Saya seorang ibu bagi 2 anakku yang sudah mengijak dewasa, bahkan anak lelakiku pertama sudah mempunyai1 anak, dan yang ke dua anak perempuanku baru menikah bulan maret 2013 yang lalu.

Aku seorang Ibu rumah tangga, yang atas ijin suami, bekerja sebagai seorang dosen. ternyata tugas rangkap yang alami ( ibu rumah tangga) tidaklah mudah. Saya berusaha berimbang antara sebagai ibu rumah tangga dan sebagai seorang dosen.

Sebagai ibu rumah tangga, pekerjaannya mulai bangun subuh sampai  waktu mau tidur, dapat menghabiskan waktu melebihi kerja seorang dosen. Seorang Dosen memang dituntut untuk melaksanakan tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan ilmu, serta pengabdian pada masyarakat.

Saya sebagai ibu rumah tangga, yang notabene sebagai seorang ibu, pada hari h yaitu tanggal 22 Desember, syukur Alhamdullilah kedua anakku tidak lupa mengucapkan happy mother’ day, dengan caranya sendiri-sendiri. Anak pertama yang berdomisili di Jakarta, salam happy mother’s day pakai whatsApp ( alat komunikasi zaman sekarang ), sedangkan anak kedua berdomisili di dekat rumah, menggunakan ciuman, selamat hari ibu, ibukku.

Saya berusaha mencari sejarah hari ibu.

 

Tahukah kita apa yang melatarbelakangi tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu, adakah peristiwa bersejarah dan istimewa yang terjadi pada tanggal tersebut. Mungkin pertanyaan seperti ini sempat terbersit dalam fikiran kita tapi sampai saat ini belum mendapatkan jawaban yang memuaskan.

Baiklah mari kita kembali ke masa lalu tepatnya pada tanggal 22 s/d 25 Desember 1928 bertempat di Yogyakarta, para pejuang wanita Indonesia dari Jawa dan Sumatera pada saat itu berkumpul untuk mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I (yang pertama).  

Gedung Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto, Yogyakarta menjadi saksi sejarah berkumpulnya 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera yang kemudian melahirkan terbentuknya Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani). 

Kalau melihat kembali sejarah, sebenarnya sejak tahun 1912 sudah ada organisasi perempuan. Pejuang-pejuang wanita pada abad ke 19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain secara tidak langsung telah merintis organisasi perempuan melalui gerakan-gerakan perjuangan.

 

Hal itu menjadi latar belakang dan tonggak sejarah perjuangan kaum perempuan di Indonesia, dan memotivasi para pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib bagi kaum perempuan. 

Pada Konggres Perempuan Indonesia I yang menjadi agenda utama adalah mengenai persatuan perempuan Nusantara; peranan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan; peranan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa; perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan lain sebagainya.

Banyak hal besar yang diagendakan namun tanpa mengangkat masalah kesetaraan jender, para pejuang perempuan itu menuangkan pemikiran kritis dan upaya-upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa Indonesia khususnya kaum perempuan.

Pada Juli 1935 dilaksanakan Kongres Perempuan Indonesia II, dalam konggres ini dibentuk BPBH (Badan Pemberantasan Buta Huruf) dan menentang perlakuan tidak wajar atas buruh wanita perusahaan batik di Lasem, Rembang.

Penetapan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember sendiri baru diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Dan puncak peringatan Hari Ibu yang paling meriah adalah pada peringatan yang ke 25 pada tahun 1953.  Tak kurang dari 85 kota Indonesia dari Meulaboh sampai Ternate merayakan peringatan Hari Ibu secara meriah.

Secara resmi tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu adalah setelah Presiden Soekarno melalui melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 menetapkan bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga saat ini.

Pada awalnya peringatan Hari Ibu adalah untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Misi itulah yang tercermin menjadi semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. 

Pada peringatan Hari Ibu tahun 1950 an, dirayakan dengan mengadakan pawai dan rapat umum yang menyuarakan kepentingan kaum perempuan secara langsung. Dan satu sejarah penting kaum perempuan adalah untuk pertama kalinya wanita diangkat menjadi menteri, dialah  Maria Ulfah yang pada tahun 1950 diangkat sebagai Menteri Sosial yang pertama oleh Presiden Soekarno.

Pada kongres di Bandung tahun 1952 diusulkan untuk dibuat sebuah monumen, dan pada tahun berikutnya dibangunlah Balai Srikandi. Ketua Kongres pertama Ibu Sukanto melakukan peletakkan batu pertama pembangunan tersebut, dan pada tahun 1956 diresmikan Balai Srikandi  oleh menteri Maria Ulfah. Dan akhirnya pada tahun 1983 Presiden Soeharto meresmikan keseluruhan kompleks monumen Balai Srikandi menjadi Mandala Bhakti Wanitatama di Jl. Laksda Adisucipto, Yogyakarta. 

Kiprah kaum perempuan sebelum kemerdekaan Indonesia adalah Kongres Perempuan ikut terlibat dalam pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri. 


Hingga pada tahun 1973 Kowani berhasil menjadi anggota penuh International Council of Women (ICW) yang berperan sebagai dewan konsultatif kategori satu terhadap Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Kalau kita melihat sejarah beta heroiknya kaum perempuan (kaum Ibu) pada saat itu dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, apakah sepadan dengan peringatan Hari Ibu saat ini yang hanya ditunjukkan dengan peran perempuan dalam ranah domestik. Misalnya dalam sebuah keluarga pada tanggal tersebut seorang ayah dan anak-anaknya berganti melakukan tindakan domestik seperti masak, mencuci, belanja, bersih-bersih, dan kemudian memberikan hadiah-hadiah untuk sang ibu.

Peringatan Hari Ibu di Indonesia saat ini lebih kepada ungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji keibuan para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.

Kumpulan Kata Ucapan Selamat Hari Ibu Terbaru 2013

Ibu, kau telah melihat aku tertawa

Kau juga pernah melihat aku menangis
Dan kau selalu ada di sana bersamaku
Aku mungkin tidak selalu mengatakan hal ini
Tapi terima kasih untuk segalanya dan aku mencintaimu
Selamat Hari Ibu.

Besok sangat penting dalam hidup kita.
Besok adalah hanya untuk orang itu.
Siapa yang mengorbankan hidupnya, kebahagiaannya
dan seluruh waktunya hanya untuk kita.
Apakah Anda tahu ada apa besok..?
Besok adalah hari ibu.
Kamu harus mendoakan ibumu.
Kamu harus mengatakan padanya “Aku mencintaimu ibu,
Tanpamu aku bukan siapa-siapa, bahkan tak pernah ada.

Tidak ada sutera yang begitu lembut seperti belaian seorang ibu,
Tidak ada Tempat yang paling nyaman selain pangkuan seorang ibu,
Tak ada bunga yang lebih cantik selain senyummu,
Tak ada jalan yang begitu berbunga-bunga seperti yang dicetak dengan langkah kakimu.
Kau adalah alasan kenapa aku ada.

 

Bila kamu merasa sendirian di tengah keramaian,

Bila kamu berpikir siapa orang No.1 yang bisa mengerti dirimu,
Ketika cintamu ditolak oleh orang lain,
& Ketika kamu membenci Hidupmu sendiri,
Pejamka matamu, & lihatlah, wajahnya yang mencintaimu
lebih dari yang lainnya,
yang selalu peduli dalam kesepian,
& menderita ketika mengetahui kamu menangis.
Dia adalah Ibumu.
Cintailah dia, hari ini dan selalu.

Ibu, aku mencintaimu Untuk semua yang telah kau lakukan. Aku akan menciummu dan memelukmu karena kau menyayangiku juga. Engkau menyuapiku dan apa yang aku perlukan Untuk mengajarkan aku untuk bermain, Jadi tersenyum karena aku mencintaimu pada Hari Ibu ini. Ibu, aku mencintaimu.
(diambil dari beberapa sumber )

 

 

Apa sih  Brand Image (Citra Merek ) itu?

 

  1. “Brand image can be defined as a perception about brand as reflected by the brand association held in consumer memory”. Hal ini berarti citra merek adalah persepsi tentang merek yang digambarkan oleh asosiasi merek yang ada dalam ingatan konsumen (Keller, 1998:93).
  2. “Brand association is anything linked in memory to a brand”. Pengertian ini menunjukan bahwa asosiasi merek adalah sesuatu yang berhubungan dengan merek dalam ingatan konsumen (Aaker, 1991:109).

Baik Keller dan Aaker mengemukakan bahwa adanya hubungan yang erat diantara asosiasi merek dengan citra merek dimana asosiasi yang terjalin pada suatu merek dapat membentuk citra merek. Asosiasi merek dapat membantu proses mengingat kembali informasi yang berkaitan dengan produk, khususnya selama proses pembuatan keputusan untuk melakukan pembelian. Jadi, antara citra merek dan asosiasi merek mempunyai keterkaitan yang erat yang tidak terpisahkan satu dengan yang lainya.

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya awal November 2013, saya pergi ke Singapore mengunjungi keluarga yang sudah 6 tahun bekerja sebagai Consultant Enginering, di Singapore, tak menyia-nyiakan waktu untuk mengunjungi Merlion Park.              Merlion merupakan icon Singapore, padahal masih banyak tempat pariwisata yang tidak kalah bagusnya dengan Merlion, seperti Suntec City ( 5 bangunan seperti tangan yang tengahnya merupakan air mancur raksasa ), Botanic Garden terdapat tempat khusus anggrek hadiah dari beberapa negara sahabat, Clarke Quay, The Esplanade dan masih banyak lagi.

