Saat semester ini, saya mengajar praktikum perbankan, yang nota bene harus tahu tentang produk2 yang ada di Bank.Diantaranya adalah teller, inkaso, Kliring, dll
Teller :
Pernahkah anda berkunjung ke sebuah Bank lalu di sambut oleh mbak/mas dengan baju uniform (setelan rapi) dan ramah? tentunya hampir semua pembaca pernah mengalaminya, biasanya anda akan di sambut pak satpam dahulu baru kemudian di rujuk ke seorang Teller Bank jika anda ingin mengirim/tranfer atau menabung di Bank. Ya, dialah seorang teller yang senantiasa ramah dan membantu keperluan anda saat di bank.
Teler merupakan seorang petugas dari pihak bank yang berfungsi untuk melayani nasabah dalam hal transaksi keuangan perbankan kepada semua nasabahnya. Tugas seorang teller secara umum yaitu menangani, membantu, dan memberikan solusi bagi semua nasabah yang ingin melakukan transaksi perbankan termasuk di dalamnya nanti memberikan jasa layanan uang tunai maupun non tunai.
Fungsi
seorang teller adalah memberikan layanan perbankan bagi nasabah dan atau calon nasabah di sebuah Bank. Fungsi teller menjadi sangat krusial karena setiap hari merekalah yang langsung berhadapan dengan nasabah, hal ini tentunya harus di tunjang penampilan yang sempurna setiap saat bagi semua Teller Bank.
Tugas Teller:
Seorang Teller yang baik harus datang tepat waktu sesuai jam masuk, memastikan semua perlengkapan berfungsi baik(alat penghitung uang, alat pngecek uang palsu bulpen, dsb)
Jika ada nasabah maka harus bersikap ramah, memberi greeting (selamat pagi/siang/sore, mengucapkan terima kasih jika sudah selesai), memberi senyum di awal dan akhir pertemuan.
Menjaga penampilan berbusana sesuai standar bank (meja kerja, baju rapi, rambut rapi, mengenakan ID card, dsb.)
Jika ada nasabah ingin setor/tarik tunai maka teller wajib menghitung uang, mengkonfirmasikan jumlah uang kepada nasabah, melakukan perhitungan uang di depan nasabah
Melakukan pembayaran non tunai/tunai kepada nasabah yang bertransaksi non tunai/tunai di counter bank, dan melakukan update data transaksi di sistem komputer bank.
Setelah selesai proses setor/tarik tunai teller wajib memberikan slip kuitansi kepada nasabah yang dan menandatanganinya sebagai tanda tangan pengesahan
Bertanggungjawab terhadap kesesuaian antara jumlah kas di sistem dengan kas di terminalnya.
DEPOSITO:
Deposito merupakan salah satu produk penyimpanan uang di bank dengan sistem penyetoran dan juga penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu. Berbeda dengan tabungan yang biasanya yang bisa Anda akses kapanpun, deposito akan mengenakan sejumlah potongan atau penalti pada tabungan Anda apabila Anda memaksa untuk mengambilnya sebelum jatuh waktunya. Waktu pengambilannya variatif bisa Anda pilih dari 1, 3, 6, 12, atau bisa juga 24 bulan.
Kelebihan utama dari memiliki deposito adalah tingkat suku bunga bank yang diberikan lebih besar daripada produk tabungan biasa, oleh sebab itulah sebagai gantinya Anda tidak diperbolehkan mengambil uang tersebut dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
Jangka waktu pengambilan deposito juga dapat diperpanjang secara otomatis dengan menggunakan sistem ARO (Automatic Roll Over). Dengan sistem tersebut, ketika deposito Anda sudah jatuh tempo akan diperpanjang dengan sendirinya sampai si pemilik mencairkannya. Dengan kata lain, uang Anda akan berakumulasi dengan sendirinya, oleh karena itu deposito merupakan pilihan favorit bagi orang-orang yang sedang mencari bahan investasi terutama bagi para investor pemula.
Deposito Terbagi dalam Tiga Jenis:
1. Deposito Berjangka
Deposito berjangka adalah jenis deposito yang paling sering digunakan. Sesuai namanya, ciri khas dari deposito berjangka adalah jenis tabungan berjangka yang dimunculkan menurut jangka waktu tertentu mulai dari 1, 2, 3, 6, 12, 18, atau 24 bulan sesuai dengan tanggal yang telah disepakati antara nasabah dan pihak bank. Oleh karena uang yang disimpan hanya bisa diambil ketika jatuh tempo oleh pihak yang tertera pada bilyetnya (bisa perorangan atau lembaga).
