Pentingnya Melek Finansial Sejak Dini.
Kita sebagai seorang manajemen, tidak hanya paham tentang apa itu manajemen di kampus ( Dasar2 Manajemen, yang intinya terdiri dari Planning,Organizing, Actuating dan Cotrolling, tapi juga paham tentang Manajemen keuangan kita secara pribadi ( take home pay).
“Pengetahuan dan pemahaman tentang konsep-konsep keuangan, dan keterampilan, motivasi dan kepercayaan diri untuk menerapkan pengetahuan dan pemahaman untuk membuat keputusan efektif berbagai konteks keuangan, untuk meningkatkan kesejahteraan keuangan individu dan masyarakat, dan untuk mengaktifkan partisipasi dalam kehidupan ekonomi.”
Definisi Allianz Utama Indonesia tentang Financial literacy :
Financial literacy adalah kemampuan dan wawasan mengenai keuangan yang dimiliki oleh setiap individu agar dapat membuat keputusan keuangan yang efektif. Setiap individu yang memiliki pengetahuan keuangan yang memadai akan memiliki pertimbangan yang lebih matang dalam memilih produk dan jasa keuangan yang dibutuhkan serta mampu menghindari risiko keuangan yang tidak diinginkan.
Rendahnya pendidikan keuangan di sekolah-sekolah.
Pendidikan keuangan adalah proses jangka panjang. Membangun minat dari usia dini memungkinkan anak-anak untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk membangun perilaku keuangan yang bertanggung jawab pada seluruh tahapan pendidikan mereka. Hal ini penting karena orang tua bisa saja satu saat jatuh sakit. Sehingga perlu dilengkapi untuk mengajar anak-anak mereka tentang uang, umumnya tingkat pendidikan keuangan di seluruh dunia cukup rendah,yang dimaksud disini adalah mengelola keuangan kita secara individu.
Ada pendapat tentang melek keuangan yaitu :
Penilaian pendidikan keuangan PISA 2012.
OECD “Program untuk penilaian pelajar internasional” (PISA) adalah pengujian 15 tahunan pada pengetahuan mereka tentang keuangan pribadi dan kemampuan untuk menerapkannya untuk masalah keuangan mereka.
Ini adalah studi internasional pertama skala besar untuk menilai pendidikan keuangan kaum muda.
Siswa dari 18 negara-negara ini juga akan menangani masalah-masalah yang berkaitan dengan pendidikan keuangan : Australia, Belgia (Flemish komunitas), Shanghai-China, Kolombia, Kroasia, Republik Ceko, Estonia, Perancis, Israel, Italia, Latvia, Selandia Baru, Polandia, Rusia, Republik Slovakia, Slovenia, Spanyol dan Amerika Serikat.
Aspek pendidikan keuangan yang akan diuji OECD PISA meliputi:
Bagaimana berurusan dengan rekening bank dan kartu kredit/debit.
Perencanaan dan pengelolaan keuangan.
Pemahaman pajak dan tabungan.
Risiko dan imbalan.
Hak konsumen dan tanggung-jawab dalam kontrak keuangan.
Hasil akan diterbitkan dalam studi PISA berikutnya, karena untuk rilis berikutnya ditentukan pada akhir-2013 atau awal-2014.
Peran lembaga keuangan
Dalam pendidikan keuangan:
Peranan Lembaga Keuangan mempunyai andil yang besar dalam keberhasilan pendidikan keuangan, untuk itu Lembaga Keuangan harus didorong untuk hal-hal sbb :
Lembaga Keuangan harus didorong menentukan persyaratan untuk menentukan jenis-jenis informasi baik itu produk atau jasa yang diberikan kepada klien.
Lembaga keuangan harus secara jelas membedakan antara pendidikan keuangan dan informasi keuangan dan “komersial” nasihat keuangan.
Lembaga keuangan harus didorong untuk memberikan informasi pada tingkat yang berbeda dalam rangka terbaik untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Pendidikan keuangan yang disediakan oleh lembaga keuangan harus dievaluasi secara berkala untuk memastikan memenuhi kebutuhan konsumen.( disesuaikan dengan Demand dan Supply kebutuhan seseorang/lembaga)
Lembaga keuangan harus didorong untuk melatih staf mereka pada pendidikan keuangan dan mengembangkan kode etik.
Untuk individu, rencana pensiun secara pribadi. Ketentuan oleh lembaga keuangan sesuai informasi keuangan dan pendidikan yang diperlukan untuk pengelolaan masa depan mereka, tabungan pensiun dan pendapatan harus dipromosikan.
Mengenai skema kerja, (dimana informasi terkait dan pendidikan harus disediakan dengan cara yang konsisten di seluruh skema) pendidikan keuangan dan kesadaran karyawan dan alat-alat kebijakan terkait harus lebih dipromosikan, baik untuk iuran yang pasti dan didefinisikan skema manfaatnya.
Bagi jasa keuangan yang memerlukan komitmen jangka panjang atau memiliki konsekuensi keuangan yang berpotensi signifikan, lembaga keuangan harus didorong untuk memeriksa bahwa informasi yang diberikan kepada klien mereka dibaca dan dipahami.
Secara pribadi pengelolaan keuangan kita, tersumber pada keadaan keuangan orang tua kita ( histories), meskipun ortu kita tidak mengajarkan secara langsung, tapi sebagai generasi penerus, kita melaanjutkan apa yang pernah dilakukan oleh ortu kita, misal ortu kita biasa hemat, ortu kita biasa menabung, ortu kita hidup sederhana/mewah,dll
( diambil dari beberapa sumber)

Melek Financial ( lanjutan )