tita

Saat ini kita belajar tentang BI Rate, apa BI Rate itu ?

Kita bisa menebak rate adalah suku bunga, sedangkan BI Rate adalah suku bunga patokan dari Bank Indonesia

Definisi

BI Rate adalah suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap atau stance kebijakan moneter yang ditetapkan oleh bank Indonesia dan diumumkan kepada publik.

Fungsi

BI Rate diumumkan oleh Dewan Gubernur Bank Indonesia setiap Rapat Dewan Gubernur bulanan dan diimplementasikan pada operasi moneter yang dilakukan Bank Indonesia melalui pengelolaan likuiditas (liquidity management) di pasar uang untuk m8encapai sasaran operasional kebijakan moneter.

Sasaran operasional kebijakan moneter dicerminkan pada perkembangan suku bunga Pasar Uang Antar Bank Overnight (PUAB O/N). Pergerakan di suku bunga PUAB ini diharapkan akan diikuti oleh perkembangan di suku bunga deposito, dan pada gilirannya suku bunga kredit perbankan.

Dengan mempertimbangkan pula faktor-faktor lain dalam perekonomian, Bank Indonesia pada umumnya akan menaikkan BI Rate apabila inflasi ke depan diperkirakan melampaui sasaran yang telah ditetapkan, sebaliknya Bank Indonesia akan menurunkan BI Rate apabila inflasi ke depan diperkirakan berada di bawah sasaran yang telah ditetapkan.

Biasanya setiap bulan Bank Indonesia meninjau kebijakan BI Ratenya, jadi kalau Bank Setral menetapkan BI Rate sekian %, maka dalam sebulan kedepan arah semua instrumen moneter, seperti suku bunga bank, bunga pinjaman akan mengacu pada ketetapan BI Rate. Pada intinya BI Rate menjadi semacam gambaran tingkat resiko ekonomi yang sedang berlangsung. Kalau BI Rate tinggi, berarti resiko moneter juga tinggi dan sebaliknya. Bank Sentral fungsinya sebagai penjaga gawang moneter, terutama dalam mengendalikan inflasi dan nilai tukar. Satu-satunya instrumen untuk mengendalikan inflasi dan nilai tukar adalah melalui penentuan BI Rate. Seperti saya sebutkan diatas, kalau inflasi tinggi, berarti peredaran uang juga tinggi, maka BI pasti akan membuat patokan suku bunga yang tinggi juga, tujuannya adalah agar kelebihan uang yang beredar dimasyarakat, bisa diserap.

Seperti disebutkan diatas BI Rate menjadi patokan bagi penentu suku bunga lainnya, kalau BI Rate tinggi, suku bunga baik bunga tabungan, deposito, maupun suku bunga kredit juga akan tinggi. Hanya saja suku bunga kredit biasanya akan melejit lebih dahulu, baru diikuti oleh suku bunga dana, tabungan, deposito dan giro. Seiring kenaikan bunga acuan, bunga kreditpun juga akan tinggi, sehingga resiko kredit meningkat, hal ini akan terjadi tingginya suku bunga kredit, akan berakibat penurunan permintaan kredit, oleh karena itu bank akan menempatkan kelebihan uang yang beredar itu di instrumen BI.

Bila BI rate turun, tetapi turunnya  suku bunga tabungan, deposito turunnya lamban, alasannya butuh waktu untuk menyesuaikan bunga kreditnya. ( capek deh )

 

Laporan keuangan merupakan media informasi yang digunakan oleh perusahaan yang bersangkutan untuk melaporkan keadaan dan posisi keuangan pada pihak-pihak yang berkepentingan, terutama bagi pihak kreditur, investor dan pihak-pihak manajemen dari perusahaan itu sendiri.

Dengan menggunakan analisis rasio akan membantu stakeholder dalam ini:

  1. Memberikan dasar dalam meramalkan prospek dimasa yang akan datang.
  2. Memberikan petunjuk atau gejala-gejala yang timbul dari informasi yang disajikan
  3. Memudahkan dalam menginteprestasikan laporan keuangan

Rasio keuangan merupakan suatu bentuk rumusan matematis yang menunjukan hubungan diantara angka-angka tertentu. Dalam analisis keuangan angka-angka berasal dari data-data keuangan, analisis rasio mampu menjelaskan hubungan antara variabel-variabel yang bersangkutan sehingga dapat digunakan untuk menilai kondisi keuangan.

Analisis rasio pada dasarnya terdiri dari dua macam pertandingan, yaitu :

  1. Dengan cara membendingkan rasio-rasio keuangan dari satu perusahaan tertentu dengan rasio keuangan yang sama dari perusahaan lain yang sejenis/industri (rasio industri) dalam waktu yang sama.
  2. Dengan cara membandingkan rasio-rasio waktu-waktu tertentu dengan rasio dari waktu kewaktu

Adapun kelompok-kelompok rasio yang digunakan dalam analisis laporan keuangan disesuaikan dengan kepentingan pihak kreditur, investor, dan manajemen secara umum berdasarkan : 1) Rasio-rasio neraca, 2) Rasio laporan rugi laba, 3) dan rasio gabungan antara neraca dan rugi laba (Hampton, 1995).

•Menghitung kondisi perusahaan biasanya dilakukan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan. Rasio secara garis besar di bagi dalam 5 kategori utama antara lain, yaitu : keuntungan (profitability), harga (price ), likuiditas (liquidity), daya ungkit (leverage), dan efisiensi.
LIQUIDITY RATIO:
•Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Pengertian lain adalah kemampuan seseorang atau perusahaan untuk memenuhi kewajiban atau utang yang segera harus dibayar dengan harta lancarnya.
1.Acid Ratio :
•Rasio Cair (Acid Ratio) atau sering pula disebut sebagai Rasio Cepat (Quick Ratio) adalah sebuah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam menggunakan aktiva lancar untuk menutupi utang lancarnya. Yang termasuk ke dalam rasio lancar adalah aktiva lancar yang dapat dengan cepat diubah dalam bentuk kas, termasuk di dalamnya akun kas, surat-surat berharga, piutang dagang, beban dibayar di muka, dan pendapatan yang masih harus diterima
•Persediaan barang dagang tidak dihitung meskipun termasuk dalam aktiva lancar, karena persediaan dianggap sebagai aktiva lancar yang sulit diubah menjadi kas
2.Current Ratio
Current ratio adalah perbandingan antara aktiva lancar dan utang lancar, Current ratio disebut juga working capital ratio.
3.Quitck Ratio (Acid test ratio)Yang dapat digunakan untuk mendapatkan kepastian yang lebih besar daripada current ratio dalam mengukur perusahaan adalah quick ratio, dalam quick ratio hanya menggunakan beberapa elemen aktiva lancar yaitu kas, piutang dan surat berharga.
4.Net Working Capital To Total Asset Ratio

Aktiva lancar adalah yang oleh perusahaan diharapkan dapat berubah menjadi kas dalam jangka pendek, utang lancar adalah semua kewajiban perusahaan yang jangka pendek harus dipenuhi. Perbedaan antara utang lancar disebut Net working capital to asset ratio dan ini digunakan untuk menentukan kebijakan investasi dan dana yang diperoleh.

II.RASIO LEVERAGE

Rasio leverage digunakan untuk mengukur besarnya dan untuk menanam modal oleh para pemilik dengan proposinya dengan dana yang diperoleh dari para kreditur perusahaan (Brealey, Myer and marcus,  1995). Rasio – rasio leverage dihitung dengan dua cara: pertama, resiko utang diukur dari sudut laporan rugi laba. Kedua, data neraca diamati dan digunakan untuk dapat mengetahui jumlah dana dan proporsi pinjaman yang digunakan perusahaan.

1.Total Debt to Total Capital Asset Ratio (Debt Ratio) 

Rasio ini membandingkan antara jumlah total utang dengan aktiva total yang dimiliki perusahaan. Biasanya para kreditur lebih menyukai rasio utang dari perusahaan yang diberi kredit akan semakin besar tingkat keamanan yang didapat kreditur diwaktu likuiditas.

    2.Total Debt to Equity Ratio

Rasio ini membandingkan total utang dengan total modal pemilik (ekuitas) digunakan untuk mengetahui barapa bagian modal pemilik yang digunakan untuk menjamin utang lebih besar dibandingkan dengan modal pemilik.

3.Long Term Debt To Equity Ratio

Rasio ini membandingkan anatara utang jangka panjang dan modal pemilik rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan pemilik untuk menutup utang jangka panjang semakin rendah aman bagi kreditur.

4.Tangible Asset Debt Coverage

Rasio ini membandingkan antara aktiva tidak berwujud (setelah dikurangi untuk lancar) dan utang jangka panjang dan rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar utang jangka panjang setelah melunasi jangka pendek.

5.Time Interest Earned (Interest Covearge)

Rasio ini membandingkan antara laba sebelum bunga dan pajak dan utang jangka panjang, rasio ini menunjukkan seberapa jauh laba sebelum bunga dan pajak dapat berkurang untuk membayar bunga utang jangka panjang.

6.Debt Service Coverage

Rasio ini menghitung kemampuan perusahaan untuk memenuhi beban tetapnya dengan memasukkan unsur pembayaran pokok dan cicilan pokok pinjaman.

7.Earning Variabiliti

Jumlah beban utang yang besar akan menjadi masalah besar jika terdapat ketidak pastian risiko pada laba dimasa yang akan datang, Semakin tinggi paribelitas perusahaan menunjukkan ketidak pastian diperoleh laba pada perusahaan.

111. RASIO AKTIVITAS

Rasio aktivitas adalah rasio-rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa jauh efektivitas pengguna dana yang digunakan perusahaan (Horne and Wachowicz 1995).

  1.  Total Operating Asset Turnover

Total aktiva yang bekerja adalah rasio yang dibandingkan antara penjualan bersih dan seluruh aktiva yang digunakan dalam periode.Rasio ini menunjukkan kemampuan perputaran dana tertanam dalam suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu.

Rasio ini mempunyai kelemahan yaitu rasio ini hanya menunjukkan hubungan penjualan atau penghasilan dengan aktiva yang digunakan dan tidak memberikan gambaran tentang laba yang diperoleh. Kelemahan lain adalah bahwa penjualan yang digunakan hasil dari 1 periode saja dan tingkat penjualan itu sendiri dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan perusahaan.

2.Receivables Turnover

Receivables ini adalah rasio yang membandingkan antara penjualan kredit bersih dan piutang dagang rata-rata atau piutang akhir periode. Rasio ini dugunakan untuk menunjukkan kemampuan yang tertanam dalam piutang berputar dalam periode tertentu.

3.Average Collection Periode

Average collection periode / rata-rata periode pengumpulan piutang digunakan untuk menghitung waktu atau hari rata-rata dana tertanam dalam piutang.

4.Perputaran sediaan

Perputaran sediaan (inventory) membandingkan antara harga pokok barang dijual dan sediaan rata-rata atau sediaan akhir periode.

Pada perusahaan manufaktur memiliki 3 macam sediaan yaitu :

Sediaan bahan baku, sediaan barang dalam proses, dan sediaan barang jadi.

5.Average Day’s Inventory

Ialah hari rata-rata sediaan atau hari rata-rata disimpan, menunjukkan rata-rata dana tertanam dalam sediaan.

6.Net Working Capital Turnover

Perputaran model kerja neto ialah rasio yang membandingkan antara penjualan bersihdan modal kerja (neto).

