ž Lingkungan Kerja
žLingkungan kerja adalah keadaan di mana tempat kerja yang baik
žmeliputi fisik dan nonfisik yang dapat memberikan kesan menyenangkan, aman, tentram, perasaan betah/kerasan, dan lain sebagainya.
Pengertian Lingkungan Kerja
žMenurut Mardiana (2005) “Lingkungan kerja adalah lingkungan dimana pegawai melakukan pekerjaannya sehari-hari”. Lingkungan kerja yang kondusif memberikan rasa aman dan memungkinkan para pegawai untuk dapat berkerja optimal. Lingkungan kerja dapat mempengaruhi emosi pegawai. Jika pegawai menyenangi lingkungan kerja dimana dia bekerja, maka pegawai tersebut akan betah di tempat kerjanya untuk melakukan aktivitas sehingga waktu kerja dipergunakan secara efektif dan optimis prestasi kerja pegawai juga tinggi.
žLingkungan kerja tersebut mencakup hubungan kerja yang terbentuk antara sesama pegawai dan hubungan kerja antar bawahan dan atasan serta lingkungan fisik tempat pegawai bekerja.

Menurut Nitisemito (2001) ”Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada  disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang diemban kan.”

žSihombing (2004) menyatakan bahwa:
ž.Lingkungan Kerja adalah faktor-faktor di luar manusia baik fisik maupun non fisik dalam suatu organisasi. Faktor fisik ini mencakup peralatan kerja, suhu I tempat kerja, kesesakan dan kepadatan, kebisingan, luas ruang kerja
žsedangkan non fisik mencakup hubungan kerja yang terbentuk di instansi antara atasan dan bawahan serta antara sesama karyawan..

Indikatornya adalah:

ž(1) perlengkapan kerja, yang meliputi sarana dan prasarana penunjang kerja seperti komputer, mesin ketik, mesin pengganda, dan lain sebagainya;
ž(2) Pelayanan kepada pegawai atau penyedia tempat ibadah, sarana kesehatan, koperasi sampai pada kamar kecil;
ž(3) kondisi kerja, seperti ruang,suhu, penerangan, dan ventilasi udara;
ž(4) hubungan personal yang meliputi žkerjasama antar pegawai, dan atasan.

Kondisi  Lingkungan Kerja

žKondisi kerja yang mendukung diartikan sebagai kepedulian pegawai akan

lingkungan kerja baik untuk kenyamanan pribadi maupun untuk memudahkan mengerjakan tugas dengan baik,

Kondisi lingkungan kerja  yang baik sangat berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai.

Disamping itu pegawai akan lebih senang dan nyaman dalam bekerja apabila fasilitas yang ada dalam keadaan bersih, tidak bising, pertukaran udara yang cukup baik dan peralatan yang memadai serta relatif modern.

Mereka cenderung lebih menyukai lingkungan fisik  yang aman dan nyaman.

Temperatur, cahaya, seharusnya tidak terlalu ekstrem (terlalu banyak atau terlalu sedikit) seperti misalnya terlalu panas, terlalu remang-remang.

Jenis Lingkungan Kerja :

žSelanjutnya Sedarmayanti (2001) menyatakan bahwa secara garis besar,
žjenis lingkungan kerja terbagi menjadi 2 yakni
ž  (a) lingkungan kerja fisik, dan
ž  (b) lingkungan kerja non fisik

Lingkungan kerja fisik

ž Lingkungan kerja fisik diantaranya adalah:
žpenerangan/cahaya, temperatur/suhu udara, kelembaban, sirkulasi udara, kebisingan,
žsetaran mekanis, bau tidak sedap, tata warna, dekorasi, musik dan keamanan ditempat kerja.

