Di era globalisasi diperlukannya usaha-usaha dan program-program untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan bermutu tinggi untuk menghadapi persaingan baik nasional maupun internasional, karena dunia kerja sangat menuntut untuk memperoleh sumber daya manusia yang bervarietas tinggi. Perusahaan atau organisasi menuntut agar setiap individu dapat mengambil tangung jawab atas pekerjaan mereka sendiri, bertindak proaktif dan memberikan hasil yang luar bisa, sebab itu setiap individu perlu belajar untuk dapat berperan semaksimal mungkin untuk tujuan bersama. Untuk mencapai tujuan perusahaan, kita kaji dulu Visi dan Misi Perusahaan,seorang HRD di dalam prakteknya. utamanya, ia harus sanggup menjelaskan dengan kuat mengenai visi dan misi perusahaan, dan juga harus mampu untuk mengembangkan kemampuan dari karyawan itu secara pribadi.Setelah itu, memang suasana kerja harus dibuat dengan baik dan tidak berantakan kesana-kemari.
Terkadang, orang berkata..itu kan tanggung jawab dari General Affairs untuk membereskan dan mengatur kelengkapan ini itu, mengatur tempat duduk karyawan, dan sebagainya. Tetapi jangan salah, hal itu juga merupakan tanggung jawab dari seorang HRD. Seorang HRD juga sebaiknya bisa melakukan pekerjaan yang dilakukan General Affairs, seperti misalnya pengaturan kursi untuk satu divisi, sebaiknya seluruh staff dari divisi tersebut tidak didudukkan terpisah, melainkan satu baris dan di dalam fungsinya harus bisa efisien.
Selain hal diatas, di dalam diri karyawan harus ditingkatkan kebersamaan agar mereka merasa nyaman untuk bekerja. Salah satunya dengan memberikan outbond, agar mereka saling mengenal satu sama lain dan bisa mengenal cara bekerjasama. Hal itu akan menciptakan memori yang baik bagi karyawan dan membuat mereka betah bekerja di perusahaan. Untuk membuat kebersamaan tersebut, hal itu juga harus dipikirkan dan menjadi tanggung jawab HRD. Tugas seorang HRD salah satunya adalah mengembangkan potensi karyawan. Dan satu hal yang penting, potensi tersebut akan ia kembangkan jika ia merasa betah dan nyaman di tempatnya bekerja sehingga pada akhirnya ia akan mau untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan.
Karyawan tertarik pada ide-ide baru dan kreatif untuk bersama-sama sekitar tujuan dan visi & misi perusahaan. Mereka ingin memiliki rasa tanggung jawab sosial saat mereka merencanakan untuk tahun mendatang atau memeriksa kesuksesan tahun lalu dan kegagalan. Mereka ingin tahu bahwa Anda melihat hal-hal yang benar-benar menarik perhatian mereka dan hal-hal yang benar-benar perhatian mereka. Mereka juga ingin diakui sebagai bagian penting dari kesuksesan perusahaan.
Tantangan pembangunan yang kita hadapi sekarang ini semakin rumit. Setiap individu harus memiliki kemampuan lebih dibandingkan orang lain agar dapat bersaing dengan masyarakat internasional ketika menghadapi globalisasi. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk memenuhi tuntutan ini adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Atas dasar itulah maka kualitas sumber daya manusia (SDM) masih tetap yang utama untuk diperhatikan.
Setiap karyawan berbeda sehingga berbeda juga cara penanganannya, karyawan wanita bisa jadi tidak dapat ditegur dengan keras seperti karyawan pria. Atau berbeda juga cara menangani karyawan yang usianya telah paruh baya bahkan mungkin sudah lebih tua dari anda. Pastinya ketika menegur karyawan lebih tua harus ada sopan santun dalam bertata bahasa sehingga bawahan anda tidak sakit hati dan merasa diperlakukan sewenang-wenang.

Menjadi atasan bukan hanya mengharapkan tugas yang diberikan kepada karyawan dapat selesai dengan benar dan tepat waktu tetapi perhatikan hubungan kerjasama yang baik sehingga dapat meningkatkan gairah kerja. Penyelesaian tugas bukan segala-galanya, sehingga supaya tugas selesai anda menjadi pengawas bagi bawahan anda bahkan telah siap dengan segala hukuman jika terjadi pelanggaran, selalu under estimate terhadap bawahan, bahwa mereka malas atau bersantai-santai dalam bekerja.