7.Fixed Assets Turnover

Perputaran  aktiva tetap ialah rasio yang membandingkan antara tingkat penjualan bersih dan aktiva tetap bersih.

Sedangkan Analisa Rasio Keuangan bank adalah sbb :

I.Rasio Likuiditas Bank ( Liquidity Ratio ):

•Ratio Likuiditas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.
•Beberapa Rasio Likuiditas dalam menilai kinerja Bank antara lain :
1.Cash Ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam melunasi kewajiban yang harus segera dibayar dengan harta likuid yang dimiliki bank tersebut.
•Standar Bank Indonesia untuk rasio ini berdasarkan Peraturan BI No: 6/10/PBI/2004 adalah 3%.
•Rumus Cash Ratio = liquid Assets       x 100%
•                                     short term borrowing
2.Loan to Deposit Ratio (LDR)
•Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur komposisi jumlah kredit yang diberikan dibandingkan dng jumlah dana masyarakat  dan modal sendiri yang digunakan.
•LDR menyatakan seberapa jauh kemampuan bank dalam membayar kembali penarikan  dana yang dilakukan deposan dng mengandalkan kredit yg diberikan sbg sumber likuiditasnya.
•Rumus LDR
•Loan to Deposit Ratio = Total Loan         x 100%
•                                       Total Deposit + Equity
3.Loan to Asset Ratio
•Merupakan rasio yg digunakan untuk mengukur jumlah kredit yg disalurkan dng jumlah harta yg dimiliki bank. Semakin tinggi rasio ini, menunjukkan makin rendahnya tingkat likuiditas bank.
•Rumus Loan to Asset Ratio =Total Loans   x 100 %
•                                                          Total Assets
4. Investing Policy Ratio
•Merupakan rasio yg digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam melunasi kewajibannya kpd para deposannya dng cara melikuidasi surat-surat berharga yg dimilikinya Semakin tinggi rasio ini, semakin tinggi pula tingkat likuiditas bank tsb.
•Rumus Investing Policy Ratio = Securities  x100%
•                                                             Total Deposit
5.Banking Ratio
•Merupakan rasio yg digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas bank dng membandingkan jumlah kredit yg disalurkan dng jumlah deposit yg dimiliki.
•Rumus Banking Ratio = Total Loans     x 100%
•                                               Total Deposit
II.Rasio Solvabilitas Bank
•Merupakan ukuran kemampuan bank dalam mencari sumber dana untuk membiayai kegiatannya, dkl rasio yg merupakan alat ukur untuk melihat kekayaan bank untuk melihat efisiensi bagi pihak manajemen bank tsb.
•Analisis solvabilitas merupakan analisis yg digunakan untuk mengukur kemampuan bank dlm memenuhi kewajiban jangka panjangnya atau kemampuan bank untuk memenuhi kewajiban2 jika terjadi likuidasi bank.
1.Capital Adequacy Ratio (CAR)
•Merupakan rasio kinerja bank untuk mengukur kecukupan modal yg dimiliki bank untuk menunjang aktiva yg mengandung atau menghasilkan resiko, misal kredit yg diberikan.
•Standar BI untuk rasio ini berdasarkan Peraturan BI No:6/10/PBI/2004 adalah 8 %.
•Rumus CAR = Equity Capital          x 100%
•                            Total Loans + Securities
2.Risk Assets Ratio
•Merupakan rasio yg digunakan untuk mengukur kemungkinan penurunan risk assets Rumus Risk Assets Ratio =
                                                      Equity Capitalx100%
•                                       Total Assets – Cash Assets- Securities
•3.Primary Ratio
•Merupakan rasio yg digunakan untuk mengetahui apakah permodalan yg dimiliki sudah memadai atau sejauh mana penurunan yg terjadi dlm total aset dpt ditutupi oleh modal sendiri.
•Rumus Primary Ratio = Equity Capital  x 100%
•                                                 Total Assets
Sedangkan rasio Profitabilitas antara Rasio Perusahaan dan Rasio Bank, ada beberapa rasio yang sama yaitu terdiri dari :
  1. Gross Profit Margin

Merupakan perbandingan antara laba dan penjualan bersih, rasio ini menunjukkan berapa bagian dari penjualan yang merupakan laba kotor.

2.Operating income Ratio (Operating profit margin)

Rasio ini membandingkan antara laba sebelum bunga dan pajak dan penjualan bersih.

3. Operating Ratio

Merupakan rasio yang membandingkan antara semua biaya opeerasi (Harga pokok penjualan + Biaya pemasaran + Biaya adm) rasio ini menunjukkan berapa biaya yang digunakanuntuk iaya operasi.

4.Net Profit Margin

Adalah rasio yang membandingkan atara laba setelah bunga dan pajak dan penjualan bersih untuk menunjukkan berapa besar bagian dari penjualan bersih yang menjadi laba setelah bunga dan pajak.

5.Earning Power of Total Inverstmen

Earning Power of Total Inverstmen adalah rasio yang membandingkan antara laba sebelum bunga dan pajak, Rasio ini meninjukkan tingkat pengendalian dari investasi yang telah ditanam sebelum bunga dan pajak.

6.Net Earning Power Ratio

Adalah rasio yang membandingkan laba setelah bunga dan pajak dengan jumlah aktiva kerja.

7.Rate of Return For The Owners

Adalah rasio yang membandingkan antara laba bersih (laba setelah bunga dan pajak) dan jumlah modal pemilik.

Rasio Profitabilitas Bank

•Adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dlm hubungannya dng penjualan,total aktiva dan modal sendiri.
•Analisis rasio profitabilitas bank adalah alat untuk menganalisis atau mengukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yg dicapai oleh bank ybs.
•1.Net Profit Margin Ratio ( NPM )
•Merupakan rasio yg menggambarkan tingkat keuntungan yg diperoleh bank  dibandingkan dng pendapatan yg diterima dari kegiatan operasionalnya.
•Semakin tinggi rasio ini semakin baik, karena semakin tinggi laba dari bank tsb.
•Net Profit Margin Ratio = Net Income   x 100%
•                                                  Operating Income
•2.Return on Equity (ROE)
•Rasio yg digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dlm mengelola capital yg ada untuk mendapatkan net income.(Kasmir 2008)
•Standar BI berdasarkan Peraturan BI No: 6/10/PBI/2004 adalah 5 – 12,5 %
•ROE = Net Income   x 100%
•             Equity Capital
3.Return On Asset ( ROA )
•Rasio yg digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen dlm memperoleh profitabilitas dan manajerial efisiensi secara ovelall ( Kasmir 2008). Standar BI untuk rasio ini berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No: 6/10/PBI/ 2004 adalah 0,5%- 1,25% ( diambil dari beberapa sumber )

 

Saya memang belum mengalami pensiun, tetapi diminta untuk memberikan intermezzo untuk yang mau pensiun, memang untuk admin, pensiun ditetapkan bagi karyawan yang akan memasuki usia 56 tahun, satu (1) sebelumnya ada masa persiapan pensiun, masa-masa inilah siapapun yang akan pensiun akan merasa tak berguna, yang menjadi inti work shop adalah bagaimana setelah tidak bekerja lagi alias pension. Saya mengambil inisiatif untuk materi Work Shop adalah “Resiko dan Manfaat Memulai Bisnis Setelah Pensiun” Menurunnya penghasilan serta kebutuhan financial yang masih cukup tinggi setelah pensiun, membuat para pensiunan berpikir untuk memulai bisnis setelah pensiun. Mungkinkah seorang pensiunan baru mulai business, sedang kondisi fisik dan kesehatan sudah menurun, walaupun tidak dapat dipungkiri banyak para pensiunan merasa masih energik dan potensial untuk berkarya.

Rata – rata seorang pensiunan di Indonesia menghadapi tiga hal secara bersamaan, menurut Adi Waluyo dan Sukatna Panca. M, kusulitan financial, post power syndrome, dan menurunnya kesehatan secara dratis.
Pada masa sibuk dan aktif bekerja, tidak akan terpikirkan, persiapan yang perlu dipersiapkan jika pensiun, baik dari segi mental maupun financial. Menjadi trendsetter saat ini, perusahaan atau instansi pemerintah memberikan pelatihan atau training entrepreneur karyawannya sebelum pensiun. Ini merupakan terobosan yang bagus, tetapi akankah semudah itu mengubah mindset seseorang, dari mental karyawan menjadi mental entrepreneur.

Ada beberapa strategi perlu dicermati untuk memulai bisnis setelah pensiun,

1.Memulai bisnis , jauh sebelum pensiun.
Ini bukanlah patokkan harga mati, banyak juga para karyawan memulai bisnis di masa muda.

Mengapa bisnis harus dirintis jauh sebelum pensiun, pertimbangannya mengubah mindset dari karyawan ke entrepreneur tidak semudah membalikkan tangan. Membangun bisnis merupakan keniscayaan, bisa sukses atau gagal. Butuh proses yang panjang untuk mencapai keberhasilan. Idealnya para pensiunan tidak menggantungkan penghasilan sepenuhnya pada bisnis yang sedang dibangun.
Apa yang dijalankan oleh Suhadi Sukama, bisa menjadi refensi bagi para pensiunan. Suhadi telah mempersiapkan jauh hari sebelum pensiun. Ia menekuni dunia agrobisnis. Selama ia bekerja di BUMN Indonesia, telah mempelajari budi daya ayam ras, itik, serta uji coba bertanam sayur, tanaman hias dan sebagainya. Kini dibawah bendera Eka Agro Rama, ia menggeluti bisnis terintegrasi penanaman kopi, vanili, tanaman jati dan ternak domba. Seharusnya bisnis sudah dirintis jauh – jauh sebelumnya.

Bagaimana dengan para pensiunan yang baru memulai bisnis setelah pensiun, mungkinkah! Tidak ada sesuatu hal yang tidak mungkin di dunia ini, namun ada hal – hal yang perlu dicermati bagi para pensiunan yang baru pertama kali memulai bisnis setelah pensiun. Siap untuk berproses, siapkan mental untuk sukses dan gagal. Menurut Robert T. Kyosaki, penulis buku, Poor Dad and Rich Dad” , bahwa memulai bisnis, seperti terjun dari pesawat tanpa parasit. Kita harus menciptakan parasit pada saat terjun, jika gagal, pastilah jatuh. Ingin mulai lagi, naik pesawat kemudian terjun lagi, sampai berhasil. Kapan keberhasilan itu akan di dapat, inilah yang perlu dipersiapkan untuk para pensiunan, waktu itu tidak terbatas. Mampukah para pensiunan menghadapi tantangan ini.

