Salah satu penelitianku yang diterima dalam prosiding adalah FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN WANITA BERWIRAUSAHA  DI WAGIR MALANG
Dimana sebagai faktor internal adalah minat, pemberdayaan diri, motivasi dan sebagai faktor eksternal adalah peran suami dan sumber modal, adalah sebagai variabel independent
Dan sebagai variabel dependent adalah Pengambilan keputusan Berwirausaha.
Pilihan Berwirausaha :
Kiyosaki (2001) dalam buku Cashflow-Quadrant memberikan gambaran mengenai berbagai metode yang berlainan tentang bagaimana seseorang dapat memperoleh penghasilan, yaitu sebagai employee (pegawai), self-employee (pekerja lepas), business owner (pemilik usaha), dan investor (penanam modal).
Apabila seseorang menginginkan dapat lebih menikmati hidup (downshifting) seperti yang dikatakan oleh Drake (2001) yaitu bekerja dengan waktu yang seminimal mungkin dan disamping itu tetap ada uang yang mengalir masuk, maka memperoleh penghasilan sebagai pemilik usaha merupakan pilihan yang patut dipertimbangkan.
Pengertian wirausaha :
Kiyosaki maupun Drake sebagai berikut : Wirausaha yang dimaksud adalah self-employee yaitu orang yang bekerja sendiri dengan cara menjalankan usaha milik sendiri, ada orang yang bekerja untuknya, menciptakan kerja bagi orang lain, ada sistem yang digunakan dan ada penghasilan yang dapat diperolehnya.
Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan,Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti.
Wirausaha bukanlah pengusaha yang sukses karena memiliki kemampuan tertentu untuk menciptakan sesuatu yang baru. Tapi wirausaha adalah suatu kegiatan yang dapat memberikan nilai tambah terhadap produk jasa melalui transformasi, kreatifitas inovasi, dan
kepekaan terhadap lingkungan sekitar, sehingga produk atau jasa tersebut bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pengguna produk atau jasa.
Bila ditinjau dari segi etimologi wirausaha berasal dari kata ”wira“dan“usaha”, kata wira berarti “teladan”atau patut dicontoh, sedangkan usaha berarti kemauan keras memperoleh manfaat.
Jadi seorang wirausaha dapat diartikan sebagai berikut: seorang yang berkemauan keras dalam melakukan tindakan yang bermanfaat dan patut menjadi teladan hidup. Atau lebih sederhana dapat dirumuskan sebagai menjadi teladan hidup. (Kasmir).
Zimmerer dan Scarborogh mendefinisikan wirausahawan adalah seseorang yang menciptakan sebuah bisnis baru dengan mengambil resiko dan ketidakpastian demi mencapai keuntungan dan pertumbuhan bisnis dengan cara mengidentifikasikan peluang dan menggabungkan sumber daya yang diperlukan untuk mendirikannya.
Menurut Harris wirausaha yang sukses adalah pada umumnya mereka yang memperoleh kompetensi yaitu yang memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kualitas individual yang meliputi sikap, motivasi, nilai-nilai pribadi, serta tingkah laku yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaannya.
Menurut Harris wirausaha yang sukses adalah pada umumnya mereka yang memperoleh kompetensi yaitu yang memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kualitas individual yang meliputi sikap, motivasi, nilai-nilai pribadi, serta tingkah laku yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaannya.
Pengambilan Keputusan Berwirausaha :
Menurut Robbins, SP (2001: 27) dalam model dasar OB (Organizational Behavior) : bahwa pengambilan keputusan individu itu dipenga-ruhi oleh dasar-dasar perilaku individual, persepsi, motivasi dan pembelajaran individu, selain itu juga perubahan yang terjadi dapat mempengaruhi nilai dan sikap seseorang dan pada akhirnya mempengaruhi pula pengambilan keputusan yang dibuatnya.
Model Cooper secara khusus dalam Journal of Small Business Management (Birley, 1989:33) menjabarkan bahwa pengambilan keputusan individu untuk berwirausaha dipengaruhi oleh : Antecedent influence, incubator organization, dan enviromental factors.
Fokus penelitian ini hanya pada variabel-variabel minat, pemberdayaan diri, motivasi, peran suami dan sumber modal dengan alasan sbb :
a.Minat :
Era keterbukaan saat ini memerlukan manusia individu per individu yang dapat mengembangkan secara optimal potensi yang dimiliki. Persaingan yang ada sebenarnya memberi kesempatan pada setiap individu agar mengembangkan potensi yang dimiliki bagi perbaikan derajat kehidupannya sendiri, sehingga dapat bersanding dengan bangsa serta umat manusia lain yang telah maju. Masyarakat masa depan adalah masyarakat yang didasarkan pada kemampuan (merit system) dan bukan berdasar fasilitas dan kekuasaan (Tilaar,1997:9).
Guilford dalam Walgito (1993:24) mengemukakan bahwa minat adalah kecenderungan untuk memperhatikan dan mencari obyek tertentu, perhatian terhadap obyek cenderung mempengaruhi perilaku individu dalam kegiatan.
