Saya sebagai seorang pengajar ( Dosen ) disalah satu PT ingin mengulas betapa perjalanan panjang dalam mencapai/ menggapai suatu lomba, dalam hal ini ada wadah didalamnya yaitu Pengabdian pada Masyarakat yang di sebut Posdaya ( Pos Pemberdayaan Keluarga ), setiap dosen diwajibkan melaksanakan Tri Dharma PT, salah satunya Pengabdian pada Masyarakat.

Dosen harus mengabdi pada Masyarakat dalam bentuk apapun, misalnya : membuat buku acuan pembuatan produk masyarakat sampai pemasarannya, terlibat dalam Posdaya. Gerakan pemberdayaan yang dilakukan perguruan tinggi lewat kegiatan
kuliah kerja nyata (KKN) Tematik Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,
termasuk keluarga-keluarga pra sejahtera. Keberadaan Posdaya dengan berbagai kegiatan pemberdayaannya selain semakin
menguatkan semangat kebersamaan dan gotong royong, serta menambah semangat gerakan pembangunan keluarga di pedesan atau kelurahan bila ditingkat kota atau kabupaten.

Posdaya terdapat Wadah di berbagai Perguruan Tinggi, seperti di Jatim II ( UB, UM, UMM, Unmer, Uniga, Unitri, STIE malangkucecwara, dll ) penyelenggara Posdaya.

Posdaya STIE jadi Juara Posdaya dibeberapa tingkatan Lomba

ALHAMDULILLAH, Posdaya Bersolek Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing Kota Malang binaan kami tampil sebagai pemenang Lomba Posdaya tingkat Korwil,” ucap Ketua LPM STIE Universitas Malangkucecwara Malang Siti Munfaqiroh, SE, MSi.

Posdaya Bersolek merupakan satu dari 98 Posdaya yang sudah terbentuk, khususnya di Kota Malang. Per RW didampingi 2 dosen dan 3 mahasiswa. ( Awal Program ), disinilah peranan Dosen dalam hal ini saya dengan mahasiswa, serta pimpinan LPPM STIE ( Task force), bermula untuk berkiprah dalam lomba.

Aktifitas Posdaya meliputi 4 bidang yang selama ini menjadi persoalan-persoalan di negara berkembang, yaitu pendidikan, pemberdayaan ekonomi kewirausahaan, kesehatan dan lingkungan. Posdaya-posdaya yang sudah berdiri perkembangannya luar biasa. Sejak kami datang, melakukan pemetaan, ada potensi apa di RW itu, kemudin mendata potensi apa saja yang bisa segera untuk dikembangkan, mana saja program yang selama ini penting bagi RW tersebut tetapi belum tergarap karena terkendala oleh beberapa hal.

“Dari situlah kami bisa berperan di RW tersebut, dan dapat membantu memecahkan persoalan – persoalan yang ada, sehingga program-program yang sempat macet bisa terealisasi,” ujar Riroh demikian akrab disapa. Lebih lanjut diuraikan, persoalan yang dihadapi di RW misalnya, produknya sudah ada, produknya sangat menarik dan produknya laku jual, kemudian mendiskusikannya untuk mencari formula bagaimana cara memasarkannya dengan cepat. “Teknik-teknik pemasaran yang sudah dilakukannya apa, selanjutnya kami kembangkan,” . Di bidang pendidikan yang memiliki beberapa kelompok berdasar- kan tingkat usianya ada Paud ( Pendidikan Usia Dini ). Di bidang ini ada setiap RW persoalan yang dihadapi berbedabeda. Sehingga nanti tergantung pada dosen pendamping dan Posdaya itu sendiri dalam memecahkan persoalannya. STIE Malangkuçeçwara Malang merupakan satu dari beberapa perguruan tinggi di koordinator wilayah Jawa Timur II yang memberikan pendampingan terhadap Posdaya. Perguruan tinggi lainnya, Universitas Merdeka Malang (Unmer), Universitas Brawijaya Malang (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Wisnuwardhana Malang, Universitas Tribuwana Tunggadewi Malang (Unitri), dan Universitas Merdeka Madiun.