2. Manfaatkan potensi diri dan gunakan modal minimal.
Tidak dapat dipungkiri bahwa mindset seorang karyawan belum berubah pada saat menapaki dunia pensiun. Sangat tergantung pada gaji bulanan, konsumsitif, cenderung membelanjakan pada hal – hal yang kurang diperlukan. Mulailah dengan modal yang minimal, berhentilah berangan – angan memperoleh keuntungan besar di awal usaha. Galilah potensi diri, hubungkan dengan hobby yang biasa dilakukan sehari – hari. Kembangkan menjadi bisnis. Mungkin pengalaman Esrin bisa menjadi inspirasi kita, ia pensiunan salah satu Departemen di lingkungan Pemerintah. Hobbynya sungguh menggelitik, menyulam. Walaupun yang ditekuni selama bekerja sebagai programmer, tetapi hobbinya jauh berbeda. “ Passion saya ada di sulam menyulam. Hidup serasa bersemangat apabila melakukan kegiatan tersebut”, urainya dengan penuh antusias. Nyaris tanpa modal, cenderung minimal. Esrin hanya membeli kain kemudian menyulamnya menjadi
ornamen ornamen yang cantik, sehingga mempunyai nilai jual tinggi. Bahkan para pelanggannya membeli dan membawa kain sendiri, tinggal esrin merancang design dan menyulamnya. Esrin merekrut beberapa karyawan setelah dilatih beberapa saat. Walaupun keuntungan dan penghasilan tidak begitu besar, namun membuat Esrin sangat bahagia untuk mengisi hari – hari pensiunnya.
Bahkan Esrin sempat menelorkan beberapa buku berkaitan dengan sulam menyulam, yang sempat direspon positip oleh masyarakat. Dari hobi berkembang bisnis, modal minimal, namun secara psikologis sangat bermanfaat bagi kesehatan jiwa, semangat hidup serta membuat hidup esrin merasa berarti, karena dapat memberikan lapangan pekerjaan pada orang lain.

3. Hindari Post Power Syndrome, bekerja sesuai kemampuan.
Gejala umum pasca pensiun adalah Post power syndrome dan menurunnya kesehatan secara dratis. Perasaan tidak berguna dan merasa tidak ada yang mengacuhkan lagi adalah gejala ikutan para pensiunan. Apabila perasaan tersebut tidak diantisipasi dini, akan mempengaruhi kesehatan yang cenderung telah menurun di usia pensiun. Memulai bisnis di usia pensiun, tidak harus menjadi milyuner atau jutawan, tetapi minimal potensi diri termanfaatkan dengan baik. Mempunyai skill dan pengalaman di bisnis yang digeluti sangatlah diperlukan, karena sangat mempengaruhi bisnis yang akan dikembangkan. Hindari memperkerjakan karyawan di awal memulai bisnis, untuk menghindari pembengkakan modal. Kerjakan sesuai kemampuan dan kesehatan anda. Hindari bekerja terlalu keras, karena power anda tidak sekuat muda dahulu. Pilihan bisnis yang akan ditekuni di saat pensiun, sangat menentukan jalan hidup anda. Pemilihan bisnis yang keliru, membuat stress Anda bertambah, modal habis tak berbekas, akhirnya mempengaruhi kesehatan Anda. Pilihan bisnis yang sesuai dengan pengalaman dan skill Anda, sehingga anda merasa bermanfaat bagi keluarga, lingkungan dan masyarakat. Perasaan Post power syndrome pun secara bertahap akan hilang.

4. Manfaatkan jaringan Anda.
Pemasaran atau promosi produk adalah hal yang sangat penting dalam berbisnis. Para pebisnis senior rela mengeluarkan budget jutaan untuk memasarkan produk baru. Tujuan pemasaran, disamping membangun brand image juga pengenalan produk, sehingga orang mempunyai keinginan untuk membelinya. Membangun brand image dilakukan secara terus menerus disamping senantiasa harus menjaga kualitas produk. Bagi para pensiunan yang baru memulai bisnis, memang perlu untuk pemasaran produk ini, tetapi seyogyanya menggunakan modal se efisien mungkin. Pensiunan pejabat, sangat dimungkinkan untuk memanfaatkan jaringan pada masa aktif bekerja dahulu. Upayakan untuk mengkoleksi kembali nama, alamat dan nomor handphone rekan rekan lama atau relasi anda dahulu, rangkumlah menjadi satu database. Kecanggihan teknologi telekomunikasi dapat dimanfaatkan untuk mengontak kembali dan mengenalkan produk yang Anda jual. Sebarkan brosur seluas mungkin, untuk menjaring customer baru. Layani customer Anda dengan sepenuh hati dan tanggapi keluhan mereka. Dengan demikian customer merasa dihargai. Langkah – langkah tersebut diatas akan memberikan dampak pada kehidupan Anda secara keseluruhan. Anda merasa dibutuhkan, merasa tidak kehilangan pekerjaan dan merasa bermanfaat bagi orang banyak.

5. Merekrut karyawan apabila benar – benar membutuhkan.
Merekrut karyawan baru perlu dipertimbangkan, apabila customer Anda mulai berkembang dan permintaan produk semakin banyak. Kepentingan ini dikaitkan dengan kesehatan dan tenaga para pensiunan yang mulai menurun, dan tidak mampunya memenuhi permintaan customer yang meningkat. Perlu dicermati merekrut karyawan mempunyai resiko, harus memberikan upah dan kesejahteraan lainnya. Pertimbangkan untuk sistim pengupahannya. Seyogyanya tidak diberikan upah bulanan, tetapi sesuai target produk yang dihasilkan.

 

Menjadi juara 1 disetiap lomba atau kompetisi pasti sangat senang dan bangga, apapun bentuk lombanya. Tetapi dibalik itu semua ternyata ada beberapa hal yang tidak mudah kita raih jika tidak ada kerjasama semua pihak yang berkecimpung dalam lomba itu. Mulai dari level bawah, sampai level atas, apalagi didalam lomba tersebut melibatkan berbagai pihak, seperti internal kelurahan, Perguruan Tinggi sebagai Task Force, dan pihak penyelenggara. Dalam hal ini penulis adalah salah satu pendamping Posdaya di Kelurahan Bunulrejo dengan nama Posdaya Bersolek yang mendapat juara 1 tingkat Korwil Jatim 2.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) telah melakukan bebagai upaya untuk menilai terhadap Posdaya ( Pos Pemberdayaan Keluarga). Pada umumnya criteria penilaian yang digunakan masih belum sistematis dan lebih bersifat subyektif. Pada waktu yang lalu criteria yang digunakan antara lain pelaksanaan 4 atau 5 program bidang Posdaya yang meliputi bidang-bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan serta bidang-bidang sosial budaya/ agama lainnya, diikuti dengan pengamatan terhadap tingkat partisipasi dan perannya pada saat menjadi pusat kunjungan OST ( Observation Study Tour).

Penilaian Posdaya yang lebih sistematis dan melibatkan banyak mitra strategis yang diharapkan lebih objektif  dilakukan pada pelaksanaan penilaian pada tahun 2013 yang memberikan penghargaan telah dilakukan pada Acara Puncak Peringatan Ulang Tahun Yayasan Damandiri ke 18 di Jogyakarta sekitar awal 2014. Posdaya Penerima Penghargaan Damandiri Tahun 2013 telah ditetapkan 18 posdaya.

Berbeda dengan pelaksanaan tahun 2013 yang disentralisasi pada Yayasan Damandiri, pelaksanaan penilaian Posdaya tahun 2014 akan dilakukan secara berjenjang mulai pada tingkat LPM dan atau Pemerintah Kabupaten/ Kota, kemudian diusulkan untuk penilaian tingkat Koordinator Wilayah. Tiap-tiap Korwil memilih dan menetapkan Posdaya Terbaik untuk diikutsertakan pada penilaian regional. Pemenang Posdaya Terbaik Tingkat Regional sebanyak 19 Posdaya akan menerima Damandiri Awards sekaligus memperebutkan Posdaya Terbaik Tingkat Nasional.

Maksud  Penilaian Posdaya Terbaik Tahun 2014 ini adalah untuk memberikan penghargaan terhadap kelompok-kelompok Posdaya yang memberikan kontribusi terbaik terhadap penanggulangan kemiskinan, peningkatan kemandirian keluarga melalui upaya pemberdayaan keluarga yang telah dilakukan selama ini.

Kriteria Penilaian adalah : posdaya tercatat pada LPPM Perguruan Tinggi, memiliki keunggulan dalam bidang tertentu dan pernah mendapat penghargaan sekurang-kurangnya tingkat kabupaten/kota, ada identitas Posdaya, ada kelembagaan, ada kegiatan kesehatan, pendidikan, kewirausahaan, lingkungan hidup dan kebun bergizi, ada keunggulan, ada penghargaan.
Partisipasi cakupannya RW/DUSUN/DUKUH/BANJAR/JORONG, KELURAHAN, Kemandirian ttg sumber dana rutin dan dana pendukung dari kelompok/ keluarga, ada kemitraan strategis dan dukungan CRS (Corporate Social Responsibility)

Di Kelurahan Bunulrejo dengan Posdaya Bersolek, memiliki banyak keunggulan baik dibidang kesehatan, pendidikan, kewirausahaan serta lingkungan keluarga dan kebun bergizi, dan juga banyak penghargaan diantaranya Zero West, Kampung Bersinar, Daur Ulang dan Kelurahan Mandiri tingkat Propinsi ( diambil dari beberapa sumber, Damandiri, Kelurahan Bunulrejo)

Sebagai seorang analisis kredit suatu instansi ( perbankan ) biasanya dihadapkan pada beberapa prinsip untuk menilai kredit seseorang atau suatu instansi. Sebagai seorang Analis Kredit harus mempunyai sifat independensi, nggak boleh terpengaruh oleh beberapa hal secara subyektif.

ASAL DAN ARTI KATA CREDIT :

CREDERE
CREDO
KEPERCAYAAN
TRUTH
FAITH

“KREDIT adalah  penyediaan uang  atau  tagihan  yang  dapat  dipersamakan dengan  itu, berdasarkan persetujuan  atau kesepatan pinjam-meminjam  antara  bank  dengan  pihak  yang  mewajibkan  pihak  peminjam untuk  melunasi  hutangnya setelah jangka  waktu tertentu dengan pemberian bunga”

Analisis kredit mengandung pengertian penilaian kredit dalam segala aspek, baik keuangan maupun non-keuangan. Menurut Lukman Dendawijaya (2005:88).Analisis kredit adalah suatu proses analisis kredit dengan menggunakan pendekatan-pendekatan dan rasio-rasio keuangan untuk menentukan kebutuhan kredit yang wajar. 

Tujuan utama analisis permohonan kredit adalah untuk memperoleh keyakinan apakah nasabah mempunyai kemauan dan kemampuan memenuhi kewajibannya kepada bank secara  tertib, baik pembayaran pokok pinjaman maupun bunganya, sesuai dengan kesepakatan dengan bank.

Kredit berdasarkan tujuan penggunaannya, kita bagi dalam 2 kategori, yaitu :1. Kredit Produktif2. Kredit Konsumtif.

TIPE-TIPE PINJAMAN

Ada 4 macam kelas pinjaman yang disalurkan oleh bank-bank komersial: 

1. Real estate, 

Pinjaman real estate meliputi pinjaman hipotek & pinjaman kepemilikan rumah. 

2. Individual, 

Pinjaman individu (konsumen) meliputi pinjaman personal & mobil. 

Penyedia pinjaman individu: bank komersial, perusahaan pembiayaan, pengecer, bank tabungan, perusahaan gas.

3. Komersial & industri (C&I),

Pinjaman komersial & industri (C&I) dapat diberikan kepada usaha kecil & korporasi. 

Tingkat bunga: tetap atau mengambang.

Jangka waktu: beberapa minggu s.d ³ 8 tahun.

4. Semua yang lain.

Pendekatan-pendekatan atau metode-metode yang biasa  dipakai dalam menganalisis kredit modal kerja adalah Turn Over Method, sedangkan untuk menganalisis kredit investasi adalah PP Method, NPV Method dan IRR Method.

Penggunaan pendekatan-pendekatan tersebut tentunya didasarkan dari data keuangan perusahaan yaitu laporan necara dan laba rugi perusahaan yang diberikan kepada bank.

