Dalam penetapan awal Ramadan, ada 2 metode yang umumnya digunakan yakni hisab dan rukyat. Metode hisabmenggunakan perhitungan astronomi untuk penentuan hilal atau terbitnya bulan sabit di ufuk barat sebagai tanda dimulai bulan baru.

Sementara metode rukyat menetapkan awal bulan baru dengan menggunakan penglihatan langsung, baik dengan mata telanjang maupun alat bantu (teleskop).

Tidak bisa dipungkiri, kedua metode itu seringkali melahirkan keputusan perihal awal Ramadan yang berbeda.

Berdasarkan perhitungan astronomi, bulan sabit telah terbit. Namun karena rukyat tidak berhasil melihat terbitnya bulan sabit yang berlangsung hanya beberapa menit itu akibat sejumlah kendala a.l. terhalang mendung, hujan atau kabut tebal, maka awal puasa pun ditetapkan sehari kemudian.

Dalam perkembangannya, Agus Mustofa,  memotori pemanfaatan astrofotografi, metode yang diharapkan bisa menjembati adanya perbedaan metode hisab dan rukyat tersebut.

Astrofotografi merupakan sebuah metode baru yang bisa digunakan untuk menetapkan awal bulan dalam tarikh Hijriyah. Metode ini bisa merekam pergerakan bulan tidak hanya pada saat terjadinya konjungsi bersamaan dengan waktu tenggelamnya matahari, tetapi sudah bisa ‘’melihat’’ posisi bulan sejak pagi hari.

Pergerakan inilah yang direkam menggunakan teknik fotografi dan videografi. Hasilnya dianalisa secara matematis dan astronomis, sehingga bisa menetapkan kapan saat terjadinya ‘’peralihan’’ dari bulan akhir ke bulan baru tanpa terpengaruh hujan, mendung atau kabut.

Istilah astrofotografi berasal dari kata ‘’astronomi’’ dan ‘’fotografi’’. Secara mudah, astrofotografi adalah penggunaan teknik perekaman objek-objek astronomi seperti bulan, bintang, nebula dan galaksi. Dengan kemajuan teknologi, astrofotografi bisa menghasilkan rekaman berupa foto dan video.

Perbedaan Awal Ramadhan

Perbedaan awal ramadhan 2014 antara Muhammadiyah dan Pemerintah akan terjadi lagi di tahun 1435 H ini. Hal ini karena adanya perbedaan di dalam metoda penentuan awal bulan hijriyah di negara kita Indonesia tercinta ini. Karena Muhammadiyah menggunakan metoda hisab hakiki wujudul hilal yaitu penetapan dengan awal ramadhan dan hari raya idul fitri melalui pendekatan wujudul hilal.

Sedangkan pemerintah dan NU memakai metoda rukyat metoda hilal. Sehingga dengan menggunakan hal ini dari informasi berbagai macam media online di Indonesia maka awal puasa ramadhan 2014 M 1435 H berbeda antara Pemerintah dan Muhammadiyah. Sedangkan berdasarkan penghitungan kedua metoda penetapan awal bulan hijriah ini kemungkinan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 2014 akan jatuh secara bersamaan yaitu pada hari Senin 28 Juli 2014.

Perbedaan di dalam menentukan awal berpuasa dan juga nantinya hari raya Idul Fitri tahun 2014 ini tidak akan mengurangi Tujuan Dan Manfaat Puasa Ramadhan itu sendiri bagi kita Umat Islam yang akan menunaikan kewajiban menjalankan kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan yang nerupakan bagian dari Rukun Islam untuk bisa mencapai derajat ketakwaan kepada Allah Ta’ala.

Jika merenungkan ibadah puasa di bulan Ramadan akan menemukan makna yang agung. Bahwa setiap saat dan sepanjang waktu, seperti tidur, diam, bekerja dan semua langkah orang yang sedang berpuasa, bernafaskan ibadah kepada Allah SWT.

Hakiki Puasa adalah jihad melawan hawa nafsu dirinya sendiri yang selalu mengajak keburukan2. Puasa identik dengan jihad bersenjata dan penaklukan ( terutama hawa nafsu sendiri ). Pada bulan Ramadan Allah SWT membuka pintu rahmatNya selebar-lebarnya, sehingga pintu surga selalu terbuka dan pintu neraka selalu ditutup. Setiap kebaikan dilipat gandakan, sedikuitnya 10 kali lipat, sampai 700 kali lipat.

