Suara dan Intonasi Yang Menghanyutkan….

Apa yang kita lakukan sepulang kerja? Yang pasti sebagai ibu rumah tangga adalah memasak untuk makan malam dan mengurus keperluan anak-anak untuk persiapan belajar malam hari. Kalau di bilang capek, ya memang capek sekali, tetapi itulah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seorang ibu. Di tengah-tengah asyiknya kegiatan tersebut, HP saya berbunyi, ternyata saudara saya yang berada jauh di seberang pulau, beliau ternyata kangen sekali. Wah, malu sekali rasanya, sebenarnya saya sebagai pihak yang masih muda harus menelpon terlebih dahulu, ini malah kebalikannya. Alhamdulilah, beliau sangat mengerti sekali kesibukan dan kondisi saya. Dari pembicaraan tersebut saya sangat terkesan sekali dengan cara beliau berbicara. Di awal pembicaraan dibuka dengan menanyakan kabar berita kami sekeluarga, kemudian menanyakan kondisi ehidupan kami, sambil diselingi dengan nasehat-nasehat untuk kebaikan kami, dan diakhiri dengan salam serta kalimat yang memberikan semangat dan motivasi hidup.Wah, semua pembicaraan serba teratur dan rapi. Apakah ini yang dimaksud etika berbicara.

Akhirnya saya mulai tertarik dengan ide tersebut dan mulai mencari-cari buku dan artikel tentang etika berbicara. Alhamdulilah saya mendapatkan banyak sekali manfaat dari membaca artikel tersebut. Untuk itu saya ingin sekali berbagi wawasan dan semoga ini bisa memberikan manfaat bagi siapapun yang membacanya.
Pada hakekatnya tidak semua orang dapat berbicara dengan menggunakan bahasa yang baik. Hal yang perlu diperhatikan dalam berbicara adalah bahasa yang dipergunakan. Untuk itu kita harus dapat menempatkan dengan benar bahasa yang kita gunakan dengan lawan bicara, yaitu tentang intonasinya, keteraturan dalam menyampaikan pendapat, serta tata karma saat berbicara. Hal ini menjadi penting sekali untuk dicermati, supaya komunikasi dapat berjalan dengan lancar.

Terkadang kita menganggap sepele masalah etika bicara, sehingga membuat pembicaraan menjadi tidak fokus dan membuat orang lain menjadi bingung dengan apa yang kita bicarakan tersebut. Ada baiknya kita banyak memahami tentang bagaimana tata karma atau etika berbicara yang baik sehingga arah pembicaraan kita tersebut terarah, mudah didengar dan diperhatikan oleh orang lain.
Menurut pendapat dari Soejitno Irmim dan Abdul Rochim (2005) ada beberapa hal yang diperhatikan ketika berbicara dengan orang lain, antara lain:
1.Berusaha menatap lawan bicara

a. Konsentrasikan penuh pada lawan bicara

b.Jangan melihat arah lain saat bicara

c.Bicara tidak hanya menggunakan mulut, tetapi juga dengan hati

d.Tunjukkan wajah yang penuh rasa simpati dengan lawan bicara

          2.Intonasi suara harus jelas

          a.Menata suara kita supaya lawan bicara dapat menangkap dengan jelas apa yang kita bicarakan

          b.Jangan terburu-buru dan terlalu pelan tetapi jangan pula terlalu keras

          c. Jaga emosi kita saat berbicara

                3.Menggunakan tata bahasa yang baik dan benar

                a.Bahasa menujukkan bangsa. Bahasa kita dalam bercakap-cakap menujukkan darimana kita berasal

                b.Jangan menggunakan bahasa yang dapat menyinggung perasaan dari lawan bicara kita

                    Sedangkan menurut pendapat yang saya kutip dari ada-akbar.com etika berbicara yang baik adalah sebagai berikut:
                    1.Fokus pada lawan bicara

                    a.Dengan fokus pada lawan bicara tentunya lawan bicara akan mudah mendapatkan maksud pembicaraan.

                      2.Menggunakan Suara yang baik

                      a.Suara yang baik tentunya disesuaikan dengan lawan pembicara.Apabila lawan pembicara adalah orang tua lanjut usia tentunya dengan lirih dan sopan.

                        3.Jangan mengeluarkan perkataan yang tidak pantas

                        a. Hindarkan perkataan kotor dalam bicara anda, karena hal ini akan merusaka pembicaraan kita..

                          4.Awali dan ahiri pembicaraan dengan senyuman

                          a.Senyum (smile) akan memberikan kesan yang baik dalam akhir pembicaraan. Biasakanlah mengawali dan mengakiri pembicaraan dengan senyuman yang indah

                            5.Berjabat tangan sesudah pembicaraan

                            a.Dapat juga dengan berjabat tangan atau meletakkan tangan di atas dada sendiri sebagai isyarat anda menghargai orang lain sebagai mana anda menghargai diri sendiri.