Mengapa Merlion sebagai Brand Image ?

Merlion atau Singa laut adalah patung yang berkepala singa dengan badan seperti ikan. Namanya merupakan gabungan dari ikan duyung dan singa. Merlion dirancang oleh Fraser Brunner untuk Badan Pariwisata Singapura (STB/Singapore Tourism Board) pada 1964 dan dipergunakan sebagai logonya hingga 1997. Perdana Menteri saat itu, Lee Kuan Yew, meresmikan upacara pemasangan Merlion di Singapura pada 15 September 1972.

Merlion tetap menjadi lambang merek dagangnya hingga sekarang. Ia juga seringkali muncul dalam suvenir yang disetujui oleh STB. Patung asli Merlion berdiri di mulut Sungai Singapura sementara sebuah replika yang lebih tinggi dapat ditemukan di Pulau Sentosa.

Tinggi Merlion ini 8,6 meter dan beratnya 70 ton. Patung Merlion dibangun dari campuran semen oleh seniman Singapura, Lim Nang Seng.

Menurut kampanye publikasi Badan Pariwisata Singapura, makhluk berkepala singa dan bertubuh ikan ini mengingatkan akan kisah tentang Sang Nila Utama yang legendaris, yang melihat seekor singa selagi berburu di sebuah pulau, dalam perjalanannya ke Malaka. Pulau itu belakangan dikenal sebagai pelabuhan Temasek, yang kemudian menjadi Singapura.

Ternyata Merlion tidak hanya 1 yaitu Merlion Park, tetapi ada Merlion yang lain.

 

Ada lima Merlion resmi yang disetujui oleh Badan Pariwisata Singapura, yaitu dua di Merlion Park (karya pematung Lim Nang Seng, selesai 1972), sebuah Merlion yang lebih kecil dan yang lainnya adalah Merlion yang utama.

Merlion lainnya termasuk:

Faktor-faktor yang membentuk citra merek

Menurut Keller (1993:3) faktor-faktor yang membentuk citra merek adalah:

1. Kekuatan asosiasi merek (strength of brand association)

Tergantung pada bagaimana informasi masuk ke dalam ingatan konsumen dan bagaimana informasi tersebut bertahan sebagai bagian dari brand image

2. Keuntungan asosiasi merek (Favourability of brand association)

Kesuksesan sebuah proses pemasaran sering tergantung pada proses terciptanya asosiasi merek yang menguntungkan, dimana konsumen dapat percaya pada atribut yang diberikan mereka dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.

3. Keunikan asosiasi merek (Uniqueness Of brand association)

Suatu merek harus memiliki keunggulan bersaing yang menjadi alasan bagi konsumen untuk memilih merek tertentu. Keunikan asosiasi merek dpat berdasarkan atribut produk, fungsi produk atau citra yang dinikmati konsumen.

Menurut Kotler (2001:401) citra harus dibangun melalui seluruh media yang ada serta berkelanjutan dan pesan tersebut dapat disampaikan melalui lambang, media atau visual, suasana, serta acara.

Identitas Merek

Identitas suatu merek adalah pesan yang disampaikan oleh suatu merek melalui bentuk tampilan produk, nama, simbol, iklan, dsb. Identitas merek berkaitan erat dengan citra merek (brand image) karena citra merek merujuk pada bagaimana persepsi konsumen akan suatu merek.

Fakta di lapangan adalah seringkali dijumpai bahwa ada perbedaan persepsi antara pesan yang hendak disampaikan oleh pemasar dengan pesan yang diterima oleh konsumen Disinilah letak tantangan seorang pemasar di dalam merencanakan pesan sebuah merek yang hendak dikomunikasikan kepada target pasar yang hendak dituju (Doyle, 1998).

Jadi dapat disimpulkan bahwa

 Kekuatan asosiasi merek (strength of brand association) Merlion itu tergantung pada bagaimana informasi masuk ke dalam ingatan  kita sebagai konsumen dan bagaimana informasi tersebut bertahan sebagai bagian dari brand image dan kekuatan asosiasi merek ( Favourability of brand association)

Kesuksesan sebuah proses pemasaran  yang dilakukan oleh Badan Pariwisata Singapura (STB/Singapore Tourism Board)    sering tergantung pada proses terciptanya asosiasi merek yang menguntungkan, dimana konsumen dapat percaya pada atribut yang diberikan mereka dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Hal ini yang menjadikan Merlion sebagai Brand Image bagi Singapore

Daftar Pustaka

  • Aaker, David, 1991, Managing Brand Equity; Capitalizing on the Value of Brand Name, Free Press, New York.
  • Doyle, Peter. 1998. Marketing management (4th ed.). New York: Mc Graw Hill
  • Keller, Kevin Lane. 1998, Strategic Brand Management : Building, Measuring, and Managing Brand Equity, Prentice Hall, New Jersey.
  • Keller, L. 1993. How to manage brand equity. Jakarta: GRamedia Pustaka
  • Kotler, Phillip dan Gary Amstrong. 2001. Prinsip-Prinsip Pemasaran, jilid 2, edisi ke-8, Penerbit Erlangga, Jakarta.

 

 

 

