Umur 20-an adalah usia yang menentukan bagi berbagai lini kehidupan seseorang. Di usia tersebut kedewasaan sudah mulai terbentuk dengan baik, pilihan-pilihan hidup juga sudah bisa diambil dengan rasional.
Anak muda identik dengan kebiasaan hura-hura menghabiskan uang meski tak dipungkiri ada juga yang dapat memenuhi kebutuhan serta keinginan dari jernih payah sendiri. Namun, sebaiknya perlu disadari tak sekadar untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan semata, fungsi dari uang itu sendiri lebih berarti.
Terlebih saat dalam keadaan darurat, alih-alih punya uang simpanan sendiri, tapi justru harus berutang pada orang lain karena tak punya simpanan dana. Menabung bukanlah satu-satunya jalan untuk memiliki simpanan dana pribadi, melainkan bisa juga lewat investasi.
Belum lagi paradigma yang tersebar luas sekarang ini seringkali menganggap bahwa anak muda belum memerlukan investasi. Mereka baru memerlukan investasi bila sudah terbilang mapan dan berkeluarga.
Padahal, sebenarnya anak muda berusia 20 tahun pun sudah dapat berinvestasi demi masa depan yang lebih cerah.
Hanya saja mereka bingung untuk memilih bentuk investasi apa yang cocok untuknya. Sehingga, bila di masa yang akan datang mereka membutuhkan dana, mereka pun bisa mendapatnya dari hasil investasi masing-masing.
Nah, berikut ada 5 jenis investasi yang layak dicoba untuk anak muda berusia 20 tahun antara lain:
1.Mulai dari :Emas
“Duh, nyesel dulu tawaran itu gak diambil,” kata Budi, yang baru menginjak usia 30 tahun. Setelah ngerayain ulang tahun, dia merenung sejenak.
Ternyata, selama 10 tahun ke belakang banyak hal yang dia lewatkan. Yang paling utama, dalam masalah finansial.
Statusnya yang cuma pegawai kantor biasa, bikin rencana pernikahannya terus ketunda. Alasannya klasik: bujet mepet.
Dia sempet mau buka usaha sendiri pas umur 20 tahun lebih dikit biar gak terus jadi karyawan buat orang lain. Tapi dia merasa mental dan modalnya belum siap.
Cuma merasa, tapi terus mundur. Itulah salah satu yang bikin dia nyesel sekarang. Seandainya ada mesin waktu, dia pasti akan ngasih sederet nasihat keuangan buat dia yang waktu umur 20 tahun biar keadaan berubah.
Berikut ini nasihatnya:

1. Hidup bukan kayak air
Hidup itu sebentar, makanya rencanakanlah hidupmu biar indah dan berguna buat sesama
Hidup ini harus ada target. Umur segini harus punya tabungan segini. Umur sekian harus udah bisa beli kendaraan, dan seterusnya. Keliru kalau biarin hidup ini kayak air, yang terus mengalir tanpa tahu ke mana.
2. Nabung gak cukup
Menabung duit recehan memang berguna. Tapi ya masa seumur hidup mau menabung koin?
Nyisihin gaji buat ditabung itu harus. Tapi gak cukup. Bunga tabungan yang relatif kecil gak sebanding dengan inflasi yang terus menggerogoti gaji dari tahun ke tahun. Solusinya: investasi.
3. Tanam duit
Pohon duit memang nggak ada, tapi duit itu bisa ditanam kok. Iya ditanam lewat investasi tentu saja
Selain ditabung, duit penghasilan sebisa mungkin diolah agar lebih beranak-pinak. Untuk permulaan, bisa coba reksa dana yang dengan modal Rp 100 ribu per bulan saja udah bisa jadi investasi yang menjanjikan
4. Media sosial vs realitas sosial
Sosial media vs realita itu beda banget. Jangan sampai menganggap sosial media sebagai hidupmu ya.
Boleh sesekali buka Facebook atau Twitter. Tapi harus ingat, ada dunia lebih luas yang bisa dilihat di luar sana. Sosialiasi secara nyata sering lebih bermanfaat ketimbang via Internet. Dari suatu komunitas nyata bisa muncul ide baru untuk dipraktekkan.