Dalam penelitian ini minat yang dimaksudkan adalah kecenderungan yang tinggi dari seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu yang disukai, didasari bakat yang dimiliki, pengalaman dan pada akhirnya mendorong seseorang untuk mengambil keputusan berwirausaha.
b.Pemberdayaan Diri :
Teori pembelajaran sosial (social learning theory) dalam Robbins (2001:69) menjelaskan bahwa orang dapat belajar lewat pengamatan dan pengalaman langsung. Demikian pula pembelajaran tentang pemberdayaan diri, dapat terjadi karena pengamatan maupun pengalaman secara langsung.
Memberdayakan wanita tidak dimaksudkan untuk lebih menambah tanggung jawab wanita tetapi lebih menekankan pada meningkatkan kesadaran wanita dalam hubungan kesetaraan dan struktur yang lebih besar (sosial, ekonomi, politik) dalam kehidupan yang mengancam manusia dan lingkungan.
c.Motivasi :
Motivasi menurut Alma (2001:64) didefinisi-kan sebagai kemauan untuk berbuat sesuatu, dan tergantung pada kekuatan motifnya.
Tingkah laku bermotivasi adalah tingkah laku yang dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan dan diarahkan pada pencapaian suatu tujuan, agar suatu kebutuhan terpenuhi dan suatu kehendak terpuaskan.
d.Peran suami :
Dalam horizon ini pria yang berkuasa untuk menentukan dan segala aspek dipandang dari sudut bapak (Murniati, 2004:80).
Kiprah wanita tidak begitu diperhitungkan dalam masyarakat. Kondisi ini terus berlangsung karena adanya pandangan yang melecehkan wanita yang sumbernya dari kaum pria itu sendiri.
Atas dasar hal tersebut di atas maka keberadaan dan peran wanita perlu diubah dan ditingkatkan.
Menurut Arman dkk menjelaskan, salah satu pemicu orang untuk memutuskan berwirausaha yaitu karena jenis kelamin. Laki-laki diidentikan dengan maskulinitas (derajat penekanan unsur materi yang berbentuk agresif, rasional, ambisius dan kuat), sedangwanita diidentikan dengan feminimitas (penekanan unsur harmoni, hubungan baik dan emosional yang berbentuk sifat sensitive, penuh kasih, lemah dan simpati).
e. Sumber Modal :
Sarosa (2003:99) mendefinisikan modal sebagai jumlah uang yang ditanamkan dalam suatu usaha. Uang inilah yang akan digunakan untuk membiayai kegiatan usaha sampai dapat menghasilkan laba sendiri.
Modal uang yang dapat digunakan oleh seseorang untuk memulai usaha dapat berasal dari berbagai sumber.
3 Cara Sumber Modal :
Menurut Sarosa (2003:101) sumber modal dapat diperoleh dengan tiga cara yaitu :
a. modal sendiri, meminjam, dan kerja sama dengan pihak lain.
b.Sumber modal sendiri dapat berasal dari warisan, tabungan, menjual / menggunakan aset yang kurang produktif.
c.Meminjam dapat berasal dari perorangan dan lembaga keuangan.
Populasi penelitian adalah wirausaha wanita dengan skala kecil di Wagir Malang, dimana dengan penghasilan yang diperoleh dapat digunakan sebagai tambahan income dalam rumah tangga.
Populasi dan Sampel , Tehnis Pengambilan Sampel :
Sampel adalah sebagian dari wirausaha wanita dengan skala kecil yang dengan berwirausaha dapat digunakan untuk menambah penghasilan keluarga. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Yang mana mempunyai syarat: 1. penduduk kec.Wagir, 2. umur diatas 21 th ( karena sdh dianggap dewasa)3. berwirausaha. Besar sampel yang digunakan dalam Analisis Regresi Berganda adalah antara 15 – 20 kali banyaknya variabel independen yang terlibat (Hair,1998:166), sehingga sampel dalam penelitian ini ditentukan sebesar 75 wirausaha wanita di Wagir (Malang)
Dari hasil Analisis Regresi Berganda didapatkan Uji t yang menunjukkan bahwa dari ke-5 variabel independen (X) terdapat 4 variabel independen (X1, X2, X3, X5) yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y), sedangkan 1 variabel independen lainnya (X4) mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y). Sehingga hanya variabel Peran suami (X4) yang mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap keputusan berwirausaha (Y)
Sehingga dapat penulis katakan bahwa dalam berwirausaha, ternyata peran suami masih dominan bagi seorang istri ( wanita ) dalam berwirausaha, tentunya bagi para istri yang ingin manambah penghasilan keluarga. Peran suami sangat menentukan apakah mengijinkan atau tidaknya seorang istri berwirausaha.

b. Sumber modal ikut dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan berwirausaha oleh seseorang, karena bagaimanapun juga dalam memulai suatu usaha modal dalam bentuk uang seberapapun kecilnya selalu diperlukan, walaupun menurut Kasali dalam pengantar buku 50 Usahawan Tahan Banting (Abe,2000:XIV) dikatakan bahwa modal uang hanyalah pelengkap,
c. Peran suami yang bukan wirausaha ikut dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan yang dilakukan oleh wanita (istri) untuk mengetahui seberapa besar peranan suami dalam memberikan tanggapan terhadap aktivitas yang dilakukan oleh wanita (istri).

Peran suami dalam berwirausaha