Proses analisis kredit, yaitu :

·         Descriptive→Menggambarkan bisnis usaha debitur.

·         Explanatory→Menjelaskan tentang bisnis 

Prinsip-prinsip Penilaian Kredit :

         Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyelesaian kredit nasabah,:

a.  6c

  1. Character

adalah keadaan watak dari nasabah, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam lingkungan usaha. Kegunaan dari penilaian terhadap karakter ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana kemauan nasabah untuk memenuhi kewajibannya (willingness to pay) sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan.

Sebagai alat untuk memperoleh gambaran tentang karakter dari calon nasabah tersebut, dapat ditempuh melalui upaya antara lain:

a.       Meneliti riwayat hidup calon nasabah;

b.      Meneliti reputasi calon nasabah tersebut di lingkungan usahanya;

c.       Meminta bank to bank information (Sistem Informasi Debitur);

d.      Mencari informasi kepada asosiasi-asosiasi usaha dimana calon nasabah berada;

e.      Mencari informasi apakah calon nasabah suka berjudi;

f.        Mencari informasi apakah calon nasabah memiliki hobi berfoya-foya.2

2. Capital

adalah jumlah dana/modal sendiri yang dimiliki oleh calon nasabah. Semakin besar modal sendiri dalam perusahaan, tentu semakin tinggi kesungguhan calon nasabah dalam menjalankan usahanya dan bank akan merasa lebih yakin dalam memberikan kredit. Modal sendiri juga diperlukan bank sebagai alat kesungguhan dan tangung jawab nasabah dalam menjalankan usahanya karena ikut menanngung resiko terhadap gagalnya usaha. Dalam praktik, kemampuan capital ini dimanifestasikan dalam bentuk kewajiban untuk menyediakan self-financing, yang sebaiknya jumlahnya lebih besar daripada kredit yang dimintakan kepada bank.

3. Capacity

adalah kemampuan yang dimiliki calon nasabah dalam menjalankan usahanya guna memperoleh laba yang diharapkan. Kegunaan dari penilaian ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana calon nasabah mampu untuk mengembalikan atau melunasi utang-utangnya secara tepat waktu dari usaha yang diperolehnya.

Pengukuran capacity tersebut dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan berikut ini:

a.       Pendekatan historis, yaitu menilai past performance, apakah menunjukkan perkembangan dari waktu ke waktu.

b.      Pendekatan finansial, yaitu menilai latar belakang pendidikan para pengurus

c.       Pendekatan yuridis, yaitu secara yuridis apakah calon nasabah mempunyai kapasitas untuk mewakili badan usaha yang diwakilinya untuk mengadakan perjanjian kredit dengan bank.

d.      Pendekatan manajerial, yaitu menilai sejauh mana kemampuan dan keterampilan nasabah melaksanakan fungsi-fungsi manajemen dalam memimpin perusahaan.

e.      Pendekatan teknis, yaitu untuk menilai sejauh mana kemampuan calon nasabah mengelola faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja, sumber bahan baku, peralatan-peralatan , administrasi dan keuangan, industrial relation sampai pada kemampuan merebut pasar.

4. Collateral

adalah barang-barang yang diserahkan nasabah sebagai agunan terhadap kredit yang diterimanya. Collateral tersebut harus dinilai oleh bank untuk mengetahui sejauh mana resiko kewajiban finansial nasabah kepada bank. Pada hakikatnya bentuk collateral tidak hanya berbentuk kebendaan tetapi juga collateral yang tidak berwujud seperti jaminan pribadi (borgtocht), letter of guarantee, letter of comfort, rekomendasi dan avalis.

5. Condition of Economy

yaitu situasi dan kondisi politik , sosial, ekonomi , budaya yeng mempengaruhi keadaan perekonomian pada suatu saat yang kemungkinannya memengaruhi kelancaran perusahaan calon debitur. Untuk mendapat gambaran mengenai hal tersebut, perlu diadakan penelitian mengenai hal-hal antara lain:

a.       Keadaan konjungtur

b.      Peraturan-peraturan pemerintah

c.       Situasi, politik dan perekonomian dunia

d.      Keadaan lain yang memengaruhi pemasaran

6. Constraint 

adalah batasan dan hambatan yang tidak memungkinkan suatu bisnis untuk dilaksanakan pada tempat tertentu, misalnya pendirian suatu usaha pompa bensin yang disekitarnya banyak bengkel las atau pembakaran batu bata.

Dari keenam prinsip diatas, yang paling perlu mendapatkan perhatian account officer adalah character, dan apabila prinsip ini tidak terpenuhi, prinsip lainnya tidak berarti. Dengan perkataan lain, permohonannya harus ditolak.

b.7p 

    1.  Personality yaitu menilai dari segi kepribadiannya atau tingkah lakunya sehari-hari maupun masa lalunya.

      2.      Party yaitu mengklasifikasikan nasabah ke dalam klasifiasi tertentu atau golongan-golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas serta karakternya. 
      3.      Purpose yaitu untuk mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kredit, termasuk jenis yang diinginkan nasabah. 
      4.      Prospect yaitu untuk menilai usaha nasabah dimasa yang akan datang apakah menguntungkan atau tidak, atau dengan kata lain mempunyai prospek atau sebaliknya.
     5.      Payment merupakan ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan kredit yang telah diambil atau dari sumber mana saja untuk pengembalian kredit yang diperolehnya. 
     6.      Profitability untuk menganalisis bagaimana kemampuan nasabah dalam mencari laba.                                                                                              7.            Protection tujuannya adalah bagaimana menjaga kredit yang dikucurkan oleh bank namun melalui suatu perlindungan.

c. 3R

1.   Return(hasil yang dicapai)

Returndisini dimaksudkan penilaian atas hasil yang akan dicapai oleh perusahaan debitur setelah dibantu dengan kredit oleh bank. Dapat pula diartikan keuntungan yang akan diperoleh bank apabila memberikan kredit kepada pemohon.

2.   Repayment (pembayaran kembali)

Dalam hal ini bank harus menilai berapa lama perusahaan pemohon kredit dapat membayar kembali pinjamannya sesuai dengan kemampuan membayar kembali (repayment capacity), dan apakah kredit harus diangsur/ dicicil/ atau dilunasi sekaligus diakhir periode.

3.    Risk bearing ability (kemampuan untuk menanggung resiko)

Dalam hal ini bank harus mengetahui dan menilai sampai sejauh mana perusahaan pemohon kredit mampu menanggung resiko kegagalan andai kata terjadi sesuatu yang tak diinginkan. 

Prosedur Analisis Kredit

Penyampaian permohonan kredit oleh calon debitur kepada bagian kredit, yang perlu diusahakan selengkap mungkin berkasnya,  yaitu :

  1. Berkas permohonan kredit diserahkan kepada analis untuk dilakukan analisis tentang permohonan kredit yang bersangkutan.

  2. Analis segera menghubungi calon debitur (pemohon kredit) untuk memperoleh informasi yang sewajarnya.

  3. Bila berkas tidak lengkap, analis mengembalikan ke bagian kredit

  4. Jika persyaratan telah terpenuhi dalam berkas permohonan kredit yang bersangkutan maka proses analisis berlanjut dengan :

    1. Aspek manajemen berupa pelengkap yang harus diketahui analis

    2. Bidang marketing menuntut analis untuk dapat diketahui tentang kelancaran pemasaran produksi calon nasabah yang bersangkutan

    3. Bidang keuangan sebagai sasaran utama analis untuk mengetahui benar tentang kondisi keuangan calon debitur, serta kemungkinan di hari kemudian, bila kredit diberikan

    4. Penguji analis atas beberapa Turn’s Over yang dapat dilakukannya terhadap rencana usaha calon-calon peminjam (calon debitur)

    5. Sebagai langkah akhir daripada analisis kredit, adalah penyampaian laporan analisisnya kepada kepala bagian kredit, untuk kemudian diteruskan kepada yang berwenang mengambil keputusan kredit.

Kebijakan umum persyaratan suatu permohonan kredit adalah sebagai berikut:

1.      Surat permohonan fasilitas kredit.

2.       Legalitas usaha.

3.      NPWP dan Laporan Keuangan.

4.      Hubungan dengan bank.

5.      Pengalaman usaha.

6.      Batas maksimum kredit bagi badan usaha.

7.      Persyaratan penempatan staf BNI atahttp://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8604366819472339454#editor/target=post;postID=6879892678622958295u pihak ketiga lainnya.

8.      Fasilitas Forex Line.

9.       Persyaratan Take Over debitur dari bank lain.

10.  Referensi agungan untuk kredit yang ditake over dari bank lain Skim pemberian fasilitas kredit dengan agunan deposito berjangka oleh divisi korporasi atau UMN / SKM ( diambil dari beberapa sumber )

 


 

Pada umumnya perusahaan industry mempunyai 3 kwartal dalam menilai pertumbuhan industrinya, sedangkan penjualan menggunakan semesteran, Seperti halnya industry garmen yang tumbuh pesat saat-saat hari besar Nasional misalnya Lebaran, Natal & Tahun Baru ( kwartal ke 2), selain itu juga factor cuaca, seperti cuaca dingin           ( jaket, selimut tebal,dll ). Demikian juga untuk eksport di musim dingin, untuk Negara-negara dengan 4 musim.

1.Jadwal Produksi :

Pada dasarnya jadwal induk (master production schedule) merupakan suatu pernyataan tentang produksi akhir (termasuk parts pengganti dan suku cadang) dari suatu perusahaan industri menufaktur yang merencanakan memperoduksi output berkaitan dengan kuantitas dan periode waktu. Dengan kata lain jadwal induk produksi adalah suatu set perencanaan yang mengidentifikasikan kuantitas dari item tetentu yang dapat dan akan dibuat oleh suatu perusahaan manufaktur (dalam satuan waktu) (Vincent Gaspersz,2002).

Penjadwalan produksi induk pada dasarnya berkaitan dengan aktivitas melakukan empat fungsi utama berikut :

a. Menyediakan atau memberikan input utama kepada sistem perencanaan kebutuhan material dan kapasitas (material and capacity requirements planning).

b. Menjadwalkan pesanan-pesanan produksi dan pembelian (production and purchase orders) untuk item-item MPS.

c. Memberikan landasan untuk penentuan kebutuhan sumber daya dan kapasitas.

d. Memberikan basis untuk pembuatan janji tentang penyerahan produk (delivery promises) kepada pelanggan.

Adapun beberapa yang menjadi tujuan penjadwalan produksi induk diantaranya yaitu :

a. Memenuhi target tingkat pelayanan terhadap konsumen.

b. Efisiensi dalam penggunaan sumber daya produksi.

c. Mencapai target tingkat produksi.

