Dalam kehidupan sehari-hari seringkali mendengar masalah kualitas, tetapi makna yang terkandung didalamnya tergantung didalamnya bagi setiap orang berlainan satu sama lain tergantung pada konteksnya. Kualitas mempunyai banyak kriteria yang berubah secara terus-menerus. Konsep kualitas sering dianggap sebagai ukuran relatif kebaikan terhadap barang/jasa yang terdiri dari atas kualitas desain dan kualitas kesesuaian.
T.Q.M. Merupakan konsep yang lebih luas, yang tidak hanya menekankan pada aspek hasil, tetapi juga proses, lingkungan dan manusia
Meskipun tidak ada definisi kualitas yang diterima secara universal, dari definisi yang ada terdapat kesamaan yaitu meliputi elemen-elemen :
1. Kualitas meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan
2.Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan
3.Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah ( apa yang dianggap merupakan kualitas saat ini mungkin dianggap kurang berkualitas pada saat mendatang.
Berdasarkan definisi Goetsch & Davis(1999,p.4) : kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi/melebihi harapan pelanggan
Total Quality Management (T.Q.M.) merupakan pendekatan manejemen yang digunakan untuk meningkatkan daya saing perusahaan dalam jangka panjang dalam pasar global,untuk mampu bersaing dan bertahan serta berkembang dilingkungan global, perusahaan perlu perubahan yang radikal terhadap sistem manajemennya, agar mampu menghasilkan barang/jasa yang sesuai dengan tuntutan zaman. Perusahaan harus secara konsisten menghasilkan barang/jasa yang berkualitas, sehingga perancangan dan penerapan T.Q.M. Merupakan kebutuhan mendesak yang segera terwujud
Menurut Ishikawa dan Pawitra (1998) : TQM adalah perpaduan semua fungsi dari perusahaan ke dalam falsafah holistik yang ada berdasarkan konsep kualitas,team work, produktivitas serta kepuasan pelanggan.
Kalau berbicara masalah pelanggan, karena Perguruan Tinggi pasti pelanggannya adalah mahasiswa baru, yang notabene masih negeri minded.
Berkat kerja sama tim, Perguruan Tinggi bisa dipercaya oleh calon mahasiswa baru.
Banyak usaha telah dirumuskan oleh para ahli manajemen kualitas untuk mendefinisikan kualitas jasa atau pelayanan, agar dapat didesain (designable), dikendalikan (controllable), dan dikelola (manageable), sebagaimana halnya dengan kualitas barang. Secara konseptual, manajemen kualitas dapat diterapkan baik pada barang maupun jasa, karena yang ditekankan dalam penerapan manajemen kualitas adalah peningkatan sistem kualitas.
Dengan demikian, yang perlu diperhatikan dalam pengembangan manajemen kualitas adalah pengembangan sistem kualitas yang terdiri dari: perencanaan sistem kualitas, pengendalian sistem kualitas, dan peningkatan sistem kualitas.
Kebutuhan Manajemen Sistem Industri Modern:
Manajemen perguruan tinggi di Indonesia seyogianya memahami pula perkembangan manajemen sistem industri modern, sehingga mampu mendesain, menerapkan, mengendalikan, dan meningkatkan kinerja sistem pendidikan tinggi yang memenuhi kebutuhan manajemen sistem industri modern. Hal ini dimaksudkan agar setiap lulusan dari perguruan tinggi mampu dan cepat beradaptasi dengan kebutuhan sistem industri modern. Dengan demikian sebelum membahas tentang sistem pendidikan tinggi, perlu diketahui tentang konsep dasar sistem industri modern yang akan dipergunakan sebagai landasan utama untuk membahas penerapan TQME pada sistem pendidikan tinggi modern di Indonesia.
Agar peningkatan proses industri(jasa) dapat berjalan secara konsisten, maka dibutuhkan manajemen sistem industri, yang pada umumnya akan dikelola oleh lulusan perguruan tinggi.
Sebelum TQME didesain untuk perguruan tinggi di Indonesia, maka stakeholders dari perguruan tinggi harus memiliki kesamaan persepsi tentang manajemen kualitas. Dalam konsep manajemen kualitas modern, kualitas suatu perguruan tinggi antara lain ditentukan oleh kelengkapan fasilitas atau reputasi institusional. Kualitas adalah sesuatu standar minimum yang harus dipenuhi agar mampu memuaskan pelanggan yang menggunakan output (lulusan) dari sistem pendidikan tinggi itu, serta harus terus-menerus ditingkatkan sejalan dengan tuntutan pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif. Berkaitan dengan hal ini, maka Spanbauer (1992) menyatakan bahwa manajemen perguruan tinggi harus mengadopsi paradigma baru tentang manajemen kualitas modern. ( diambil dari beberapa sumber)

TQM di Perguruan Tinggi ( Swasta )