Rekreasi Ala Ibu-Ibu…………..

Rekreasi kali ini memang beda dengan rekreasi yang lainnya, membawa sejuta kesan yang menyenangkan dan membahagiakan. Jogja adalah tujuan kami, bahkan diantara kamipun sudah pernah mengunjungi tempat tersebut. Namun hal itu tidak menjadi penghalang bagi kami untuk menikmati perjalanan ini, karena pesertanya memang khusus ibu-ibu saja tanpa bapak-bapak dan anak-anak kecil, kecuali memang satu bapak yang dimintai bantuan untuk menemani kami dalam perjalanan.
Perjalanan dimulai pukul 20.00 dari kota Malang menuju bis yang sudah disiapkan oleh ketua penyelenggara yaitu salah seorang dari kami yang memang sangat luar biasa dalam mempersiapkan segala sesuatunya. Selama perjalanan berlangsung, di dalam bis tiada henti untuk selalu bersendau gurau, tertawa, tersenyum, wah pokoknya happy banget. Makanan dan minuman selalu mengalir tiada henti untuk menemani kami senau gurau. Dari mulai makanan kecil sampai roti yang memang sudah dipersiapkan oleh ibu-ibu untuk kami semua yang ada di bis. Kami jadi merasa seperti anak-anak muda kembali, namun dapat menikmati segalanya dengan penuh rasa sukur karena masih bisa diberi kesempatan untuk selalu bersama-sama dan setidaknya kepenatan tugas seorang ibu berhenti sejenak dengan rekreasi ini, karena peran kami sementara dapat digantikan oleh suami dan Ibu mertua. Kepergian ini tentu saja harus seijin suami tercinta, dan alhamdulilah suami kami memberi restu untuk mengikutinya.
Sekitar pukul 00.00 kami sudah tertidur pulas namun pukul 01.30 sudah terdengar suara tawa dari tempat duduk bagian belakang, karena ternyata ada salah satu diantara ada tidur namun menggelundung ke lantai bis. Waduh cerita ini kontan membuat semua teman-teman yang ada di bis jadi tertawa dan akhirnya tidak jadi tidur malam karena di lanjutkan dengan ngemil, minum teh panas, dan tawa. Sampai akhirnya kami solat subuh di jogja sekitar pukul 04.30. Setelah inilah ada sebagian yang mungkin sudah ngantuk yang tidak bisa ditahan dan akhirnya tertidur sejenak hingga sampai di Borobudur sebagai tujuan pertama kami.
Sebelum melakukan perjalanan ke Borobudur, tentu kami harus membersihkan badan dulu, gayung bersambut ternyata di tempat ini sudah ada penduduk yang menawarkan toilet untuk digunakan sebagai sarana mandi dan buang air bagi wisatawan berombongan seperti kami ini. Nama perkampungannya adalah kampung mandi. Bersama seorang bapak, kami diantarkan menuju lokasi tersebut. Ternyata memang banyak sekali rumah penduduk yang sebagian dari rumahnya dijadikan toilet secara berderet-deret, setidaknya ini peluang mereka untuk menambah pendapatan. Saya pribadi ancung jempol karena mereka dapat menangkap peluang yang sangat bagus. Tentu kami senang selain sambutan penduduk yang ramah, membayarnyapun tidak terlalu mahal sekitar Rp. 3000 untuk mandi dan untuk buang air besar Rp 2000 jadi total biaya untuk membersihkan diri Rp 5000. Sungguh biaya tidak terlalu mahal dan terjangkau untuk semua wisatawan local seperti kami.
Setelah acara membersihkan diri dilanjutkan dengan perjalanan menuju Borobudur. Dulu saya pernah mengunjungi tempat ini yaitu kira-kira saat saya kelas 5 SD, sampai akhirnya saya sudah memounyai anak 3 baru berkunjung ke tempat ini. Perubahan yang terjadi memang sangat luar biasa. Pada saat ini Borobudur jauh lebih bersih dan  tertata rapi baik mulai pembelian karcis, pemeriksaan barang bawaan sampai dengan penggunaan kain batik untuk ikatkan di pinggang. Banyak sekali pengunjungnya termasuk wisatan luar negeri. Terselip rasa sukur dalam hati ini betapa budaya kita memang sangat banyak dikagumi oleh masyarakat dalam negeri dan luar negeri. Tidak lupa kesempatan untuk berfoto-foto kami menfaatkan dengan baik yaitu berfoto dengan berbagai pose, istilah anak muda jaman sekarang ibu-ibu sedang narsis, tapi tak apalah ini moment penting bagi kami.
Sesampai di tangga Borobudur, kami sudah melihat ke atas, ternyata tinggi sekali, rasanya kami sudah tak sanggup ke atas. Namun saat itu kami bebarengan dengan wisatwan dari luar negeri, yang walaupun kakinya tidak sempurna karena sakit tapi mempunyai keinginan yang besar untuk sampai ke atas melihat Borobudur secara utuh. Hal tersebut membuat kami (ibu-ibu) menjadi termotivasi untuk menaiki tangga demi tangga Borobudur. Dan akhirnya sampai pula rombongan pertama berhasil ke puncak, termasuk di dalamnya saya sendiri. Dilanjutkan dengan rombongan ibu-ibu yang lain dan sukurlah akhirnya semua ibu-ibu sampai di puncak dengan rasa seneng walau nafas sudah ngos-ngosan. Seperti biasa kami tidak lupa mengabadikannya dalm bentuk foto bareng dan dilanjutkan dengan menuruni tangga demi tangga untuk keluar dari Borobudur. Namun sebelum sampai di bis kami mampir dulu ke tempat pemutaran dokumentasi meletusnya gunung merapi, dan koleksi-koleksi lain di tempat tersebut. Sebelum menuju ke bis kami harus melewati tempat masyarakat berjualan pernak pernik barang khas kota Jogja. Memang Indonesia kaya akan hasil karyanya termasuk karya dari masyarakat kota Jogja, sekali lagi bangga akan hal tersebut.
Perjalanan dilanjutkan menuju Keraton, namun sebelumnya solat dhuhur dan makan siang. Sesampai di sana ternyata keraton sudah tutup sehingga kami hanya berkesempatan untuk berfoto saja, namun hal tersebut tidak membuat kami kecewa karena ternyata masih banyak tempat yang kami kunjungi yaitu Malioboro, pasar Bring Harjo, Malioboro Mall, tempat gudeg, masjid agung dekat alun-alun keraton dan berbagai tempat untuk berbelanja. Acara diakhiri sampai jam 20.00 karena persiapan untuk pulang ke Malang. Sukur Alhamdulilah semua merasa senang dan puas. Selama perjalanan pulang kami banyak mengabiskan waktu dengan tidur karena memang kecapekan seharian jalan-jalan. Tiba di kota Malang tercinta sekitar pukul 06.00, sebelum pulang kerumah kami sarapan dulu di pecel dekat perumahan tempat kami tinggal. Setelah saling bersalaman dan saling mengucapkan maaf dan terima kasih kepada Pak sopir ,semua ibu-ibu pulang ke rumah dengan tugas sebagai seorang ibu dan istri yang selalu siap untuk dijalankan. Chayoo ibu-ibu dan semoga kita dapat rekreasi lagi untuk tahun depan…Amin
Terima kasih dan semoga bermanfaat………………