Kenalilah bawahan anda dan berikan support dan motivasi sehingga mereka merasa dihargai dan bekerja keras dengan sukarela maka dapatkanlah “cinta” dari mereka. Prestasi anda tidak luput dari andil bawahan anda, tanpa mereka anda bukan apa-apa.
sering terjadi dimana ketika seorang atasan memberikan ide-ide cemerlang dan berjanji akan melakukannya maka berjalannya dengan waktu ternyata ide-ide atau gagasan-gagasan yang ditawarkan tidak ada satupun yang dikerjakan, maka hal ini akan timbul perkataan dari bawahannya : ” Ah..si Bapak ini Omdo alias omong doang ataupun akan berkata suka NATO (No Action Talk Only)” kalau sudah mendapatkan julukan seperti ini maka image seseorang atasan akan jatuh di mata anak buah dan bukan hanya itu saja sebab dari leader lain atau departemen head akan menjadi memandang rendah terhadapnya.
Oleh sebab itu apa yang harus dilakukan, bukan hanya sekedar banyak bicara tetapi tidak berbuat apa-apa sebab setiap orang pasti ingin melihat hasilnya bagaimana? kalau hasilnya ada dan diam-diam tanpa heboh sana-sini tapi berjalannya dengan waktu dan buktinya terlihat, maka hal ini lah yang sangat diinginkan oleh banyak orang yaitu ” Bukti dan Bukan Janji Manis “. Dengan demikian sebagai seorang pemimpin atau leader suatu departemen atau orang yang sangat penting yang dipercayakan oleh sebuah perusahaan maka ingatlah satu perkara bahwa kita harus bertindak sangat hati-hati di dalam memberikan arahan, petunjuk ataupun janji-janji yang menyebabkan bawahan kita menjadi mengingat akan hal itu sehingga kalau semua itu tidak dilakukan maka akan membuat bawahan kita menjadi kecewa dan di dalam bekerja motivasinyapun bisa turun.
Jadi tetaplah menjaga sikap kita sebagai seorang atasan dan menjadi teladan atau contoh yang baik bagi bawahan kita.
Persaingan usaha ada dalam segala bidang, setiap usaha memasuki kopetisi yang tinggi, hal ini memaksa setiap perusahaan harus dapat bekerja dengan Efektif, Efesien, dan Productive. Perusahaan harus bisa bersaing dengan keungulan yang dimilikinya, dan salah satu faktor keunggulan perusahaan adalah kualitas sumber daya manusianya.

Karyawan adalah inti keberhasilan usaha, sebab itu perusahaan penting untuk mendukung karyawannya dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan memperluas keahlian. Jika perusahaan tahu memandang bahwa karyawan adalah mitra bisnis yang kuat yang dapat memberikan peluang kesuksesan baginya maka perusahaan akan berkomitmen untuk membuat karyawannya berkembang secara professional. Kesadaran ini membuat banyak perusahaan berkembang dewasa ini membuat perhatian khusus dalam pengelolaan karyawannya bagi pencapaian keberhasilan perusahaan. Perhatian khusus itu selain program penilaian kinerja seperti promosi, kenaikan gaji, karir, pendidikan, dan pelatihan dan lain-lain yang dilakukan perusahaan dengan tujuan memberikan feedback kepada karyawan dalam upaya memperbaiki tampilan kerjanya dan produktivitas karyawan, selain itu dewasa ini perusahaan berkembang juga membuat program yang dapat membantu para karyawannya mengenali dan menggali kekuatan dan potensi serta bakatnya.

Program yang sekarang gencar dilakukan antara lain seperti :
A. Program Montor

Fungsi Mentoring :
{1}Memberikan bimbingan secara berkesinambungan dalam jangka panjang untuk tujuan pengembangan seseorang, dengan cara memberikan pengaruh idealisasi (kharismatik), motivasi inspirasioal, stimulasi intelektual, menumbuhkan kekuatan serta ketahanan dalam menghadapi tekanan atau tuntutan kerja.
{2}Memberikan bimbimbang dan pengembangan karyawannya baik dalam karir, pengembangan keahlian secara profesional dan dukungan psikisosial serta memberikan penyuluhan atas hubungan dengan stress kerja yang dialami karyawan.
{3}Dari sudut mentor, pengertian mentor bisanya mengandung arti bahwa ia adalah seseorang yang membantu dan memahami system informal yang berlaku dan membimbing bagaimana untuk sukses dan berhasil mencapai tujuan yang diharapkan.

Proses Mentoring :
{1}Setiap anggota organisasi harus mampu mengembangkan potensi diri melalui pengembangan talenta yang dimiliki.
{2}Memahami motivasi dan strategi motivasi diri sendiri dan orang lain.
{3}Pengembangan talenta diperlukan fasilitasi dan partner untuk mengembangkan diri.
{4}Setiap anggota dapat mengelola potensi dan kekuarangan diri yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan perusahaan
{5}Fungsi mentor memberikan gambaran masa depan dan memberikan percepatan proses untuk mengembangkan talenta seseorang menjadi kenyataan.
{6}Fungsi mentor adalah sebagai mitra dalam memberikan arahan pengembangan diri.
{7}Fungsi mentor harus mengajak berpikir positif.

B. Bisnis Leadership Program
Pelatihan Kepemimpinan ini di peruntukan kepada pemilik usaha/top management maupun kepada seluruh jajaran staff nya, karena tanpa sifat-sifat kepemimpinan yang baik dan terarah, maka seluruh staff hanya akan bekerja seperti robot, segala sesuatu harus diawasi, diperintah dan dikoreksi, akibatnya hanya jalan ditempat saja, perusahaan akan menjadi biasa-biasa saja dan tidak mampu menjadi perusahaan yang sukses, hal inilah yang menjadi alasan mengapa pelatihan kepemimpinan menjadi factor yang di butuhkan. Seorang yang memiliki sifat kepemimpinan adalah orang yang kuat, seorang yang berkarakter kuat menunjukkan aktivitas, energi, kemantapan tekad, disiplin, kemauan keras, dan keberanian.

Dia melihat apa yang ia inginkan lalu mengejarnya. Ia juga menarik orang untuk mengikutinya. Di sisi lain, orang yang berkarakter lemah tidak menunjukkan sifat-sifat tersebut. Ia tidak tahu apa yang ia inginkan. Sifatnya tidak terkelola dengan baik, terombang-ambing dan tidak konsisten. Akibatnya, tidak ada seorang pun yang bersedia mengikutinya. karakter kepemimpinan akan membuat orang tersebut mampu untuk terus berkembang, karena seorang yang memiliki sifat kepemimpinan, pastilah memiliki juga visi dan misi kedapan untuk meraih kesuksesan.
Diambil dari beberapa sumber

SDM