Akhir tahun 2015 ini adalah batas persiapan untuk menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN.
Negara-negara ASEAN yang memiliki cita-cita bahwa MEA ini akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi seperti yang terjadi di Masyarakat Uni Eropa.
Mereka yang memiliki kualitas pendidikan terbelakang akan terjungkal dan menjadi jajahan.
Free Movement of Workers
Mereka menyebutnya sebagai kebebasan bergerak bagi pekerja.
Kebebasan bergerak ini dijamin dalam Treaty on the Functioning of the European Union pasal 45.
Tidak boleh ada anggota yang melarang warga dari anggota negara lain untuk bekerja.
Larangan hanya boleh dikaitkan sepanjang menyangkut keamanan, prosedur administrasi, atau seandainya memang mengganggu pasar tenaga kerja di dalam negeri. Itu pun perlu disertai dengan bukti-bukti.
Keuntungan MEA
Keuntungannya bahwa MEA bisa memacu investasi lebih besar karena kita memiliki tenaga kerja tidak terampil yang besar.
Kerugian MEA
kualitas hidup sebagian besar para pekerja kita tidak akan lebih baik dari sekadar upah minimum, apalagi karena jumlah tenaga kerja kurang terampil yang besar, sementara pekerjaan yang bernilai upah tinggi akan tetap dikuasai oleh warga pemilik modal.
SWOT:
Peluang MEA
MEA juga menjadi peluang bagi warga kita yang memiliki keterampilan untuk pergi ke negara ASEAN lain untuk bekerja dengan kondisi politik seperti yang telah dijelaskan di atas.
Sebetulnya, di sektor minyak dan gas, pekerja kita yang berketerampilan sudah banyak yang bekerja di luar negeri.
Posisi-posisi penting dan strategis di perusahaan minyak Malaysia atau Brunei bahkan diisi oleh para pekerja dan eksekutif dari Indonesia.
Ancaman MEA
Perbedaan tanggapan atas MEA tidak lain disebabkan sejak awal ASEAN memang tidak diarahkan untuk bergerak seperti kesatuan Uni Eropa, sehingga tidak realistis sebenarnya untuk mengharapkan capaian keadaan yang sama.
Kompetisi di antara warga negara EU adalah kompetisi yang adil dan terbuka, karena sistem demokrasi dan hukum di setiap negara relatif sama. EU memiliki konvensi yang wajib diratifikasi oleh setiap negara di dalam sistem hukum nasional mereka.
Misalnya larangan diskriminasi dalam dunia kerja, penetapan standar upah minimum, penjaminan kebebasan berserikat dan berunding, pemberian tunjangan, sistem asuransi, pesangon. Ke mana pun mereka pergi, para pekerja akan mendapatkan perlindungan yang relatif sama.
Di ASEAN hal itu tidak terjadi. Akibatnya, persaingan yang timbul adalah persaingan yang tidak demokratis dan tidak fair. Malaysia dan Singapura hingga saat ini tidak memiliki serikat buruh yang bebas.
Perbaikan mutu pendidikan mutlak harus dilakukan
Namun jangan lantas membebani anak didik dengan berbagai ”persiapan” yang dianggap dapat membantu mereka menang dalam kompetisi pasar tenaga kerja di masa mendatang. Pendidikan yang baik menurut ukuran saya adalah pendidikan yang dapat mendorong semaksimal mungkin hasrat, potensi, bakat, atau talenta anak didik Indonesia dan bukan pendidikan yang membuat anak Indonesia seperti robot yang dimekanisasi dengan segala persiapan materi belajar ”siap pakai.( Hal ini pernah penulis berikan pada acara seminar pada mahasiswa)
Disini penulis bahas tentang Hasrat, Potensi dan Bakat
HASRAT
Hasrat mendikte prioritas kita, prioritas membentuk pilihan kita, dan pilihan menentukan tindakan kita. Hasrat yang kita tindaki menentukan perubahan kita, pencapaian kita dan penjadian kita.Penulis pernah bertanya pada dosen Bahasa Inggris bahwa hasrat sedikit banyak mempunyai arti yang agak berbeda misalnya hasrat dlm bhs inggris adalah desire yg berarti keinginan yg agak sedikit negatif.(keinginan, hasrat, gairah, kemauan, idaman).
Pertama, saya berbicara mengenai hasrat umum. Sebagai makhluk fana kita memiliki beberapa kebutuhan lahiriah dasar. Hasrat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan ini mendorong pilihan kita dan menentukan tindakan kita. Tiga contoh akan menunjukkan bagaimana kita terkadang mengesampingkan hasrat ini dengan hasrat lainnya yang kita pandang lebih penting.
Pertama, makanan. Kita memiliki kebutuhan dasar untuk makanan, namun untuk suatu saat hasrat itu dapat dikesampingkan dengan hasrat yang lebih kuat untuk berpuasa.
Kedua, tempat bernaung. Sebagai anak usia 12 tahun saya menampik hasrat untuk tempat bernaung karena keinginan saya yang lebih besar untuk memenuhi persyaratan kepramukaan dengan menginap satu malam di hutan. Saya adalah satu di antara beberapa anak lelaki yang meninggalkan tenda yang nyaman serta menemukan cara untuk membangun tempat bernaung dan membuat tempat tidur primitif dari bahan alam yang dapat kami temukan.
Ketiga, tidur. Bahkan hasrat dasar ini dapat sementara dikesampingkan oleh hasrat yang bahkan lebih penting.
Potensi:
Potensi /kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan; kekuatan; kesanggupan; daya
Ada beberapa pengertian dari kata potensi yang secara umum maupun yang merupakan pendapat dari para ahli. Arti dari kata potensi sendiri sangat mudah untuk anda temukan melalui Google maupun media search engine yang lain. Secara umum pengertian potensi adalah sebuah kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang sangat mungkin untuk dikembangkan, sehingga pada intinya potensi sendiri berarti suatu kemampuan yang masih bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi. Pada manusia sendiri sangat penting untuk memahami potensi diri sendiri, sehingga anda dapat mengembangkan kemampuan yang tepat dan mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Dengan mengembangkan potensi diri anda akan menjadi lebih bermanfaat dan akan merasa lebih hidup apabila anda benar-benar memahami potensi diri dan mengembangkannya.
Ada beberapa pakar lain yang mencoba menjelaskan pengertian potensi dengan lebih baik, seperti misalnya Endra K Pihadhi yang menjelaskan bahwa potensi adalah suatu energi ataupun kekuatan yang masih belum digunakan secara optimal. Dalam hal ini potensi diartikan sebagai kekuatan yang masih terpendam yang dapat berupa kekuatan, minat, bakat, kecerdasan, dan lain-lain yang masih belum digunakan secara optimal, sehingga manfaatnya masih belum begitu terasa. Sedangkan Sri Habsari juga mencoba menjelaskan arti dari kata potensi, yang mana menurutnya potensi adalah kemampuan maupun kekuatan pada diri yang dapat ditingkatkan dan dikembangkan menjadi lebih baik dengan sarana dan prasarana yang tepat dan baik.
Bakat
Bakat didefinisikan sebagai kemampuan alamiah atau bawaan untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan yang relative bisa bersifat umum (misalnya bakat intelektual umum) atau khusus (bakat akademis khusus). Bakat khusus disebut juga talent. Bakat memungkinkan seseorang untuk mencapai prestasi dalam bidang tertentu, akan tetapi diperlukan latihan, pengetahuan, pengalaman dan dorongan atau motivasi agar bakat itu dapat terwujud.
Bakat yang dimiliki seseorang tidak sama antara satu dengan lainnya. Ada orang yang berbakat pada ilmu alam, tetapi tidak berbakat pada ilmu social, ada yang berbakat di bidang olahraga, tetapi tidak berbakat di kesenian, ada yang berbakat di bidang kesenian, tetapi tidak berbakat di keterampilan. Bakat yang dimiliki seseorang merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar.
Macam-macam bakat di klasifikasikan menjadi sepuluh, yaitu ;