Dalam penjadwalan produksi induk terdapat kriteria-kriteria dasar sebagai berikut:

a. Jenis item tidak terlalu banyak

b. Dapat diramalkan kebutuhannya

c. Mempunyai Bill of Material (BOM) sehingga dapat ditentukan komponen dan bahan bakunya.

d. Dapat diperhitungkan dalam menentukan kebutuhan kapasitas.

e. Menyatakan konfigurasi produk yang dapat dikirim (Produk akhir tertentu atau koponen berlevel tinggi dari produk akhir tertentu)

Sebagai suatu aktivitas proses, penjadwalan produksi induk (MPS) membutuhkan lima input utama diantaranya yaitu :

a. Data Permintaan Total merupakan salah satu sumber data bagi proses penjadwalan produksi induk yang berkaitan dengan ramalan penjualan (sales forecasts) dan pesanan-pesanan (order).

b. Status Inventori berkaitan dengan informasi tentang on-hand inventory, stok yang dialokasikan untuk penggunaan tertentu (allocated stock), pesanan-pesanan produksi dan pembelian yang dikeluarkan (released production and purchase orders), dan firm planned order.

c. Rencana Produksi memberikan sekumpulan batasan kepada MPS. MPS harus menjumlahkan untuk menentukan tingkat produksi, inventori, dan sumber-sumber daya lain dalam rencana produksi itu.

d. Data Perencanaan berkaitan dengan aturan-aturan tentang lot-sizing yang harus digunakan, stok pengaman (safety stock), dan waktu tunggu (lead time).

e. Informasi dari RCCP berupa kebutuhan kapasitas untuk mengimplementasikan MPS menjadi salah satu input bagi MPS.

2 Metode Yang Digunakan

Terdapat 4 metode yang digunakan dalam melakukan perhitugan JIP yaitu :

2.1 Metode Tenaga Kerja Tetap

Metode tenaga kerja tetap melakukan variasi tingkat persediaan dengan cara mempertahankan rata-rata tingkat produksi yang tetap dan menyimpan kelebihan produksi pada bulan-bulan tertentu untuk digunakan pada bulan-bulan lain yang mengalami kelebihan permintaan. Apabila jumlah produksi lebih tinggi dari permintaan, kelebihan produksi itu disimpan sebagai persediaan. Jika jumlah produksi lebih kecil daripada permintaan, kekurangan produksi diambil dari persediaan.

2.2 Metode Tenaga Kerja Berubah

Berupa strategi melakukan variasi jumlah tenaga kerja dengan cara menambah atau mengurangi sejumlah tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan kapasitas produksi pada bulan yang bersangkutan. Pada metode ini, rencana produksi dibuat sesuai kebutuhan (demand) dengan menambah atau mengurangi tenaga kerja jika kekurangan atau kelebihan tenaga kerja.

2.3 Metode mix strategi

Merupakan penggabungan metode tenaga kerja tetap dan tenaga kerja berubah. Penggabungan terletak pada 6 metode awal menggunakan metode tenaga kerja tetap dan 6 metode akhir menggunakan metode tenaga kerja berubah.

2.4 Metode Transportasi

Transportasi adalah suatu pengaturan yang berhubungan dengan pelaksanaan pendistribusian yang lebih ekonomis dari produk-produk (barang-barang) yang dihasilkan di beberapa pabrik dan keperluan untuk penempatannya dalam gudang yang lokasinya berbeda. Dengan kata lain, kita mempunyai persoalan untuk menetapkan suatu rencana pengiriman bagi distribusi produk antara pabrik dengan gudang dalam satu pabrik terpadu.

Masalah transportasi membahas pendistribusian suatu komoditas dari sejumlah sumber (supply) ke sejumlah tujuan (demand) dengan tujuan untuk meminimumkan biaya yang terjadi dari kegiatan tersebut, karena ide dasar dari masalah transportasi adalah meminimasi biaya total transportasi. Ciri dari masalah transportasi antara lain :

a. Terdapat sejumlah sumber dan sejumlah tujuan.

b. Kuantitas komoditas sumber/tujuan besarnya tertentu.

c. Jumlah pengiriman komoditas sesuai kapasitas sumber atau tujuan.

d. Biaya yang terjadi besarnya tertentu.

Dalam metode transportasi terdapat beberapa cara untuk memecahkan permasalahn yang timbul. Metode tersebut antara lain :

a. Metode Northwest Corner

metode ini digunakan untuk menyelesaikan permasalahan transportasi dengan cara pengalokasian yang dimulai dari kotak paling kiri atas yaitu pengalokasian sebanyak mungkin selama tidak melanggar batasan yang ada, yaitu sejumlah Supply dan demand-nya. Pengalokasian dilakukan menurun ke bawah setelah itu ke kolom berikutnya sampai terpenuhi seluruh Supply dan demand-nya.

b. Metode Least Cost

Metode ini adalah metode yang pengalokasiannya dimulai pada kotak dengan biaya terendah dan dilanjutkan dengan kotak biaya terendah selanjutnya yang belum terpenuhi nilai demand dan supply-nya.

c. Metode Aproximasi Vogel (VAM)

Metode ini adalah metode yang pengalokasiannya dimlai dengan menentukan nilai selisih antara kotak dengan biaya terendah dan kotak dengan biaaya terendah berikutnya untuk setiap baris dan kolom (selajutnya kita sebut nilai selisih atau nilai Penalti). Selanjutnya dipilih baris atau kolom dengan nilai selisih terbesar, dan dilakukan pengalokasian pada kotak dengan biaya terendah pada baris/kolom yang terpilih.

d. Metode Aproksimasi Russel

Metode ini adalah suatu metode yang pengalokasiannya dimulai dengan menetukan nilai untuk setiap baris yang masih mungkin dilakukan pengalokasian dan nilai untuk setiap kolom yang masih mungkin dilakukan pengalokasian. Nilai u yang biaya terbesar pada suatu baris dari kotak-kotak yang masih dilakukan pengalokasian, nilai adalah biaya terbesar pada suatu kolom dari kotak-kotak yang masih dilakukan pengalokasian. Kemudian dilakukan perhitungan nilai untuk setiap kotak yang masih mungkin dilakukan pengalokasian. Selanjutnya dipilih kotak dengan nilai negatif terbesar dan dilakukan pengalokasian terhadap kotak tersebut.( freddy leonardo )

3.Biaya produksi atau operasional :

Biaya produksi atau operasional dalam sistem industri memainkan peran yang sangat penting, karena ia menciptakan keunggulan kompetitif dalam persaingan antar industri dalam pasar global. Hal ini disebabkan proporsi biaya produksi dapat mencapai sekitar 70% – 90% dari biaya total penjualan secara keseluruhan, sehingga reduksi biaya produksi melalui peningkatan efisiensi akan membuat harga jual yang ditetapkan oleh produsen menjadi lebih kompetitif.

beberapa strategi pengendalian biaya produksi dapat menggunakan skenario berikut :

  • Pertama, biaya harus dipandang sebagai keuntungan potensial (potential profit), bukan sekedar pengeluaran atau ongkos produksi yang memang harus dikeluarkan. dengan demikian reduksi biaya produksi melalui peningkatan efisiensi akan meningkatkan keuntungan.
  • Setelah persepsi tentang biaya produksi diatas berubah, manajemen harus melaksanakan aktivitas produksi bernilai tambah (bukan sekedar mengubah input menjadi output) dengan jalan berproduksi pada biaya produksi yang minimum. Dengan cara ini perusahaan akan meningkatkan daya saing melalui strategi penetapan harga (pricing strategy) yang kompetitif di pasar.
  • Keunggulan kompetitif produk dipasar akan meningkatkan pangsa pasar (market share) yang berarti akan meningkatkan penerimaan total (TR) dari penjualan produk itu.
  • Strategi reduksi biaya produksi dan penetapan harga produk yang kompetitif dipasar akan meningkatkan keuntungan perusahaan, karena keuntungan perusahaan adalah benefit antara TR dan Total Cost (TC).
  • dengan demikian strategi di atas harus dilakukan melalui skenario 1). melaksanakan aktivitas produksi pada tingkat biaya produksi minimum, 2). Menetapkan harga produk yang kompetitif di pasar, 3). memperluas pangsa pasar (market share) melalui keunggulan kompetitif (meningkatkan daya saing terus menerus), 4). memperoleh penerimaan total (TR) yang terus meningkat, 5). memperoleh keuntungan (net benefit) yang terus meningkat, 6). meningkatkan kesejahteraan bagi stakeholders

Kesimpulan berkaitan dengan teori biaya produksi

  1. Biaya tetap total (TFC) tidak bergantung pada kuantitas output (Q), sedangkan biaya variabe total bergantung pada kuantitas output (Q)
  2. Biaya tetap rata-rata (AFC) menurun secara kontinyu sampai mendekati garis horisontal, karena AFC = TFC / Q.
  3. Kurva AVC menurun mencapai minimum untuk kemudian mengalami peningkatan karena AVC = TVC / Q.
  4. Total Cost (TC) merupakan penjumlahan dari biaya TFC dan TVC karena TC = TFC + TVC.
  5. ATC mula-mula akan turun kemudian akan meningkat karena ATC = TC / Q.
  6. SMC mula-mula menurun mencapai minimum pada kuantitas output tertentu dan kemudian akan naik (catatan biasanya SMC akan selalu memotong kurva AVC) karena SMC = dTC / dQ (baca d=delta)
  7. Jika SMC < AVC, maka AVC menurun, Jika SMC>AVC maka AVC meningkat dan jika SMC = AVC maka AVC minimum
  8. Jika SMC<ATC, maka ATC menurun, jika SMC>ATC maka ATC meningkat dan jika SMC = ATC, maka ATC minimum.

Salah satu Corporate Admin Manager Perusahaan Garmen di Indonesia mengatakan bahwa, dengan perbaikan manajemen Jadwal produksi terkomputerisasi, perusahaan lebih menekan biaya khususnya bahan baku yaitu meminimalkan sisa bahan, juga menghindari pemborosan di pengiriman barang, karena jadwal produksi yang terskema. Dengan dapat menekan biaya, laba dapat meningkat, yang dapat digunakan untuk Investasi

Dalam penetapan awal Ramadan, ada 2 metode yang umumnya digunakan yakni hisab dan rukyat. Metode hisabmenggunakan perhitungan astronomi untuk penentuan hilal atau terbitnya bulan sabit di ufuk barat sebagai tanda dimulai bulan baru.

Sementara metode rukyat menetapkan awal bulan baru dengan menggunakan penglihatan langsung, baik dengan mata telanjang maupun alat bantu (teleskop).

Tidak bisa dipungkiri, kedua metode itu seringkali melahirkan keputusan perihal awal Ramadan yang berbeda.

Berdasarkan perhitungan astronomi, bulan sabit telah terbit. Namun karena rukyat tidak berhasil melihat terbitnya bulan sabit yang berlangsung hanya beberapa menit itu akibat sejumlah kendala a.l. terhalang mendung, hujan atau kabut tebal, maka awal puasa pun ditetapkan sehari kemudian.

Dalam perkembangannya, Agus Mustofa,  memotori pemanfaatan astrofotografi, metode yang diharapkan bisa menjembati adanya perbedaan metode hisab dan rukyat tersebut.

Astrofotografi merupakan sebuah metode baru yang bisa digunakan untuk menetapkan awal bulan dalam tarikh Hijriyah. Metode ini bisa merekam pergerakan bulan tidak hanya pada saat terjadinya konjungsi bersamaan dengan waktu tenggelamnya matahari, tetapi sudah bisa ‘’melihat’’ posisi bulan sejak pagi hari.

Pergerakan inilah yang direkam menggunakan teknik fotografi dan videografi. Hasilnya dianalisa secara matematis dan astronomis, sehingga bisa menetapkan kapan saat terjadinya ‘’peralihan’’ dari bulan akhir ke bulan baru tanpa terpengaruh hujan, mendung atau kabut.

Istilah astrofotografi berasal dari kata ‘’astronomi’’ dan ‘’fotografi’’. Secara mudah, astrofotografi adalah penggunaan teknik perekaman objek-objek astronomi seperti bulan, bintang, nebula dan galaksi. Dengan kemajuan teknologi, astrofotografi bisa menghasilkan rekaman berupa foto dan video.

