Menjadi orang sukses bukanlah hal yang mudah perlu perjuangan yang keras serta doa untuk meraihnya, untuk itu kita perlu banyak tahu tentang motivasi diri. Saya punya cerita sedikit tentang motivasi diri ini. Beberapa waktu yang lalu saya memang sedang mengalami sakit, yang hal itu sangat luar biasa sekali, karena dengan sakit itu sangat mempengaruhi kehidupan saya termasuk pekerjaan, perhatian terhadap suami dan anak-anak menjadi berkurang karena saya lebih memikirkan penyakit ini. Memang setiap orang mudah mengucapkan kata-kata sabar, namun pelaksanaanya memang butuh kekuatan yang besar untuk melaksanakannya. Namun dari keterpurukan itu muncul satu kekuatan dalam diri saya bahwa saya masih ingin mendampingi suami dan menemani anak-anak sampai akhir hayat kami. Satu hal yang saya selalu pegang teguh yaitu keyakinan bahwa Alloh akan selalu mendampingi dan membantu saya di segala kondisi. Banyak harapan ke depan yang ingin selalu saya wujudkan bersama keluarga. Hal itulah yang memompa saya untuk selalu kuat dan tegar dalam menghadapi cobaan ini. Selain doa dari keluarga, teman, sahabat, termasuk pimpinan di mana saya bekerja sangat memberikan support agar kuat dan sabar. Sungguh luar biasa dengan motivasi diri yang kuat untuk bisa sembuh akhirnya Alloh memberikan jalan kemudahan terhadap diri saya, yang sampai hari ini Alhamdulilah sudah sehat dan dapat beraktifitas lagi seperti sedia kala. Dari cerita di atas tersebut semoga dapat memberikan manfaat bagi yang lainnya, tentang motivasi diri yang untuk melangkah ke depan.
Motivasi merupakan proses yang berawal pada kekurangan atau kebutuhan psikologi maupun psikologi, mobilisasi atau dorongan itu diarahkan pada suatu tujuan atau rangsangan. Dengan demikian, kunci untuk memahami proses motivasi terletak pada pemahaman dan hubungan antara kebutuhan, dorongan dan semangat. Oleh sebab itu motivasi dapat dikatakan faktor pendorong yang akan mempengaruhi manusia untuk bertindak sesuai dengan keinginannya yang akan dituju. Faktor pendorong tersebut bisa datang dari dalam (faktor intrinsik) maupun dari luar (faktor ekstrinsik) diri manusia itu sendiri. (dikutip dari blog motivasi).
Berkaitan dengan hal tersebut ada beberapa tips yang mungkin bisa dijadikan sebagai pegangan tentang bagaimana untuk memotivasi diri, yaitu:
1.    Perlu kedisiplinan dalam menjalankannya sehingga ada unsur konsisten sehingga menjadi suatu kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saya mempunyai kedisiplinan untuk selalu membaca Al-Quran, di mana hal ini harus dilaksanakan dengan penuh keyakinan bahwa kita mampu melakukannya secara konsisiten setiap hari dan kalau sudah menjadi kebiasaan maka akan terasa tidak nyaman kalau kita melakukannya.
2.    Usahakan untuk selalu fokus dengan tujuan hidup kita
Kita selalu berusaha untuk selalu fokus dengan tujuan hidup kita, karena hal ini akan menjadikan kita menjadi manusia yang berkualitas dengan memahami tujuan hidup
3.    Berusaha mencari teman, sahabat yang mempunyai visi yang sama
4.    Bertanggung jawab
Anda perlu seseorang yang bersedia mengingatkan Anda untuk tetap berada di tujuan. Ia bertugas memberikan dukungan dan menjadi mitra bertukar pikiran bagi ide dan gagasan yang Anda punya. Dari sini Anda akan merasa bertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik baginya. Proses mencapai tujuan menjadi lebih mudah dengan hadirnya seseorang yang menjadi cermin diri Anda. (Al Falaq Arsendatama, 2012)
Namun dari motivator yang saya kagumi yaitu Bapak Mario Teguh adalah beliau mengatakan bahwa: Aku masih ingin belajar”, “Aku masih ingin mendapatkan input dari sekelilingku” , “Aku masih ingin mendapatkan pengetahuan- pengetahuan dari mana saja agar dapat lebih baik”. MasyaAlloh kita memang masih perlu belajar banyak untuk menjadi manusia yang lebih berkualitas kedepannya. Terima kasih dan semoga bermanfaat

0 Comments