Saat penulis melakukan Pengabdian pada Masyarakat, penulis memberanikan diri untuk mengangkat sampah yang akan mempunyai manfaat ekonomi cukup tinggi. Seperti dicanangkan oleh menteri lingkungan hidup, bahwa sampah yang ada di setiap rumah tangga demikian banyak dan bila tidak dimanfaatkan sangat mengganggu, dimana di setiap warga sudah di himbau untuk mengkatagorikan sampah basah, dan sampah kering atau tepatnya sampah organik dan non organik. Penulis mengangkat Sampah untuk didaur ulang menjadi produk daur ulang yang bernilai cukup tinggi, misalnya sampah koran untuk keranjang, untuk sandal, sampah bekas bungkus makanan/minuman untuk tas, tudung saji, dll.
Sampah Plastik bekas pembungkus makanan atau minuman, koran bekas dan kain perca bukan merupakan sesuatu yang dibuang begitu saja, tetapi dapat dimanfaatkan atau dipakai untuk berbagai macam produksi daur ulang sampah. Dari pada dijual ke tukang koran bekas, lebih baik didaur ulang agar menjadi barang baru yang bermanfaat. Dengan demikian limbah sampah tersebut tidak terbuang percuma namun dapat diolah menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi kembali yang cukup tinggi.
Cara memanfaatkan limbah sampah tersebut adalah dengan mengumpulkannya melalui pengepul, yang bisa dilakukan oleh ibu-ibu PKK setempat, kemudian dijual kepada kelompok atau perseorang yang membutuhkan limbah sampah tersebut antara lain dibutuhkan oleh pengrajin daur ulang sampah. Di setiap kelurahan pasti ada Rukun Tetangga, Rukun Warga, inilah yang akan menjadi penggerak pengepul sampah, dibentuk kader lingkungan yang sadar akan kebersihan lingkungan.
Tentunya pihak pengepul harus mempunyai pengrajin untuk membuat produk daur ulang sampah tersebut.
Adapun peralatan yang digunakan untuk membuat daur ulang sampah adalah sbb :
1. Bahan Baku
Bahan baku untuk pembuatan daur ulang sampah tersebut adalah koran bekas, plastik bekas bungkus makan an/minumam dan kain perca yang dibeli dari masyarakat setempat, lebih tepatnya ibu-ibu anggota PKK setempat yang sadar akan kebersihan lingkungan dengan cara mengepul di setiap RT masing-masing yang diketuai oleh ibu RT setempat dan dikumpulkan di RW setempat , kemudian diantar langsung ketempat pengrajin. Harga bahan baku yang dijual ke pengrajin daur ulang sampah tersebut relatif lebih mahal dibandingkan jika bahan baku tersebut dijual kepada para pemulung, karena mereka mengetahui limbah sampah tersebut akan didaur ulangkan.
2. Peralatan
Alat-alat yang digunakan untuk mengolah produk daur ulang sampah adalah:
Jenis Alat Status Keterangan
1. Gunting Milik sendiri Ada dua macam gunting yaitu, besar dan kecil. Untuk menggunting koran menggunakan gunting kecil,sedangkan gunting besar digunakan untuk menggunting bahan pembantu seperti karton bekas, kaleng bekas,plastik, kain perca
2. Lem
Milik sendiri Ada berbabagai macam lem untuk membentuk daur ulang sampah; lem untuk kertas koran, dan lem untuk plastik bekas bungkus produk.
3. Pewarna/vernis Milik sendiri Untuk memberi warna koran atau memvernis agar lebih awet dan memperindah penampilan
4. Benang, jarum Milik sendiri Sebagai perekat daur ulang sampah plastik yang sudah selesai dibentuk untuk menjadi barang jadi.
3. Tenaga Kerja
Untuk melakukan usaha tersebut pengrajin masing-masing bekerja dengan bantuan orang lain. Hasil produk daur ulang sampah dikumpulkan pada BSM (Bank Sampah Malang, Jika banyak pesanan dari BSM, maka mereka biasanya menyewa atau minta bantuan ibu-ibu PKK dari RT setempat yang sebelumnya sudah diberi pelatihan cara membuat produk dari daur ulang sampah. Tenaga kerja yang dipekerjakan tersebut akan membuat produk mulai awal sampai menjadi barang jadi yaitu untuk produk dari bahan koran bekas mereka akan memilin kertas koran, dan memotong-motong plastik bekas bungkus produk menjadi beberapa bagian produk yang direncanakan .
4. Produk
a. Proses Produksi.
Proses produksi yang dilakukan mitra tersebut mulai dari pengolahan bahan baku sampai dengan barang jadi yang siap dijual. Proses produksi tersebut dilakukan di dalam rumah,sehingga dapat dikatakan kerja sambilan.
b. Produk
Hasil produksi yang dijual oleh kedua mitra tersebut adalah : keranjang, tas, tudung saji, sandal, tempat pinsil, tempat tisue ,dll
5. Pemasaran
a. Harga Jual.
Pengrajin daur ulang sampah dalam menetapkan harga jual mengikuti harga jual yang ditetapkan oleh BSM, bila dibandingkan dengan pengrajin lainnya, harga jualnya lebih murah, padahal umumnya harga jual ditetapkan berdasarkan beban pokok produksi ditambah laba yang diinginkan,agar tidak mengalami kerugian.
b. Saluran Distribusi
Pemasaran produk hasil daur ulang sampah dilakukan dengan cara :
1)Produk daur ulang sampah di salurkan langsung ke BSM
2)Konsumen pemakai datang membeli ke pengrajin untuk dipakai sendiri
c. Promosi:
Produk daur ulang sampah, biasanya kurang menjalankan promosi, sehingga bisa dikatakan hanya dari mulut ke mulut
Diharapkan ada pihak lain yang memperhatikan produk daur ulang sampah.
oleh karena itu penulis memberanikan diri untuk mengangkat daur ulang sampah ini untuk pengabdian pada masyarakat, yang sudah dihibahkan oleh Dikti.

Daur Ulang Sampah