangan).
Ini mengandung pengertian bahwa tanpa data angka maka Statistik tidak akan mampu melaksanakan tugasnya sebagai ilmu pengetahun.
b. Statistik bersifat Obyektif.
Ini mengandung pengertian bahwa Statistik bekerja menurut obyeknya; dengan kata lain Statistik bekerja menurut apa adanya kesimpulan-kesimpulan atau ramalan-ramalan yang dihasilkan oleh Statistik adalah semata-mata didasarkan atas angka-angka yang dihadapi dan diolah dan bukan didasarkan atas subyektifitas atau pengaruh-pengaruh luar lainnya.
c. Statistik bersifat Universal.
Ini mengandung pengertian bahwa ruang lingkup atau ruang gerak dan bidang garapan Statistik tidaklah sempit. Statistik dapat dipergunakan atau diterapkan dalam hampir semua cabang kegiatan hidup manusia.

4.Clasifications Of Statistics
Berdasarkan aktifitas yang dilakukan, statistika dapat dibedakan menjadi Statistika Deskriptif dan Statistika Inferensia.
Statistika Deskriptif merupakan bagian statistika yang membicarakan cara-cara pengumpulan data dan menyederhanakan angka-angka pengamatan yang diperoleh (mengumpulakn, meringkas, dan menyajikan data), serta melakukan pengukuran pemusatan dan penyebaran. Selain itu, penyajian data dalam bentuk table, grafik distribusi frekuensi. Statistika Inferensia merupakan bagian Statistika yang membicarakan cara-cara menganalisa data serta mengambil kesimpulan (yang pada dasarnya berkaitan dengan dua masalah utama yaituestimasi parameter populasi dan pengujian hipotesis). Berdasarkan metode yang digunakan, statistika inferensia dapat dibedakan menjadi Statistika parametric dan Statistika Nonparametrik.
Statistika Parametrik Statistika parametric adalah bagian dari statistika inferensia yang mempertimbangkan nilai dari satu atau lebih parameter populasi dan sehubungan dengan kebutuhan inferensianya, pada umumnya statistika parametric membutuhkan data yang skala pengukuran minimalnya adalah interval (selang).
Statistika Nonparametrik Statistika nonparametric merupakan bagian dari statistika inferensia yang tidak memperhatikan nilai dari satu atau lebih parameter populasi. Pada umumnya validasi pada statistika Nonparametrik tidak tergantung pada model peluang yang spesifik dari populasi.
5.Statistics’s Benefit
Komunikasi Adalah sebagai penghubungan beberapa pihak yang menghasilkan data statistic atau berupa analisis statistic sehingga beberapa pihak tersebut akan dapat mengambil keputusan melalui informasi tersebut. Deskripsi Merupakan penyajian data dan mengilustrasikan data, misalnya mengukur tingkat kelulusan siswa, laporan keuangan, tingkat inflasi, jumlah penduduk, dan seterusnya. Regresi Adalah meramalkan pengaruh data yang satu dengan data yang lainnya dan untuk menghadapi gejala-gejala yang akan datang.
6. Function Of Statistics and Education
Kemajuan atau perkembangan anak didik setelah mereka menempuh proses pendidikan dalam jangka waktu tertentu yang bersifat kualitatif, akan tetapi diubah menjadi data yang bersifat kuantitati. karena dalam kegiatan penialaian hasil pendidikan, cara yang paling umum adalah dengan menggunakan data kuantitatif, maka tidak perlu diragukan lagi bahwa statistik dalam hal ini akan mempunyai fungsi yang sangat penting sebagai alat bantu, yaitu alat bantu untuk memperoleh, menganalisis dan menyimpulkan hasil yang telah di capai dalam kegiatan penilaian tersebut. Antara lain :
a. Memperoleh gambaran baik, gambaran secara khusus maupun gambaran secara umum tentang suatu gejala, keadaan atau peristiwa.
b. Mengikuti perkembangan atau pasang surut mengenai gejala keadaan atau peristiwa tersebut, dari waktu ke waktu.
c. Melakukan pengujian, apakah gejala yang satu bereda dengan gejala yang lain ataukah tidak, jikka terdapat perbedaan apakan perbedaan yang berarti (meyakinkan) atau perbedaan itu terjadi hanya secara kebetulan saja.
d. Mengetahui, apakah gejala yang satu ada hubungannya dengan gejala yang lain.
e. Menyusun laporan yang berupa data kuantitatif dengan teratur, rinfkas, dan jelas.
f. Menarik kesimpulan secara logis, mengambil kesimpulan secara tepat dan mantab, serta dapat memperkirakan atau meramalkan hal-hal yang mungkin terjadi di masa mendatang, dan langkah konkret apa yang kemungkinan perlu dilakukan.