Perbedaan Awal Ramadhan

Perbedaan awal ramadhan 2014 antara Muhammadiyah dan Pemerintah akan terjadi lagi di tahun 1435 H ini. Hal ini karena adanya perbedaan di dalam metoda penentuan awal bulan hijriyah di negara kita Indonesia tercinta ini. Karena Muhammadiyah menggunakan metoda hisab hakiki wujudul hilal yaitu penetapan dengan awal ramadhan dan hari raya idul fitri melalui pendekatan wujudul hilal.

Sedangkan pemerintah dan NU memakai metoda rukyat metoda hilal. Sehingga dengan menggunakan hal ini dari informasi berbagai macam media online di Indonesia maka awal puasa ramadhan 2014 M 1435 H berbeda antara Pemerintah dan Muhammadiyah. Sedangkan berdasarkan penghitungan kedua metoda penetapan awal bulan hijriah ini kemungkinan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 2014 akan jatuh secara bersamaan yaitu pada hari Senin 28 Juli 2014.

Perbedaan di dalam menentukan awal berpuasa dan juga nantinya hari raya Idul Fitri tahun 2014 ini tidak akan mengurangi Tujuan Dan Manfaat Puasa Ramadhan itu sendiri bagi kita Umat Islam yang akan menunaikan kewajiban menjalankan kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan yang nerupakan bagian dari Rukun Islam untuk bisa mencapai derajat ketakwaan kepada Allah Ta’ala.

Jika merenungkan ibadah puasa di bulan Ramadan akan menemukan makna yang agung. Bahwa setiap saat dan sepanjang waktu, seperti tidur, diam, bekerja dan semua langkah orang yang sedang berpuasa, bernafaskan ibadah kepada Allah SWT.

Hakiki Puasa adalah jihad melawan hawa nafsu dirinya sendiri yang selalu mengajak keburukan2. Puasa identik dengan jihad bersenjata dan penaklukan ( terutama hawa nafsu sendiri ). Pada bulan Ramadan Allah SWT membuka pintu rahmatNya selebar-lebarnya, sehingga pintu surga selalu terbuka dan pintu neraka selalu ditutup. Setiap kebaikan dilipat gandakan, sedikuitnya 10 kali lipat, sampai 700 kali lipat.

Pemilihan umum Presiden Indonesia 2014

Pemilihan umum (pemilu) di Indonesia pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Setelah amandemen keempat UUD 1945 pada 2002, pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres), yang semula dilakukan oleh MPR, disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat sehingga pilpres pun dimasukkan ke dalam rezim pemilu. Pilpres sebagai bagian dari pemilu diadakan pertama kali pada Pemilu 2004. Pada 2007, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007, pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) juga dimasukkan sebagai bagian dari rezim pemilu. Pada umumnya, istilah “pemilu” lebih sering merujuk kepada pemilihan anggota legislatif dan presiden yang diadakan setiap 5 tahun sekali.

Pemilihan umum Presiden Indonesia ke-3 digelar pada tanggal 9 Juli 2014.Pemilihan ini menjadi pemilihan presiden langsung ketiga di Indonesia, dan memilih seorang presiden untuk masa jabatan lima tahun. Petahana Susilo Bambang Yudhoyono tidak dapat maju kembali dalam pemilihan ini karena dicegah oleh undang-undang yang melarang periode ketiga untuk seorang presiden.Menurut UU Pemilu 2008, hanya partai yang menguasai lebih dari 20% kursi di Dewan Perwakilan Rakyat atau memenangi 25% suara populer dapat mengajukan kandidatnya. Undang-undang ini sempat digugat di Mahkamah Konstitusi, namun pada bulan Januari 2014, Mahkamah memutuskan undang-undang tersebut tetap berlaku.

Presiden terpilih akan dilantik pada 20 Oktober 2014, menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono.

Pasangan calon terpilih adalah pasangan calon yang memperoleh suara lebih dari 50% dari jumlah suara dengan sedikitnya 20% suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari 50% jumlah provinsi di Indonesia. Dalam hal tidak ada pasangan calon yang perolehan suaranya memenuhi persyaratan tersebut, 2 pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dipilih kembali dalam pemilihan umum (putaran kedua). Dalam hal perolehan suara terbanyak dengan jumlah yang sama diperoleh oleh 2 pasangan calon, kedua pasangan calon tersebut dipilih kembali oleh rakyat dalam pemilihan umum. Dalam hal perolehan suara terbanyak dengan jumlah yang sama diperoleh oleh 3 pasangan calon atau lebih, penentuan peringkat pertama dan kedua dilakukan berdasarkan persebaran wilayah perolehan suara yang lebih luas secara berjenjang. Dalam hal perolehan suara terbanyak kedua dengan jumlah yang sama diperoleh oleh lebih dari 1 pasangan calon, penentuannya dilakukan berdasarkan persebaran wilayah perolehan suara yang lebih luas secara berjenjang.

Kandidat

Prabowo Subianto—Hatta Rajasa  ( No.1) dan Joko Widodo—Jusuf Kalla ( No.2)

Penulis tidak membahas lebih lanjut, karena belum final hasil dari yang berwenang yaitu KPU

Piala Dunia

Menjelang jadwal Piala dunia 2014, para pecinta bola sibuk mencari berita seputar piala dunia 2014. Kali loakon akan menulis tentang tempat penyelengaraan piala dunia 2014 ini. Dimana piala dunia 2014 akan dilaksanakan, nama kota penyelengara piala dunia 2014, dan nama stadion penyelengara piala dunia 2014 kali ini di negara Brazil.
Sesuai dengan sejarahnya tentang pimilihan stadion piala dunia 2014 menurut FIFA pada awalnya ada 18 stadion untuk menyelenggarakan piala dunia 2014. Tapi sesuai ketentuan peraturan FIFA yang hanya menginginkan satu stadion piala dunia 2014 dalam satu kota, maka terpilihlah 12 stadion dan 12 kota penyelengara piala dunia 2014 di negara Brazil.

Ada pun 12 stadion piala dunia 2014 dan 12 kota penyelenggara piala dunia adalah sebagai berikut:

1. Arena Pantanal di kota Cuiaba
Kapasitas Stadi kotaon: 42,968
2. Arena da Baixada di kota Curitiba
Kapasitas Stadi kotaon: 43,981
3. Arena Amazonia di kota Manaus
Kapasitas Stadi kotaon: 42,374
4. Arena das Dunas di kota Natal
Kapasitas Stadi kotaon: 42,086
5. Estadi kotao Beira-Rio di kota Porto Alegre
Kapasitas Stadi kotaon: 51,300
6. Arena Corinthians atau Stadi kotaon Itaquerao di kota Sao Paulo
Kapasitas Stadi kotaon: 68,000
7. Stadi kotaon Maracana di kota Rio de Janeiro
Kapasitas Stadi kotaon: 76,935
8. Estadi kotao Nacional Mane Garrincha di kota Brasilia
Kapasitas Stadi kotaon: 70,042
9. Estadi kotao Mineirao di kota Belo Horizonte
Kapasitas Stadi kotaon: 62,547
10. Estadi kotao Castelao di kota Fortaleza
Kapasitas Stadi kotaon: 64,846
11. Arena Pernambuco di kota Recife
Kapasitas Stadi kotaon: 46,154
12. Arena Fonte Nova di kota Salvador
Kapasitas Stadi kotaon: 56,000

Diantara semua stadion yang paling terkenal adalah Stadion Maracana, Rio de Janeiro

Maracana, yang menjadi salah satu tuan rumah Piala Konfederasi 2013 dan Piala Dunia 2014

Nama stadion: Estádio Jornalista Mário Filho
Lebih dikenal dengan nama:  Estádio do Maracanã
Lokasi: Rio de Janeiro
Kapasitas: 76.804
Dibuka: 1950

Tidak diragukan lagi, Estádio do Maracanã adalah stadion paling terkenal di Brasil dan telah direnovasi untuk meningkatkan kenyamanan penonton dan mengurangi kapasitasnya untuk pertandingan Piala Dunia 2014, di mana ia akan menjadi tempat berlangsungnya pertarungan final.

Dibangun menjelang Piala Dunia 1950 di Brasil, mayoritas laga kandang tim nasional negara itu dilangsungkan di Maracanã, dan di sana Brasil kalah menyakitkan dari Uruguay, 2-1, pada final Piala Dunia 1950.

Pertandingan penuh kenangan pahit itu disaksikan langsung hampir 200.000 penonton, dan meskipun kapasitasnya kini telah dikurangi, stadion ini tetap yang paling besar di Brasil. Walau menjalani renovasi total, bentuk muka stadion ini tetap dipertahankan.

Arena yang diberi nama resmi sesuai dengan wartawan lokal dan pendukung pembangunannya, dibuka kembali pada April 2013 dengan pertandingan persahabatan antara dua tim legenda Brasil yang dipimpin Ronaldo dan Bebeto

Beberapa hari yang lalu Brasil melawan Jerman, juga menyakitkan bagi Brasil karena kalah dengan score 1-7

Dipiala Dunia 2014, Kroos tampil lumayan istimewa, sehingga membuat Jerman menang 7-1 dari Brasil sebagai tuan rumah, dan Kroos dijuluki Man of the Match yang menyumbangkan  gol terbanyak dan menjadi kunci sukses tim Jerman ke final.

Dari pihak Brasil, sebuah sumber mengatakan : tak seorangpun yang menyangka juara dunia 5 kali bisa dipermalukan dengan skor 1-7 di depan pendukung sendiri, Julio Cesar tak pernah bermimpi gawangnya akan kebobolan sampai 7 kali, ini merupakan sebuah mimpi yang amat mengerikan.Seorang pengamat Gary Lineker( mantan pemain timnas Inggris) juga mengulas kekalahan Brasil atas Jerman. Dia mengatakan ini bukan sekedar kekalahan, namun sebuah hal yang memalukan untuk negara sekelas Brasil. Apakah hal ini dampak dari ketidak hadirannya dalam laga Neymar (pencetak gol terbanyak Brasil)yang cidera punggung, dan Thiago Silva sebagai kapten Brasil, Ternyata ketidak hadirnya Neymar dan Silva, meninggalkan lubang mengaga yang tak bisa ditutupi.( Diambil dari beberapa sumber )

Untuk kepentingan Tri Dharma Perguruan Tinggi, saya mengisi kegiatan ceramah  bagi mahasiswa, kegiatan itu bernama Comdec    ( Community Development Centre ) dibawah naungan LPPM. Kegiatan tersebut saya beri judul Kiat Memilih Konsentrasi Mata Kuliah di STIE Jurusan Manajemen, karena mahasiswa semester 3 sudah mulai ancang-ancang memilih konsentrasi. Saya mengambil tema tersebut, karena banyak mahasiswa perwalianku, masih bingung memilih konsentrasi apa. Berdasarkan buku pedoman yang lama, konsentrasi ada 4 yaitu Pemasaran, SDM, Perbankan dan Keuangan.

Sebelum pada topik tema, saya tampilkan testimoni dar beberapa alumni, atau yang sudah lulus dan bekerja, dan sudah menjalankan konsentrasi :

Jangan ikut-ikutan teman saat memilih konsentrasi mata kuliah, tetapi sesuaikan dengan kemampuan dan talenta kalian.

   sy mw ngambil jurusan manajemen keuangan dan perbankan, dengan konsentrasi manajemen keuangan tp ternyata konsentrasi itu mengerucut lagi menjadi

1. manajemen keuangan bank
2. asuransi
3. microfinance
4. pasar uang dan modal
5. analisis kredit
6. manajemen risiko.

