Lebaran telah usai. Namun banyak hal yang kita terpaksa harus pikirkan setelah kembalinya kita dari kampung halaman, salah satunya biaya hidup bulanan pasca lebaran.
Usai sudah libur Lebaran. Usai pula acara bersilaturahmi dengan kerabat terdekat. Waktunya kembali ke rumah dan kota tempat kita meraih rejeki. Sekembalinya dari liburan, persoalan umum yang sering kita hadapi adalah, apakah kita mempunyai dana yang cukup sampai waktu gajian kembali ? Bukan hanya cash yang dipikirkan, tetapi pertanyaan yang serupa adalah, apakah kita mempunyai beban tunggakan pembayaran seperti kartu kredit, cicilan dan sejenisnya ? Biasanya, kita akan mengandalkan uang gaji (yang diterima sebelum libur Lebaran) juga THR (Tunjangan Hari Raya). Tetapi, persoalan yang sering timbul adalah, Apakah semua itu cukup ? Beruntunglah orang yang pandai mengelola keuangan sehingga tidak akan mengalami permasalahan usai libur Lebaran. Tapi bagaimana dengan sebagian orang yang mengalami kesulitan dalam mengatur keuangan setelah liburan ?Tanpa kita sadari terkadang kita mengeluarkan banyak pengeluaran saat liburan Lebaran. Bisa berupa pembelian buah tangan untuk kerabat di kampung halaman. Ataupun pengeluaran yang besar untuk pembelian gadget, Korden baru,Sofa baru atau perabotan rumah tangga baru atau lainnya yang nominalnya cukup besar untuk hal yang baru di hari raya atau lebaran yang nota bene 1 tahun sekali. Ataupun menjamu kerabat di daerah dengan menggunakan kartu kredit ( saya sih punya credit card, tapi tahu akibatnya, sehingga hamper tidak pernah terpakai, terpakai kalau keluar kota harus nunggu lama pakai pesawat yang kadang delay, jadi terpakai untuk ke longe di bandara saja).
Pelajari sebab-sebab pembengkakan dari anggaran yang telah kita rencanakan. Hal ini untuk mengantisipasi libur Lebaran tahun mendatang. Lebih bijak lagi bila kita sudah menganggarkan pengeluaran libur Lebaran untuk tahun mendatang. Beri kenaikan 10 s/d 15 persen dari total pengeluaran tahun ini. Lalu bagilah angka tersebut dengan 11. Angka yang didapat itulah dana yang harus kita sisihkan setiap bulannya untuk 11 bulan mendatang. Karena kalender Islam biasanya maju 10 hari setiap tahunnya. Sehingga hanya tersisa 11 bulan untuk menabung dana tersebut. Dana itu dapat kita simpan dalam bentuk tabungan, deposito ataupun dalam bentuk logam mulia yang dapat kita cairkan tahun mendatang, kalau saya pakai cara tradisional yaitu nabung pakai celengan dari tanah liat yang dapat di kepruk( diambil saat lebaran nanti).Sebaiknya, mulai sekarang kita dapat mengelola keuangan untuk libur Lebaran secara bijak. Mulailah dengan menghitung kembali segala pengeluaran yang telah kita keluarkan untuk libur Lebaran tahun ini. Bila kita telah membuat perencanaan pengeluaran keuangan, coba dicek kembali, apakah pengeluran yang telah dikeluarkan telah sesuai dengan yang kita anggarkan ataukah terjadi pembengkakan ?
Bagaimana jika pengeluran sudah terlanjur lebih besar dari yang telah kita anggarkan ? Maka kita harus mengecek kembali sisa dana tunai yang masih tersisa. Prioritaskan untuk membayar tagihan yang belum terbayar. Jika kita telah menggunakan kartu kredit yang cukup besar, cairkan sebagian investasi untuk menutup utang atau penggunaan kartu kredit tersebut. Mengapa ? Karena dana investasi yang biasanya berbentuk tabungan atau deposito, kita hanya akan memperoleh bunga sekitar 2% sampai dengan 6% per-tahun. Sedangkan bunga kartu kredit besarnya antara 2,5% s/d 4% per-bulan. Sehingga lebih realistis jika kita melunasi pemakaian kartu kredit daripada terkena biaya bunga yang tinggi.
Kurangi segala pengeluaran yang tidak terlalu penting selama 1 sampai 2 bulan ke depan. Sehingga kita memiliki persediaan uang tunai untuk membayar pengeluaran yang besar selama libur Lebaran. Kemudian tahan keinginan untuk membeli barang konsumtif yang bernilai besar. Dengan demikian kita akan dapat menghemat uang tunai dalam jangka pendek. Jika memungkinkan, carilah pendapatan sampingan yang sifatnya cepat seperti memberi les pelajaran ataupun dengan mengirimkan artikel pada salah satu surat kabar atau majalah( itu sih nggak sebanyak seperti pengeluaran kita) Saat kembali bekerja mulailah menata kembali arus kas antara pendapatan dan pengeluaran dengan baik. Setelah semua tertata baik, mulailah memikirkan untuk bertindak untuk menabung lagi atau berinvestasi.
Jika kita menyadari bahwa pengeluaran untuk libur Lebaran tahun ini terjadi pembengkakan dari perencanaan semula, tidak perlu menyesalinya. Ambil pelajaran yang berharga, tulis atau catat pengalaman yang baik dan buruk. Gunakan di tahun mendatang. Dengan perencanaan yang matang, mudah-mudahan keuangan kita tidak akan mengalami kebocoran kembali di tahun –tahun yang akan datang.
Tidak sedikit orang yang keuangannya menipis atau kanker (kantong kering) pasca lebaran. Banyaknya keperluan sebelum dan sesudah lebaran membuat pengeluaran membengkak. Agar bisa bertahan pasca lebaran, ini cara mengatur keuangan dari Perencana Keuangan ternama, Lisa Soemarto.