1. Intellegensi (kemampuan belajar secara umum), yaitu merupakan kemampuan menangkap suatu pengertian atau memahami instruksi dan dasar suatu prinsip kemampuan menguraikan suatu mendapat dan membuat keputusan.
2. Bakat verbal merupakan kemampuan untuk mengartikan kata – kata dan menggunakannya secara efektif. Kemampuan memahami bahasa, paham akan hubungan antar kata-kata, memahami arti dari kalimat dalam keseluruhan kalimat dan paragraph.
3. Bakat numerik, kemampuan mengerjakan tugas hitungan secara cepat (terkait dengan kemampuan menyelesaikan tugas-tugas matematika, ilmu alam, kimia dan sejenisnya

4. Bakat skolastik, kemampuan dalam mengkombinasikan kata-kata dengan angka.

5. Bakat relasi ruang, kemampuan berfikir visual dan memahami benda-benda yang mempunyai tiga dimensi. Kemampuan untuk mengenal jumlah, hubugan-hubungan dari benda-benda dalam ruangan

6. Bakat mekanik, kemampuan memahami prinsip-prinsip umum ilmu pengetahuan alam, tata kerja dalam perkakas sederhana, mesin dan peralatan lainya.

7. Bakat abstrak, merupakan kemampuan dalam memecahkan masalah – masalah dengan menggunakan diagram, pola atau rancangan, disajikan dalam ukuran, bentuk dan posisi.

8. Bakat bahasa, merupakan kemampuan dalam penalaran analisi bahasa, misalnya untuk jurnalistik, stenografi, penyiaran, editing, hukum, pramuniaga dan lain-lain.
Diambil dari beberapa sumber antara lain : Co-founder & Director Paramadina Graduate School of Diplomacy dinnawisnu, dan syamsul hadi

MEA