Ada mahasiswaku bernama May Dayna, aku jadi ingat besok tanggal 1 Mei merupakan hari libur Nasional memperingati Hari Buruh.

Ditetapkannya 1 Mei sebagai hari libur nasional tidak menyurutkan semangat para buruh untuk terus berdemonstrasi menyuarakan tuntutan-tuntutan mereka. “Apalagi tahun ini adalah tahun penting bagi bangsa Indonesia yang mendapatkan presiden baru, yang akan membawa Indonesia lebih baik lima tahun ke depan,” kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

Said mengatakan tema besar May Day 2014 adalah “Menata Ulang Indonesia, Mewujudkan Negara Sejahtera”

Tuntutan yang akan disuarakan pada demonstrasi besar 1 Mei mendatang yakni:

1. Naikkan upah minimum 2015 sebesar 30 persen dan revisi kriteria hidup layak (KHL) menjadi 84 item.
2. Tolak penangguhan penetapan upah minimum.
3. Jalankan jaminan pensiun wajib bagi buruh pada Juli 2015.
4. Jalankan jaminan kesehatan seluruh rakyat dengan cara mencabut Peraturan Menteri Kesehatan nomor 69/2013 tentang tarif, ganti INA CBG’s dengan Fee For Service, dan audit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
5. Hapus outsourcing, khususnya di perusahaan milik negara.
6. Sahkan Rancangan Undang-Undang Pekerja Rumah Tangga (PRT) dan revisi Undang-undang Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.
7. Cabut UU Organisasi Masyarakat, dan ganti dengan RUU Perkumpulan.
8. Angkat pegawai dan guru honorer menjadi pegawai negeri sipil serta salurkan subsidi Rp 1 juta per orang per bulan dari anggaran negara untuk guru honorer.
9. Sediakan transportasi dan perumahan murah untuk buruh.
10. Jalankan wajib belajar 12 tahun dan bea siswa untuk anak buruh hingga perguruan tinggi(PINGIT ARIA).

Perjuangan Buruh Selama 15 Tahun untuk Outsourcing dan Jaminan Hari Tua serta Keselamatan & Kesehatan Pekerjanya:

Nyumarno mengatakan tahun ini adalah tahun bersejarah karena untuk pertama kalinya buruh akan memperingati May Day sebagai libur nasional. “Hal ini tak terlepas dari perjuangan buruh selama 15 tahun,” kata dia.
Meski tuntutan Hari Buruh Internasional Mei May Day sebagai hari libur nasional dipenuhi mulai buruh tetap menggelar aksi turun ke jalan Mereka menyerukan berbagai tuntutan kesejahteraan buruh pada Mei di Yogyakarta Kenyataannya buruh di wilayah DIY belum sejahtera Hak-haknya masih ada yang dilanggar kata Koordinator Umum Koalisi Rakyat Bersatu KRB Ristu kemarin Persoalan perburuhan di DIY adalah masih ada tenaga outsourcing dan upah buruh yang dinilai masih rendah.

Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 1992 (SBSI92), Sunarti, mengatakan bahwa dirinya bersama ribuan buruh yang datang ke kantor Kementerian Keuangan menuntut pencairan dana JHT. Mereka beranggapan, dengan diberlakukannya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) per tanggal 1 Januari 2014, maka dana JHT mereka akan dipermainkan untuk kebutuhan politik dan Pemilu 2014.

“Kami mau menarik dana JHT kami. Kami tidak mau uang kami dipakai untuk pemilu,” kata Sunarti di depan kantor Kementerian Keuangan, Kamis, 19 Desember 2013. Ia mengatakan, ketidakjelasan pengalihan dana JHT Jamsostek yang sudah sebesar Rp 147 triliun kepada BPJS SJSN dan ketidakjelasan penanggung jawab dana tersebut menjadi kekhawatiran bahwa dana itu akan menjadi bancaan politik.
Para buruh dalam aksi massa kali ini menuntut pemerintah mengeluarkan dana JHT yang sudah mereka setorkan ke PT Jamsostek selama ini. Mereka tidak mempercayai bahwa uang yang telah mereka setorkan itu akan benar-benar digunakan untuk jaminan kesehatan mereka melalui BPJS SJSN. Sebab, berdasarkan Pasal 17 Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional disebutkan bahwa penerima jaminan sosial adalah mereka yang membayar iuran.
Massa buruh yang berdemonstrasi merupakan gabungan dari Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 1992 (SBSI92), Serikat Pekerja Nasional (SPN), SPSI, Gas Permindo, GASPEM, Dewan Kesehatan Rakyat, GSBI, dan SRMI.( MAYA  NAWANGWULAN).

Sementara itu, meski juga tidak berencana melakukan aksi turun jalan, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri, Yusuf Saputro, mengeluarkan seruan perlindungan jurnalis dan peningkatan kesejahteraan terhadap perusahaan media. Meski disuarakan terus oleh serikat pekerja media dan organisasi jurnalis, hingga kini perlindungan dan jaminan kesejahteraan yang diberikan perusahaan media masih memprihatinkan. “Jurnalis seperti tak punya nilai tawar sama sekali terhadap perusahaan,” kata Yusuf.
Bahkan untuk urusan yang sangat mendasar terkait dengan keselamatan dan kesehatan pekerjanya, masih banyak perusahaan media yang abai. Hal ini terukur dari tidak adanya perlindungan asuransi kesehatan untuk rawat jalan dan inap kepada jurnalis. Alih-alih memberikan perlindungan, perusahaan justru melimpahkan urusan itu kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial pemerintah dengan premi yang dibayar sendiri atau dipotong dari honor bekerja. (HARI TRI WASONO)

Beda Pendapat (  May Day Merugikan Industri )

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Sarman Simanjorang menyayangkan Keputusan Presiden yang menjadikan 1 Mei sebagai hari libur nasional. Ia berpendapat, tak ada kepentingan mendesak untuk meliburkan kegiatan industri pada peringatan Hari Buruh.