Lisa menjelaskan, biaya untuk lebaran sebaiknya dimasukkan ke dalam anggaran tahunan. Tidak lupa menyertakan anggaran bulan puasa ke dalam dana menyambut Hari Raya. Kegiatan saat Ramadan penting diperhitungkan karena umumnya pengeluaran ketika bulan puasa lebih banyak dari biasanya.

“Dalam pengaturan anggaran, ada anggaran bulanan, tahunan, dan jangka panjang. Biaya selama Ramadan nggak kecil jadi nggak mungkin nggak dibudgetin. Yang berhubungan dengan Ramadan sebaiknya dimasukkan ke anggaran tahunan,” jelas Lisa saat berbincang dengan wolipop beberapa waktu lalu di Steakology, Tebet Raya, Jakarta Selatan.

Mengapa harus menjadi anggaran tahunan? Biaya lebaran dimasukkan ke dalam anggaran tahunan untuk mengurangi beban pengeluaran Anda, terutama bagi yang sudah berkeluarga. Ibu dua anak ini menuturkan, jika belum memasukkan biaya lebaran sebagai anggaran tahunan seharusnya dana tersebut sudah disiapkan maksimal tiga bulan sebelum Idul Fitri. Jika tidak, siap-siap saja pengeluaran Anda membengkak setelah Hari Raya.

Lisa mengatakan bahwa anggaran untuk lebaran tidak perlu terlalu besar. Cukup sekitar 5 persen setiap bulan dari penghasilan yang diperoleh saat ini. “Sebenarnya dana yang disisihkan untuk jangka pendek, menengah, dan jangka panjang itu kan kira-kira 30 persen ya. Kalau dana lebaran karena masih 12 bulan, itu hanya memakan 3% sampai 5% saja, cukup untuk mudik juga kok,” urai Trainer International Association of Registered Financial Consultans (IARFC) itu.

Oleh sebab itu, jika Anda baru mau menyiapkan dana lebaran beberapa minggu sebelum Idul Fitri, jangan kaget kalau keuangan pasca lebaran menipis atau bahkan memiliki hutang. Anda juga disarankan tidak hanya mengandalkan Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaan karena THR saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan lebaran.