2. Sertifikat Deposito
Sertifikat Deposito adalah simpanan dana yang diberikan pada nasabah dengan jangka waktu 3, 6, atau 12 bulan yang disertai dengan sertifikat. Sertifikat tersebut tidak mengacu pada nama seseorang atau lembaga tertentu karena sertifikat tersebut nantinya dapat digunakan untuk memindahtangankan atau bisa juga dijual pada pihak lain. Pencairan bunga dari sertifikat deposito dapat dilakukan di muka, tiap bulan, atau tiap jatuh tempo, baik tunai maupun non tunai.
3. Deposito On Call
Deposito on call adalah tabungan berjangka dengan waktu minimal tujuh hari atau paling lama kurang dari satu bulan. Deposito ini diterbitkan dengan diatasnamakan oleh nasabah dan dalam jumlah yang besar. Besarnya bunga bisa dihitung perbulan tergantung negosiasi antara nasabah dengan pihak bank. Pencairan bunganya bisa dilakukan pada saat pencairan deposito on call dengan catatan bahwa nasabah sudah memberitahukan sebelumnya bahwa tabungannya akan diambil atau dicairkan.
KLIRING:
Kata kliring sebenanrya berasal dari istilah asing, yakni kata dalam bahasa Inggris yang berbunyi Clearing.
Kliring menurut Wikipedia adalah suatu istilah dalam dunia perbankan dan keuangan menunjukkan suatu aktivitas yang berjalan sejak saat terjadinya kesepakatan untuk suatu transaksi hingga selesainya pelaksanaan kesepakatan tersebut. Kliring dibutuhkan untuk mempercepat penyelesaian transaksi perdagangan yang membutuhkan perlengkapan aset transaksi.
Hal yang paling mudah dipahami dalam kliring adalah kesepakatan antar lembaga keuangan mengenai hutang piutang dalam suatu transaksi keuangan. Kliring melibatkan manajemen dari paska perdagangan, pra penyelesaian eksposur kredit, untuk memastikan bahwa transaksi dagang terselesaikan sesuai dengan aturan pasar, walaupun pembeli maupun penjual menjadi tidak mampu melaksanakan penyelesaian kesepakatannya.
Yang termasuk dalam proses kliring antara lain pelaporan / pemantauan, marjin risiko, netting transaksi dagang menjadi posisi tunggal, penanganan perpajakan dan penanganan kegagalan.
Secara umum kliring melibatkan lembaga keuangan yang memiliki permodalan yang kuat yang dikenal dengan sebutan Mitra Pengimbang Sentral (MPS) atau dalam istilah asingnya dikenal dengan central counterparty.
MPS ini menjadi pihak dalam setiap transaksi yang terjadi baik sebagai penjual maupun sebagai pembeli. Dalam hal terjadinya kegagalan penyelesaian atas suatu transaksi maka pelaku pasar menanggung suatu risiko kredit yang distandarisasi dari MPS .
Di Indonesia, kliring antar bank atas transfer dana secara elektronik dan cek dilakukan oleh bank sentral yaitu Bank Indonesia (BI). Sedangkan proses kliring atas transaksi efek dilaksanakan oleh PT. Kliring Penjaminan Efek Indonesia atau KPEI dan proses kliring atas transaksi kontrak berjangka dilaksanakan oleh PT. Kliring Berjangka Indonesia atau KBI.
Kliring ada tiga jenis dilebur jadi2, yakni antara lain:
Kliring Umum :Kliring Umum adalah sarana perhitungan warkat-warkat antar bank yang berada dalam suatu wilayah kliring yang telah ditentukan oleh Bank Indonesia.
Kliring antar cabang:Perhitungan warkat antar kantor cabang suatu bank peserta yang berada dalam satu wilayah kota. Kliring ini dilakukan dengan mengumpulkan seluruh perhitungan dari suatu kantor cabang ke kantor cabang lainnya yang bersangkutan pada kantor induk.
Kami akan menjelaskan proses kliring ketika seseorang melakukan transfer antar bank, yang mana biasanya proses ini memakan waktu yang tidak sebentar jika menggunakan sistem kliring. Proses tersebut sebagai berikut:
Nasabah mengisi form pengiriman dana dengan metode kliring pada bank dimana ia memiliki rekening misalnya bank A. Dalam form tersebut, dicantumkan pula bank lain yang dituju termasuk nomor rekening dan nama pemiliknya, misalnya bank B.
Bank A kemudian memproses data administratif tersebut, mengurangi saldo rekening pengirim dan mengajukan permintaan kliring ke bank B pada Bank Indonesia sebagai bank sentral pengatur kliring.
Bank Indonesia kemudian memproses data tersebut dan “memerintahkan” bank B menambahkan saldo kepada nomer rekening yang dituju.
