Sebagai seorang PNS atau ASN, sepertinya di wajibkan untuk ikut Upacara Hari Kesaktian Pancasila, penulis sebagai dpk ( Dosen di Pekerjakan di STIE Malangkucecwara Malang, yang upacaranya harus ke Kantor Pusat yaitu Kopertis Wilayah 7 di Surabaya), mau tidak mau harus hadir walau saya domisili di Malang),seperti halnya saya kutib artikel dibawah ini bahwa:
Setelah pidato dari Presiden Sukarno, “Komite Sembilan” yang terdiri dari para tokoh-tokoh pendiri negara Indonesia yang modern termasuk Sukarno, menyusun kembali lima falsafah tersebut menjadi versi final. Versi terakhir ini dikenal dengan nama Pancasila yang kemudian dimasukkan kedalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Indonesia, yaitu :

Ketuhanan Yang Maha Esa
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

“Kecuali sakit atau ada keperluan sangat khusus, seperti menikah, meninggal, dan lain sebagainya. Kami tidak memberikan cuti. Tanggal 10 Juni kami di-warning mengecek siapa yang hadir dan tidak hadir. Sanksinya potong TKD, setiap ketidakhadiran dipotong 4 persen,”kata pembuat kebijakan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “PNS Wajib Ikut Upacara Hari Kesaktian Pancasila, jika Absen Sanksinya Potong TKD”, https://regional.kompas.com/read/2019/05/28/14561531/pns-wajib-ikut-upacara-hari-kesaktian-pancasila-jika-absen-sanksinya-potong
Pancsila Sebagai Ideologi Negara
Pancasila ideologi kerja Lebih lanjut Mendikbud mengatakan, dengan Pancasila sebagai ideologi kerja, diharapkan dapat menjadi semangat seluruh rakyat Indonesia dalam meraih prestasi. “Prestasi menjadi hal penting bagi kita dalam menumbuhkan semangat memberikan karya dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, bangsa, bahkan kemanusiaan,” jelas Mendikbud.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Mendikbud Ajak Maknai Pancasila Sebagai Ideologi Kerja”, https://edukasi.kompas.com/read/2018/10/01/16594771/mendikbud-ajak-maknai-pancasila-sebagai-ideologi-kerja.
Penulis : Yohanes Enggar Harususilo
Editor : Yohanes Enggar Harususilo

“Bangsa Indonesia patut bersyukur memiliki Pancasila yang digali dari akar historis kehidupan bangsa Indonesia itu sendiri. Maka dari itu, pengembangan karakter bangsa berbasis Pancasila merupakan kunci integrasi dan prestasi bangsa. Untuk itu, kita perlu membumikan Pancasila sebagai ideologi kerja,” ajak Mendikbud. Pancasila ideologi kerja Lebih lanjut Mendikbud mengatakan, dengan Pancasila sebagai ideologi kerja, diharapkan dapat menjadi semangat seluruh rakyat Indonesia dalam meraih prestasi. “Prestasi menjadi hal penting bagi kita dalam menumbuhkan semangat memberikan karya dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, bangsa, bahkan kemanusiaan,” jelas Mendikbud.
Dengan hasrat untuk mencapai prestasi bangsa, Mendikbud berpesan kepada seluruh masyarakat untuk menggelorakan semangat menggali kembali mutiara yang terpendam di dalam Pancasila. “Mari kita aktualisasikan semangat Pancasila dalam kehidupan masa kini dan masa depan. Kerja berprestasi dengan mengesakan Tuhan, membangun karakter bangsa dalam hal ini karakter pribadi.
Pancasila dirumuskan melalui sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945.
Garuda Pancasila
Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Jelang Hari Lahir Pancasila, Ini 5 Hal yang Wajib Diketahui Mulai dari Sejarah hingga Libur Nasional, http://kaltim.tribunnews.com/2019/05/28/jelang-hari-lahir-pancasila-ini-5-hal-yang-wajib-diketahui-mulai-dari-sejarah-hingga-libur-nasional.
Penulis: Alfiah Noor Ramadhany
Editor: Januar Alamijaya
1. Mempersiapkan Dasar Negara
Indonesia belum merdeka, namun para tokoh bangsa saat itu tengah mempersiapkan dasar negara.
Lahirnya Pancasila adalah judul pidato yang disampaikan oleh Soekarno dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (bahasa Indonesia: Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan) pada tanggal 1 Juni 1945, seperti dikutip dari Wikipedia.
Pidato ini pada awalnya disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapat sebutan “Lahirnya Pancasila” oleh mantan Ketua BPUPKI Dr Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar buku yang berisi pidato yang kemudian dibukukan oleh BPUPKI tersebut.
Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Jelang Hari Lahir Pancasila, Ini 5 Hal yang Wajib Diketahui Mulai dari Sejarah hingga Libur Nasional, http://kaltim.tribunnews.com/2019/05/28/jelang-hari-lahir-pancasila-ini-5-hal-yang-wajib-diketahui-mulai-dari-sejarah-hingga-libur-nasional.
Penulis: Alfiah Noor Ramadhany
Editor: Januar Alamijaya
2. Dirumuskan Soekarno
Pidato Soekarno inilah yang kemudian diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila
Rumusan Pancasila dari Soekarno itu selanjutnya masih dimusyawarahkan dengan berbagai tokoh nasional, hingga teksnya seperti yang kita kenal sekarang.