Hampir di kota-kota besar di Indonesia ( Jakarta, Surabaya, Bandung, dll, sampai Malang dan kota-kota lainnya) saat melakukan aktifitas menggunakan kendaraan ( Mobil, Motor, dll kendaraan lainnya ) akan mengalami kemacetan, sehingga terkadang kita tidak memikirkan jarak, tetapi berapa nyampainya ke tempat tujuan, apalagi bila tujuan kita walau dekat, kalau melewati jalur protokol, hitungan jam yang kita pakai bukan lagi berapa jaraknya.
Para penguasa membuat solusi salah satunya MRT ( Mass rapid Transit ) untuk menyelesaikan kemacetan dijalan raya.
MRT Di Jakarta :
adalah sebuah sistem bagian utama transportasi metro transit cepat di Jakarta yang groundbreaking proyek ini akan dilakukan pada bulan September 2013 [1] guna menanggulangi kemacetan yang akhir-akhir ini sering terjadi dan sangat memacetkan.
Kereta yang dipergunakan bisa KRL ataupun Monorel.
Bersama Transjakarta diharapkan proyek ini dapat menanggulangi kemacetan lalu-lintas.
A. Jenis lintasan: permukaan, elevated dan subway
1 Kereta api permukaan (surface)
2 Kereta api layang (elevated)
3 Kereta api bawah tanah (subway)
B. Proyek MRT DKI Jakarta: Kota – Senayan – Lebak
Bulus
1 Kota – Dukuh Atas (jarak sekitar 7 km, subway)
2 Dukuh Atas – Senayan (jarak sekitar 3 km, surface)
3 Senayan – Lebak Bulus (jarak sekitar 11 km,
elevated)
4 Depo di Lebak Bulus
Semua itu dijadikan solusi untuk kemacetan, tapi apakah bisa hak seseorang diperintahkan untuk naik fasilitas tersebut, karena ada sebagian orang yang memiliki kendaraan pribadi.
Bila kita bandingkan dengan Singapore, kepemilikan kendaraan pribadi sangat selangit biaya yang dikeluarkan untuk kepengurusan memiliki kendaraan pribadi, sehingga MRT dan Bus dalam kota solusi untuk ketempat tujuan.
Bagaimana MRT di Singapore :
Mass Rapid Transit atau MRT Singapura adalah sebuah sistem angkutan cepat yang membentuk tulang punggung dari sistem kereta api di Singapura dan membentang ke seluruh negara kota ini. Bagian pertama dari MRT ini, antara Stasiun Yio Chu Kang dan Stasiun Toa Payoh, dibuka tahun 1987 dan menjadi sistem angkutan cepat tertua kedua di Asia Tenggara, setelah Sistem LRT Manila. Jaringan ini telah berkembang cepat sebagai hasil dari tujuan Singapura untuk mengembangkan jaringan kereta yang lengkap sebagai tulang punggung utama dari sistem angkutan umum di Singapura dengan perjalanan penumpang harian rata-rata 1,952 juta jiwa tahun 2009, hampir 63% dari 3,085 juta penumpang jaringan bus pada waktu yang sama.[2]
MRT memiliki 79 stasiun (1 di antaranya tidak beroperasi)[1] dengan jalur sepanjang 129,7 kilometer dan beroperasi pada sepur standar. Jalur rel ini dibangun oleh Land Transport Authority, sebuah badan milik Pemerintah Singapura yang memberi konsesi operasi kepada perusahaan laba SMRT Corporation dan SBS Transit. Operator-operator ini juga mengelola layanan bus dan taksi, sehingga menjamin adanya integrasi penuh layanan angkutan umum. MRT ini dilengkapi oleh sistem Light Rail Transit (LRT) regional yang menghubungkan stasiun MRT dengan perumahan umum HDB.[3] Layanan ini beroperasi mulai pukul 5.30 pagi dan berakhir sebelum pukul 1.00 pagi setiap hari dengan frekuensi tiga sampai delapan menit, dan layanan ini diperpanjang selama hari-hari libur Singapura.[4]
Asal muasal dari MRT Singapura adalah dari ramalan perencanaan kota pada tahun 1967 dimana pada tahun 1992 diperlukan sistem transportasi kota di atas rel.
Diawali sebuah debat, akhirnya parlemen Singapura menyimpulkan bahwa sistem transportasi hanya menggunakan bus tidak akan mencukupi karena akan memerlukan jalur jalan dengan adanya batasan lahan di negara tersebut.
Biaya konstruksi awal MRT sebesar 5 milyar dolar Singapura adalah biaya termahal yang pernah dikeluarkan untuk sebuah proyek pada waktu itu, yang dimulai pada 22 Oktober 1983 di Jalan Shan. Jaringan MRT dibangun bertahap dimana Jalur Utara Selatan diutamakan karena melewati daerah pusat kota yang sangat memerlukan transportasi publik. Mass Rapid Transit Corporation (MRTC), selanjutnya diganti menjadi SMRT Corporation didirikan pada 14 Oktober 1983 untuk mengelola otoritas MRT. Pada 7 November 1987, bagian pertama dari Jalur Utara Selatan mulai beroperasi yang terdiri dari lima stasiun dengan jarak enam kilometer. Limabelas stasiun lagi kemudian dibuka dan MRT Singapura resmi dibuka pada 12 Maret 1988 oleh Lee Kuan Yew, sebagai Perdana Menteri Singapura waktu itu. Sebanyak 21 stasiun ditambahkan dalam jaringan; pembukaan Stasiun Boon Lay pada Jalur Timur Barat 6 Juli 1990 menandai selesainya jaringan dua tahun lebih awal dari jadwal.
MRT Singapura kemudian bertahap berkembang. Termasuk S$1.2 milyar pengembangan Jalur Utara Selatan melalui Woodlands melengkapi pada 10 Februari 1996. Konsep untuk mendekatkan jalur rel ke perumahan menghadirkan sistem LRT Singapura. Jalur LRT terhubung ke jalur MRT. Pada 6 November 1999 jalur LRT pertama di Bukit Panjang mulai beroperasi. Pada 2002 stasiun bandar udara Changi dan stasiun Expo ditambahkan pada jalur MRT. Jalur Timur Laut, yang dioperasikan oleh SBS Transit dibuka pada 20 Juni 2003 sebagai jalur rel otomatis penuh pertama di dunia. 15 Januari 2006 setelah diskusi dengan masyarakat, stasiun Buangkok dibuka. Jalur pengembangan Boon Lay, meliputi stasiun Pioneer dan Joo Koon mulai membuka layanan pada 28 Februari 2009. Selanjutnya pada 28 Mei 2009 bagian pertama dari Jalur Lingkar (Circle Line) dari stasiun Marymount ke Bartley dibuka. Selanjutnya 9 stasiun dari stasiun Tai Seng ke Dhoby Ghaut dibuka pada 17 April 2010.
Pada 15 Desember 2011 pelayanan Mass Rapid Transit (MRT)sempat mengalami gangguan yang disebabkan oleh kerusakan rel ketiga di jalur Dhoby Ghaut dan City Hall. Kerusakan rel ini berimbas pada kerusakan rem kampas 4 kereta sehingga keempatnya harus ‘diistirahatkan’ untuk sementara. Satu kereta di Stasiun Braddell, satu kereta di stasiun Orchard, dan dua kereta di stasiun Dhoby Ghaut. Akibat insiden ini, ratusan penumpang di sejumlah stasiun MRT di Singapura sempat terlantar. Bahkan penumpang yang sudah naik ke dalam MRT terpaksa keluar berjalan kaki menuju jalan raya. Layanan MRT kembali beroperasi 16 Desember 2011 [5]. Tanggal 17 Desember 2011, layanan MRT kembali mengalami kerusakan selama 7 jam di wilayah Ang Mo Kio dan Stasiun Marina Bay[6]. Disamping itu ada alat transportasi lain yang digunakan penduduk Singapore adalah SBS Transit.
Apa SBS Transit itu ?
SBS Transit (SGX: S61) adalah perusahaan bus dan kereta api Singapura. Didirikan pada tahun 1973 dengan gabungan tiga perusahaan bus. Pada tanggal 1 November 2001, nama perusahaan tersebut berubah menjadi SBS Transit Limited untuk merefleksikan status sebagai operator bus dan jalur kereta api. Untuk perusahaan kereta api, SBS Transit mengoperasikan jalur North-East, yang dilakukan pada tahun 2003 untuk sistem MRT. Untuk jalur LRT, SBS Transit mengoperasikan jalur Sengkang dan jalur Punggol pada tahun yang sama, yaitu tahun 2003.( Sumber dari Wikipedia )
Penulis baru-baru ini ke Singapore ( November 2013), dalam melakukan kegiatan menggunakan MRT dan Bus SBS Transit. Berawal dari Apartemen di Braddell View ke Caldecot ( Stasiun Braddell) yang merupakan stasiun MRT, setiap kali mau naik MRT harus lewat pintu masuk dan pintu keluar dengan menggesek kartu ( semacam ATM ), yang biayanya tergantung jauh dekatnya, kita bisa melihat berapa ongkos saat perjalanan, seperti penulis lakukan dari stasiun caldecot mau ke Marinabay Sand, bisa $S1,5 ( dimana 1$S = Rp.9.400).
Demikian jika menggunakan Bus SBS Transit, saat masuk menempelkan kartu ( untuk tanda masuk) dan saat turun jg menempelkan kartu tsb( untuk tanda berapa ongkos perjalanan kita).
Bisakah hal tersebut diterapkan di Jakarta?, yang nota bene si empunya uang pingin naik kendaraan pribadi ( mungkin lebih privasi dan leluasa mau perjalanan kemana), apalagi ada mobil ramah lingkungan, yang menurut sumber untuk berpenghasilan menengah, yang ingin memiliki kendaraan pribadi. Hal tersebut akan menambah kemacetan.

Baru-baru ini tempat kerja saya bernaung, ada agenda Akreditas, karena saya sebagai Dosen dpk pada salah satu PTS berkewajiban mempunyai Kompetensi profesi dosen.
Kompetensi profesional dosen adalah kemampuan (baik pengetahuan, sikap dan keterampilan) yang harus dimiliki oleh seorang dosen untuk melaksanakan dan mempertanggungjawabkan tugas-tugasnya sesuai dengan petunjuk yang telah ditetapkan.
Mengacu pada Undang-Undang RI No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, untuk dapat menjadi dosen yang profesional seseorang harus memiliki empat kompetensi yakni kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
Sedangkan menurut Finch & Crunkilton, (1992: 220) Menyatakan “Kompetencies are those taks, skills, attitudes, values, and appreciation thet are deemed critical to successful employment”. Pernyataan ini mengandung makna bahwa kompetensi meliputi tugas, keterampilan, sikap, nilai, apresiasi diberikan dalam rangka keberhasilan hidup/penghasilan hidup. Hal tersebut dapat diartikan bahwa kompetensi merupakan perpaduan antara pengetahuan, kemampuan, dan penerapan dalam melaksanakan tugas di lapangan kerja.
Kompetensi guru dan Dosen terkait dengan kewenangan melaksanakan tugasnya, dalam hal ini dalam menggunakan bidang studi sebagai bahan pembelajaran yang berperan sebagai alat pendidikan, dan kompetensi pedagogis yang berkaitan dengan fungsi guru dan Dosen dalam memperhatikan perilaku peserta didik belajar ( Mahasiswa)(Djohar, 2006 : 130).
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kompetensi guru dan Dosen adalah hasil dari penggabungan dari kemampuan-kemampuan yang banyak jenisnya, dapat berupa seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dan Dosen dalam menjalankan tugas keprofesionalannya. Menurut Suparlan (2008:93) menambahkan bahwa standar kompetensi guru dan Dosen dipilah ke dalam tiga komponen yang saling berkaitan, yaitu pengelolaan pembelajaran, pengembangan profesi, dan penguasaan akademik.
Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru dan Dosen, adapun macam-macam kompetensi yang harus dimiliki oleh tenaga guru dan Dosen antara lain: kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru dan Dosen.
1) Kompetensi Pedagogik
Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman guru dan Dosen terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Secara rinci setiap subkompetensi dijabarkan menjadi indikator esensial sebagai berikut;
• Memahami peserta didik secara mendalam memiliki indikator esensial: memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif; memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian; dan mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik.
• Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran memiliki indikator esensial: memahami landasan kependidikan; menerapkan teori belajar dan pembelajaran; menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar; serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.
• Melaksanakan pembelajaran memiliki indikator esensial: menata latar (setting) pembelajaran; dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.
• Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran memiliki indikator esensial: merancang dan melaksanakan evaluasi (assessment) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode; menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery learning); dan memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum.
• Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensinya, memiliki indikator esensial: memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik; dan memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi nonakademik.
2) Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.
Secara rinci subkompetensi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:
• Kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma hukum; bertindak sesuai dengan norma sosial; bangga sebagai guru dan Dosen; dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.
• Kepribadian yang dewasa memiliki indikator esensial: menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru dan Dosen.
• Kepribadian yang arif memiliki indikator esensial: menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.
• Kepribadian yang berwibawa memiliki indikator esensial: memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani.
• Akhlak mulia dan dapat menjadi teladan memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma religius (iman dan taqwa, jujur, ikhlas, suka menolong), dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik.
3) Kompetensi Sosial
Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru dan Dosen untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Kompetensi ini memiliki subkompetensi dengan indikator esensial sebagai berikut:
• Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik memiliki indikator esensial: berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik.
• Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan.
• Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.
4) Kompetensi Profesional
Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologi keilmuannya. Setiap subkompetensi tersebut memiliki indikator esensial sebagai berikut:
• Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi memiliki indikator esensial: memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah; memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau koheren dengan materi ajar; memahami hubungan konsep antar mata pelajaran terkait; dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.
• Menguasai struktur dan metode keilmuan memiliki indikator esensial menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan/materi bidang studi.
Keempat kompetensi tersebut di atas bersifat holistik dan integratif dalam kinerja guru dan Dosen.
Oleh karena itu, secara utuh sosok kompetensi guru dan Dosen meliputi (a) pengenalan peserta didik secara mendalam; (b) penguasaan bidang studi baik disiplin ilmu (disciplinary content) maupun bahan ajar dalam kurikulum sekolah (c) penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi proses dan hasil belajar, serta tindak lanjut untuk perbaikan dan pengayaan; dan (d) pengembangan kepribadian dan profesionalitas secara berkelanjutan. Guru dan Dosen yang memiliki kompetensi akan dapat melaksanakan tugasnya secara profesional (Ngainun Naim, 2009:60).
Ada kata bijak yang mengatakan bahwa :
NEVER STOP LEARNING, BECAUSE LIFE NEVER STOPS TEACHING

