Wajib Pajak……tapi enggan membayar pajak

Sejarah pemungutan pajak di Negara Indonesia sudah dimulai sejak zaman kerajaan dimana pada waktu itu rakyat harus membayar pajak kepada raja dalam bentuk upeti dan hal ini terus berlangsung sampai zaman penjajahan. Akan tetapi pemungutan pajak pada waktu itu dirasakan sebagai beban yang memberatkan rakyat karena rakyat harus membayar pajak tanpa memperhatikan kondisi dan kemamapuan mereka, dan uang pajak digunakan untuk semata-mata kepentingan penjajah. Pada era kemerdekaan sampai sekarang ini pemugutan pajak tetap berlangsung akan tetapi pemungutan pajak sudah disesuaikan dengan kondisi dan kemempuan seseorang untuk membayar beban pajak dan uang pajak digunakan untuk membiayai pengeluaran pemerintah dan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat.
Sejak beberapa tahun terakhir ini, pajak telah menjadi sumber penerimaan Negara yang utama bahkan menjadi primadona penerimaan Negara karena Pemerintah sudah tidak bisa lagi mengandalkan penerimaan dari sektor minyak dan gas bumi. Kontribusi pajak terhadap penerimaan Negara dari tahun ke tahun semakin meningkat dan pajak dipandang bagian yang sangat penting dalam penerimaan Negara. Untuk itu kesadaran dan kepatuhan Wajib pajak dalam membayar pajak perlu ditingkatkan mengingat pentingnya pajak sebagai salah satu sumber penerimaan Negara terbesar. Tanpa pajak sebagian besar kegiatan Negara tidak dapat dilaksanakan dengan optimal.
Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa banyak masyarakat yang sudah berstatus sebagai wajib pajak akan tetapi mereka enggan untuk melakukan pembayaran pajak. Hal ini bisa terjadi dan berlangsung terus-menerus sejak dulu dikarenakan ada anggapan bahwa pembayaran pajak adalah perbuatan yang sia-sia karena setelah membayar pajak mereka tidak pernah mendapatkan kontraprestasi/ balas jasa secara langsung dari Pemerintah. Dalam pembayarn pajak memang tidak dapat ditunjukkan kontraprestasi individual oleh pemerintah, akan tetapi kontraprestasi tersebut ditujukan untuk seluruh masyarakat, baik yang membayar pajak (Wajib Pajak) maupun yang tidak membayar pajak (Bukan Wajib Pajak)
Seperti kita ketahui bahwa uang pajak yang masuk ke kas Negara digunakan antara lain untuk :
 Pembayaran gaji Pegawai Negeri sampai dengan pembiayaan berbagai proyek pembangunan
 Pembangunan sarana umum seperti jalan-jalan, jembatan,sekolah,rumah sakit,kantor polisi dll
 Pembiayaan lainnya dalam rangka memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat
Sesungguhnya banyak sekali yang kita peroleh dari Pemerintah sebagai ganti kontraprestasi atas pajak-pajak yang telah kita bayar, bahkan sejak bayi kita telah menikmati pajak……..sejak sekolah dasar biaya sekolah sudah disubsidi…….kita bisa menikmati fasilitas & infrastruktur umum yang dibangun untuk kenyamanan kita………..dan berbagai bentuk subsidi dan fasilitas lainnya yang disediakan untuk kepentingan masyarakat.
Pemungutn pajak di Indonesia menganut system Self Assesment, dimana wajib pajak diberi wewenang, kepercayaan ,tanggung jawab untuk menghitung, membayar dan melaporkan sendiri besarnya pajak yang harus dibayar. Untuk itu diperlukan kesadaran dari diri kita sendiri sebagai wajib pajak untuk melaksanakan kewajiban perpajakan dalam bentuk membayar pajak tanpa menunggu surak ketetapan pajak dari Fiscus.

MEMBAYAR PAJAK ……………….
MERUPAKAN WUJUD……… BUKTI PEDULI PADA SESAMA
……………….IKUT BERPERAN SERTA MEMAJUKAN NEGARA
Kubangga jadi warga yang berguna

Posted in Uncategorized | Edit | No Comments »
Hello world!
November 15th, 2010 by tyas

Welcome to Blog.stie-mce.ac.id. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Posted in Uncategorized | Edit | 1 Comment

3 thoughts on “Wajib Pajak……tapi enggan membayar pajak”

  1. Mantab Bu Tyas,

    Saya alumni ABM angkatan Th. 1997. Awalnya, sebagian besar saya setuju dengan artikel ibu. Dan sejak tahun 2002 (sampe sekarang), saya tidak pernah absen bayar pajak yang sudah dipotong lewat gaji saya oleh perusahaan. Namun, ketika muncul kasus Gayus plus aksinya yang jalan-jalan ke Bali dengan uang pajak yang saya yakin sebagian dari uang itu adalah dari gaji saya, maka saya bukan lagi enggan untuk membayar pajak, tapi kecewa dan menyesali, kenapa saya mesti bayar pajak. Dari pada dipake Gayus jalan-jalan, mending saya pake makan-makan bareng keluarga. betul ga Bu Tyas..!

  2. Beberapa hal yang membuat masyarakat enggan membayar Pajak :
    1. Ketidaktahuan tentang prosedur Pajak oleh masyarakat awam, karena masih dianggap rumit dan berbelit.Wong bagi yang profesi akuntan brevet pajak aja kadang masih sering disusahin (aturan udah keluar, tapi juklak belum jelas, he5)

    2. Under Estimete duluan tuh sama orang Pajak, Model kayak Gayus Tambunan :), secara banyak yang berkeyakinan bahwa Gayus cuman salah satu orang yang lagi na’as aja, aslinya mafia pajak masih banyak dan bertebaran dimana2.

    3. Peraturan Pajak yang ada masih memihak dan dirasa kurang adil untuk Wajib Pajak, kalo kita telat bayar dihitung tuh dendanya, tapi kalo orang Pajak telat bayar restitusi Pajak, apa mreka berhitung bunganya juga??

    Ya intinya kami Wajib Pajak setuju sekali dengan tulisan Ibu, berharap mudah2an mafia dan peraturan yang ada akan terus dibenahi, sehingga aliran dana pajak dari kita untuk kita dapat terlaksana dengan baik, Amiin….:)

Comments are closed.