Lingkungan Kerja Non Fisik

žSedangkan lingkungan kerja non fisik diantaranya adalah hubungan sosial di tempat kerja baik antara atasan dengan bawahan atau hubungan antara bawahan.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan No. 261/MENKES/SK/II/1998
Tentang :

ž Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja bahwa Lingkungan kerja perkantoran
žmeliputi semua ruangan, halaman dan area sekelilingnya yang merupakan bagian atau
ž yang berhubungan dengan tempat kerja untuk kegiatan perkantoran.
žPersyaratan kesehatan lingkungan kerja dalam keputusan ini diberlakukan baik terhadap kantor yang berdiri sendiri maupun yang berkelompok
žKondisi lingkungan kerja yang sesuai dengan persyaratan kesehatan,
žsebagaimana ketentuan tersebut diatas adalah:

Persyaratan Lingkungan Kerja yang Sehat

ž1. Tersedianya air bersih dengan kapasitas minimal 40 liter /orang/hari
ž2. Kualitas air bersih memenuhi syarat kesehatan yang meliputi persyaratan fisika, kimia, mikrobiologi dan radioaktif sesuai Permenkes No. 416 tahun 1990 tentang Pengawasan dan Persyaratan Kualitas Air.
ž3. Suhu dan Kelembaban :
ž- Suhu : 18 – 26 0C
ž- Kelembaban : 40% – 60%
ž4. Debu
žKandungan debu maksimal di dalam udara ruangan dalam pengukuran ratarata 8 jam adalah: debu total dengan konsentrasi maksimal o,15mg/m3.
ž5. Pertukaran Udara :
ž0, 283 m3 / menit / orang dengan laju ventilasi :
ž 0, 15 – 0, 25 m/ detik
ž6. Limbah padat/ sampah :
ža. Setiap perkantoran harus dilengkapi dengan tempat sampah. Tempat sampah terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya serta dilengkapi dengan penutup.
žb. Sampah kering dan sampah basah ditampung dalam tempat sampah yang terpisah dan dilapisi kantong plastik berwarna hitam.
žc. Sampah dibuang setiap hari atau apabila 2/3 bagian tempat sampah telah terisi oleh sampah.
žd. Tersedia tempat pengumpulan sampah sementara. Sampah dari tempat penampungan sementara harus diangkut setiap hari.
ž7. Intensitas cahaya di ruang kerja minimal 1000 Lux dalam rata-rata pengukuran 8 jam.
ž8. Tingkat kebisingan ruangan di ruang kerja maksimal 85 dBA dalam rata-rata pengukuran 8 jam.
ž9. Bangunan kuat, terpelihara, bersih dan tidak memungkinkan terjadinya gangguan kesehatan dan kecelakaan.
ž10. Lantai terbuat dari bahan bahan yang kuat, kedap air, permukaan rata, tidak licin dan bersih.
ž11. Setiap pegawai mendapatkan ruang udara minimal 10m3/pegawai.
ž12. Dinding bersih dan berwarna terang. Permukaan dinding yang selalu terkena percikan air terbuat dari bahan yang kedap air.
ž13. Langit-langit kuat, bersih, berwarna terang, ketinggian minimal 2,50 m dari lantai.
ž14. Atap kuat dan tidak bocor.
ž15. Luas jendela, kisi-kisi atau dinding gelas kaca untuk masuknya cahaya minimal 1/6 kali luas lantai.
ž16. Instalasi listrik, pemadam kebakaran, air bersih, air kotor, air limbah, air hujan harus dapat menjamin keamanan sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku.
ž17. Bangunan kantor yang lebih tinggi dari 10 meter atau lebih tinggi dari bangunan lain disekitarnya harus dilengkapi dengan penangkal petir.
KIAT MERUBAH MINDSET MAHASISWA KE DUNIA KERJA

11 thoughts on “KIAT MERUBAH MINDSET MAHASISWA KE DUNIA KERJA

  • December 11, 2011 at 7:59 pm
    Permalink

    Memang sangat perlu diperhatikan lingkungan fisik maupun non fisik dalam dunia kerja..
    lingkungan fisik dan non fisik harus tercipta baik.., dalam artian dapat memberikan kenyamanan di saat kita sedang bekerja… agar kita tidak merasa jenuh dalam menyelesaikan kerja kita, sehingga kita dapat memberikan hasil kerja yang optimal. Hubungan yang baik antar rekan kerja juga harus sangat diperhatikan..seperti misalnya sikap saling menghargai dan menghormati..
    apabila dari kedua faktor tersebut sudah dapat kita rasakan dalam keadaan baik.., maka kita pasti akan dapat bekerja secara maksimal