Dalam kehidupan sehari-hari seringkali mendengar masalah kualitas, tetapi makna yang terkandung didalamnya tergantung didalamnya bagi setiap orang berlainan satu sama lain tergantung pada konteksnya. Kualitas mempunyai banyak kriteria yang berubah secara terus-menerus. Konsep kualitas sering dianggap sebagai ukuran relatif kebaikan terhadap barang/jasa yang terdiri dari atas kualitas desain dan kualitas kesesuaian.
T.Q.M. Merupakan konsep yang lebih luas, yang tidak hanya menekankan pada aspek hasil, tetapi juga proses, lingkungan dan manusia
Meskipun tidak ada definisi kualitas yang diterima secara universal, dari definisi yang ada terdapat kesamaan yaitu meliputi elemen-elemen :
1. Kualitas meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan
2.Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan
3.Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah ( apa yang dianggap merupakan kualitas saat ini mungkin dianggap kurang berkualitas pada saat mendatang.
Berdasarkan definisi Goetsch & Davis(1999,p.4) : kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi/melebihi harapan pelanggan
Total Quality Management (T.Q.M.) merupakan pendekatan manejemen yang digunakan untuk meningkatkan daya saing perusahaan dalam jangka panjang dalam pasar global,untuk mampu bersaing dan bertahan serta berkembang dilingkungan global, perusahaan perlu perubahan yang radikal terhadap sistem manajemennya, agar mampu menghasilkan barang/jasa yang sesuai dengan tuntutan zaman. Perusahaan harus secara konsisten menghasilkan barang/jasa yang berkualitas, sehingga perancangan dan penerapan T.Q.M. Merupakan kebutuhan mendesak yang segera terwujud
Menurut Ishikawa dan Pawitra (1998) : TQM adalah perpaduan semua fungsi dari perusahaan ke dalam falsafah holistik yang ada berdasarkan konsep kualitas,team work, produktivitas serta kepuasan pelanggan.
Kalau berbicara masalah pelanggan, karena Perguruan Tinggi pasti pelanggannya adalah mahasiswa baru, yang notabene masih negeri minded.
Berkat kerja sama tim, Perguruan Tinggi bisa dipercaya oleh calon mahasiswa baru.
Banyak usaha telah dirumuskan oleh para ahli manajemen kualitas untuk mendefinisikan kualitas jasa atau pelayanan, agar dapat didesain (designable), dikendalikan (controllable), dan dikelola (manageable), sebagaimana halnya dengan kualitas barang. Secara konseptual, manajemen kualitas dapat diterapkan baik pada barang maupun jasa, karena yang ditekankan dalam penerapan manajemen kualitas adalah peningkatan sistem kualitas.
Dengan demikian, yang perlu diperhatikan dalam pengembangan manajemen kualitas adalah pengembangan sistem kualitas yang terdiri dari: perencanaan sistem kualitas, pengendalian sistem kualitas, dan peningkatan sistem kualitas.
Kebutuhan Manajemen Sistem Industri Modern:
Manajemen perguruan tinggi di Indonesia seyogianya memahami pula perkembangan manajemen sistem industri modern, sehingga mampu mendesain, menerapkan, mengendalikan, dan meningkatkan kinerja sistem pendidikan tinggi yang memenuhi kebutuhan manajemen sistem industri modern. Hal ini dimaksudkan agar setiap lulusan dari perguruan tinggi mampu dan cepat beradaptasi dengan kebutuhan sistem industri modern. Dengan demikian sebelum membahas tentang sistem pendidikan tinggi, perlu diketahui tentang konsep dasar sistem industri modern yang akan dipergunakan sebagai landasan utama untuk membahas penerapan TQME pada sistem pendidikan tinggi modern di Indonesia.
Agar peningkatan proses industri(jasa) dapat berjalan secara konsisten, maka dibutuhkan manajemen sistem industri, yang pada umumnya akan dikelola oleh lulusan perguruan tinggi.
Sebelum TQME didesain untuk perguruan tinggi di Indonesia, maka stakeholders dari perguruan tinggi harus memiliki kesamaan persepsi tentang manajemen kualitas. Dalam konsep manajemen kualitas modern, kualitas suatu perguruan tinggi antara lain ditentukan oleh kelengkapan fasilitas atau reputasi institusional. Kualitas adalah sesuatu standar minimum yang harus dipenuhi agar mampu memuaskan pelanggan yang menggunakan output (lulusan) dari sistem pendidikan tinggi itu, serta harus terus-menerus ditingkatkan sejalan dengan tuntutan pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif. Berkaitan dengan hal ini, maka Spanbauer (1992) menyatakan bahwa manajemen perguruan tinggi harus mengadopsi paradigma baru tentang manajemen kualitas modern. ( diambil dari beberapa sumber)

Pemerintah harus berkomitmen untuk melaksanakan “pendidikan untuk semua” yang mencakup semua jenis, jenjang, dan jalur pendidikan dengan menyadari bahwa pendidikan sebagai hak asasi setiap warga negara. Karena itu, peran negara harus menjadi terdepan dalam menyediakan akses dan mutu pendidikan bagi semua warga negara.
Demikian pernyataan bersama organisasi guru dunia Education International (EI) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) terkait “pendidikan untuk semua” pasca 2015. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden EI Susan Hopgood dan Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Sulistiyo kepada Pemerintah Indonesia melalui Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Kuntoro Mangkusubroto di sela-sela acara 4th Meeting High Level Panel of Eminent Persons On Post-2015 Develompen Agenda di Bali.
Pembanguan pendidikan pascatuntasnya pendidikan untuk semua atau education for all pada 2015 haruslah mengarah pada pendidikan yang semakin inklusif dan transparan.
Susan Hopgood mendorong Pemerintah Indonesia supaya tetap berkoitmen untuk meningkatkan pendidikan pasca-2015. Pencapaian pendidikan untuk semua perlu terus ditingkatkan, bukan hanya di jenjang pendidikan dasar, tetapi juga di jenjang pendidikan menengah hingga tinggi.
Negara harus tetap menjamin hak dan akses terhadap pendidikan berkualitas untuk semua. Privatisasi dan kemitraan swasta-publik bukanlah solusi untuk pendidikan berkualitas bagi semua. Negara harus mengambil tanggung jawab secara serius dalam menyediakan pendidikan berkualitas untuk semua.
Sebab, pendidikan bukan saja merupakan barang publik dan hak dasar. Pendidikan juga merupakan katalis bagi pencapaian semua tujuan pembangunan global lainnya.
Pendidikan dapat mendorong berkembangnya potensi manusia. Karena itu, pendidikan harus menjadi pusat dari setiap kerangka pembangunan global baru. (Editor : Marcus Suprihadi)
Berbicara masalah pendidikan, dalam hal ini pendidikan tinggi( karena penulis seorang pengajar di salah satu PTS), ditempat penulis bekerja ada bidik misi.
Apa Bidik Misi?, Bidik Misi adalah bantuan biaya pendidikan yang diberikan pada mahasiswa baru yang tidak mampu secara ekonomi dan berpotensi akademik baik.
Pembiayaan :
Bidik Misi memberikan fasilitas kepada penerima program ini sbb :
1. Bantuan biaya pendidikan sedikit-dikitnya Rp.600.000,- perbulan
2. Bantuan biaya penyelenggara pendidikan sebesar-besarnya Rp.400.000,- per bulan yang dikelola oleh perguruan tinggi untuk membebaskan biaya pendidikan.
3. Biaya kedatangan pertama ( resettlement ) yang diberikan 1 x dalam 1 semester.
Bantuan biaya hidup diberikan setiap bulan atau maksimal 3 bulan didepan kepada penerima dengan tehnis diatur oleh masing-masing perguruan tinggi ( penyelenggara biaya pendidikan bidik misi ).
Persyaratan Bidik Misi :
1. Lulusan SMA atau yang sederajat pada tahun 2013.
2. Usia maksimal 21 tahun.
3. Kurang mampu secara ekonomi ( pendapatan kotor gabungan orang tua Rp.3.000.000,- per bulan).
4. Pendidikan orang tua setinggi-tingginya SMA atau D4.
5. Mempunyai prestasi ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler.
Di Perguruan Tinggi tempat kami benaung, terdapat juga Biaya Bidik Misi, yang nota bene diberi kepercayaan oleh pemerintah untuk mengelolanya.
Hal ini suatu prestasi yang baik bagi Perguruan Tinggi Swasta, yang dipercaya sebagai penyelenggara Biaya Bidik Misi, tentunya pemerintah memberikan Bidik Misi tidak sembarangan memberikan, tentunya ada persyaratan tertentu, dimana PTS tempat penulis bernaung, memang terakreditasi “A”. sehingga tidak menutup kemungkinan, dan sangat beralasan sekali Pemerintah dalam hal ini Diknas memberikan Bidik Misi