5. Piknik itu perlu
Piknik nggak harus seminggu sekali sih. Yang penting kamu bisa melepas penat
Kerja memang harus giat. Tapi piknik jangan sampai ditinggalkan. Bertualanglah untuk belajar, mengetahui, dan menguasai hal baru. Jangan sampai teronggok di pojok dengan hal itu-itu saja yang bikin hidup gak berkembang.
6. Jagoan menang belakangan
Sesekali ngalah dong! Jangan maunya menang sendiri terus!
Dalam hidup, mengalah itu bukan berarti kalah. Gak perlu nonjolin ego. Sesekali boleh mengalah buat rekan kerja, bos, atau siapa pun. Tapi kemudian buktikan bahwa yang berbuah hasil maksimal adalah idemu, bukan mereka.
7. Kamu bukan peramal
Nasib apes bisa menimpa siapa aja. Asuransi penting karena siapa pun bisa celaka di mana pun dia berada. Bolehlah kamu anggap remeh asuransi, kalau kamu bisa ngeramal masa depan.
Hari gini gak punya asuransi?
[Baca: Melihat Pentingnya Asuransi bagi Masa Depan Keuangan]
8. Belajar dari Jepang
Jepang terkenal karena kedisiplinannya. Setelah porak-poranda abis kalah perang dunia, negara itu langsung melejit jadi salah satu yang terkuat di Asia. Rahasianya: disiplin tingkat tinggi dari hal remeh-temeh kayak bangun pagi sampai menata pendapatan dan pengeluaran tiap hari.
Disiplin itu salah satu kunci kesuksesan loh!
9. Keinginan bukanlah kebutuhan
Kerap kali hal yang diinginkan bukanlah apa yang dibutuhkan. Misalnya ada handphone keluaran terbaru, pengin beli. Padahal handphone lama masih oke performanya. Handphone baru buat apa? Pamer? Lebih penting pamer ketimbang nabung buat masa depan?
Bedakan dong mana yang keinginan dan mana kebutuhan, Meski Hobi Koleksi Sepatu, Coba Tahan Hasrat Itu Sedikit. Ini Sebabnya!
10. Musuh terbesar adalah ketakutan
Yang sering bikin orang susah maju adalah ketakutan. Mau ngusulin ide saat meeting, takut gak diketawain. Mau buka usaha, takut bangkrut. Kalau takut terus, ya sudah, nikmati aja hidup yang monoton dan terbatas.
Semua manusia hidup pasti punya rasa takut
Penyesalan selalu datang belakangan. Kalau saja 10 nasihat keuangan itu ada yang ngasih ke Budi 10 tahun lalu. Mungkin sekarang dia udah jadi bos, bukan meratapi isi dompetnya.
Sekarang, pertanyaannya, apa yang mesti kita lakukan agar bisa kaya di usia 20-an? Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mewujudkannya.
<strong>Ini dia ulasannya.
1. Awali Semuanya dari Mimpi
“I Have a Dream” Sebuah petikan ucapan pidato Martin Luther Junior yang menunjukkan kalau ia memiliki sebuah mimpi. Dalam konteks bahasan kita, ucapan itu juga sangat bermakna lho! Karena hal inilah yang akan memacumu untuk mewujudkannya. Jadi, mulailah bermimpi.
2. Pilih Pendidikan yang Tepat
Nah, untuk yang masih belum melanjutkan pendidikan. Mulailah berpikir untuk melakukannya, namun jangan sampai salah pilih yaa. Ambil jurusan yang sesuai dengan minat. Karena orang-orang sukses biasanya mendalami hal yang paling dia sukai dalam hidup. Jangan dengarkan kata orang lain yang menghina pilihan Anda. Mintalah saran dari orang terdekat, agar meyakinkan Anda, apakah pilihan itu tepat atau tidak.