  • December 16, 2011 at 12:25 pm
    Permalink

    Memang dalam elemen lingkungan salah satunya adalah hubungan antar rekan kerja, memang semua tergantung pada cara memanaj perusahaan, atau pimpinannya untuk menghandel hubungan kerja antar pekerja

  • December 12, 2011 at 1:19 pm
    Permalink

    orang beranggapan bahwa kerja merupakan beban bagi orang tersebut, tidak ada waktu untuk refreshing, dll. tetapi disisi lain kerja itu merupakan tantangan bagi kita, untuk mengukur apakah seberapa besar tanggung jawab kita untuk bekerja. lingkungan kerja memang sangat berpengaruh, mulai dari tempat dimana kita bekerja, keadaan lingkungan tempat kerja, suasana saat bekerja. hal itu sangat berpengaruh bagi seseorang untuk betah dalam bekerja. apabila tempat itu mendukung kita dalam bekerja, secara otomatis, kita merasa nyaman, cepat menyelesaikan pekerjaan, tidak menimbulkan emosi(biasanya tempat yang bising, kotor, membuat kita gak nyaman untuk bekerja, pada akhirnya pikiran kita hanya emosi saja, dan tidak cepat dalam menyelesaikan pekerjaan), jadi buatlah pemikiran, bahwa lingkungan dimana kita kerja, sangat berpengaruh. buatlah senyaman mungkin dalam bekerja.
    loly inang christian (31067)

  • December 16, 2011 at 12:17 pm
    Permalink

    Dalam menyikapi lingkungan kerja, memang sebaiknya tenaga kerja senyaman mungkin dia bekerja, ada opsi gaji tinggi tapi nggak nyaman, atau gaji relatif dengan gaji rendah ( relatif), pilih mana ?

  • December 19, 2011 at 8:29 am
    Permalink

    Blog ini menjadi bentuk pencerahan bagi kami mahsiswa semester akhir dalam masa persiapan untuk memasuki dunia kerja. Banyak hal yang dapat kami petik yaitu tentang apa sebenarnya dunia kerja, pengenalan dunia kerja fisik maupun non fisikk, serta syarat lingkungan kerja yang sehat.
    Ketika banyak orang yang mengatakan bahwa dunia kerja yang keras, harus disadari bahwa yang dibutuhkan adalah ketangguhan dan kemampuan untuk beradaptasi di mana pun nantinya kami akan bekerja. Karena ketika ada jiwa tersebut kami yakin bahwa bahwa di mana pun kami bekerja kami akan mampu melampuinya. Dan juga tak lupa kerja keras. Karena bukan lingkungan kerja yang akan menyesuaikan dengan kita, namun bagaimana kami dapat siap untuk masuk ke dalamnya. Selain itu, tumbuhnya rasa tanggung jawab yang semakin besar akan membentuk kami menjadi pribadi yang siap kerja. Nilai lebih lagi ialah ketika kami disiapkan untuk memasuki dunia kerja dengan program ATTITUDE yang disiapkan oleh kampus.

  • December 20, 2011 at 1:05 am
    Permalink

    iya bu saya setuju..
    dalam lingkungan kerja memangan kesehatan lingkungan juga sangat berpengaruh..
    kadang hal2 seperti itu tidak di perhatikan oleh orang-orang padahal CSR juga penting..

  • December 21, 2011 at 12:41 pm
    Permalink

    lingkungan kerja memang sebaiknya mendapat perhatian lebih dari perusahaan baik fisik dan non fisiknya karena itu sangat berpengaruh terhadap kreatifitas dan kenyaman karyawan dalam bekerja. Pada dasarnya sifat manusia cenderung menyukai tempat yang aman dan nyaman untuk dirinya baik dalam bekerja maupun dalam bersosialisasi. ketika sebuah perusahaan dapat membuat kenyamanan terhadap pegawainya maka pegawai tersebut akan loyal kepada perusahaan dan perusahaan juga membantu karyawan dalam berkreativitas sehingga dapat membantu perusahaan.