Komunikasi merupakan sebuah proses yang berlangsung seperti dalam sandiwara/ drama
Situasi adalah setting panggungnya
Komunikator dan komunikan adalah aktornya.(Goffman)
Syarat Komunikasi Interpersonal :
1.Adanya dua orang atau lebih yang saling menyadari kehadirannya.
2.Adanya saling ketergantungan komunikasi dan FOCUSED INTERACTION
3.Adanya pertukaran pesan
4.Pesan berbentuk verbal dan non verbal
5.Relatif tidak berstruktur.
Fungsi Komunikasi :
Lingking function;
Adanya fungsi keterkaitan seseorang dengan lingkungannya.
Mentation function;
Adanya proses mental yaitu proses mental image daan adanya empati komunikator terhadap komunikan
Regulation function;
Seseorang diatur oleh orang lain dan sebaliknya.

Palo Alto Group Pragmatics of human communication:
seseorang tidak dapat tidak berkomunikasi
·   setiap komunikasi tentu ada isinya dan ada aspek relationshipnya.
·   Komunikasi merupakan suatu urutan
· Komunikasi dapat berbentuk digital dan analogy
· Komunikasi berbetuk simetris dan komplementer
Millar & Rogers:
Hubungan komunikasi merupakan hubungan yang kompleks
Ada 3 dimensi relationship yaitu
control, trust, intimacy
Theories of Self Presentation :
Bahwa dalam melakukan komunikasi seseorang mencoba untuk mengerti orang lain dan menampilkan diri untuk dapat dimengerti orang lain.
Banyak komunikasi antar personal yang diplintir ( meminjam istilah para politikus).
maksudnya nggak sama antara pernyataan sumber asal dengan pernyataan yang disampaikan ke personal yang lain, istilah sekarang sudah di tambah dan dikurangi.
Bagaimana cara meningkatakan komunikasi internal?
Pada 1926, Marston menerbitkan penemuannya dalam sebuah buku terkenal yang berjudul The Emotions of Normal People. Intinya adalah : setiap pegawai memiliki tipe karakter yang unik. Dalam konteks ini, terdapat empat model kepribadian yang lazim dikenal sebagai DISC yakni :
1. Dominance
2. Influence
3. Steadiness
4. Compliance
Banyak perusahaan besar yang sudah menggunakan DISC seperti Chevron, Triputra Group dll. Mengenal lebih dalam keempat model ini tentunya akan membantu perusahaan agar lebih efektif ketika membangun relasi dengan pegawai. Misalnya tipe pegawai:
1. Dominance Style
Pegawai yang masuk dalam model ini adalah mereka yang :
• suka mengendalikan lingkungan mereka
• senang menggerakkan teman-teman mereka
• to-the-point, tidak bertele-tele
• senang mengambil peran penting
• pembuat keputusan, problem solver, dan melaksanakan berbagai hal
• cenderung menyukai posisi sebagai leader. Meskipun demikian, ketika menjadi leader, mereka cenderung akan menjadi ketua yang otoriter, demanding, dan kurang memiliki kesabaran serta empati pada anggota.

2. Influence Style
• Pegawai dengan model ini adalah mereka yang suka bergaul, ekstrovert, dan senang berada pada lingkaran pertemanan yang luas. Mereka benar-benar menikmati berada bersama teman-temannya.
• Mereka tidak suka menyelesaikan sesuatu atau bekerja sendirian (single fighter). Sebaliknya, mereka lebih suka berhubungan, belajar dan bekerja dengan teman-temannya daripada sendirian.
Kekurangan dan Kelebihan Influence Style
• Pegawai dengan model ini juga memiliki empati yang tinggi terhadap temannya, dan mudah melibatkan perasaan ketika menjalankan aktivitasnya.
• Mereka pada dasarnya orang yang penuh optimisme, antusias, dan cenderung memiliki sifat dasar yang riang.
• mereka bukan orang tepat ketika harus mengerjakan tugas-tugas yang menuntut ketelitian tinggi seperti akuntansi dan matematika/fisika
• Pada sisi lain, mereka dapat menjadi ”best promotor” untuk gagasan-gagasan baru.

3. Steadiness Style
• cenderung introvert, reserve, dan quiet.
• melakukan sesuatu secara sistematis, teratur dan bertahap.
• menyukai sesuatu yang berjalan dengan konsisten, dapat diprediksi dan lingkungan belajar yang stabil dan harmonis
• Pegawai dalam model ini juga tergolong pribadi yang sabar, dapat diandalkan dan cenderung memiliki loyalitas yang tinggi.

4. Compliance Style
• Pegawai dalam kategori ini termasuk pribadi yang menekankan akurasi dan ketelitian
• menyukai sesuatu yang direncanakan dengan matang dan bersifat menyeluruh
• suka dengan pelajaran yang mengacu pada rumus dan cara pengerjaan yang baku
• pemikir yang kritis dan suka melakukan analisis untuk memastikan akurasi
• karena cenderung terfokus pada keteraturan, mereka skeptis terhadap gagasan-gagasan baru yang radikal. Mereka juga agak enggan menerima proses perubahan yang mendadak
• Ketika mereka termotivasi secara negative, mereka akan menjadi sinis atau sangat kritis(Facilitator:
Daniel H.S Ir.MM.MBA)
Maknanya Komunikasi Internal :
1.Terbuka – open area
Keterbukaan yang diketahui oleh diri dan orang lain.
2.Rahasia Pribadi – private area
Rahasia pribadi yang hanya diketahui sendiri
3.Tersembunyi – hidden area
Orang lain yang lebih tahu daripada kita sendiri
4.Gelap – unknown area
Area hitam yang tidak saling mengetahui
Demikian yang dapat saya sampaikan dalam topik bulan ini.