Semuanya berprospek baik mas ,mbak, ini kurang lebih yaa…

1. Man. keu bank, sudah pasti lahannya banyak di perbankan atau lembaga keuangan sejenis.
2. asuransi, sudah jelas
3. microfinance, bisa lari ke koperasi, bank, perusahaan umum
4. pasar uang dan modal, ke sekuritas, perbankan juga bisa
5. analisis kredit, perbankan, koperasi, lembaga keuangan,
6. manajemen resiko, hampir semua perusahaan butuh

Ah jaman sekarang tuh buat kerja yang penting punya koneksi atau punya duit buat nyogok , cantik atau kagak  tapi pada dasarnya  yang lebih penting adalah IPK  lu gede, untuk seleksi pertama IPK harus gede rentang 3 sampai 4, tapi ada juga  ada pendapat  ga penting dulu jurusannya apaan, contoh masa ada temen jurusan pertanian bisa kerja di BRI. hhe….

Selebihnya atitude, tes psikologi, pengalaman organisasi (ini penting), dan keseharian kamu.

          Dan kamu jangan membatasi diri dengan ngambil di keuangan & perbankan lalu cuma melamar di bank saja, banyak company yang mungkin tidak butuh background pendidikan kamu, namun membutuhkan tenagamu. oke?

Pilih Konsentrasi Yang Statis & Dinamis atau Sistematis

Ada pendapat bahwa mata kuliah SDM dan Pemasaran adalah mata kuliah statis& dinamis, sedangkan yang hitungan seperti Perbankan dan Keuangan adalah bersifat sistematis.

Bagi mahasiswa yang kuat hitungannya, sebaiknya memilih yang sistematis, karena banyak menghitung dan harus menerapkan rumus-rumus secara matematis, sedangkan yang kuat hafalan sebaiknya memilih Pemasaran atau Perbankan.

SWOT

Ternyata untuk pengambilan keputusan bagi personal, SWOT juga diperlukan, tidak hanya bagi Perusahaan.

   •  Sebagai orang manajemen, untuk memilih konsentrasi pun saya memakai alat manajemen, yaitu analisis SWOT(Strenghts,Weaknesses,Opportunities, and Threats). Ni saya kasih contoh analisa saya waktu itu saat akan memilih konsentrasi    ( Bukan Keseluruhan, jadi secara akademiknya saja) :

       1.Strenghts ( Kekuatan ):

       Kekuatan apa yang anda miliki pada saat ini adalah Suka baca, mau menjadi yang lebih baik, mau berusaha, suka berbicara (masih dalam tahap belajar dan mencoba selalu berkata jujur), suka berdiskusi, berfikir kreatif, Agak Kritis, mampu membeli buku-buku, tepat waktu, dan Tidak menyontek ( hehehe sudah promosinya).

       2. Weaknesses ( Kelemahan ):

       kalau bicara kelemahan,apa kelehaman anda,seperti : Sering tertidur, Sering terlupa, sering hilang catatan, sering hilang boltpoin, malas belajar dalam hitung-menghitungan apalagi rumus-rumusan.Lemah dalam hal menghapal, tulisan saya jelek     ( pengaruh lebih cepat otak dari pada tangan ).

       3. Opportunities ( Peluang ):

       Berbicara tentang peluang, mungkin ada kaitannya dengan visi dan misi kita, dan peluang juga di pengaruhi oleh Kekuatan yang anda miliki, sesuai dengan yang saya tulis di atas, saya lebih cenderung kearah kreativitas dan diskusi-diskusi ilmiah.

4. Theats ( Ancaman ):

Seperti halnya peluang, ancaman juga dipengaruhi oleh kelemahan, melihat banyaknya kelemahnya yang saya miliki, beberapa ancaman bagi saya, bila ada yang lebih dari saya, sebenarnya ini merupakan persaingan, dan persaingan yang sehat itu dapat memotivasi kita untuk mencapai lebih baik dari pesaing kita.

Konsentrasi Pemasaran:

       Manajemen Pemasaran adalah ujung tombak dan jantung dari perusahaan. Selain itu Ilmu yang akan di dapat dari Manajemen Pemasaran adalah trik bersosialisasi dengan konsumen.

       Karena memang di pemasaran mungkin otak saya lebih terpakai dan kreatifitas saya lebih berkembang.   Dan memang saya suka dengan belajar perkembangan pemasaran. Dan juga karena keterkaitannya pemasaran dengan system informasi manajemennya, saya juga suka ternologi pemasaran era sekarang ini perpaduan juga dengan system informasi manajemen.

Konsentrasi Manajemen Keuangan :

Manajemen Keuangan adalah kaki tangan perusahaan. Banyak anggapan bahwa Mahasiswa yang tidak bisa menghitung, jangan memilih Manajemen Keuangan, namun pernyataan itu di bantah secara tegas oleh Muniya Alteza, M. Si ( pakar keuangan ) karena pada hakikatnya Manajemen Keuangan tidak harus pintar menghitung, asalkan teliti pasti akan bisa, tambahnya.

Konsep Dasar: Nilai Waktu Uang ( Time Value Of Money )

          Seorang investor akan lebih senang menerima uang Rp. 1 juta hari ini daripada sejumlah uang yang sama (yaitu Rp 1 juta) setahun mendatang.

          Mengapa?

          Jika ia menerima uang tersebut hari ini, ia dapat menginvestasikan uang tersebut pada suatu tingkat keuntungan, sehingga setahun mendatang uang sebesar Rp 1 juta tersebut telah menjadi lebih besar dari Rp 1 juta.

          Kesimpulannya?

          Uang memiliki nilai waktu

KONSENTRASI  SUMBER DAYA MANUSIA

MSDM akan mempelajari tentang pengadaan, pengembangan, dan pemeliharaan SDM yang bertujuan untuk mengembangkan SDM yang unggul dan berkulaitas sehingga dalam perusahaan memiliki orang-orang yang hebat dalam ahlinya.

Mampu membedakan antara merencanakan SDM dalam pembangunan proyek bisnis dan SDM dalam implementasi bisnis rutin dan menentukan kelayakan tiap unsur MSDM:

*      Jumlah karyawan yang dibutuhkan

*      Deskripsi pekerjaan yang jelas

*      Kebijakan pelaksanaan rekrurmen-seleksi-orientasi

*      Produktivitas

*      Rencana pelatihan dan pengembangan

*      Prestasi kerja

*      Kompensasi

*      Perencanaan karier

*      Keselamatan dan kesehatan kerja

*      Mekanisme PHK

Konsentrasi Perbankan

  1.       GAMBARAN UMUM MANAJEMEN PERBANKAN
  2.        KLASIFIKASI BANK
  3.        TUJUAN MANAJEMEN BANK
  4.        FUNGSI BANK
  5.        SUMBER DAN ALOKASI DANA
  6.        SUMBER PENDAPATAN DAN PENGELUARAN
  7.        KONDISI UMUM PERBANKAN INDONESIA

Itulah gambaran secara umum yang dapat saya berikan di acara Comdec, tidak semua secara detail, karena bukan bidang saya untuk menjelaskan secara rinci.

 

.

 

Ada kata mutiara ” rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya” yang konotasinya orang yang pandai, pasti kaya. Kalau secara nalar, memang orang pandai, bisa pandai mencari uang, cerdik dengan strategi serta taktik tahu kiat-kiatnya mencari uang. Ternyata tidak demikian adanya.

KEPANDAIAN tidak berbanding lurus dengan kekayaan, Tidak semua orang pandai pasti bisa kaya ataupun sebaliknya. Sebuah penelitian dilakukan Unversitas Ohio, USA, untuk membuktikan bahwa kekayaan tidak ada hubunganya dengan kepandaian. Hasilnya mereka yang memiliki kepandaian dibawah rata-rata juga bisa juga  meraih kekayaan dengan jumlah yang sama dengan mereka yang memiliki IQ lebih tinggi. ” Orang tidak akan menjadi kaya karena pintar “ujar peneliti Jay Zagorsky. Peneliti yang diterbitkan dalam the Journal Intelegence itu mengambil data dari survei yang dilakukan oleh Biro Tenaga Kerja USA yang mewawancarai 7.403 warga USA sejak 1979. Berdasarkan data Yang terkumpul pada 2004, mereka yang kini berusia sekitar 40 tahun tidak menunjukan ada hubunganya antara kepintaran dengan kekayaan “IQ anda tidak ada hubungan sama sekali dengan jumlah harta yang anda miliki, Pandai tidak mengatasi kesulitan keuangan” (AFP/Bas/X-7)

Penelitan ini menggugurkan penelitan sebelumya yang menyatakan orang pintar cenderung mempunyai uang lebih banyak. Namun, menunjukan adanya perbedaan antara gaji yang tinggi dengan kekayaan secara keseluruhan. “Secara rata-rata perbedaan pendapatan orang yang mempunyai IQ normal dan yang ber IQ tinggi adalah US$ 6.000 dan US$ 18.500,” tegasnya. Tetapi, lanjutnya jika diukur total kekayaan secara keseluruhan dan kemungkinan mendapatkan kesulitan keuangan antara orang yang cerdas dan biasa-biasa saja hampir sama.

Usia produktif ada yang mengatakan adalah 30 tahun sampai 40 tahun, diusia tersebut, seseorang akan mempunyai tanggung jawab, karena sudah berkeluarga. Jika dihubungkan dengan teori kebutuhan Abraham Maslow, bahwa pada level pertama adalah kebutuhan sandang, pangan dan papan. Hal itu dapat dicapai oleh seseorang yang sudah punya tanggung jawab terhadap keluarganya.

Penulis melihat dan mengamati disekitar pergaulan teman-teman ( dikalangan para akademisi ), memang yang pandai bisa mencari kiat untuk mencetak uang, dengan melakukan penelitian, pengabdian masyarakat, atau dapat dikatakan melaksanakan tri dharma perguruan tinggi. Hubungan pertemanan, bisa mengajar diberbagai perguruan tinggi ( karena yang bersangkutan memang pandai ), secara nggak langsung menambah pundi-pundi keuangannya. Ada jenjang pendidikan di perguruan tinggi, yaitu S1, S2 dan S3, hal itu secara tidak langsung mempengaruhi struktur gaji, golongan dan ruang akan berbeda standard gajinya. Bahkan yang pandai bisa mencapai S3 serta bergelar gurubesar, usia pensiun bisa mencapai 70 tahun.  Hal itulah yang penulis simpulkan bahwa yang pintar, akan bisa menambah pendapatan, jika kreatif melakukan tri dharma perguruan tinggi, misalnya hibah-hibah penelitian, pengabdian masyarakat. Ternyata penulis bisa salah, bahwa tidak semua orang pintar adalah bisa mencetak uang, alias kaya. Diambil dari beberapa sumber

(detikNews)

 

Beberapa teman  yang berbisnis nanya, apa beda balik modal dan titik impas ? secara oret-oretan teman harus membuat bisnis plan    ( perencanaan bisnis ) untuk menghitung titik impas dan teman-teman  yang minta dibuatkan bisnis-plan kadang terperanjat saat dengan muka serius saya bilang, ”sebenarnya yang menjalankan bisnis kalian jadi sedikit banyak bisa membuat bisnis plan,begini teman-teman,   bahwa BEP business-plan anda adalah sekian bulan dan balik modalnya adalah sekian tahun” lalu biasanya mereka langsung kegirangan ”hah ? kok bisa balik modal-nya cepet begitu?” nah ada teman yang bingung, ada juga  yang jadi paham karena sebenarnya BEP itu beda dengan balik modal.