Saldo rekening nasabah yang dituju di bank B akan bertambah.
Kliring terjadi ketika seseorang mencairkan cek dari bank lain, baik dalam maupun luar negeri. Prosesnya adalah sebagai berikut:
Nasabah membawa cek dan mengisi formulir pencairan cek di Bank A, sedangkan cek diterbitkan Bank B.
Bank akan memproses dan melakukan kliring terhadap cek tersebut. Cek dan bukti administratif lainnya akan diajukan ke Bank Indonesia.
Bank Indonesia akan memeriksa dokumen dan meneruskan kliring tersebut kepada bank penerbit cek (bank B).
Bank penerbit cek memberikan persetujuan dan validasi bahwa cek tersebut sah dan dananya ada.
Bank Indonesia akan meneruskan hal diatas kepada bank A yang dapat segera mencairkan dana nasabah dalam bentuk tunai atau saldo rekening sesuai keinginan nasabah.
Jadi pada intinya kliring adalah mempercepat transaksi keuangan supaya tidak terjadi keterlambatan penyelesaian pembayaran dalam suatu transaksi. Kliring juga dapat dikatakan sebagai transaksi utang piutang antar bank. Kami harap artikel yang menjelaskan proses kliring antar bank ini dapat bermanfaat untuk anda yang membutuhkan.
INKASO:
Bank menyediakan layanan untuk menagih pembayaran atas surat/dokumen berharga kepada pihak ketiga di tempat/kota lain di dalam negeri. Nama layanan ini disebut INKASO. Surat/dokumen berharga yang dapat diinkasokan adalah wesel/draft, cek bilyet giro, kuitansi, surat promes/aksep dan hadiah undian.
Manfaat INKASO:
Membantu lebih efektif dan efisien dalam penyelesaian tagihan antar kota
Lebih bonafid dan nasabah memiliki reputasi yang lebih jelas.
Persyaratan INKASO
Pengirim inkaso menyerahkan surat/dokumen berharga kepada cabang Bank untuk ditagihkan kepada pembayaran inkaso di tempat/kota lain di Indonesia.
INKASO(COLLECTION):
Inkaso Rupiah
Layanan Bank dalam rangka penagihan warkat-warkat valuta rupiah yang Bank tertariknya berada diluar wilayah Kliring.
Keuntungan
Kemudahan dalam penagihan pembayaran atas warkat-warkat dengan biaya yang kompetitif.
Ketentuan Umum
Dapat dilaksanakan di seluruh Kantor Cabang.
Tersedia bagi nasabah maupun bukan nasabah.
Warkat yang dapat di-inkaso-kan :
Warkat yg tertariknya Bank/Lembaga Keuangan bukan Bank (LKBB) antara lain Wesel, Cek, Bilyet Giro, Cek Perjalanan dan lain sebagainya.
Warkat yang tertariknya bukan Bank & juga bukan LKBB antara lain Wesel, Promissory Notes (Promes) yang tertariknya perorangan atau perusahaan.
Pembayaran hasil penagihan dapat dilaksanakan secara Tunai/Non Tunai
Collection (Inkaso Valuta Asing):
Layanan Bank Mandiri dalam rangka penagihan pembayaran atas warkat-warkat yang Bank tertariknya berada di Luar Negeri atau di Dalam Negeri namun Valuta Warkat dalam Valuta Asing.
Keuntungan:
Kemudahan dalam penagihan pembayaran warkat dalam valuta asing dengan biaya yang kompetitif.
Ketentuan Umum :
Dapat dilaksanakan diseluruh Kantor Cabang.
Tersedia bagi nasabah maupun bukan nasabah Bank Mandiri warkat yang dapat di-inkaso-kan : Bank Draft, Cheque, Internatinal Money Order.
Pembayaran hasil penagihan warkat dapat dilaksanakan secara Tunai/Non Tunai.
Inkaso iB atau Collection adalah suatu cara penagihan dengan cara mengirimkan dokumen kepada Bank dengan maksud mendapatkan pembayaran atau akseptasi atau berdasarkan syarat-syarat lainnya.
Jenis Inkaso iB ada 2 yaitu Clean Collection dan Documentary Collection, yaitu :
Clean Collection adalah suatu cara penagihan dengan cara hanya mengirimkan dokumen finansial kepada Bank dengan maksud mendapatkan pembayaran atau akseptasi tanpa mensyaratkan dokumen-dokumen lainnya.
Documentary Collection adalah suatu cara penagihan yang dilengkapi dengan cara mengirimkan dokumen finansial dan dokumen komersial kepada Bank dengan maksud mendapatkan pembayaran atau akseptasi.
diambil dari beberapa sumber

Produk Bank