Pemilihan umum Presiden Indonesia 2014

Pemilihan umum (pemilu) di Indonesia pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Setelah amandemen keempat UUD 1945 pada 2002, pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres), yang semula dilakukan oleh MPR, disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat sehingga pilpres pun dimasukkan ke dalam rezim pemilu. Pilpres sebagai bagian dari pemilu diadakan pertama kali pada Pemilu 2004. Pada 2007, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007, pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) juga dimasukkan sebagai bagian dari rezim pemilu. Pada umumnya, istilah “pemilu” lebih sering merujuk kepada pemilihan anggota legislatif dan presiden yang diadakan setiap 5 tahun sekali.

Pemilihan umum Presiden Indonesia ke-3 digelar pada tanggal 9 Juli 2014.Pemilihan ini menjadi pemilihan presiden langsung ketiga di Indonesia, dan memilih seorang presiden untuk masa jabatan lima tahun. Petahana Susilo Bambang Yudhoyono tidak dapat maju kembali dalam pemilihan ini karena dicegah oleh undang-undang yang melarang periode ketiga untuk seorang presiden.Menurut UU Pemilu 2008, hanya partai yang menguasai lebih dari 20% kursi di Dewan Perwakilan Rakyat atau memenangi 25% suara populer dapat mengajukan kandidatnya. Undang-undang ini sempat digugat di Mahkamah Konstitusi, namun pada bulan Januari 2014, Mahkamah memutuskan undang-undang tersebut tetap berlaku.

Presiden terpilih akan dilantik pada 20 Oktober 2014, menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono.

Pasangan calon terpilih adalah pasangan calon yang memperoleh suara lebih dari 50% dari jumlah suara dengan sedikitnya 20% suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari 50% jumlah provinsi di Indonesia. Dalam hal tidak ada pasangan calon yang perolehan suaranya memenuhi persyaratan tersebut, 2 pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dipilih kembali dalam pemilihan umum (putaran kedua). Dalam hal perolehan suara terbanyak dengan jumlah yang sama diperoleh oleh 2 pasangan calon, kedua pasangan calon tersebut dipilih kembali oleh rakyat dalam pemilihan umum. Dalam hal perolehan suara terbanyak dengan jumlah yang sama diperoleh oleh 3 pasangan calon atau lebih, penentuan peringkat pertama dan kedua dilakukan berdasarkan persebaran wilayah perolehan suara yang lebih luas secara berjenjang. Dalam hal perolehan suara terbanyak kedua dengan jumlah yang sama diperoleh oleh lebih dari 1 pasangan calon, penentuannya dilakukan berdasarkan persebaran wilayah perolehan suara yang lebih luas secara berjenjang.

Kandidat

Prabowo Subianto—Hatta Rajasa  ( No.1) dan Joko Widodo—Jusuf Kalla ( No.2)

Penulis tidak membahas lebih lanjut, karena belum final hasil dari yang berwenang yaitu KPU

Piala Dunia

Menjelang jadwal Piala dunia 2014, para pecinta bola sibuk mencari berita seputar piala dunia 2014. Kali loakon akan menulis tentang tempat penyelengaraan piala dunia 2014 ini. Dimana piala dunia 2014 akan dilaksanakan, nama kota penyelengara piala dunia 2014, dan nama stadion penyelengara piala dunia 2014 kali ini di negara Brazil.
Sesuai dengan sejarahnya tentang pimilihan stadion piala dunia 2014 menurut FIFA pada awalnya ada 18 stadion untuk menyelenggarakan piala dunia 2014. Tapi sesuai ketentuan peraturan FIFA yang hanya menginginkan satu stadion piala dunia 2014 dalam satu kota, maka terpilihlah 12 stadion dan 12 kota penyelengara piala dunia 2014 di negara Brazil.

