Kelebutan hati seorang Ibu

Sore hari biasanya saya gunakan untuk istirahat sambil menunggu anak-anak pulang dari mengaji dan pulang dari les. Namun di sela-sela waktu tersebut saya kedatangan seorang teman. Rasanya senang sekali bertemu karena memang agak lama kami berpisah. Awal pembicaraan memang hanya berkisar cuap-cuap saja, namun dengan bergulirnya waktu pembicaraan merambah ke dunia anak-anak. Setidaknya kami bisa sharing tentang perkembangan anak-anak kami. Pada saat pembicaraan berlangsung sering sekali temen ini meneteskan air mata. Ternyata dia memiliki seorang anak dengan sifat yang sangat luar biasa yaitu keras kepala, dan semua keinginannya harus seusai dengan keinginannya. Namun seiring dengan kerasnya sikap anaknya tersebut, teman saya meladeninya dengan penuh kasih sayang tanpa pamrih apapun, termasuk selalu mendoakan anaknya untuk selalu kembali ke jalan yang benar. Bahkan dia selalu rela minta maaf terhadap anaknya apabila ada kata-katanya yang menyinggung perasaan anaknya. Walau sebenarnya si Ibu ini tidak bersalah. Pernah pada suatu saat , karena banyaknya pikiran tentang kejadian-kejadian anaknya sampai akhirnya harus masuk rumah sakit.  Ada satu hal yang saya kagumi dari pembicaraan tersebut, betapa besar pengorbanan seorang ibu terhadap anaknya walaupun anaknya sangat keras kepala namun dia tetap saja berhati lembut untuk mengarahkan anaknya menjadi lebih baik. Terselip doa untuk temen saya semoga selalu diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian, insyaalloh pasti ada jalan keluarnya sehingga kehidupannya menjadi lebih baik. Amin.
Akhirnya dari cerita tersebut saya mencoba membaca beberapa artikel untuk mencari sebab mengapa anak bisa mempunyai sifat seperti di atas , antara lain: (1) Orangtua terlalu memanjakan anak sehingga apa yang diinginkan oleh anak selalu dikabulkan dengan proses yang cepat, tanpa memberikan pengertian terlebih dahulu (2) Kurang adanya pengertian, komunikasi yang baik antara orangtua dan  anak.
Ada beberapa cara menghadapi anak-anak yang suka melawan dan keras kepala:
1. Bersikap flesibel, lebih banyak memberikan kasih sayang dan pengertian terhadap anak-anak
2. Berusaha untuk memahami hobi anak sehingga kita dapat menyalurkan hobi tersebut sesuai dengan bakat yang dimiliki si anak serta mereka mempunyai kegiatan yang positif dengan hobinya
3. Menjadi orang tua yang bijaksana. Seringnya terjadi kesalahan persepsi antara orang tua dan anak bisa menjadi salah satu sebab anak mempunyai sifat yang demikian untuk itu perlu komunikasi yang interaktif antara anak dan orang tua untuk menghindari hal tersebut. Menjadi orang tua memang bukan hal yang mudah karena kita dituntut untuk selalu paham terhadap perkembangan anak-anak kita
4. Tidak memaksa keinginan kita terhadap anak.
5. Pilih waktu yang tepat untuk menasehati anak-anak. Biasanya waktu yang paling enak adalah saat mereka akan tidur kita berusaha untuk mengajak mereka berbicara, kalaupun mereka ada masalah dengan teman-temannya kita berusaha untuk mencarikan solusinya
6. Memberikan penghargaan atas sikapnya yang baik serta memberikan pengarahan apabila mereka melakukan kesalahan
Demikianlah cerita ini semoga dapat memberikan pelajaran yang berharga buat kita semua, Amin