3. Tokoh yang Berperan

Sebelum Soekarno merumuskan Pancasila dan disepakati, Mohammad Yamin dan Dr Soepomo juga menyampaikan gagasan mereka.
Tokoh bangsa yang juga telah diangkat sebagai pahlawan nasional, Mohammad Yamin
Tokoh bangsa yang juga telah diangkat sebagai pahlawan nasional, Mohammad Yamin ((Istimewa/DOKUMENTASI HARIAN KOMPAS))
Gagasan dasar negara yang diutarakan Mohammad Yamin ada lima, di antaranya perikemanusiaan, periketuhanan, perikerakyatan, dan kesejahteraan rakyat.
Selain gagasan secara lisan, ia juga menyampaikan usulan tertulis mengenai rancangan dasar negara.
Rancangan yang diajukan Yamin adalah Ketuhanan Yang Maha Esa; kebangsaan persatuan Indonesia; rasa kemanusiaan yang adil dan beradab; kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pada sidang BPUPKI 31 Mei 1945, giliran Dr Soepomo yang mengungkapkan rancangannya soal dasar negara.

Rancangan versi Dr Soepomo meilputi persatuan, kekeluargaan, keseimbangan lahir dan batin, musyawarah, dan keadilan rakyat.

4. Sering Keliru dengan Hari Kesaktian Pancasila
Hari Lahir Pancasila dengan Hari Kesaktian Pancasila berbeda.
Hari Kesaktian Pancasila diperingati 1 Oktober sedangkan Hari Lahir Pancasila diperingati 1 Juni.
Hari Kesaktian Pancasila lebih berkaitan dengan peristiwa G30S/PKI yang terjadi 30 September 1965.
Pada tanggal 30 September 1965, terjadi insiden yang dinamakan Gerakan 30 September (G30S).
Insiden ini masih menjadi perdebatan di tengah lingkungan akademisi mengenai siapa penggiatnya dan apa motif di belakangnya, seperti dilansir dari Wikipedia.
Akan tetapi otoritas militer dan kelompok keagamaan terbesar saat itu menyebarkan kabar bahwa insiden tersebut merupakan usaha PKI mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis, untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia, dan membenarkan peristiwa Pembantaian di Indonesia 1965–1966.
Pada hari itu, enam Jenderal dan 1 Kapten serta beberapa orang lainnya dibunuh oleh oknum-oknum yang digambarkan pemerintah sebagai upaya kudeta.
Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Jelang Hari Lahir Pancasila, Ini 5 Hal yang Wajib Diketahui Mulai dari Sejarah hingga Libur Nasional, http://kaltim.tribunnews.com/2019/05/28/jelang-hari-lahir-pancasila-ini-5-hal-yang-wajib-diketahui-mulai-dari-sejarah-hingga-libur-nasional?page=3.
Penulis: Alfiah Noor Ramadhany
Editor: Januar Alamijaya
Gejolak yang timbul akibat G30S pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia.
Pemerintah Orde Baru kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.
5. Ditetapkan Sebagai Hari Libur Nasional</strong
Libur hari lahir Pancasila baru terealisasi di era Jokowi.
Sejak tahun 2017, Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menyampaikan keputusan ini melalui pidato pada peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, di Gedung Merdeka, Bandung pada 1 Juni 2016.
Subscribe official YouTube Channel

Diambil dari beberapa sumber

Hari Kesaktian Pancasila 1 Juni 2019