Dalam pengembangan Posdaya, LPM STIE Malangkucecwara ini juga mendorong Posdaya membangun jejaring dengan mitra-mitra lain.

“Kita dalam proses pembangunan ini memang tidak bisa sendiri, oleh karenanya perlu jejaring. Membangun jejaring baik dengan pemerintah, Dikti (pendidikan tinggi), maupun program CSR maupun sumber-sumberdaya dan sumber- sumber dana yang lain yang tidak mengikat tentunya,” ujar Riroh seraya menambahkan, baik itu sifatnya informasi maupun pelatihan maupun lainnya bagi kemajuan Posdaya itu sendiri.

Sebagai pendamping Posdaya, STIE Malangkucecwara ini juga memberikan bantuan informasi maupun pelatihan-pelatihan bagi kemajuan Posdaya. Tahun ini ada 3 Posdaya yang didampingi dosen dan wilayahnya diajukan dalam program IBM (Iptek Bagi Masyarakat) yang didanai Dikti.

“Kita bisa sinergikan yang ada di RW itu menjadi persoalan bersama disupport kelurahan setempat dan Damandiri serta Dikti.

Kalau kita berhadapan dengan para akademisi, pola pikirnya sama standar, tetapi kalau pengabdian pada Masyarakat yang kita hadapi para masyarakat dengan berbagai macam/ ragam usia, pendidikan, penghasilan, pola pikir yang marginal, oleh karena itu perlu penanganan khusus dalam bergaul dan memanajnya.

Ke depan diharapkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Semua bisa pro aktif. Posdaya pro aktif terhadap perguruan tinggi, dan perguruan tingginya menyediakan waktunya. “Dengan demikian bisa menjadi lebih cepat “klik”. Untuk Posdaya, persoalanpersoalannya terselesaikan. Program-program Posdayanya juga jalan. Ke depan upaya-upaya kesejahteraan bisa terwujudkan.

Posdaya juga bisa memberikan sumbangsihnya dalam menangani pengangguran. “Oleh karena itu harus bisa bermitra dengan berbagai kalangan, sehingga menjadi lebih maju dan berkembang lagi,” partisipasi perguruan tinggi dalam membangun Kesejah-teraan masyarakat menjadi satu sinergitas tak terpisahkan, seperti yang dilakukan perguruan tinggi kami dalam membangun Posdaya.

“Diharapkan Posdaya ini bisa melahirkan pengusahapengusaha baru untuk turut mensejahterakan masyarakat.

Ke depan, Posdaya harus bisa bermitra dengan berbagai kalangan dan dalam konteks ini bukan intervensi dengan pemerintah. Tapi bagaimana caranya Posdaya ini bisa lebih maju dan berkembang lagi,” imbuh pria yang akrab disapa Abah Anton itu dalam acara pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah lomba Posdaya di tingkat koordinator wilayah Jawa Timur II di Gedung PPI lantai 3 Universitas Merdeka Malang (Unmer), pada 21 September lalu. Posdaya Bersolek dari Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing Kota Malang binaan dari STIE Malangkucecwara,Malang tampil sebagai Juara I pemenang lomba Posdaya tingkat koordinator Jatim II. Juara II Posdaya Kemuning dari Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang binaan Universitas Merdeka Malang, dan Juara III Posdaya Sido Makmur binaan Universitas Muhammadiyah Malang. Perguruan tinggi Universitas Merdeka Malang (Unmer), Universitas Brawijaya Malang (UB), Universitas Negeri Malang (UM), STIE Malangkuçeçwara Malang, Universitas Wisnuwardhana Malang, UniversitasTribuwana Tunggadewi Malang (Unitri), dan Universitas Merdeka Madiun, masing-masing sudah melakukan seleksi terhadap sepuluh Posdaya yang mempunyai potensi.