3. Cari Kerja atau Buat Usaha?
Bila sudah lulus pendidikan, ada dua pilihan yang bisa diambil. Mau langsung cari kerja, atau membuka lapangan kerja bagi orang lain. Dua-duanya tidak ada yang salah, namun, jumlah orang kaya dari membuat usaha jelas lebih banyak dari yang hanya berkerja. Namun, membuat bisnis memang memiliki risiko, apalagi dia membutuhkan modal yang kadang-kadang sangat besar.
Sebagai permulaan, cobalah tetap mencari pekerjaan. Nantinya, tidak perlu meninggalkan pekerjaan itu kalau belum yakin berbisnis. Selanjutnya mulailah mencoba mendirikan usaha di bidang yang diminati secara paruh waktu. Untuk saran, jalankan usaha yang sifatnya tidak memakan banyak waktu, seperti via online yang bisa dikerjakan kapan saja. Ketika sudah berhasil menghasilkan laba, mulailah untuk melebarkan sayap dengan fokus mengurus bisnis.
4. Jangan Boros
Ini dia yang sering dilakukan oleh para generasi usia 20-an saat ini, boros! Mentang-mentang sudah mampu menghasilkan uang, kebanyakan langsung ingin memiliki ini dan itu yang membutuhkan banyak pengeluaran. Maklum, karena perubahan status ini, biasanya selalu diikuti dengan perubahan gaya hidup. Nah, hal ini yang mengakibatkan uang gaji bulanan selalu jadi korbannya.

Selain itu, tidak perlu membuat kartu kredit, karena bila tidak cakap memakainya. Bukannya untuk yang datang, malah utang menumpuk yang memburu kita untuk segera dilunasi. Nah, dengan begitu, mulailah menabung, jangan tergoda untuk belanja atau jalan-jalan pakai uang tersebut. Karena fungsinya di masa depan bisa menyelamatkan hidupmu!
5. Mulailah Berinvestasi
Apakah menabung saja sudah cukup? Belum. Karena, Anda masih butuh cara lain untuk membantu mengamankan masa depan. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan berinvestasi. Bagaimana caranya? Ada banyak, bisa membeli reksadana, saham, emas, rumah, dan sebagainya sesuai kemampuan.
Bagi yang tidak memiliki banyak modal, mulailah dari yang tidak membutuhkan dana besar seperti saham atau reksadana. Karena membeli rumah, emas tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Selain itu, hanya dengan uang sekitar Rp 100.000 per bulan, kita juga sudah bisa menelurkan uang di saham dan reksadana. Murah bukan?
6. Lindungi Diri Dengan Asuransi
Menabung sudah, berinvestasi juga sudah, apalagi yang belum? Ada, yaitu memiliki asuransi. Jangan karena menganggap usia masih muda, sudah mendapat asuransi dari kantor, atau bahkan masih dimodali orang tua, kita menjadi ogah membeli asuransi. Padahal, produk perlindungan ini sangat berguna lho!
Cobalah untuk menyisihkan uang bulanan untuk membeli asuransi kesehatan atau asuransi jiwa. Nantinya, layanan itu akan sangat berguna sebagai dana darurat yang bisa melindungi tabunganmu agar tidak terkurashabis jika terjadi sesuatu. Karena itu, yuk mulai berasuransi.
7. Kerja Keras dan Kerja Pintar
Inilah ujung dari semuanya, kerja keras saja tidaklah cukup, karena kita perlu kerja pintar, begitu juga sebaliknya. Percuma kita sudah kerja pontang-panting habis-habisan kalau tidak didukung oleh pengetahuan yang mumpuni. Selain itu, percuma pendidikan kita tinggi kalau bekerja malas-malasan.
Mumpung masih muda, gunakan waktu sebaik mungkin untuk fokus mewujudkan impian.Mulailah dengan datang pagi ke kantor, selesaikan pekerjaanmu semaksimal mungkin. Manfaatkan berbagai sarana dan teknologi yang tersedia untuk membantu pekerjaan dan menambah pengetahuan. Terakhir, perbanyak koneksi dan relasi bisnis, lalu jangan ragu untuk mulai berinvestasi. Dijamin tidak akan menyesal kok. Selamat berusaha ya!

Umur 20 tahun nan Boleh Berinvestasi ?