Daftar pustaka

Dajan, Anto.1963. Pengantar Metode  Statistik Jilid 1. Jakarta : LP3ES
Dajan, Anto . 1986. Pengantar Metode Statistik Jilid 1. Jakarta. PT. Pustaka LP3ES Indonesia.
Dajan, Anto. 2000 Pengantar Metode Statistika I, Universitas Wisconsin,     Amerika Prof. DR. Sudjana,  2002, Metode Statistika, Purdue University, Jakarta.
Supangat, Andi. 2005 Statistika, Dalam kajian Deskriptif, Inferensi, dan Nonparamatrik, Universitas Widyatama, Bandung.
http://sugaonraigus.blogspot.com
http://nenxtyas.wordpress.com.
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Statistika
http://yuyuk`s.blospot.com
http://materi-statistik.blogspot.com
http://sinau.comze.com/2011/04/apa-itu-statistik-dan-statistika
http://photofinanda.blogspot.com/2012/01/apakah-statistik-itu.html
http://edukasi.kompasiana.com/2012/10/25/pengertian-statistik-504292.html
www.id.wikepedia.org/wiki/stastistika.
http://wulansarisumihadi.wordpress.com/2009/02/03/pengertian-statistik-dan-manfaatnya/
http://id.m.wikipedia.org/wiki/statistika
http://Ventydwie.blogspot.com/2011/06/peranan-statistika-dalam-kehidupan.html?m=1
http://pengertiandancontoh.blogspot.com/2012/11/perbedaan-statistik-dan-statistika.html
Http://sainsmatika.blogspot.com/2012/02/pengertian-statistik-dan-statistika.html

Selalu Koreksi Diri………..

Sekilas menatap mahasiswi saya yang satu ini memang luar biasa,……mulai dari wajahnya yang teduh, hatinya yang baik, tutur katanya yang sopan membuat saya jadi terkesan…Selain itu banyak sekali kegiatan sosial yang dilakukannya, tidak hanya di lingkungan di mana dia tinggal tetapi juga di luar lingkungannya. Dari tingkah lakunya selalu berhati-hati dan bertindak, dan dia selalu mengkoreksi dirinya apakah tindakannya tepat atau tidak, baik atau buruk……sehingga harapannya tindakannya menjadi lebih baik lagi kedepannya. Berkaitan dengan hal tersebut, saya jadi teringat dengan beberapa artikel yang sudah saya baca yaitu tentang efikasi diri.

Menurut pernyataan dari Alwisol (2010) mengungkapkan efikasi adalah penilaian diri, apakah dapat melakukan tindakan yang baik atau buruk, tepat atau salah, bisa atau tidak bisa mengerjakan sesuai dengan yang dipersyaratkan. Efikasi ini berbeda dengan aspirasi atau cita-cita, karena cita-cita menggambarkan sesuatu yang ideal yang seharusnya (dapat dicapai), sedang efikasi menggambarkan penilaian kemampuan. Selanjutnya menurut Baran dan Byrne (1991) mengartikan bahwa efikasi diri adalah sebagai evaluasi seseorang mengenai kemampuan atau kompetensi dirinya untuk melakukan suatu tugas, mencapai tujuan, dan mengatasi hambatan. J