“Urgensinya tidak ada,” kata Sarman melalui siaran pers, Rabu, 30 April 2014. Menurut dia, penetapan hari libur pada 1 Mei di negara lain tak bisa dijadikan pertimbangan untuk melakukan hal serupa karena perbedaan kondisi.

Sarman mengatakan seharusnya pemerintah ingat akan penilaian World Economic Forum (WEF) yang menyatakan daya saing Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan internasional ataupun lingkungan regional ASEAN. Indonesia berada di peringkat ke-50 dari 144 negara. Posisi ini berada jauh di bawah Singapura yang menempati urutan kedua, Malaysia di nomor ke-25, Brunei Darussalam pada urutan ke-28, dan Thailand yang menempati posisi ke-38.

Sarman berujar, seharusnya pemerintah mengeluarkan peraturan yang mewajibkan perusahaan industri mengisi Hari Buruh dengan kegiatan internal seperti pelatihan sumber daya manusia, olahraga, dan kesenian. Dia menganggap acara tersebut lebih bermanfaat ketimbang meliburkan industri.

Selain itu, Sarman mengatakan, menjadikan Hari Buruh sebagai hari libur juga merugikan pengusaha. Ia mencontohkan, perusahaan padat karya bidang garmen akan mengalami kerugian lantaran target hasil produksi tidak tercapai.
Untuk menghindari pembayaran sanksi, perusahaan harus menerapkan lembur dengan pembayaran gaji dua kali lipat. “Bayangkan berapa besar kerugian yang harus ditanggung dunia usaha akibat proses yang berhenti,” ujarnya( LINDA HAIRANI)

Tanpa May Day

Ribuan buruh perusahaan rokok di Jawa Timur  dipastikan tak akan melakukan aksi turun jalan memperingati Hari Buruh. Pihak perusahaan menyatakan tak bertanggung jawab atas aksi yang dilakukan di luar pabrik dan tanpa pemberitahuan terlebih dulu.
Perusahaan tidak akan mengekang pekerjanya untuk memperingati Hari Buruh besok. Asalkan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak perusahaan agar tertata dengan baik.

Namun jika ada perwakilan pekerja perusahaan  yang tetap melakukan aksi di luar pabrik dan tanpa pemberitahuan, manajemen Perusahaan tak akan bertanggung jawab atas mereka. Saat ini sebanyak 40 ribu pekerja Perusahaan  tergabung dalam tiga serikat pekerja dengan dua di antaranya Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).

Alternatif lain di hari May Day :

Wahana permainan  Di Sentul, memberikan potongan harga tiket masuk sebesar 30 persen bagi setiap buruh dan karyawan yang akan menghabiskan waktu liburan, bertepatan dengan Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada setiap tanggal 1 Mei.

“Kami memberikan promo spesial May Day, yang hanya berlaku di tanggal 1 Mei 2014 dan kebetulan merupakan bagian dari liburan akhir pekan yang cukup panjang berupa potongan harga tiket masuk sebesar 30 persen,” kata Marcomm Public Relations Perusahaan Permainan di kawasan Sentul Nirwana Sentul City, Minia Artpita Barus, saat dihubungi, Rabu, 30 April 2014.

Dia mengatakan potongan harga tiket masuk ke Wahana ini  sebagai bentuk dukungan terhadap buruh dalam memperjuangkan nasib dan hak-haknya yang diperingati oleh para buruh setiap tanggal 1 Mai. “May Day di Wahana tsb  memberikan potongan harga 30 persen dari harga yang berlaku, Rp 200 ribu,” kata dia.

Potongan harga tiket masuk ke Wahana tsb, pengunjung hanya cukup menunjukkan kartu identitas karyawan (ID Card). “Dengan menunjukan ID tersebut pengunjung hanya cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 140 ribu dari harga normal sebesar Rp 200 ribu,” kata dia.

Minia mengatakan setelah memdapatkan harga promo May Day tersebut, pengunjung sudah bisa menikmati 31 wahana yang ada di  Park, Sentul, di antaranya Air Race. “Wahana yang baru pertama kalinya ada di Indonesia ini, pastinya akan memacu adrenalin setiap pengunjung yang mencobanya,” kata dia.(M. SIDIK PERMANA)

Aku mempunyai anak lelaki yang bekerja di salah satu perusahaan Perancis di Jakarta yang tidak  ikut berpartisipasi berunjuk rasa, dia lebih memilih liburan dengan keluarga dari pada ikut berdemo, kenapa aku tanyakan, dan aku bisa menarik kesimpulan, segala tuntutannya ( para pekerja di perusahaan Minyak Perancis ) sudah terpenuhi ?

 

May Day