Memahami Istilah BEP Dengan Lebih Mudah
BEP (Break Even Point), dari suku katanya dapat di terjemahkan dalam pengertian menurut versi saya adalah ”dimana telah terjadi keseimbangan (even) berupa titik (point) patahan (break) pertemuan pada grafik antara biaya operasional dengan pendapatan”. Kalau dalam bahasa ilmiah Total Revenue bertemu dengan Total Cost. Kalau kita menjual barang ( jasa dagang) atau membuat barang( industry ), kita akan menetapkan jumlah barang yang kita jual atau kita buat  (= Q), barang tersebut pasti diberi harga ( = P ), jadi Total Revenue = Q x P, sedangkan barang itu akan mengeluarkan biaya-biaya, apakah biaya tetap, biaya variabel,  biaya-biaya itu di total yaitu Total Cost. Jadi dapat dikatakan BEP, bila Total Revenue  = Total Cost

Apa Itu BEP ?

Apa itu BEP? BEP adalah singkatan dari Break Even Point. Dalam ilmu ekonomi, terutama akuntansi biaya, titik impas (break even point) adalah sebuah titik dimana biaya atau pengeluaran dan pendapatan adalah seimbang sehingga tidak terdapat kerugian atau keuntungan. Namun, kalau saya tanya ke beberapa orang, ternyata belum semua paham tentang BEP ini bahkan keliru mengartikannya.

Ketika saya bertanya kepada beberapa orang, “apa itu BEP?” Kebanyakan menjawab dengan, “Balik modal.” Jawaban ini tidak tepat, sebab BEP bukan balik modal melainkan merupakan titik impas. Lalu, apa bedanya?

 Mari kita berilustrasi :Ketika Anda berbisnis, maka Anda akan menyediakan modal. Misalnya untuk sewa toko, renovasi bangunan atau membeli perabotan dan lain sebagainya. Balik modal artinya dari keuntungan pemasukan usaha Anda, seluruh modal yang telah Anda keluarkan akhirnya bisa kembali. Ini dalam istilah keuangan disebut Return On Investment atau disingkat ROI.

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Nah, berbeda dengan BEP, ketika Anda berbisnis, pasti ada biaya operasional. Biaya operasional ini ada dua macam biaya utama, yakni biaya tetap dan biaya variabel atau tidak tetap. Mengapa disebut tetap? Karena menghitung biaya ini dilihat dari segi penjualan usaha. Misalnya katakanlah untuk bisnis ini Anda harus sewa toko. Per bulannya misalnya tiga juta  rupiah. Maka kalaupun Anda tidak berhasil menjual barang dagangan Anda, Anda tetap harus mengeluarkan biaya sewa toko itu. Nah, ini namanya biaya tetap. Jadi, anggap saja usaha Anda sepi dan tidak ada pendapatan, tetap ada pengeluaran yang harus dikeluarkan. Ini biaya tetap.

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Namun ketika ada proses penjualan atau transaksi, maka ada biaya lain. Misalnya ketika Anda menjanjikan harus mengirimkan ke pelanggan, atau hal lain yang harus dilakukan karena adanya transaski itu. Ini adalah biaya variabel. Semakin banyak order atau penjualan, maka biayanya juga meningkat. Ini disebut biaya variabel.

Maka, dalam proses berbisnis ini, biaya operasional Anda adalah biaya tetap ditambah dengan biaya variabel. Jika Anda masih bingung soal ini, maka saya akan coba kasih contoh lain.

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Kita hidup kan harus makan dan minum. Anggap saja Anda tidak bekerja, toh pasti akan ada biaya yang keluar. Misalnya sehari-hari Anda hanya tinggal di rumah saja, tetap ada biaya yang harus Anda belanjakan untuk keperluan Anda hidup. Ini adalah biaya tetap. Tapi begitu Anda mau berbuat sesuatu, misalnya mau bekerja sekalipun, maka ada biaya variabel yang keluar, misalnya untuk naik angkot atau beli BBM dan lainnya. Setiap kali kita mau pergi, maka ada biaya juga yang harus dikeluarkan. Ini menjadi biaya variabel. Kalau Anda tidak pergi, ya tidak keluar biaya apa-apa, tapi toh untuk bisa hidup maka Anda harus keluar biaya juga. Inilah biaya tetap dan biaya variabel.
Nah, jika Anda mulai paham apa yang dimaksud dengan biaya tetap dan biaya variabel, di mana jumlahnya merupakan biaya operasional, jika dihubungkan dengan aktivitas bisnis kita yakni penjualan, maka akan ada biaya keluar tiap barang yang kita jual. Misalnya, saya buka rumah makan. Tak ada penjualan apa-apa, ada biaya tetap (bayar pegawai, bayar listrik, dan sebagainya), misalnya Rp 200.000,- per hari. Begitu ada penjualan, tiap porsi yang saya jual, ada biaya yang harus saya keluarkan sebesar Rp 10.000,-. Ini untuk biaya beli beras, beli sayur, bumbu dan lainnya. Nah, jika misalnya saya bisa menjual 10 porsi, maka ada biaya variabel yang harus saya keluarkan sebesar Rp 100.000,-. Jadi total biaya saya adalah 300.000,-. Namun setiap porsi makanan yang saya jual, saya mendapatkan Rp 20.000,- maka, kalau saya menjual 10 porsi, biaya saya adalah Rp 300.000,- dan pendapatan saya Rp 200.000,-. Berarti saya belum impas. Untuk bisa impas atau mencapai titip impas (BEP), maka biaya saya harus sama dengan pendapatan saya. Nah berapa titik impasnya? Ini memang ada rumusnya untuk menghitung.

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

Kalau kita tahu berapa biaya tetap (FC) dan tahu berapa biaya operasioal (VC), dan tahu berapa harga jual barang kita (P), maka rumusnya adalah: FC+ (VC x Q) = P x Q à Q = Quantity
Maka dari contoh tadi:

Kita pakai rumus tradisional: FC + (VC x Q ) = P x Q

Rp 200.000,- + (10.000 x Q) = 20.000 x Q
200.000 = (20.000 x Q) – (10.000 x Q)
200.000 = 10.000 x Q
Q = 200.000 / 10.000
maka  Q = 20.
Jadi kalau Anda berhasil menjual 20 porsi, maka Anda akan mendapatkan penghasilan Rp 400.000,- dan biaya Anda (tetap + variabel) adalah Rp 200.000,- ditambah Rp 200.000 (ini dari Rp 10.000 x 20), maka total biayanya adalah Rp 400.000,- Jadi ini impas. Anda tidak untung dan tidak rugi.

Hitunganya begini : Total Revenue = Total Cost

P   x  Q                       =    FC     +   VC  ( Q )

Rp.20.000,- x 20        =  Rp.200.000,- + Rp.10.000,- ( 20 )

        Rp.400.000,-     =  Rp.200.000,- + Rp.200.000,-

        Rp.400.000,-    sama dengan  Rp.400.000,-  jadi impas 
Nah, jika Anda bisa menjual lebih dari 20 porsi, barulah Anda memperoleh untung. Anda bisa hitung kalau misalnya Anda bisa menjual 30 porsi makanan. Dengan perhitungan sbb :

Total Revenue      >   Total Cost
Rp.20.000 x 30 porsi  > Rp.200.000,- + Rp.10.000,- (30 )

Rp.600.000,-            >   Rp.500.000,-   jadi memperoleh untung Rp.100.000,-
Inilah pentingnya mengetahui BEP, supaya kita bisa memasang target harus menjual minimal berapa tiap hari atau bulannya. Anda harus tahu BEP tiap harinya berapa, atau bisa juga BEP tiap bulannya berapa. Ini bebas Anda tentukan sendiri. Yang pasti, Anda harus tahu, pada penjualan berapa banyak titik impas itu terjadi. Dengan demikian, Anda bisa menentukan bahwa bisnis Anda itu menguntungkan atau tidak.

Ada 3 Hal Pokok Dalam Perhitungan BEP

Ketika anda ingin memulai sebuah usaha, ada tiga hal pokok yang harus anda pertimbangan atau perhitungkan yaitu : Produk, Modal dan Pasar.  Dalam pembahasan kali ini pembahasan hanya difokuskan pada modal. Adapun untuk 2 pokok lainnya akan dibahas dalam kesempatan yang lain.

Dengan memiliki modal anda akan dapat membeli peralatan untuk berproduksi, membeli bahan baku, membayar gaji pekerja dan membuat program marketing seperti halnya pemasangan iklan di media massa baik cetak maupun elektronik.

Modal atau untuk lebih membumi, marilah kita sebut modal menjadi uang. Sumber uang bagi anda seorang pengusaha tentunya beragam untuk setiap orang seperti dari simpanan/tabungan, warisan keluarga, pinjaman dari kerabat/sahabat dan pinjaman dari lembaga keuangan. Pada umumnya sumber uang dari selain lembaga keuangan tidak terlalu ribet dengan urusan administrasi dan studi kelayakan usaha, karena anda memiliki hubungan kekerabatan dan emosional yang cukup dekat dengan sumbernya, sehingga mereka akan sangat mempercayai anda.

Sebaliknya pinjaman yang diperoleh dari lembaga keuangan baik itu bank dan non bank, ketika anda mengajukan kredit, anda diwajibkan untuk memaparkan studi kelayakan usaha yang intinya harus dapat menyakinkan pihak kreditor, bahwa usaha anda pantas untuk dibiayai dan memiliki prospek yang positif. Salah satu indicator yang umum digunakan oleh kreditor adalah tingkat Breakeven Point (BEP).

Selanjutnya untuk menyamakan persepsi, mari kita bahas apa sebenarnya disebut dengan BEP. Dalam bahasa umum, BEP dapat disebut juga sebagai Titik Pulang Pokok. Titik Pulang pokok memiliki makna saat/kapan modal yang digunakan akan kembali. Dalam menghitung “saat atau kapan” ini, ada dua metode penghitungan yang dapat kita pilih yaitu saat jumlah produksi mencapai berapa unit dalam hal ini disingkat dengan (Q) ? Atau saat total penjualan mencapai berapa harga berapa rupiah atau disingkat dengan (P)?

Adapun rumus/formula dari dua metode tersebut diatas adalah sebagai berikut :

1.            BEP dalam Unit        = (Biaya Tetap) / (Harga per unit – Biaya Variable per Unit)

2.            BEP dalam Rupiah    =  (Biaya Tetap) / (Kontribusi Margin per unit / Harga per Unit)  

               Atau  BEP dalam Rupiah   = ( Biaya Tetap) / 1  -  Biaya variabel / Harga  

Tergelitik untuk membuat artikel tentang pelurusan beberapa istilah yang salah kaprah antara ”BEP dengan Balik Modal” dalam dunia usaha, terutamanya bagi rekan-rekan yang konon katanya menggeluti dunia usaha dengan alasan tidak laku kerja atau selalu ”merasa” lebih pintar dari atasan sehingga hoby berantem sama bosnya, seperti saya contohnya yang serba pemula kadang sok yes.( Diambil dari bukuku ( Manajemen Operasional ) dan dari beberapa sumber )

 

 

 

© 2011 Blognya Bu Tita Suffusion theme by Sayontan Sinha