Dimensi Efikasi Diri

Menurut pernyataan dari Bandura (1997) dalam Setyawan bahwa dimensi efikasi diri adalah sebagai berikut:

  1. Level

Mengarah pada tingkat/range sampai dimana individu yakin akan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas dengan tingkat kesulitan yang berbeda sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.. Individu dengan keyakinan diri yang tinggi akan menganalisis tingkat kesulitan tugas yang dicoba, menghindari tugas yang dirasa diluar batas kemampuannya dan mengerjakan tugas yang di rasa sesuai dengan kemampuannya. Dalam dimensi ada beberapa bagian yang diperhatikan yaitu, antara lain:

a. Tingkat ketrampilan

b. Tingkat usaha

c. Tingkat ketepatan

d. produktivitas

e. Cara menghadapi ancaman

  1. Generality

Merepresentasikan kemamuan global hingga domain spesifik dari kemampuan individu. Individu yang memiliki keyakinan diri yang tinggi, akan merasa yakin kalau dirinya mampu mengerjakan tugas lebih banyak dan pada bidang yang lebih luas dibandingkan dengan yang dikerjakan orang lain. Dalam dimensi ini meliputi 2 hal penting yaitu:

a. Derajat kesamaan aktivitas

b. modalitas ekpresi

  1. Strenght

Mengarah pada ketahanan yang dimiliki oleh individu dalam melaksanakan tugasnya. Individu denga keyakinan diri yang tinggi akan gigih dan ulet dalam mejalankan usahanya walaupun menemui hambatan dan kesulitan serta merasa yakin bahwa aktivitas yang dipilihnya akan dapat dilakukan dengan sukses

Selanjutnya menurut pernyataan dari Gibson (2003) dalam Amelia (2013) menyatakan bahwa efikasi diri mempunyai tiga dimensi yang meliputi: (1) Besaran, (2) Kekuatan, dan (3) Generalitas, besaran merujuk pada minat terhadap sesuatu yang diyakini oleh individu bisa diatasi. Kekuatan meliputi kenyakinan individu dalam melaksanakan kerja pada tingkat kesulitan khusus. Generalitas merujuk pada sejauh mana harapan berlaku umum dalam semua situasi.

Berdasarkan pernyataan di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa efikasi diri adalah kemampuan dari imdividu untuk dapat mengatasi segala kesulitan atau hambatan – hambatan dengan segala usaha yang dilakukan sehingga diharapkan akan tercapai keberhasilan yang maksimal. Untuk itu dibutuhkan usaha yang maksimal yang dibarengi dengan minat dari dalam individu itu sendiri, selain itu efikasi diri berhubungan dengan keyakinan bahwa individu memiliki kemampuan melakukan tindakan yang diharapkan.

Dampak Efikasi Diri

Adapun dampak dari efikasi diri luthan dalam Amelia (2013) efikasi diri mempengaruhi tiga hal antara lain:

  1. Pemilihan prilaku

Keputusan akan dibuat atas dasar berapa ampuhnya seseorang merasa terhadap pilihan. misalnya penugasan kerja atau bahkan bidang karir.

  1. Usaha motivasi

Orang yang akan mencoba untuk lebih keras dan lebih banyak memberikan usaha pada tugas dimana individu mempunyai efikasi yang lebih tinggi daripada individu dengan penilaian kemampuan rendah.

  1. Keteguhan

Orang dengan efikasi diri tinggi akan bertahan ketika menghadapi masalah atau bahkan gagal, sedangkan orang dengan efikasi diri rendah cenderung menyerah ketika hambatan muncul.

 Semoga bermanfaat…………..

Berempatikah kita?

