Wanita yang mengaku sebagai ibu rumah tangga itu menyatakan tidak tahu banyak mengenai LPS, namun ia mengerti bahwa stiker tersebut menandakan bahwa uang yang disimpannya di bank tersebut dijamin oleh lembaga tersebut.

“LPS itu kan Lembaga Penjamin Simpanan ya. Kalau saya, yang penting duit suami saya aman di bank kalau ada apa-apa. Jadi milih nabungnya di bank-bank yang sudah jelas aja,” ujar Farida (51).

Senada dengan Farida, salah seorang karyawan swasta, Wiguna Ayomi (28), juga mengatakan dirinya faham maksud dari stiker LPS tersebut sebab sering ia jumpai saat bepergian ke mal-mal di mana biasanya terdapat kantor-kantor cabang sejumlah perusahaan perbankan.

Namun, ia juga punya pengalaman menemukan stiker tersebut ditempel di sebuah kantor bank kecil, tetapi stiker tersebut dipasang di tempat-tempat yang relatif tersembunyi dari pandangan mata.

“Saya bahkan pernah juga lihat bank yang nggak nempelin stiker LPS itu. Padahal harusnya ditempel ya biar kita nggak dibodoh-bodohin. Tapi kalau saya nabungnya di bank-bank yang sudah terkenal saja biar nggak kayak Century, lebih aman.” tuturnya kepada Antara.

Apa sih LPS itu ?

adalah lembaga independen yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (UU LPS) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2009.

VISI  LPS  adalah

Menjadi lembaga penjamin simpanan yang dipercaya dalam memelihara stabilitas sistem perbankan nasional.–>

PENYELAMAT BANK :

1.Pengumuman tambahan penjualan saham PT.Bank Mutiara Tbk

2.Pengumuman Penjualan Saham PT.Saham Bank Mutiara Tbk

3.Pengumuman LPS No.1/ PLPS/2014/ tentang penjualan saham Bank gagal

yang diselamatkan

MISI  LPS adalah :

  1.  Mewujudkan program penjaminan simpanan yang efektif.
  2. Berperan aktif dalam memelihara stabilitas sistem perbankan nasional.

LIKUIDASI

Bank yang dilikuidasi

Bank yang baru dicabut ijin usahanya

Bank yang dalam proses Likuidasi

Bank yang telah selesai proses Likuidasinya

Peraturan tentang Likuidasi Bank

Fungsi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

  1. Menjamin simpanan nasabah penyimpan.
  2. Turut aktif dalam memelihara stabilitas sistem perbankan sesuai dengan kewenangannnya.

Tugas Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

  1. Merumuskan dan menetapkan kebijakan pelaksanaan penjaminan simpanan.
  2. Melaksanakan penjaminan simpanan.
  3. Merumuskan dan menetapkan kebijakan dalam rangka turut aktif memelihara stabilitas sistem perbankan.
  4. Merumuskan, menetapkan, dan melaksanakan kebijakan penyelesaian Bank Gagal yang tidak berdampak sistemik.
    Melaksanakan penanganan Bank Gagal yang berdampak sistemik.

Wewenang Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

  1. Menetapkan dan memungut premi penjaminan.
  2. Menetapkan dan memungut kontribusi pada saat bank pertama kali menjadi peserta.
  3. Melakukan pengelolaan kekayaan dan kewajiban LPS.
  4. Mendapatkan data simpanan nasabah, data kesehatan bank, laporan keuangan bank, dan laporan hasil pemeriksaan bank sepanjang tidak melanggar kerahasiaan bank.
  5. Melakukan rekonsiliasi, verifikasi, dan/atau konfirmasi atas data tersebut pada angka 4.
  6. Menetapkan syarat, tata cara, dan ketentuan pembayaran klaim.
  7. Menunjuk, menguasakan, dan/atau menugaskan pihak lain untuk bertindak bagi kepentingan dan/atau atas nama LPS, guna melaksanakan sebagian tugas tertentu.
  8. Melakukan penyuluhan kepada bank dan masyarakat tentang penjaminan simpanan.
  9. Menjatuhkan sanksi administratif.

Bentuk dan Status Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

  1. LPS dibentuk oleh Pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan.
  2. LPS adalah badan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan.
  3. LPS merupakan lembaga yang independen, transparan, dan akuntabel dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya.
  4. LPS bertanggung jawab kepada Presiden.
  5. LPS berkedudukan di Jakarta dan dapat mempunyai kantor perwakilan di wilayah negara Republik Indonesia.

Walaupun masih ada nasabah yang trauma dan takut kehilangan dananya apabila terjadi krisis, setidaknya kehadiran LPS telah memberikan rasa aman bagi nasabah dalam bentuk penjaminan simpanan.

Apalagi sejak 13 Oktober 2008, saldo simpanan yang dijamin untuk setiap nasabah pada satu bank dinaikkan dari maksimal Rp100 Juta menjadi Rp2 miliar.

Berdasarkan data LPS per Juli 2014, total sekitar 152,8 juta rekening nasabah yang menyimpan dananya di bank, tumbuh sekitar 73 persen dibandingkan dengan jumlah rekening pada 2009 sebanyak 88,08 juta rekening. Angka tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.

Namun, dari 152,8 juta rekening tersebut, sebanyak 99,88 persen atau 152,61 juta adalah nasabah dengan simpanan di bawah Rp2 miliar, yang berarti dijamin oleh LPS.

Sementara itu, sisanya sebanyak 0,12 persen atau sekitar 187 ribu rekening merupakan nasabah dengan simpanan di atas Rp2 miliar.

Dari 152,61 juta rekening yang dijamin LPS, 149,36 juta rekening merupakan rekening dengan nominal di bawah Rp100 juta, sementara sisanya 3,25 juta rekening nasabah dengan simpanan Rp100 juta hingga Rp2 miliar.

Nasabah-nasabah pemilik rekening inilah yang sebenarnya harus dilindungi, terutama dari ulah oknum bankir yang merugikan.

Diambil dari beberapa sumber BI dan salah satunya dari Jakarta (ANTARA News) – Pelaksana Tugas Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan

LPS