  • December 21, 2011 at 4:59 pm
    Permalink

    Saya sangat setuju dengan tulisan ibu, lingkungan kerja merupakan slah satu faktor penting bagi para karyawan untuk dapat bekerja secara maksimal. Namun menurut saya, selain lingkungan faktor mental tidak kalah penting. Jika lingkungan sudah baik, tapi mental kurang siap menerima dunia kerja maka semua itu tetap saja serasa tidak nyaman. Karena menurut pengalaman dan cerita, seorang karyawan khususnya para “fresh graduate” kurang mampu menyesuaikan diri dan mental mereka. Banyak diantara mereka kurang nyaman (tidak krasan) dengan lingkungan kerja, padahal sebenarnya lingkungan kerja sudah baik. Oleh karena itu, saya juga ingin bertanya bagaimana cara kita sebagai “fresh graduate” nanti agar memiliki mental yang kuat dan siap bekerja serta mampu menerima segala tantangan?
    Terima kasih atas tambahan ilmu dari ibu..^,^

  • December 24, 2011 at 10:59 pm
    Permalink

    KIAT MERUBAH MINDSET MAHASISWA KE DUNIA KERJA
    žLingkungan kerja adalah keadaan di mana tempat kerja yang baik meliputi fisik dan nonfisik yang dapat memberikan kesan menyenangkan, aman, tentram, perasaan betah/kerasan, dan lain sebagainya. Sebab tempat kerja sangat mendukung kinerja para pegawai dalam suatu perusahaan. Apabali tempat kerja kita nyman akan membuat kita merasa betah dengan suasana yang di wujudkan dalam lingkungan kerja tersebut. Hubungan antar pegawai terhadap atasan terjalin sangat baik pula. Lingkungan kerja harus terjalin sangat baik, sampai hal terkecil pun harus diperhatikan. Agar semuanya berjalan dengan lancar. Lingkungan memang segalanya bagi kehidupan seseorang, karena lingkungan menentukan kehidupan kita. Apakah kita merasa nyaman ataw tidak. Melalui lingkungan juga kita dapat mengenal satu sama lain, dapat memahami karakteristik seseorang.

  • December 28, 2011 at 12:06 pm
    Permalink

    Kondisi lingkungan kerja memang memegang peranan penting terhadap baik buruknya kualitas hasil kinerja karyawan. Bila lingkungan kerja Anda cukup nyaman dan komunikasi antar anggota tim berjalan lancar, maka bisa dipastikan performa yang dihasilkan pun tentu akan maksimal. Namun sebaliknya, apabila lingkungan kerja Anda dipenuhi dengan kekacauan dan diwarnai persaingan yang tidak sehat antar anggota tim, maka yang tercipta adalah kejenuhan dari para karyawan yang pada akhirnya akan menurunkan motivasi kerja mereka setiap harinya.
    Untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif memang tidak mudah. Butuh kontribusi langsung dari masing-masing anggota tim, agar suasana kerja yang nyaman dan menyenangkan bisa tercipta dengan sendirinya. Hal ini perlu diperhatikan para pimpinan perusahaan, mengingat kondisi lingkungan kerja yang kondusif akan mendorong tiap anggota di dalamnya untuk menyelesaikan tugas mereka dengan baik.
    Dengan terciptanya lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan, tentunya akan membentuk budaya kerja yang cukup produktif sehingga setiap anggota tim selalu termotivasi untuk memberikan performa terbaiknya untuk menyelesaikan semua tugas-tugasnya sesuai dengan peran mereka.

  • January 6, 2012 at 9:52 pm
    Permalink

    1. Kalau untuk pertanyaan yang no 1 saya lebih memilih lingkungan yang relatif walaupun misalnya gaji yang didapat sedikit atau bahkan rendah tetapi jika lingkungan kerja yang di dapatkan menyenagkan dan juga teman serta atasan yang menyenangkan itu lebih baik. karena waktu kita ada dalam dunia kerja yang pertama kita harus nyaman dengan lingkungan kita dahulu baru kita dapat menjunjukkan perstasi kita.
    2. Kalau itu menurut saya benar ibu karena bagaimana seseorang pemimpin menghendel pekerjanya maka para pekerjanya pun akan menunjukkan relasi yang baik

Comments are closed.