Beberapa waktu yang lalu saya kedatangan seseorang ibu yang dulu adalah kebetulan pengasuh anak saya tetapi sekarang kami agak berjauhan karena saya sudah pindah rumah dari tempat yang dulu kami tempati. Banyak sekali permaslahan hidup yang dialami, namun beliau dengan penuh ketabahan dan keiklasan menyerahkan semua pada Alloh , karena beliau sangat yakin sekali bahwa Alloh memberikan ujian atau musibah namun suatu saat pasti ada hikmah terbesar yang akan diperoleh walau pada saat ini harus dijalani dengan penuh tanggung jawab. Bagi saya ibu ini sangat luar biasa sekali, mendengarkan semua keluh kesah kehidupan yang dialaminnya, termasuk terhanyut dengan pembicaraan, dan meneteskan air mata….betapa usaha dan motivasinya sangat tinggi dalam menjalankan hidup dan selalu berpegang dengan Alloh…..walau sedikit banyak di sela-sela pembicaraan saya memberikan masukan yang positif dengan maksud untuk mengurangi beban yang dihadapinya…

Saya teringat dengan beberapa artikel tentang empati, apakah saya termasuk berempati dengan kondisi yang dialami oleh ibu tadi atau bahkan anda juga sering mengalami hal serupa, apakah kita termasuk dalam empati??? Untuk itu kita perlu tahu tentang apa itu empati…..

Menurut pernyataan Rispandita (2012) bahwa empati adalah kemampuan untuk menyadari perasaan orang lain dan bertindak (sesuai) untuk membantu. Empati merupakan kemampuan mental untuk memahami dan berempati dengan orang lain, apakah orang diempati setuju atau tidak tetapi disini memiliki niat untuk membantu.

Selanjutnya seperti yang saya kutip dari http://phietablogdiary.blogspot.com/2009/06/pengertian-empati-1.html bahwa empati adalah kemampuan untuk ikut merasakan persepsi orang lain, yaitu memandang dan merasakan sesuatu seperti cara orang lain memandang dan merasakan. Jadi dapat disimpulkan bahwa komponen dari Empati adalah sebagai berikut: (1) Kemampuan afektif seseorang utntuk ikut memahami perasaan orang lain, dan (2) ketrampilan kognitif untuk mengenal dan memahami pikiran dan pandangan orang lain. Berdasarkan pernyataan di atas maka dapat disimpulkan bahwa empati adalah kemampuan dari individu untuk dapat mengerti dan memahami perasaan orang lain. Dari hal di atas maka sebaiknya kita bisa koreksi diri apakah kita sudah merasa berempati terhadap orang lain yang mengalami beberapa permasalahan atau malah sebaliknya kita biarkan dan tidak peduli dengan masalah yang dihadapi oleh orang lain dan bahkan kita cenderung untuk cuek…semua adalah pilihan hidup, mau saling berbagi, memperbaiki diri lebih baik saya kira merupakan pilihan yang paling tepat.

Komponen Empati

Komponen empati terdiri dari 2 komponen kognitif dan afektif. Adapun komponen kognitif terdri dari 2 aspek yaitu:

  1. Aspek perspective taking dan fantasy

    Adalah kecenderungan individu untuk mengambil alih secara spontan sudut pandang orang lain, dimana aspek ini akan mengukur sejauhmana individu memandang kejadian sehari-hari dari perspektif orang lain. Sedangan aspek fantasi ini melihat adanya kecenderungan dari individu menempatkan diri dan hanyut dakam perasaan dan tindakan orang lain.

  2. Aspek emphatic concern dan personal distress

    Menurut pernyataan dari Cialdini (1987) menyatakan bahwa empatik meliputi perasaan simpatik, belas kasihan dan peduli (lebih terfokus pada orang lain). Sedangkan personal distress sebagai pegendalian reaksi pribadi terhadap penderitaan orang lain yan meliputi perasaan terkejut, takut, cemas, prihatin, dan tidak berdaya yaitu lebih terfokus pada diri sendiri 9sears, dkk 1994)