Salah satu penelitianku yang diterima dalam prosiding adalah FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN WANITA BERWIRAUSAHA  DI WAGIR MALANG
Dimana sebagai faktor internal adalah minat, pemberdayaan diri, motivasi dan sebagai faktor eksternal adalah peran suami dan sumber modal, adalah sebagai variabel independent
Dan sebagai variabel dependent adalah Pengambilan keputusan Berwirausaha.
Pilihan Berwirausaha :
Kiyosaki (2001) dalam buku Cashflow-Quadrant memberikan gambaran mengenai berbagai metode yang berlainan tentang bagaimana seseorang dapat memperoleh penghasilan, yaitu sebagai employee (pegawai), self-employee (pekerja lepas), business owner (pemilik usaha), dan investor (penanam modal).
Apabila seseorang menginginkan dapat lebih menikmati hidup (downshifting) seperti yang dikatakan oleh Drake (2001) yaitu bekerja dengan waktu yang seminimal mungkin dan disamping itu tetap ada uang yang mengalir masuk, maka memperoleh penghasilan sebagai pemilik usaha merupakan pilihan yang patut dipertimbangkan.
Pengertian wirausaha :
Kiyosaki maupun Drake sebagai berikut : Wirausaha yang dimaksud adalah self-employee yaitu orang yang bekerja sendiri dengan cara menjalankan usaha milik sendiri, ada orang yang bekerja untuknya, menciptakan kerja bagi orang lain, ada sistem yang digunakan dan ada penghasilan yang dapat diperolehnya.
Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan,Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti.
Wirausaha bukanlah pengusaha yang sukses karena memiliki kemampuan tertentu untuk menciptakan sesuatu yang baru. Tapi wirausaha adalah suatu kegiatan yang dapat memberikan nilai tambah terhadap produk jasa melalui transformasi, kreatifitas inovasi, dan
kepekaan terhadap lingkungan sekitar, sehingga produk atau jasa tersebut bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pengguna produk atau jasa.
Bila ditinjau dari segi etimologi wirausaha berasal dari kata ”wira“dan“usaha”, kata wira berarti “teladan”atau patut dicontoh, sedangkan usaha berarti kemauan keras memperoleh manfaat.
Jadi seorang wirausaha dapat diartikan sebagai berikut: seorang yang berkemauan keras dalam melakukan tindakan yang bermanfaat dan patut menjadi teladan hidup. Atau lebih sederhana dapat dirumuskan sebagai menjadi teladan hidup. (Kasmir).
Zimmerer dan Scarborogh mendefinisikan wirausahawan adalah seseorang yang menciptakan sebuah bisnis baru dengan mengambil resiko dan ketidakpastian demi mencapai keuntungan dan pertumbuhan bisnis dengan cara mengidentifikasikan peluang dan menggabungkan sumber daya yang diperlukan untuk mendirikannya.
Menurut Harris wirausaha yang sukses adalah pada umumnya mereka yang memperoleh kompetensi yaitu yang memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kualitas individual yang meliputi sikap, motivasi, nilai-nilai pribadi, serta tingkah laku yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaannya.
Menurut Harris wirausaha yang sukses adalah pada umumnya mereka yang memperoleh kompetensi yaitu yang memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kualitas individual yang meliputi sikap, motivasi, nilai-nilai pribadi, serta tingkah laku yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaannya.
Pengambilan Keputusan Berwirausaha :
Menurut Robbins, SP (2001: 27) dalam model dasar OB (Organizational Behavior) : bahwa pengambilan keputusan individu itu dipenga-ruhi oleh dasar-dasar perilaku individual, persepsi, motivasi dan pembelajaran individu, selain itu juga perubahan yang terjadi dapat mempengaruhi nilai dan sikap seseorang dan pada akhirnya mempengaruhi pula pengambilan keputusan yang dibuatnya.
Model Cooper secara khusus dalam Journal of Small Business Management (Birley, 1989:33) menjabarkan bahwa pengambilan keputusan individu untuk berwirausaha dipengaruhi oleh : Antecedent influence, incubator organization, dan enviromental factors.
Fokus penelitian ini hanya pada variabel-variabel minat, pemberdayaan diri, motivasi, peran suami dan sumber modal dengan alasan sbb :
a.Minat :
Era keterbukaan saat ini memerlukan manusia individu per individu yang dapat mengembangkan secara optimal potensi yang dimiliki. Persaingan yang ada sebenarnya memberi kesempatan pada setiap individu agar mengembangkan potensi yang dimiliki bagi perbaikan derajat kehidupannya sendiri, sehingga dapat bersanding dengan bangsa serta umat manusia lain yang telah maju. Masyarakat masa depan adalah masyarakat yang didasarkan pada kemampuan (merit system) dan bukan berdasar fasilitas dan kekuasaan (Tilaar,1997:9).
Guilford dalam Walgito (1993:24) mengemukakan bahwa minat adalah kecenderungan untuk memperhatikan dan mencari obyek tertentu, perhatian terhadap obyek cenderung mempengaruhi perilaku individu dalam kegiatan.
Dalam penelitian ini minat yang dimaksudkan adalah kecenderungan yang tinggi dari seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu yang disukai, didasari bakat yang dimiliki, pengalaman dan pada akhirnya mendorong seseorang untuk mengambil keputusan berwirausaha.
b.Pemberdayaan Diri :
Teori pembelajaran sosial (social learning theory) dalam Robbins (2001:69) menjelaskan bahwa orang dapat belajar lewat pengamatan dan pengalaman langsung. Demikian pula pembelajaran tentang pemberdayaan diri, dapat terjadi karena pengamatan maupun pengalaman secara langsung.
Memberdayakan wanita tidak dimaksudkan untuk lebih menambah tanggung jawab wanita tetapi lebih menekankan pada meningkatkan kesadaran wanita dalam hubungan kesetaraan dan struktur yang lebih besar (sosial, ekonomi, politik) dalam kehidupan yang mengancam manusia dan lingkungan.
c.Motivasi :
Motivasi menurut Alma (2001:64) didefinisi-kan sebagai kemauan untuk berbuat sesuatu, dan tergantung pada kekuatan motifnya.
Tingkah laku bermotivasi adalah tingkah laku yang dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan dan diarahkan pada pencapaian suatu tujuan, agar suatu kebutuhan terpenuhi dan suatu kehendak terpuaskan.
d.Peran suami :
Dalam horizon ini pria yang berkuasa untuk menentukan dan segala aspek dipandang dari sudut bapak (Murniati, 2004:80).
Kiprah wanita tidak begitu diperhitungkan dalam masyarakat. Kondisi ini terus berlangsung karena adanya pandangan yang melecehkan wanita yang sumbernya dari kaum pria itu sendiri.
Atas dasar hal tersebut di atas maka keberadaan dan peran wanita perlu diubah dan ditingkatkan.
Menurut Arman dkk menjelaskan, salah satu pemicu orang untuk memutuskan berwirausaha yaitu karena jenis kelamin. Laki-laki diidentikan dengan maskulinitas (derajat penekanan unsur materi yang berbentuk agresif, rasional, ambisius dan kuat), sedangwanita diidentikan dengan feminimitas (penekanan unsur harmoni, hubungan baik dan emosional yang berbentuk sifat sensitive, penuh kasih, lemah dan simpati).
e. Sumber Modal :
Sarosa (2003:99) mendefinisikan modal sebagai jumlah uang yang ditanamkan dalam suatu usaha. Uang inilah yang akan digunakan untuk membiayai kegiatan usaha sampai dapat menghasilkan laba sendiri.
Modal uang yang dapat digunakan oleh seseorang untuk memulai usaha dapat berasal dari berbagai sumber.
3 Cara Sumber Modal :
Menurut Sarosa (2003:101) sumber modal dapat diperoleh dengan tiga cara yaitu :
a. modal sendiri, meminjam, dan kerja sama dengan pihak lain.
b.Sumber modal sendiri dapat berasal dari warisan, tabungan, menjual / menggunakan aset yang kurang produktif.
c.Meminjam dapat berasal dari perorangan dan lembaga keuangan.
Populasi penelitian adalah wirausaha wanita dengan skala kecil di Wagir Malang, dimana dengan penghasilan yang diperoleh dapat digunakan sebagai tambahan income dalam rumah tangga.
Populasi dan Sampel , Tehnis Pengambilan Sampel :
Sampel adalah sebagian dari wirausaha wanita dengan skala kecil yang dengan berwirausaha dapat digunakan untuk menambah penghasilan keluarga. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Yang mana mempunyai syarat: 1. penduduk kec.Wagir, 2. umur diatas 21 th ( karena sdh dianggap dewasa)3. berwirausaha. Besar sampel yang digunakan dalam Analisis Regresi Berganda adalah antara 15 – 20 kali banyaknya variabel independen yang terlibat (Hair,1998:166), sehingga sampel dalam penelitian ini ditentukan sebesar 75 wirausaha wanita di Wagir (Malang)
Dari hasil Analisis Regresi Berganda didapatkan Uji t yang menunjukkan bahwa dari ke-5 variabel independen (X) terdapat 4 variabel independen (X1, X2, X3, X5) yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y), sedangkan 1 variabel independen lainnya (X4) mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y). Sehingga hanya variabel Peran suami (X4) yang mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap keputusan berwirausaha (Y)
Sehingga dapat penulis katakan bahwa dalam berwirausaha, ternyata peran suami masih dominan bagi seorang istri ( wanita ) dalam berwirausaha, tentunya bagi para istri yang ingin manambah penghasilan keluarga. Peran suami sangat menentukan apakah mengijinkan atau tidaknya seorang istri berwirausaha.

b. Sumber modal ikut dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan berwirausaha oleh seseorang, karena bagaimanapun juga dalam memulai suatu usaha modal dalam bentuk uang seberapapun kecilnya selalu diperlukan, walaupun menurut Kasali dalam pengantar buku 50 Usahawan Tahan Banting (Abe,2000:XIV) dikatakan bahwa modal uang hanyalah pelengkap,
c. Peran suami yang bukan wirausaha ikut dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan yang dilakukan oleh wanita (istri) untuk mengetahui seberapa besar peranan suami dalam memberikan tanggapan terhadap aktivitas yang dilakukan oleh wanita (istri).

