40 hari sudah berlalu, engkau anak perempuanku meninggalkan aku dan bapakmu, kakakmu serta suamimu, banyak kenangan yang tak terlupakan dibenakku, mulai kau kecil yang centil, banyak keinginan dan banyak event yang ingin kau lakukan, mulai dari les mata pelajaran, les piano, sampai les tari balet. Suatu saat kau harus tampil dipanggung mengisi acara di suatu gedung di surabaya, ternyata kau diantara 6 penari balet yang terbaik, sehingga ditempatkan ditengah paling depan, aku bangga melihatnya, saat ujian balet marlupi ( ada pilihan di kota asalnya Inggis, atau mendatangkan penilainya dari Inggris ), kau beserta peserta ujian lainnya memilih mendatangkan, karena lebih murah, nilaimu juga terbaik. Saat kau harus tampil menari balet diacara resepsi pernikahan seseorang, kau juga tampil terbaik( menurut guru tari baletmu).Engkau juga ingin bisa berenang, karena badanmu kecil, keinginanmu untuk bisa berenang kuat sekali, sehingga engkau pandai berenang. Anaku ada 2, kakakmu jiwa seninya otodidak seperti bapakmu, sehingga membuatmu ingin bisa main piano, angkau les juga piano di Malang Musik, ternyata jiwa seni bapakmu mengalir juga, sehingga engkau pernah tampil bareng bapakmu diacara Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya ada acara. Saat ortumu naik haji, engkau dan kakakmu juga mandiri banget, bisa urus diri sendiri, padahal engkau masih SD klas 2, mulai sarapan pagi, berangkat sekolah, sampai mengerjakan PR sendiri, itupun aku saat mengambil raportmu, nilaimu juga memuaskan, saat di SMP pun, yang juga nilaimu baik, saat SMU engkau sering menjadi pemimpin untuk seni, salah satunya jadi anggota bawikarsu untuk event-event band terkenal seperti mendatangkan Peterpan sebelum berubah menjadi Noah, saat bekerja di Indosatpun engkau memimpin kegiatan Markom juga ada event-event besar, salah satunya mendatangkan J’ Rock. Engkaupun saatnya menikah, ternyata 1 bulan sebelum menikah, engkau sudah sakit yang harus dioperasi, aku nggak bisa meneruskan tulisanku ini karena menangis.

Engkau Selalu Dihatiku