Semester ini, penulis mengajar Analysis Credit, sehingga sangat perlu bagi penulis untuk menulis kembali tentang bunga kredit baik bunga flat maupun bunga efektif.
Saat dikelas, terdapat pertanyaat dari mahasiswa, bagaimana menentukan bunga bank, berdasarkan penulis baca di beberapa sumber, bunga bank( bunga pinjaman dan bunga tabungan) akan diperngaruhi oleh beberapa aspek, terutama aspek perekonomian.
Fokus penulis disini menulis tentang bunga kredit baik flat dan bunga efektif.
Ada dua teknik utama dalam menghitung bunga kredit, yaitu bunga flat, dan bunga efektif. Untuk bunga efektif agar pembayaran lebih mudah biasanya dimodifikasi menjadi bunga anuitas.
Bunga flat atau bunga tetap adalah perhitungan bunga yang paling mudah ditemui dan paling mudah dihitung.
Dalam perhitungan bunga flat, bunga kredit dan cicilan pokok yang dibayar setiap bulannya tetap atau flat.
Bunga flat biasanya dipakai untuk kredit konsumer berjangka pendek seperti kartu kredit, kredit multiguna, kredit tanpa agunan (KTA), kredit kendaraan bermotor, dll.
Namun yang perlu diwaspadai, suku bunga flat terkesan lebih rendah dibanding suku bunga efektif. Padahal bila dihitung-hitung bunga flat bisa dua kali lebih besar dibanding bunga efektif atau bunga anuitas.
Untuk lebih jelas, silakan lakukan simulasi di perbandingan bunga kredit, dan konversi bunga kredit.
Perhitungan Bunga Flat
Prinsip dari bunga flat adalah, cicilan pokok dan bunga per bulannya tetap.
Misal:
P = pokok pinjaman
i = suku bunga per tahun
t = lama kredit dalam bulan
Maka:
Cicilan pokok per bulan = P / t
Bunga per bulan = P x i / 12
Total bunga yang harus dibayar = P x i / 12 x t
Contoh kasus:
Ali mendapatkan kredit KTA sebesar Rp 12.000.000,- dengan jangka waktu kredit 24 bulan. Bank pemberi KTA tersebut memberikan bunga setahunnya 11%.
Berapakah angsuran per bulan yang harus dibayar oleh Ali?
P = Rp 12.000.000,-
i = 11%
t = 24 bulan
Cicilan pokok = Rp 12.000.000,- / 24 = Rp 500.000,-
Bunga = Rp 12.000.000,- x 11% / 12 = Rp 110.000,-
Angsuran per bulan = Cicilan pokok + Bunga = Rp 610.000,-, disini penulis berikan perhitungannya
BLN BUNGA POKOK ANGSURAN SISA PINJAMAN
1 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 12.000.000 – 500.000=11.500.000
2 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 11.500.000 – 500.000= 11.000.000
3 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 11.000.000 – 500.000=10.500.000
4 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 10.500.000 – 500.000=10.000.000
5 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 10.000.000 – 500.000=9.500.000
6 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 9.500.000 – 500.000=9.000.000
7 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 9.000.000 – 500.000=8.500.000
8 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 8.500.000 – 500.000=8.000.000
9 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 8.000.000- 500.000=7.500.000
10 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 7.500.000 – 500.000=7.000.000
11 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 7.000.000 – 500.000=6.500.000
12 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 6.500.000- 500.000=6.000.000
13 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 6.000.000- 500.000= 5.500.000
14 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 5.500.000 – 500.000=5.000.000
15 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 5.000.000 – 500.000=4.500.000
16 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 4.500.000 – 500.000=4.000.000
17 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 4.000.000 – 500.000=3.500.000
18 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 3.500.000 – 500.000=3.000.000
19 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 3.000.000 – 500.000=2.500.000
20 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 2.500.000 – 500.000=2.000.000
21 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 2.000.000 – 500.000= 1.500.000
22 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 1.500.000 – 500.000=1.000.000
23 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 1.000.000 – 500.000= 500.000
24 Rp.110.000,- Rp.500.000,- Rp.610.000,- 500.000 – 500.000= 0
TOTAL Rp2.640.000,- Rp.12.000.000,- Rp14.640.000,-

Keuntungan Perhitungan Bunga Flat
1)Mudah dihitung
2)Setiap bulan pokok cicilan, bunga dan angsurannya tetap
Kerugian Perhitungan Bunga Flat
1)Suku bunga flat, kadang “menipu” konsumen karena terkesan lebih rendah
2)Bunga total yang dibayar lebih banyak daripada dengan bunga efektif
Bunga hanya dihitung dari sisa pinjaman yang belum dikembalikan. Jadi bila kita sudah mencicil beberapa kali, maka bunga dihitung dari sisa pinjaman yang belum dicicil.
Karena bunga yang dibayar semakin mengecil, maka angsuran per bulannya jadi semakin sedikit.
Bunga efektif biasanya dipakai untuk kredit berjangka menengah sampai panjang misalnya KPR, kredit usaha, dll.
Perhitungan Bunga Efektif
Prinsip dari perhitungan bunga efektif, adalah cicilan pokok per bulannya tetap, dan bunga per bulan dihitung dari sisa cicilan yang belum dibayar.
Misal:
P = pokok pinjaman
i = suku bunga per tahun
t = lama kredit dalam bulan
Maka:
Cicilan pokok per bulan = P / t
Bunga bulan ke z = (P – ((z – 1) x Cicilan pokok )) x i / 12
Contoh kasus:
Budi meminjam uang di bank sebesar Rp 60.000.000,- dengan bunga kredit efektif 14% per tahun. Bank memberikan kredit dengan jangka waktu 60 bulan.
Berapakah angsuran yang harus dibayar Budi?
P = Rp 60.000.000,-
i = 14%
t = 60 bulan
Cicilan pokok per bulan = Rp 60.000.000,- / 60 = Rp 1.000.000,-
Bunga bulan ke-1 = (Rp 60.000.000,- – (0 x Rp 1.000.000)) x 14% / 12 = Rp 700.000,-
Cicilan bulan ke-1 = Rp 1.000.000,- + Rp 700.000,- = Rp 1.700.000,-
Bunga bulan ke-2 = (Rp 60.000.000,- – (1 x Rp 1.000.000)) x 14% / 12 = Rp 688.333,33
Cicilan bulan ke-2 = Rp 1.000.000,- + Rp 688.333,33 = Rp 1.688.333,33
Bunga bulan ke-3 = (Rp 60.000.000,- – (2 x Rp 1.000.000)) x 14% / 12 = Rp 676.666,67
Cicilan bulan ke-3 = Rp 1.000.000,- + Rp 676.666,67 = Rp 1.676.666,67
……
Bunga bulan ke-11 = (Rp 60.000.000,- – (10 x Rp 1.000.000)) x 14% / 12 = Rp 583.333,33
Cicilan bulan ke-11 = Rp 1.000.000,- + Rp 583.333,33 = Rp 1.583.333,33
…dan seterusnya

sementara tabel bunga efektif, penulis berikan pada episod berikutnya ya
( diambil dari beberapa sumber)

BUNGA KREDIT : FLAT dan EFEKTIF