                              Pada hakekatnya semuanya adalah sama yaitu supaya pada saat komunikasi tersebut menjadi lancar tanpa ada hambatan. Untuk itu perlu kiranya kita memperhatikan hal tersebut, paling tidak dapat dijasikan sebagai penambahan wawasan dan pengetahuan bagaimana beretika yang baik dalam proses bicara dengan pihak lain.
                              Terima kasih dan semoga bermanfaat…………….

                              14 thoughts on “Suara dan Intonasi Yang Menghanyutkan….”

                              1. good posting mbak.. aku sendiri kadang2 suka kebablasan dlam hal intonasi bicara.. sering agak keras, sehngga berkesan jutek.. padahal kan aku baik hati dan tidak sombong, hehe.. makasih masukannya.

                              2. terimakasih bu buat masukannyasangat bermanfaat sekali buat saya.apalagi segabai generasi muda terkadang kita berbicara seenaknya sendiri menggunakan bahasa kita tanpa mau memahami apakah lawan bicara kita itu mengerti dengan apa yang kita maksud dalam pembicaraan tersebut.

                              3. wah sy sgt setuju bu dengan pendapat bahwa etika dalam berbicara itu penting.. karena dalam berkomunikasi haruslah baik, jelas dan mudah di mengerti agar org lain yg di ajak bicara juga tidak merasa tersinggung dan binggung.. dalam berkomunikasi menurut saya yg terpenting adalah kita harus menghormati org yg kita ajak berbicara itu, sehingga dengan sendirinya, etika kita dalam berbicara akan baik dan semua kriteria berbicara, baik menurut Soejitno Irmim dan Abdul Rochim maupun ada-akbar.com,di atas akan terpenuhi dg sendirinya..

                              4. alhmdulilah yach.. dapat masukan dri bu yuyuk.. sangat bermanfaat bu..
                                tp saya juga org kalimantan terkdg lupa diri kalo bicara dgn nada yg agak keras… 🙂
                                tp benar kata bu rina.. bicara keras bukan berrti marah atau jutek.. hehehe hanya kebablasan… :)saya juga orgx baik hati dan tdk sombong… 🙂
                                terima kasih bu informasinya sangat bermanfaat…

                              5. Topik yang diangkat sangat bagus sekali bu, dengan ini saya jadi mengerti pentingnya memperhatikan tata krama cara berbicara kita sehari-hari. Baik itu berbicara dengan orang tua di rumah, maupun dengan teman-teman di kampus. Dengan menerapkan cara berbicara yang seperti ibu ajarkan, hal itu dapat membuat nyaman dan membawa perasaan senang terhadap orang yang sedang kita ajak untuk berbicara.

                              6. memang bu,,, sudut pandang setiap orang berbeda dalam memahami ataupun perkataan yang kita ucapkan. terkadang perkataan yang biasa akan tetapi dikatakan dengan intonasi yang kasar masih saja dianggap kasar, begitu juga sebaliknya. semoga dengan adanya artikel ini dapatlah jadi penegah untuk kita bagaimana cara menyampaikan pesan atau kata kata agar diterima dengan baik.

                              7. setuju banget dengan saran dari ibu,apa lagi jika orang yang menjadi lawan bicara kita lebih atau pangkatnya lebihdari kita maka kita harus lebih sopan dan menjaga tutur kata kita dalam berbicara..

                                jika kita bicara sembarangan atau tidak sopan dalam berbicara, bukan hanya kita saja yang dianggap tidak sopan tapi kebanyakan orang akan berpikir bahwa orang tua kurang berperan dalam mengajar anaknya sehingga anaknya menjadi tidak sopan

                              8. Zutokoh
                                Bagus skali ya komentarmu….banyak2 lah membaca supaya kemampuanmu dalam memberikan argumnetasimu akan meningkat..chayooooo

                              9. Dewi sartika
                                setiap daerah pasti punya dialek masing2 dan tentunya kita akan tahu siapa lawan bicara kita…..saya percaya kok kalau kamu baik hati dan tidak sombing..heheheh

                              10. Erni Mariana
                                Oke tx ya, kalo mau baca bukunya boleh pinjam saya supaya kamu bisa memahami lebih lanjut dengan baik….

                              11. makasih untuk sarannya bu, saya akan latih terus untuk lebih rajin membaca dan berargumentasi.

                                ini juga berkat ibu yang memberikan dorongan untuk mahasiswa agar mau membiasakan diri untuk membaca..

                              Comments are closed.