Saat aku meraba leher kanan, ternyata ada benjolan sebesar separuh telor bebek dibulan November 2014, bila mengajar terasa nyeri         ( cekot2 ), ternyata semakin sakit, di awal desember aku hubungi dokter keluarga ( Dr.Lena Savitri ) yang ternyata untuk mengempiskan benjolan diberi obat ciprofloxacin sehari 2x selama 1 minggu ( harus habis), ternyata benjolanku bandel belum juga kempes, oleh dokter lena dengan rekomendasinya dirujuk untuk biopsi di RST Soepraun, hasil biopsi oleh Dr.Nurhadi ahli Patologi Anatomi, bahwa ada lymphadenitis tb(FNAB), dan dirujuk untuk USG dan ternyata hasilnya sama. Dr. Lena memberi rekomendasi lagi untuk pengobatan ke Puskesmas Mojolangu ( puskesmas terdekat pasien ), yang diberi obat         ( askes ) selama 6 bulan, bulan 1 sampai bulan ke 2, diberi obat warna merah yang diminum setiap hari, setelah bulan ke 3 diberi obat warna kuning ( rifampicin) diminum senin, rabu dan jumat yang diminum waktu mau bobok malam.

Apa yang dimaksud dengan FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy) itu ?

FNAB ialah suatu tindakan memeriksa suatu bagian tubuh dengan cara menyuntikkan sebuah jarum yang halus (lebih kecil dari jarum suntik biasa) ke bagian yang membenjol, lalu melakukan aspirasi (penyedotan) untuk mengambil isi benjolan itu. Benjolan ku dileher sebelah kanan.

Selanjutnya bahan hasil sedotan itu dikirim ke dokter Ahli Patologi untuk diperiksa . Dokter Ahli Patologi akan menentukan jenis penyakit pada benjolan itu.  Setelah itu dokter anda akan memberikan obat atau cara pengobatan yang sesuai dengan penyakit.

Apakah FNAB dapat menentukan penyakit apa yang diderita ?

Hasil pemeriksaan FNAB hampir sama dengan hasil biopsi memakai pisau, jadi pada banyak keadaan dapat menentukan diagnosis penyakit

Alat tubuh apa saja yang dapat diperiksa FNAB ?

Hampir semua bagian tubuh dimana ada benjolan abnormal dapat diperiksa FNAB. Yang sering ialah : kelenjar leher , kelenjar gondok, kelenjar liur , payudara atau tumor dimana saja. Lha penyakit ku adalah kelenjar liur.

Apakah di RS dapat dilakukan FNAB ?

Dapat dilakukan , dapat melalui rekomendasi atau rujukan dari dokter anda. atau langsung. Tidak perlu persiapan khusus, tidak perlu dirawat inap, tidak perlu puasa dulu. Setelah dilakukan FNAB, anda dapat langsung melakukan aktifitas seperti biasa.

Apakah menimbulkan perdarahan atau menimbulkan bekas di kulit ?

Tidak menyebabkan perdarahan dan tidak menimbulkan bekas pada kulit, bila dilakukan dengan benar.

Tindakan Operasi

Karena benjolan semakin sakit, maka perlu tindakan operasi, karena dengan obat belum juga kempes, di pertengahan bulan Februari 2015 operasi benjolan  leher kanan, selama 5 hari aku rawat inap, setelah tindakan operasi seminggu kemudian kontrol hasil operasi dengan minum beberapa obat2an dari RSSA, ternyata dengan sangat terasa dibulan April 2015 muncul lagi benjolan di leher sebelah kiri, dengan diagnosa yang sama bulan Mei 2015 harus operasi lagi( sempat tanya ke dokter yang menangani pertama ( dokternya sama ), bisa nggak tanpa operasi,ternyata nggak bisa, harus diambil cairan darah dan nanahnya, nangis bombaay lagi. Ya cobaanku belum berakhir. Ternyata untuk cari kamar di RSSA itu juga nggak gampang, karena disesuaikan dengan tingkatan di Askes, dan tentunya doku yang aku punyai, dan juga memikirkan kenyamanan si penunggu di kamar aku rawat inap, aku pilih Ruang Dahlia, operasi kedua selama 4 hari lebih pendek dari operasi pertama. Sampai saat inipun aku masih kontrol ke dokter yang menangani operasiku, karena belum juga kering  hasil operasi, leher kiriku sampai saat ini masih pakai perban, ya Allah sampai kapan keringnya( doa2 yang tidak lepas dari permintaanku).

Itulah sekedar membagi pengalaman tentang sakitku ( diambil dari beberapa sumber )

Testimoni Penyakitku