Artikel ini bukan membicarakan masalah yang sering kita alami jam karet atau molor dalam melakukan suatu kegiatan.Kadang sering kita alami jam kegiatan tertera jam 09.00 tetapi sering kali lebih dari 30 menit baru dimulai, sehingga sudah menjadi kebiasaan hal semacam itu kita jumpai disetiap kegiatan. Tetapi artikel ini difokuskan kepada kegiatan proses produksi di suatu perusahaan.
Dalam pengertian luas, JIT adalah suatu filosofi tepat waktu yang memusatkan pada aktivitas yang diperlukan oleh segmen-segmen internal lainnya dalam suatu organisasi.

JIT mempunyai empat aspek pokok sebagai berikut:
1.Semua aktivitas yang tidak bernilai tambah terhadap produk atau jasa harus di eliminasi Aktivitas yang tidak bernilai tambah meningkatkan biaya yang tidak perlu,misalnya persediaan sedapat mungkin nol.
2.Adanya komitmen untuk selalu meningkatkan mutu yang lebih tinggi.Sehingga produk rusak dan cacat sedapat mungkin nol,tidak memerlukan waktu dan biaya untuk pengerjaan kembali produk cacat, dan kepuasan pembeli dapat meningkat.
3.Selalu diupayakan penyempurnaan yang berkesinambungan (Continuous Improvement)dalam meningkatkan efisiensi kegiatan.
4.Menekankan pada penyederhanaan aktivitas dan meningkatkan pemahaman terhadap aktivitas yang bernilai tambah.

JIT dapat diterapkan dalam berbagai bidang fungsional perusahaan seperti misalnya pembelian, produksi, distribusi, administrasi dan sebagainya.
A. Pembelian JIT :
Pembelian JIT adalah sistem penjadwalan pengadaan barang dengan cara sedemikian rupa sehingga dapat dilakukan penyerahan segera untuk memenuhi permintaan atau penggunaan.Pembelian JIT dapat mengurangi waktu dan biaya yang berhubungan dengan aktivitas pembelian dengan cara:
1.Mengurangi jumlah pemasok sehingga perusahaan dapat mengurangi sumber-sumber yang dicurahkan dalam negosiasi dengan pamasoknya.
2.Mengurangi atau mengeliminasi waktu dan biaya negosiasi dengan pemasok.
3.Memiliki pembeli atau pelanggan dengan program pembelian yang mapan.
4.Mengeliminasi atau mengurangi kegiatan dan biaya yang tidak bernilai tambah.
5.Mengurangi waktu dan biaya untuk program-program pemeriksaan mutu .
B. Produksi JIT

Produksi JIT adalah sistem penjadwalan produksi komponen atau produk yang tepat waktu, mutu, dan jumlahnya sesuai dengan yang diperlukan oleh tahap produksi berikutnya atau sesuai dengan memenuhi permintaan pelanggan.
Produksi JIT dapat mengurangi waktu dan biaya produksi dengan cara:
1.Mengurangi atau meniadakan barang dalam proses dalam setiap workstation (stasiun kerja) atau tahapan pengolahan produk (konsep persediaan nol).
2.Mengurangi atau meniadakan “Lead Time” (waktu tunggu) produksi (konsep waktu tunggu nol).
3.Secara berkesinambungan berusaha sekeras-kerasnya untuk mengurangi biaya setup mesin-mesin pada setiap tahapan pengolahan produk (workstation).
4.Menekankan pada penyederhanaan pengolahan produk sehingga aktivitas produksi yang tidak bernilai tambah dapat dieliminasi.
Perusahaan yang menggunakan produksi JIT dapat meningkatkan efisiensi dalam bidang:
Lead time (waktu tunggu) pemanufakturan
Persediaan bahan, barang dalam proses, dan produk selesai
Waktu perpindahan
Tenaga kerja langsung dan tidak langsung
Ruangan pabrik
Biaya mutu
Pembelian bahan
Karena yang saya bicarakan adalah ke dua diatas, sedang distribusi dan administrasi tidak saya bicarakan.
1.Penerapan produksi JIT
Penerapan produksi JIT dapat mempunyai pengaruh pada sistem akuntansi biaya dan manajemen dalam beberapa cara sebagai berikut:
1.Ketertelusuran langsung sejumlah biaya dapat ditingkatkan
2.Mengeliminasi atau mengurangi kelompok biaya (cost pools) untuk aktivitas tidak langsung
3.Mengurangi frekuensi perhitungan dan pelaporan informasi selisih biaya tenaga kerja dan overhead pabrik secara individual
4.Mengurangi keterincian informasi yang dicatat dalam “work tickets”
2. Pemanufakturan JIT dan Penentuan Biaya Produk

Penggunaan sistem pemanufakturan JIT mempunyai dampak pada:
1.Meningkatkan Keterlacakan (Ketertelusuran) biaya.
2.Meningkatkan akurasi penghitungan biaya produk.
3.Mengurangi perlunya alokasi pusat biaya jasa (departemen jasa)
4.Mengubah perilaku dan relatif pentingnya biaya tenaga kerja langsung.
5.Mempengaruhi sistem penentuan harga pokok pesanan dan proses.

Tepat pada Waktunya ( Just In Time / JIT )