Ada pun 12 stadion piala dunia 2014 dan 12 kota penyelenggara piala dunia adalah sebagai berikut:

1. Arena Pantanal di kota Cuiaba
Kapasitas Stadi kotaon: 42,968
2. Arena da Baixada di kota Curitiba
Kapasitas Stadi kotaon: 43,981
3. Arena Amazonia di kota Manaus
Kapasitas Stadi kotaon: 42,374
4. Arena das Dunas di kota Natal
Kapasitas Stadi kotaon: 42,086
5. Estadi kotao Beira-Rio di kota Porto Alegre
Kapasitas Stadi kotaon: 51,300
6. Arena Corinthians atau Stadi kotaon Itaquerao di kota Sao Paulo
Kapasitas Stadi kotaon: 68,000
7. Stadi kotaon Maracana di kota Rio de Janeiro
Kapasitas Stadi kotaon: 76,935
8. Estadi kotao Nacional Mane Garrincha di kota Brasilia
Kapasitas Stadi kotaon: 70,042
9. Estadi kotao Mineirao di kota Belo Horizonte
Kapasitas Stadi kotaon: 62,547
10. Estadi kotao Castelao di kota Fortaleza
Kapasitas Stadi kotaon: 64,846
11. Arena Pernambuco di kota Recife
Kapasitas Stadi kotaon: 46,154
12. Arena Fonte Nova di kota Salvador
Kapasitas Stadi kotaon: 56,000

Diantara semua stadion yang paling terkenal adalah Stadion Maracana, Rio de Janeiro

Maracana, yang menjadi salah satu tuan rumah Piala Konfederasi 2013 dan Piala Dunia 2014

Nama stadion: Estádio Jornalista Mário Filho
Lebih dikenal dengan nama:  Estádio do Maracanã
Lokasi: Rio de Janeiro
Kapasitas: 76.804
Dibuka: 1950

Tidak diragukan lagi, Estádio do Maracanã adalah stadion paling terkenal di Brasil dan telah direnovasi untuk meningkatkan kenyamanan penonton dan mengurangi kapasitasnya untuk pertandingan Piala Dunia 2014, di mana ia akan menjadi tempat berlangsungnya pertarungan final.

Dibangun menjelang Piala Dunia 1950 di Brasil, mayoritas laga kandang tim nasional negara itu dilangsungkan di Maracanã, dan di sana Brasil kalah menyakitkan dari Uruguay, 2-1, pada final Piala Dunia 1950.

Pertandingan penuh kenangan pahit itu disaksikan langsung hampir 200.000 penonton, dan meskipun kapasitasnya kini telah dikurangi, stadion ini tetap yang paling besar di Brasil. Walau menjalani renovasi total, bentuk muka stadion ini tetap dipertahankan.

Arena yang diberi nama resmi sesuai dengan wartawan lokal dan pendukung pembangunannya, dibuka kembali pada April 2013 dengan pertandingan persahabatan antara dua tim legenda Brasil yang dipimpin Ronaldo dan Bebeto

Beberapa hari yang lalu Brasil melawan Jerman, juga menyakitkan bagi Brasil karena kalah dengan score 1-7

Dipiala Dunia 2014, Kroos tampil lumayan istimewa, sehingga membuat Jerman menang 7-1 dari Brasil sebagai tuan rumah, dan Kroos dijuluki Man of the Match yang menyumbangkan  gol terbanyak dan menjadi kunci sukses tim Jerman ke final.

Dari pihak Brasil, sebuah sumber mengatakan : tak seorangpun yang menyangka juara dunia 5 kali bisa dipermalukan dengan skor 1-7 di depan pendukung sendiri, Julio Cesar tak pernah bermimpi gawangnya akan kebobolan sampai 7 kali, ini merupakan sebuah mimpi yang amat mengerikan.Seorang pengamat Gary Lineker( mantan pemain timnas Inggris) juga mengulas kekalahan Brasil atas Jerman. Dia mengatakan ini bukan sekedar kekalahan, namun sebuah hal yang memalukan untuk negara sekelas Brasil. Apakah hal ini dampak dari ketidak hadirannya dalam laga Neymar (pencetak gol terbanyak Brasil)yang cidera punggung, dan Thiago Silva sebagai kapten Brasil, Ternyata ketidak hadirnya Neymar dan Silva, meninggalkan lubang mengaga yang tak bisa ditutupi.( Diambil dari beberapa sumber )

3 P ( Puasa, Pilpres, Piala Dunia )