Kelebutan hati seorang Ibu

Sore hari biasanya saya gunakan untuk istirahat sambil menunggu anak-anak pulang dari mengaji dan pulang dari les. Namun di sela-sela waktu tersebut saya kedatangan seorang teman. Rasanya senang sekali bertemu karena memang agak lama kami berpisah. Awal pembicaraan memang hanya berkisar cuap-cuap saja, namun dengan bergulirnya waktu pembicaraan merambah ke dunia anak-anak. Setidaknya kami bisa sharing tentang perkembangan anak-anak kami. Pada saat pembicaraan berlangsung sering sekali temen ini meneteskan air mata. Ternyata dia memiliki seorang anak dengan sifat yang sangat luar biasa yaitu keras kepala, dan semua keinginannya harus seusai dengan keinginannya. Namun seiring dengan kerasnya sikap anaknya tersebut, teman saya meladeninya dengan penuh kasih sayang tanpa pamrih apapun, termasuk selalu mendoakan anaknya untuk selalu kembali ke jalan yang benar. Bahkan dia selalu rela minta maaf terhadap anaknya apabila ada kata-katanya yang menyinggung perasaan anaknya. Walau sebenarnya si Ibu ini tidak bersalah. Pernah pada suatu saat , karena banyaknya pikiran tentang kejadian-kejadian anaknya sampai akhirnya harus masuk rumah sakit.  Ada satu hal yang saya kagumi dari pembicaraan tersebut, betapa besar pengorbanan seorang ibu terhadap anaknya walaupun anaknya sangat keras kepala namun dia tetap saja berhati lembut untuk mengarahkan anaknya menjadi lebih baik. Terselip doa untuk temen saya semoga selalu diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian, insyaalloh pasti ada jalan keluarnya sehingga kehidupannya menjadi lebih baik. Amin.
Akhirnya dari cerita tersebut saya mencoba membaca beberapa artikel untuk mencari sebab mengapa anak bisa mempunyai sifat seperti di atas , antara lain: (1) Orangtua terlalu memanjakan anak sehingga apa yang diinginkan oleh anak selalu dikabulkan dengan proses yang cepat, tanpa memberikan pengertian terlebih dahulu (2) Kurang adanya pengertian, komunikasi yang baik antara orangtua dan  anak.
Ada beberapa cara menghadapi anak-anak yang suka melawan dan keras kepala:
1. Bersikap flesibel, lebih banyak memberikan kasih sayang dan pengertian terhadap anak-anak
2. Berusaha untuk memahami hobi anak sehingga kita dapat menyalurkan hobi tersebut sesuai dengan bakat yang dimiliki si anak serta mereka mempunyai kegiatan yang positif dengan hobinya
3. Menjadi orang tua yang bijaksana. Seringnya terjadi kesalahan persepsi antara orang tua dan anak bisa menjadi salah satu sebab anak mempunyai sifat yang demikian untuk itu perlu komunikasi yang interaktif antara anak dan orang tua untuk menghindari hal tersebut. Menjadi orang tua memang bukan hal yang mudah karena kita dituntut untuk selalu paham terhadap perkembangan anak-anak kita
4. Tidak memaksa keinginan kita terhadap anak.
5. Pilih waktu yang tepat untuk menasehati anak-anak. Biasanya waktu yang paling enak adalah saat mereka akan tidur kita berusaha untuk mengajak mereka berbicara, kalaupun mereka ada masalah dengan teman-temannya kita berusaha untuk mencarikan solusinya
6. Memberikan penghargaan atas sikapnya yang baik serta memberikan pengarahan apabila mereka melakukan kesalahan
Demikianlah cerita ini semoga dapat memberikan pelajaran yang berharga buat kita semua, Amin