Kualitas Manusia Indonesia

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

Di era yang sudah semakin maju ini, atau biasa disebut dengan Era Globalisasi, Sumber Daya Manusia ( SDM ) harus lebih ditingkatkan kualitasnya agar dapat bersaing dengan yang lainnya. Semakin berkualitas SDM sebagai pribadi-pribadi maka akan semakin maju pula pribadi tersebut untuk bersaing. Maka dari itu, pengembangan Sumber Daya Manusia guna mendapatkan SDM yang bekualitas dan mempunyai daya saing merupakan hal yang harus diperhatikan oleh pribadi-pribadi itu sendiri, seandainya masing-masing pribadi ingin bersaing.

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

Pengembangan kualitas SDM pribadi-pribadi  haruslah dilakukan sejak dini. Tidaklah mudah memang karena membutuhkan tenaga dan biaya yang tidak seberapa. Apalagi harus ada kesadaran masing – masing pribadi untuk membuat diri mereka menjadi seorang pribadi yang berkualitas.
Seperti saat ini, Indonesia sudah mengakui kualitas pribadi, yang tidak hanya melalui jalur akademi, tetapi bisa seni ( nyanyi, komedi, tari ) yang sudah ada ajang kompetisinya, dan ternyata disambut oleh masyarakat sedemikian  hebatnya, seperti ajang persaingan seni suara ( Indonesia Idol, Academy Dangdut , Stand up Comedy, dll ), itu adalah juga salah satu pengembangan kualitas hidup pribadi-pribadi.

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

Sumber Daya Manusia yang berkualitas adalah semua pribadi manusia yang memiliki bakat, kreativitas, potensi, tenaga, imajinasi, kemampuan untuk memajukan diri, tangguh dan ulet, mandiri, terampil, memiliki tanggung jawab, berorientasi ke masa depan, disipilin, berbudi, mampu bekerjasama dan pantang menyerah.           Kualitas SDM yang seperti itulah yang dibutuhkan oleh setiap pribadi-pribadi agar dapat membangun pribadinya masing – masing menjadi lebih maju. Setiap pribadi yang telah maju akan membuat percaya diri.

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

Pengembangan SDM yang berkualitas, bukannya tanpa hambatan. Banyak hambatan yang harus dihadapi untuk membangun SDM yang berkualitas tersebut. Belum siapnya setiap pribadi-pribadi untuk memanfaatkan peluang dan memenangkan persaingan yang ada merupakan masalah utama dan harus segera diselesaikan. Dan lagi di era globalisasi saat ini, dimana perkembangan teknologi sudah semakin maju, masih banyak SDM di setiap pribadi di Indonesia yang belum mengenal teknologi yang ada. Sehingga pembangunan SDM berkualitas yang berorientasi teknologi merupakan hal yang harus dipikirkan untuk sekarang ini dan masa depan nantinya.

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

Tulisan ini disusun untuk mengingatkan kita semua bahwa keberhasilan, kesuksesan karir, maupun peningkatan kinerja setiap pribadi-pribadi yang notabene merupakan sumber daya manusia (aset terpenting dalam suatu organisasi),  tidak hanya dipengaruhi aspek-aspek yang berkaitan dengan kompetensi, motivasi, promosi dan mutasi, atau remunerasi semata. Bahwa ada aspek lainnya yang tak kalah pentingnya, bahkan bersifat fundamental, namun seringkali terabaikan dalam kajian-kajian seputar pengembangan sumber daya manusia. Aspek tersebut adalah relasi, khususnya relasi dengan pasangan hidup yang mewarnai aktifitas dan produktifitas individu bersangkutan hari demi hari.

Manusia adalah Makluk Sosial

Kita sebagai pribadi-pribadi sangat membutuhkan orang lain sebagai relasi.

Relationship” atau berikutnya kita sebut saja sebagai relasi, merupakan kata penuh makna yang menjadi pondasi yang merupakan tempat dibangunnya seluruh aspek kehidupan kita, karena manusia memiliki fitrah sebagai makhluk sosial. Relasi menyatukan kita satu sama lain dan membuat kehidupan ini menjadi penuh arti. Kualitas relasi akan menentukan berapa besar kinerja dan kontribusi yang dapat kita berikan dalam keberadaan kita sebagai insan di muka bumi. Kebahagiaan dan kualitas kehidupan kita pun sangat ditentukan olehnya.