Ada 82 Posdaya yang diseleksi dan tersebar di lima wilayah, yaitu 36 Posdaya di Kabupaten Malang, 29 Posdaya di Kota Malang, enam Posdaya di Kabupaten Blitar, satu di Kabupaten Lumajang, dan sepuluh Posdaya di Kabupaten Madiun. Para pemenang ini masing-masing mendapat sertifikat dan uang pembinaan. Uang pembinaan untuk juara I sebesar Rp 5 juta, juara II Rp 4 juta, dan juara III Rp 3 juta. Sedangkan untuk tujuh juara harapan, masingmasing mendapat uang pembinaan sebesar Rp 1 juta dan juga sertifikat.

Abah Anton sebagai Walikota Malang  juga optimis nantinya Posdaya Kota Malang bisa menjadi yang terbaik di tingkat nasional. “Produk unggulan yang ada saat ini sudah banyak dan yang menjadi pembeda dengan Posdaya lain, tinggal ditambah modifikasinya saja. Produk unggulan kita mempunyai kualitas ekspor, jadi kami optimis bisa menjadi juara nasional,” katanya.

Sang Juara

Setiap manusia diciptakan oleh Allah SWT dalam keadaan sempurna untuk menjadi sang juara sesuai dengan potensi yang telah diberikan oleh Sang Maha Pencipta. Setiap orang mempunyai keinginan untuk menjadi juara. Namun, kesempurnaan dan potensi yang dimilikinya, terkadang malah tidak menjadikan seseorang itu seperti apa yang mereka harapkan atau malah justru sebaliknya. Banyak orang – orang yang meraih kesuksesan dengan mudah dari kesempurnaan dan kelebihan yang mereka miliki, itupun hanya sedikit jumlahnya. Oleh karena itu, apa yang harus kita lakukan agar dapat meraih kesuksesan itu. Pada kesempatan kali ini, kita akan sedikit mengulas rahasia sukses menjadi juara.

Rahasia sukses menjadi juara pertama : Mengetahui kekuatan dan kelemahan diri

Jika kita ingin menang dalam sebuah kompetisi, terlebih dahulu kita harus mengetahui siapa dan apa kelebihan yang kita miliki. Dari kelebihan itulah kita mulai membangun kekuatan yang kokoh. Kita akan menang jika kita memulai dan membangun dari kekuatan dari dalam diri kita sendiri. Akan tetapi, kemenangan sejati bukanlah dengan mengalahkan orang lain, melainkan dengan mengalahkan musuh yang ada pada diri kita, yaitu mengalahkan ego , amarah, dan keterbatasan diri kita.

Sedangkan kelemahan diri, merupakan cerminan bahwa kita hidup di dunia ini membutuhkan orang lain untuk salang menghargai, saling mengisi, dan berbagi. Dengan interaksi dan ke-sinergi-an itulah, bahwa kemenangan adalah untuk bersama saling menghargai kelebihan dan kekurangan masing – masing. Kesadaran akan kelebihan dan kekurangan seperti ini tidak akan menyebabkan sang juara menjadi sombong, angkuh dan bersifat individual, melaikan kemenangan itu untuk mengakui, menghargai orang lain.

Mental Juara

Menjadi seorang juara memang tidak mudah, untuk menjadi sang juara kita perlu mental yang sangat kuat.
Untuk menjadi sang juara perlunya pengorbanan yang sangat besar, belajar yang rajin dan semangat pantang menyerah untuk berani mencoba. Namun memang sangat sulit untuk bisa menjadi sang juara.
Untuk menjadi sang juara kita perlu melakukan kiat¬-kiat sbb:
1. Belajar yang seriussssssssssss………………..!
2. Mempunyai motivasi untuk menjadi sang pemenang
3. Hindari rasa minder
4. Harus yakin bahwa kita bisa untuk menjadi pemenang
5. Semangat pantang menyerah dan berani mencoba
6. Jadikan kegagalan sebagai motivasi untuk meraih kesuksesan
7. Menanamkan rasa optimis dan buang jauh-jauh rasa pesimis.

( diambil dari bebera sumber : Gemari, Mental Juara, dll )

Menggapai kejuaran Lomba pada Pengabdian Masyarakat