Total Quality Control (TQC) adalah suatu proses terkendali yang melibatkan orang,sistem serta alat-alat dan teknik-teknik pendukung, dengan demikian TQC merupakan suatu agen perubahan yang menyiapkan suatu organisasi untuk berorientasi pada kepentingan pelanggan.
Seperti kita ketahui bahwa TQC sangat diterapkan dalam Teori Kaizen ( Jepang)
Teori Kaizen :
Kaizen berasal dari Bahasa Jepang yaitu kai artinya perubahan dan zen artinya baik. Di Cina kaizen bernama gaishan di mana gai berarti perubahan / perbaikan dan shan berarti baik / benefit.
Kaizen merupakan suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus atau berkesinambungan dalam perusahaan bisnis. Kaizen melibatkan pemodal, karyawan dan manajer semua lini dalam perusahaan untuk pengem-bangan perusahaan ke arah yang lebih baik.
Kaizen merupakan kata dari bahasa Jepang yang berarti “perbaikan”, atau “berubah menjadi lebih baik”. Kaizen mengacu pada filosofi atau praktek bisnis yang berfokus pada perbaikan terus-menerus pada proses di bidang manufaktur, rekayasa, dan manajemen bisnis. Kaizen juga telah diterapkan dalam perawatan kesehatan, psikoterapi, pembinaan hidup, pemerintah, perbankan, dan industri lainnya. Ketika digunakan dalam arti bisnis dan diterapkan ke tempat kerja, kaizen mengacu pada kegiatan yang terus-menerus memperbaiki semua fungsi, dan melibatkan semua karyawan dari CEO sampai pekerja perakitan. Hal ini juga berlaku untuk proses, seperti pembelian dan logistik, yang melintasi batas-batas organisasi hingga rantai pemasokan persediaan. Kaizen bertujuan untuk menghilangkan limbah dengan meningkatkan standar dan proses bisnis. Kaizen pertama kali diimplementasikan dalam bisnis oleh Jepang setelah Perang Dunia Kedua.
Kaizen diperkenalkan oleh Edward W. Deming guru manajemen mutu dari Amerika yang mengunjungi negara itu untuk memperbaiki keadaan di Jepang. Sejak saat itu, setelah terbukti efektif di Jepang, prinsip Kaizen menyebar ke seluruh dunia, dan selain untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas organisasi bisnis, Kaizen juga diterapkan di tempat-tempat lain.
Prinsip Kaizen :
Kaizen merupakan proses sederhana untuk meningkatkan produktivitas yang harus dijalankan setiap hari. Kaizen merupakan merupakan proses yang, jika dilakukan dengan benar, akan membuat tempat kerja menjadi nyaman dan aman, menghilangkan pemborosan (“muri”), dan mengajarkan orang tentang bagaimana melakukan percobaan pada pekerjaan mereka dengan menggunakan metode ilmiah dan belajar cara untuk menemukan dan menghilangkan limbah dalam proses bisnis mereka. Proses Kaizen menunjukkan pendekatan manusiawi kepada para pekerja dan peningkatan produktivitas: “Idenya adalah untuk memelihara sumber daya manusia organisasi agar tetap bersemangat serta memuji dan mendorong mereka partisipasi dalam kegiatan kaizen.” Keberhasilan Kaizen membutuhkan “partisipasi seluruh pekerja untuk melakukan peningkatan kualitas”. Orang-orang di semua tingkat organisasi berpartisipasi dalam kaizen, dari CEO sampai staf kebersihan, juga berlaku bagi pihak-pihak eksternal yang berkepentingan.
Format Kaizen bisa berupa individu, sistem, kelompok kecil, atau kelompok besar. Di Toyota, biasanya dilakukan perbaikan lokal di area workstation atau berupa kegiatan yang melibatkan kelompok kecil untuk meningkatkan produktivitas pekerjaan di lingkungan mereka sendiri. Kelompok ini sering dipandu berdasarkan proses kaizen oleh seorang supervisor, kadang-kadang supervisor ini memegang peranan kunci. Kaizen pada skala luas, menciptakan sistem antar-departemen, yang menghasilkan manajemen kualitas terpadu, dan membebaskan manusia melalui upaya peningkatan produktivitas dengan menggunakan mesin dan suberdaya daya komputasi.
Kaizen, seperti yang diterapkan di Toyota, biasanya memberikan perbaikan kecil, budaya meningkatkan kualitas secara terus-menerus dan menghasilkan standar kualitas yang lebih besar dalam bentuk peningkatan produktivitas secara menyeluruh. Filosofi ini berbeda dari “komando dan kontrol” program peningkatan pertengahan abad kedua puluh. Metodologi Kaizen salah satunya adalah membuat perubahan berdasarkan hasil pemantauan, kemudian melakukan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan. Pra-perencanaan skala besar dan penjadwalan proyek yang luas diganti dengan eksperimen yang lebih kecil, yang dapat dengan cepat diadaptasi sebagai perbaikan baru yang disarankan.
Dalam penggunaan modern, Kaizen dirancang untuk mengatasi masalah tertentu selama seminggu dan disebut sebagai “kaizen blitz” atau “acara kaizen”. Peningkatan kualitas jenis ini terbatas dalam lingkup dan isu-isu yang muncul yang juga bisa digunakan untuk mengantisipasi masalah yang akan datang dengan solusi yang jauh lebih baik.
Implementasi Kaizen :
Sistem Produksi Toyota dikenal karena kaizen, di mana semua personil lini diharapkan untuk menghentikan lini produksi bergerak mereka jika terjadi kelainan dan, bersama dengan atasan mereka, menyarankan perbaikan untuk mengatasi kelainan yang dapat memulai sebuah kaizen.
Siklus PDCA (Plan Do Check Act) : dalam Konsep PDCA (Plan, Do, Check, Action) :

Langkah pertama dari kaizen adalah menerapkan siklus PDCA (plan, do, check action) sebagian sarana yang menjamin terlaksananya kesinambungan dari kaizen. Hal ini berguna dalam mewujudkan kebijakan untuk memelihara dan memperbaiki atau meningkatkan standar. Siklus ini merupakan konsep yang terpenting dari proses kaizen (Imai, 2005: 4).
Rencana (plan) berkaitan dengan penetapan target untuk perbaikan, karena kaizen adalah cara hidup, maka harus selalu ada perbaikan untuk semua bidang, dan perumusan rencana guna mencapai target tersebut. Periksa (check) merujuk pada penetapan apakah penerapan tersebut berada pada jalur yang sesuai rencana dan memantau kemajuan perbaikan yang direncanakan. Tindak (action) berkaitan dengan standarisasi prosedur baru guna menghindari terjadinya kembali masalah yang sama atau menetapkan sasaran baru bagi perbaikan berikutnya (Imai, 2005: 5).

Siklus aktivitas kaizen dapat didefinisikan sebagai:
Standarisasi operasi dan kegiatan.
Ukur operasi standar (menemukan waktu siklus dan jumlah inventaris dalam proses)
Gauge pengukuran terhadap persyaratan
Berinovasi untuk memenuhi persyaratan dan meningkatkan produktivitas
Standarisasi, operasi baru ditingkatkan
Lanjutkan infinitum siklus ad
Hal ini juga dikenal sebagai siklus Shewhart, Deming siklus, atau PDCA. Teknik lain yang digunakan dalam hubungannya dengan PDCA meliputi Konsep 5 W + 1 H :

Salah satu pola pikir untuk menjalankan roda PDCA dalam kegiatan kaizen adalah dengan teknik bertanya dengan pertanyaan dasar 5 W + 1 H (what, who, why, where, when dan how), yang merupakan bentuk analisis akar penyebab di mana pengguna bertanya “mengapa” untuk masalah dan jawabannya lima kali berturut-turut. Ada biasanya serangkaian akar penyebab yang berasal dari satu masalah, dan mereka dapat divisualisasikan menggunakan diagram tulang ikan
Kaizen atau perbaikan secara terus menerus selalu beriringan dengan Total Quality Management (TQM). Bahkan sebelum filosofi TQM ini terlaksana atau sebelum sistem mutu dapat dilaksanakan dalam suatu perusahaan maka filosofi ini tidak akan dapat dilaksanakan sehingga perbaikan secara terus menerus (Just in time) ini adalah usaha yang melekat pada filosofi TQM itu sendiri.
Bagaimana Teori Kaizen diterapkan di Industri di Indonesia :
Pertumbuhan industri perbankan di Indonesia pada beberapa tahun terakhir di dominasi oleh kehadiran bank-bank asing bahkan sudah banyak jumlah bank nasional yang telah dimiliki oleh pihak konsorsium baik dari industri yang sama maupun perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa keuangan non bank Perkembangan bank asing di Indonesia sangat cepat dan hal tersebut menuntut perubahan bagi bank didalam negeri baik bank milik pemerintah, Swasta maupun Bank Perkreditan Rakyat, karena tanpa adanya perubahan menyeluruh terutama dalam jasa layanan, produk, keamanan, kenyamanan bukan tidak mungkin rasa kepercayaan masyarakat dalam mengelola keuangannya dapat berkurang dan hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya perpindahan nasabah tersebut ke bank asing yang memiliki modal yang jauh lebih besar, fasilitas yang lebih memadai,struktur informasi teknologi yang lebih maju. Dalam hal Manajemen operasional di industri perbankan faktor kontrol, ketelitian, ketepatan waktu dan semuanya dilakukan dengan standar operasional prosedur yang sudah ditentukan pihak manajemen dan fungsi pelayanan yang telah ditanamkan pada setiap karyawan pada saat awal menempuh karir di Industri perbankan. Di Jepang terdapat sebuah konsep manajemen yang dinamakan Kaizen yang dalam bahasa jepang berarti perbaikan berkesinambungan dari penerapan proses kerja,Efisiensi Pada saat mengenalkan Kaizen, manajemen puncak harus menggariskan kebijakan ini secara jelas dan teliti. Mereka kemudian harus pula menetapkan jadwal penerapan dan menampilkan kepemimpinan dengan mempraktekkan proses Kaizen diantara mereka Pentingnya hal tersebut bagi organisasi perusahaan dalam perbaikan berkesinambungan adalah sesuatu yang bisa dilakukan untuk perbankan dalam mencapai objektif perusahaan. Penerapan Kaizen pada bagian operasional dilakukan secara bertahap dan dilakukan evaluasi dengan melihat hasil kerja setiap personil dalam pelaksanaan proses perbankan di Cabang PT Bank Mega Tbk untuk meminimalisir risiko yang dapat terjadi. Penelitian ini penting dilakukan di PT Bank Mega untuk mengetahui tingkat efektifitas kerja dan efisiensi waktu dalam proses operasional perbankan sesudah setiap personil melakukan perbaikan berkesinambungan dari konsep Kaizen yang sudah disesuaikan dengan Standar Operasional Prosedur yang sudah diatur perusahaan Implikasi Manajerial yang ditimbulkan dari pelaksanaan Kaizen adalah lebih mudahnya manajemen waktu dan diikuti dengan penurunan biaya-biaya yang terkait secara operasional sehingga hal tersebut dapat dijadikan acuan untuk melakukan penilaian kinerja baik antar personil maupun bagian. Dengan Melaksanakan proses Manajemen berdasarkan teori Kaizen perbaikan berkesinambungan dapat dilakukan dan menghasilkan kinerja operasional perbankan yang lebih baik dan tercapai tujuan untuk efisiensi dan efektifitas tiap bagian pada PT.Bank Mega Tbk.
sebuah bank nasional besar yang sering mengadakan Kaizen event untuk menyelesaikan masalah mengenai kecepatan proses dan efisiensi. Mereka mengadakan Kaizen dalam beberapa langkah. Pertama, tentukan masalah yang akan diselesaikan. Lalu mereka membentuk tim, dan menunjuk project sponsor untuk event. Mereka menjalankan Kaizen dalam format yang spesifik.
Pelaksanaan Kaizen Event di Perusahaan Non-Manufaktur

Untuk melaksakanakan Kaizen event di perusahaan non-manufaktur, yang pertama dilakukan (seperti pada awal setiap proyek improvement) adalah membentuk tim kerja yang akan segera mengidentifikasi masalah, mencari penyelesaian, dan menetapkan target. Anggota tim ini akan meninggalkan pekerjaan sehari-hari mereka selama beberapa hari untuk fokus pada pelaksanaan Kaizen.