Kita hidup di jaman yang serba sibuk. Walaupun berbagai teknologi menjanjikan kemudahan dan efisiensi, ternyata waktu kita semakin terserap oleh berbagai aktifitas, hobi, maupun urusan yang membuat kita justru lebih sibuk dari sebelumnya. Sepintas, semua aktifitas tadi kelihatannya diperlukan dan masuk akal, namun seringkali kesibukan ini akhirnya mengikis relasi kita. Kita terus menerus berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya dan tanpa disadari kita tidak lagi bisa menikmati relasi kita dengan orang yang kita cintai. Begitu banyak terbuangnya alokasi waktu yang seharusnya untuk menikmati kebersamaan dan berbagi pengalaman dalam suatu hubungan yang indah yang membawa arti dan kebahagiaan dalam hidup. Pada gilirannya, kesibukan-kesibukan tersebut mengubah kita dari yang alamiahnya sebagai ‘human being’ menjadi sekedar ‘human doing’. Memang seperti penulis, yang notabene sebagai tenaga pengajar, sekaligus sebagai ibu rumah tangga, dan tidak lepas dari kesibukan organisasi ( baik dikampus maupun di RT/RW ), tidak lepas dari hubungan relasi. Dikampus berhubungan dengan para akademisi ( Dosen dan karyawan ), di kampung sebagai salah satu penaggung jawab pokja di RW tempat penulis domisili. Kalau kita tidak memanfaatkan sebaik-baiknya hubungan dengan relasi, hidup tidak akan human being tetapi human doing, jadi kaku dan tidak sebagai mahluk sosial.

Strategi Memperkokoh Relasi

Untuk membina relasi yang kokoh, kita tidak harus pandai bicara, berpendidikan tinggi, ataupun kaya raya. Tak jarang orang-orang yang demikian justru tidak memiliki kualitas relasi yang baik. Relasi adalah milik kita yang hakiki, dan semuanya bergantung pada bagaimana kita membangunnya.

Membangun relasi yang kokoh adalah sebuah perjalanan hingga akhir hayat. Tiada titik dimana kita dapat berhenti dan mengklaim bahwa “Saya telah berhasil membangun relasi yang baik, dan sekarang saatnya berhenti!”. Jika ini yang kita anggapkan, berarti detik itu kita tengah berada pada titik kulminasi, dan mulai detik berikutnya kita akan mengalami penurunan kualitas. Relasi diciptakan detik demi detik, bahkan dari apa yang kita lakukan detik sekarang ini.

Sebagaimana sering diungkapkan sebelumnya, membangun relasi adalah seumpama membawa bahtera dalam mengarungi samudera raya nan luas. Kemana arah tujuan berlayar adalah sangat penting karena hal ini menentukan segala sesuatunya dalam perjalanan bahtera. Jangan biarkan nahkoda dan semua awaknya larut dalam keasyikan alunan ombak dan membiarkan bahtera hanyut terbawa arus gelombang, lupa bahwa mereka perlu menetapkan tujuan sejak awal dan mengarahkan perahu agar selalu tertuju pada pulau harapan.

Proyeksi Pribadi pada Organisasi

Jika kita konsekuen dengan ucapan bahwa kita ingin maju maka pribadi-pribadi harus siap dan mampu menjadi pribadi yang mempunyai pemimpin yang bisa membuat kita semakin maju. Organisasi yang hebat, ternyata terdiri dari pribadi-pribadi yang hebat. Seperti ditempat penulis pengabdikan diri, mendapatkan kepercayaan masyarakat ( baik tim penilai maupun penikmat pendidikan) mendapatkan nilai akreditasi A itu tidak mudah, banyak kisi-kisi nilai yang harus dipersiapkan untuk dinilai. Hal ini, kalau tidak ada kerjasama yang baik antar relasi, juga doa yang tulus dari organisasi dan pribadi-pribadi,tidak akan tercipta nilai A yang bagus bagi suatu akademisi.

 

 

Kualitas Organisasi merupakan proyeksi kualitas pribadi2 dalam organisasi ybs