Ada yang bosan dengan rutinitas sebagai karyawan, beralih berwirausaha, ada yang tetap sebagai karyawan yang inginmenambah pemasukan.
Testimoni dari beberapa yang berwirausaha adalah :
Mau ikutan saran super perencana keuangan kondang yang bilang gaji di-pecah2 di awal bulan biar bisa nabung, tetap saja enggak ngaruh, duit di saldo terus2an berkurang, apanya coba yang di-pecah2 lantarn gaji habis buat bertahan hidup. Tabungan mungkin bisa nambah kalau melaksanakan diet super ketat plus puasa terus2 san tiap bulan.
Bosan jadi karyawn, pengen nyalurin hobi, dan lumayan buat nambah2 pemasukan.
Solusi Si Super Perencana “ jika anda udah hemat habis2an, tapi selalu aja gaji bulanan habis ditengah jalan, yang dilakukan bukan memaksakan berhemat lagi, tapi tingkatkan pendapatan.
Pertanyaannya bagaimana caranya biar pendapatan bertambah?
Solusi Super Perencana “ cari sumber pendapatan baru, berwirausaha adalah salah satu jawaban.
Saya bingung mau mulai bisbis, apalagi yang bermodal sedikit( cekak ), dan ada aspek psichologis , merasa malu kalau bisnis masih terlihat kecil, khawatir keuntungannya enggak cukup,target tidak tercapai, belum banyak pengalaman, dan masih banyak lagi.
Sebagai wirausaha pemula, biasanya kelabakan bagaimana awalnya.
Solusi Super Perencana “ hampir semua pemula berwirausaha punya aspek psikologi yaitu modal cekak, belum berwawasan wirausaha, masih banyak lagi”
Yang paling penting adalah” Action” bukan wacana, bisnis apa, berapa modal awal, kapan memulainya.
Pada intinya kita harus punya mental bisnis, maka bisnis apapun akan berjalan. Ketika mental bisnis sudah tertanam kuat, maka berbisnis dengan cara serabutan akan sering dilakukan, sebagaimana orang kepepet, yang akan termotivasi untuk melakukannya (action), missal kepepet pingin punya rumah, kepepet pingin nikah, kepepet pingin punya rumah, kepepet pingin punya mobil, dll asal halal atau baik, bisa kita lakukan.
Sebagai bisnis pemula, sebaiknya mempelajari dulu berwirausaha, misalnya magang pada bisnis yang akan kita geluti, intinya sebelum menetukan pilihan bisnis, pelajari dulu pengetahuan dan pengalaman mengenai pengelolannya, misal pingin bisnis isi ulang pulsa hp dan perlengkapannya, kita harus terjun ke bisnis isi ulang hp tsb, dll
Jangan jadi alas an modal cekak, menyerah untuk berwirausaha
Kita lihat bisnis usaha kecil, atau usaha mikro yang paling tidak terkena krisis, yang banyak menimpa pebisnis beberapa waktu yang lalu.
Intinya banyak orang yang sukses, diawali dari UK atau UM yang dengan ketekunanya menjadi kongklomerat papan atas, misal, Lim Soe Liong. Memang modal cekak menjadi penghambat berwirausaha, tapi saat ini sudah ada modal pinjaman (hutang) yang disediakan oleh Bank2 di Indonesia, pemerintahpun punya program untuk memperdayakan UKM, juga tersedia leasing( perusahaan pembiayaan).
Testimoni :
Misalnya si Jamal yang berbisnis warung makan, tapi modalnya hanya cukup untuk beli peralatan masak dan beberapa meja,kursi. Jamal kemudian mengajukan kredit UKM untuk menyewa tempat bisnis dan menambah meja kursi, Jamal mengajukan 100 juta untuk buka usaha warung dengan jaminan rumah orang tuanya yang sudah dusetujui orang tuanya. Jamal menyiapkan persyaratan kredit sebagai dokumen yaitu: KTP,KK,NPWP/SPT, Rekening 3 bulan terkhir, karena jamal berstatus sebagai karyawan maka juga mempersiapkan slip gaji, dan membuat proposal kredit agar pihak Bank menerima permohonanya.
Dalam proposal itu, Jamal menjelaskan :
Tujuan kredit, yaitu
1.membuka warung makan dengan rincian biaya pembelian meja kursi, sewa tempat dan lain2 yang berkaitan dengan bisnis warung.
2.mekanisme angsuran, yaitu kemampuan mengangsur dan jangka waktu(periode) angsuran
3.rincianUKM yang akan dibuka, yaitu: jenis usaha, perizinan, target pendapatan, perhitungan pengeluaran.
Menurut Undang2 no.20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, ada 3 jenis UMKM yaitu :
1.Mikro : pengusaha memiliki kekayaan paling banyak Rp.50 jt, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, atau memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp.300 jt.
2.Kecil : pengusaha memiliki kekayaan bersih Rp.50 jt sd. Rp.500 jt, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, atau memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp.300 jt sd Rp.2,5 miliar.
3.Menengah : pengusaha memiliki kekayaan bersih Rp.500 jt sd. Rp.10 miliar, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, atau memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp.2,5 miliar sd. Rp50 miliar.
Keuntungan menggunakan Kredit UKM Bank, bunganya lebih rendah dari pada leasing da nada kesempatan untuk mendapatkan pendampingan usaha dari bank yang bersangkutan, sejumlah bank memiliki program pendampingan pebisnis UKM, agar bisnis tersebut maju dan tidak terjadi kredit macet, misalkan BRI yang memiliki Teras BRI Nusantara.
Jamal memilih pinjaman dengan jaminan, karena membutuhkan dana yang relative besar, dan diapunya asset yang bisa dijaminkan, dan kredit dengan jaminan bunganya relative kecil.
Diambil dari beberapa sumber, diantaranya blog.duitpintar.

Berwirausaha Karena Penting Buat Menambah Pemasukan