“Banyak orang berpikiran ‘Ah, nanti kan ada THR’, tapi dari THR ini kita ada kewajiban-kewajiban yang harus dibayarkan juga seperti menggaji dan memberikan THR ke karyawan rumah,” tutupnya.
Cara Sehatkan Kembali Keuangan Kita Pasca Lebaran
Lebaran telah usai. Namun banyak hal yang kita terpaksa harus pikirkan setelah kembalinya Anda dari kampung halaman, salah satunya biaya hidup bulanan pasca lebaran. Alih-alih ingin menikmati Lebaran dengan uang THR yang kita miliki, kita lupa menyisihkan uang untuk kebutuhan pasca Lebaran. Hal ini tentu saja akan menyusahkan kita, karena bingung mengalokasikan dana terbatas yang kita miliki. Selalu ada obat untuk setiap penyakit, dan selalu ada cara kembali untuk sehat. Termasuk menyehatkan kembali keuangan Anda usai Lebaran.
Lakukan hal ini untuk menyehatkan kembali keuangan Anda pasca Lebaran :
1. Periksa Kembali Keuangan Anda
Sama seperti tubuh ketika sakit, Anda harus terlebih dahulu memeriksakan kondisi tubuh untuk tahu tubuh bagian mana saja yang harus Anda obati. Begitu juga dengan keuangan Anda yang sakit pasca Lebaran. Periksalah kembali pengeluaran-pengeluaran apa saja yang dapat Anda batasi. Pisahkan antara kebutuhan menurut waktu pemenuhannya, antara kebutuhan yang mendesak dengan kebutuhan yang dapat Anda tunda. Buatlah daftar dan catat apa saja yang dapat dilakukan untuk menyehatkan kembali keuangan Anda.
2. Menyusun Kembali Anggaran
Menyusun kembali anggaran pengeluaran Anda, adalah salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk menyehatkan kembali keuangan pasca Lebaran. Anda bisa memulainya dengan melakukan satu hal, yaitu membatasi pengeluaran bulanan Anda selain sandang dan pangan. Misalkan Anda biasa mengeluarkan uang sebesar Rp. 300 ribu setiap bulannya untuk internet, Anda bisa men-stop atau mengurangi biaya menjadi Rp100 ribu sebulan, sisa dana dari biaya tersebut dapat Anda gunakan unuk keperluan Anda sehari-hari, seperti uang makan sehari-hari ataupun ongkos bekerja.
3. Tetapkan /Batasi Pengeluaran Biaya Harian
Apakah Anda lebih sering makan siang di luar kantor, cobalah untuk mulai membawa makanan dari rumah. Bangunlah lebih awal agar Anda sempat membuat sarapan serta makan siang yang akan Anda bawa ke Kantor. Hal ini tentu saja dapat menolong Anda menyehatkan kembali keuangan Anda pasca Lebaran. Atau jika Anda menggunakan mobil, untuk sementara ini cobalah untuk naik kendaraan umum, untuk menekan biaya BBM yang harus Anda keluarkan. Cara ini tidak hanya menghemat pengeluaran Anda, namun dapat menjaga pola makan Anda untuk tetap makan makanan sehat yang Anda buat dari rumah.
4. Tetapkan Berapa Biaya Harian Yang Boleh Anda Keluarkan
Menetapkan berapa biaya yang Anda boleh keluarkan. Misalkan, setiap harinya Anda menetapkan Rp60 ribu untuk kebutuhan belanja. Konsistenlah mengeluarkan uang dalam jumlah yang sama setiap hari. Jika Anda terbiasa mengambil uang dalam jumlah besar, segera pisahkan uang yang akan Anda gunakan. Dan ingat jangan bawa uang lebih banyak dari yang Anda butuhkan, biasakan diri Anda menggunakan uang secukupnya. Jangan sesekali tergoda untuk melanggarnya yah.
5. Tunda Belanja Barang yang Tidak Anda Butuhkan
Untuk sementara waktu, tundalah belanja barang-barang yang tidak Anda butuhkan. Dalam situasi krisis pasca Lebaran seperti ini, menahan diri dari godaan belanja barang-barang yang Anda suka namun tidak terlalu Anda butuhkan sangatlah disarankan. Bersabarlah sampai keuangan Anda kembali normal seperti sedia kala.
Displin!
Kunci dari semuanya adalah disiplin. Tidak mudah memang menjalani kehidupan sehari-hari dengan dana terbatas. Namun Ingatlah tujuan Anda melakukan ini, agar keuangan Anda kembali sehat bukan?
So, bersabarlah untuk sementara waktu. Lewati masa pemulihan ini dengan displin. Lakukan pengecekan rutin terhadap keuangan Anda. Ingatlah setiap orang yang ingin cepat pulih dari sakit, harus disiplin dan mentaati segala anjuran yang diberikan doker padanya. Semakin Anda disiplin dalam menggunakan uang Anda, akan semakin cepat pula Anda pulih dari masa krisis pasca Lebaran ini. Semoga tips diatas dapat mengatasi kesulitan teman cermat dalam memulihkan keuangan Anda pasca Lebaran. Dan ingat, pergunakan uang Anda dengan bijak, dan cermatlah melihat segala yang benar-benar Anda butuhkan, karena Cermat itu Hemat!
( Diambil dari beberapa sumber)

Habis Lebaran, habis