Tim ini mereview proses yang ditargetkan untuk mengidentifikasi celah perbaikan yang dapat dilakukan dengan Kaizen. Seringkali, tim memilih masalah yang mudah diatasi; “buah yang tergantung di dahan paling rendah”, karena paling mudah digapai dan akan membuahkan hasil secara cepat.

Selama review berlangsung, tim menggunakan beberapa tool yang akan membantu mereka dalam memperoleh gambaran menyeluruh mengenai proses, seperti time value analysis, process map, atau value stream mapping. Tools tersebut akan membantu mereka untuk memahami proses yang menjadi target perbaikan. Ketika tim telah memahami proses dengan baik, mereka mengidentifikasi celah-celah perbaikan yang relevan, lalu mengembangkan solusi untuk menuntaskan masalah tersebut.

Alternatif perbaikan tersebut lalu dites dan dievaluasi selama event berlangsung. Ini akan memungkinkan tim dan process owner untuk memperkirakan efektifitas dari setia alternatif dan membuat penyesuaian jika diperlukan. Seluruh alternatif perbaikan diimplementasikan setelah disetujui oleh process owners.

Pada tahap akhir Kaizen, tim mengevaluasi keuntungan-keuntungan yang dihasilkan oleh event tersebut. Tim mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti:

“Seberapa banyak aktifitas non-value-add yang dieliminasi?”

“Seberapa besar peningkatan produktifitas yang terjadi?”

“Berapa besar biaya yang berhasil dihemat?”

“Seberapa besar peningkatan revenue yang terjadi?”

“Apakah efek dari semua keuntungan terhadap moral karyawan?”

Mengevaluasi keuntungan (benefit) yang dihasilkan adalah suatu tahap yang sangat esensial dalam Kaizen event.

Pelaksanaan Kaizen event kini jelas sesuai dengan perusahaan non-manufacturing, karena Kaizen bergantung pada sebuah siklus yang telah terbukti efektif: menetapkan standard operasional, mengukur operasional yang telah terstandardisasi, estimasi pengukuran terhadap kebutuhan, dan inovasi untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan produktifitas. Kaizen event memberikan benefit yang signifikan dan akan meningkatkan kemampuan perusahaan (manufaktur ataupun non-manufaktur) untuk mengatasi banyak masalah secara efektif.
( Diambil dari beberapa sumber)

Warga Kota Malang Memilih Walikota:
Sebanyak 612.565 warga Kota Malang, Jawa Timur, hari Kamis (23/5/2013) ini, memilih walikota yang akan memimpin daerah itu lima tahun ke depan.
Ketua Komisi Pmeilihan Umum (KPU) Kota Malang Hendry S.T. mengatakan bahwa seluruh persiapan sudah tuntas. “Warga sudah bisa datang ke tempat pemungutan suara (TPS) mulai pukul 07.00 WIB dan pemungutan suara akan ditutup tepat pukul 12.00 WIB,” katanya.
Bagi warga yang mempunyai hak pilih tetapi belum masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), kata dia, bisa menyalurkan aspirasi politiknya menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu susunan keluarga (KSK). Hanya saja, lanjut Hendry, pemilih tersebut baru bisa menggunakan hak pilihnya setelah pukul 12.00 WIB karena memakai surat suara cadangan yang jumlahnya hanya 2 persen dari jumlah surat suara keseluruhan di masing-masing TPS.
Warga yang akan menyalurkan aspirasi politiknya dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang itu tersebar di lima kecamatan dan terbagi di 1.222 TPS yang akan dibantu oleh 11.200 petugas. Hendry berharap seluruh warga yang punya hak pilihnya tidak “golongan putih” atau golput sehingga angka golput pilkada di kota itu bisa ditekan. Pada Pilkada 2008, angka partisipasi warga mencapai 70 persen dan tahun 2013 ini diharapkan meningkat menjadi 75 persen.
Jumlah pemilih bisa bertambah karena ada warga yang belum terdaftar dalam daftar pemilihan tetap (DPT), dengan KK dan KTP, tetap diperbolehkan menjoblos setelah pukul 12.00 sampai 13.00 ujar divisi pemutakhiran data pemilih KPU kota Malang.
Dalam perhelatan demokrasi lima tahunan itu, Kota Malang diamankan oleh sekitar 3.000 personel, baik dari TNI, Polri, maupun perlindungan masyarakat (Linmas) Kota Malang. Untuk sejumlah TPS yang dinilai rawan, kata dia, dijaga oleh dua orang personel dari kepolisian dan dua personel dari linmas, sedangkan TPS yang tergolong aman dijaga oleh satu orang polisi dan satu orang linmas.
Pilkada Kota Malang diikuti oleh enam pasangan calon, baik dari perseorangan maupun yang diusung oleh partai politik (parpol). Dua pasangan yang berangkat dari jalur perseorangan adalah Dwi Cahyono-Muhammad Nur Uddin (Dwi-Uddin) dan Achmad Mujais-Yunar Mulya (Raja).
Sementara yang diusung oleh parpol adalah pasangan Sri Rahayu-Priyatmoko Oetomo (SR-MK) dari PDI Perjuangan, Heri Puji Utami-Sofyan Edi Jarwoko (Dadi) Partai Golkar dan PAN, Agus Dono-Arif H.S. (Doa) Partai Demokrat dan PKS serta Moch Anton-Sutiaji (Aji) dari PKB dan Partai Gerindra. (sumber Bambang).
Alim Mustofa menghimbau, agar pemilihan tidak terlambat datang ke TPS ( apalagi Wali KOta malang Peni Suprapto sudah menginstruksikan seluruh instansi di wilayah kota Malang meliburkan karyawannya) sehingga bisa menggunakan hak pilihnya. TPS dibuka secara serentak pukul 07.00 dan ditutup pukul 13.00.
Saya sebagai warga negara yang baik, segera datang ke TPS 12 di daearah Perum Borobudur Agung RW XI, pukul 08.00, takut kalau berebut, eh ternyata sepi, daftar langsung nyoblos dan ditandai dijari kelingking tinta biru, sudah milih, mudah2an wali kota terpilih memenuhi harapan semua warga masyarakatnya, termasuk saya sebagai tenaga pengajar, lebih diperhatikan kesejahteraannya.
Pilkada Serentak :
Pilkada Serentak untuk Kesejahteraan Daerah” yang diselenggarakan DPD RI di Gedung MPR/ DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu.
Menurut Agun Gunajar, pada masa persidangan saat ini Komisi II DPR RI dan Pemerintah akan melanjutkan pembahasan untuk menyepakati dari beberapa opsi soal mekanisme dan formulasi penyelenggaraan pilkada secara serentak.
Agun menjelaskan, paling tidak ada tiga opsi yang berkembang saat ini yakni diselenggarakan serentak pada masing-masing provinsi serta digelar bersamaan berdasarkan hierarki yakni pemilu legislatif dan pemilu eksekutif.

Pada opsi pertama, menurut Agun, formulasinya adalah penyelenggaraan pilkada secara serentak baik tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota dalam satu provinsi.
“Itu artinya ada sebabanyak 33 kali penyelenggaraan pilkada. Jika setahun ada 12 bulan, maka setiap bulan ada tiga kali penyelenggraan pilkasa,” katanya.

Kemudian pada opsi kedua, kata dia, diselenggarakan pilkada serentak secara hierarki yakni pemilihan digelar bersamaan di tingkat provinsi serta pilkada serentak tingkat kabupaten dan kota.
Pada opsi kedua ini, menurut dia, akan diselenggarakan pilkasa secara serentak sebanyak 485 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. “Ini memerlukan pengaturan secara efisien termasuk mengantisipasi eksesnya,” katanya.

Sedangkan, pada opsi ketiga,diselenggarakan pemilu legislatif secara serentak serta pemilu eksekutif secara serentak.
Pada pemilu legislatif secara serentak untuk memilih anggota DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, serta DPRD kabupaten dan kota.
Kemudian, pada pemilu eksekutif secara serentak yakni untuk memilih presiden, gubernur, serta bupati dan wali kota.
“Pada pemilu serentak secara hierarki ini pemilih yang hadir di TPS (tempat pemungutan suara) mendapat empat lembar kertas suara dan memilihnya,” katanya.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, pada pembahasan RUU Pilkada antara DPR RI dan Pemerintah juga sudah menyepakati pilkada serentak secara nasional.
Ia menambahkan, pada masa persidangan ini, Komisi II DPR RI dan Pemerintah akan saling berusaha mencapai titik temu dalam membahas mekanisme dan formulasi penyelenggarakan pilkada.
“Kita harapkan pada pasal persidangan saat ini pembahasan RUU Pilkada sudah selesai dan disetujui menjadi UU,” kata Agun.

© 2011 Blognya Bu Tita Suffusion theme by Sayontan Sinha