Ada kata bijak “ Kalau sudah tiada (meninggal) baru terasa, bahwa, kehadirannya sungguh berharga ….”
Sudah satu bulan meninggalkan kita, seperti kata bijak diatas, kalau yang bersangkutan nggak ada, pasti kehadirannya sangat ditunggu,dikenang jasa²nya selama ini, dikenang inspirasinya.
Ketika aku ditunjuk oleh Bos harus melanjutkan kuliah Pasca Sarjana di Universitas Gadjah Mada, tentu saja persiapannya nggak mudah, selain masalah keluarga, yaitu aku harus meninggalkan ke dua anakku yang masih kecil yaitu 5 tahun dan 2 tahun, juga bekal ilmu yang harus aku miliki, yaitu bisa menggunakan computer ( PC ), karena computer waktu itu yaitu tahun 1989, tidak seperti sekarang, fungsinya hanya untuk menulis dengan fitur-fitur yang hanya untuk menulis, tapi lebih canggih dari mesin ketik ( type writer )’
Persiapanku pertama harus bisa menggunakan computer dan fungsi-fungsinya, sehingga harus mempunyai komputer. Waktu itu computer paling favorite adalah Apple yaitu buatan Steve Jobs, dengan logo apel digigit

Siapa Stave Jobs itu?
Jobs lahir di San Francisco, California dan diadopsi oleh Paul dan Clara Jobs dari Mountain View, California, yang menamainya Steven Paul. Paul dan Clara kemudian mengadopsi anak perempuan yang diberi nama Patti. Orang tua biologis Jobs – Abdulfattah Jandali, seorang sarjana berkebangsaanSuriahyang kemudian menjadi profesor ilmu politik,dan Joanne Simpson , seorang sarjana berkebangsaan Amerika Serikat yang kemudian menjadi patolog bahasa wicara[yang kemudian menikah, melahirkan dan membesarkan adik biologis Jobs, yaitu novelis Mona Simpson.
Jobs bersekolah di Cupertino Junior High School dan Homestead High School di Cupertino, California,dan sering menghadiri kuliah setelah sekolah di Hewlett-Packard Company di Palo Alto, California. Ia kemudian dipekerjakan di sana dan bekerja bersama Steve Wozniak sebagai karyawan musim panas. Tahun 1972, Jobs lulus dari sekolah menengah atas dan mendaftar masuk Reed College di Portland, Oregon.
Pada musim gugur 1974, Jobs kembali ke California dan mulai menghadiri petemuan Homebrew Computer Club bersama Wozniak. Ia mengambil pekerjaan sebagai teknisi di Atari, sebuah perusahaan pembuat berbagai permainan video populer, dengan tujuan utama menabung uang untuk melakukan perjalanan spiritual ke India.
Jobs kemudian berangkat ke India untuk mengunjungi Neem Karoli Baba di Kainchi Ashram-nya bersama seorang teman dari Reed College (yang kelak menjadi karyawan Apple pertama), Daniel Kottke, untuk mencari pencerahan spiritual. Ia pulang dalam keadaan menganut agama Buddha dengan kepala tercukur dan mengenakan pakaian tradisional India.Pada waktu itu, Jobs sedang bereksperimen dengan obat psikedelik dan menyebut pengalaman LSD-nya sebagai “satu dari dua atau tiga hal terpenting yang [pernah] dilakukan dalam kehidupan [dirinya]”.Ia mengatakan bahwa orang-orang di sekitarnya yang tidak termasuk dalam silsilah lintas budayanya tidak dapat memahami sepenuhnya setiap pemikirannya.
Jobs kembali ke pekerjaan sebelumnya di Atari dan diberikan tugas menciptakan papan sirkuit untuk permainan Breakout. Menurut pendiri Atari Nolan Bushnell, Atari menawarkan $100 untuk setiap chip yang dihapuskan di mesin ini. Jobs punya sedikit ketertarikan atau pengetahuan dalam desain papan sirkuit dan membuat persetujuan dengan Wozniak untuk membagi bonusnya sama rata jika Wozniak mampu meminimalkan jumlah chip. Atari sangat terkejut karena Wozniak mengurangi jumlah chip sebanyak 50 buah, sebuah desain yang sangat ketat sampai-sampai mustahil untuk menciptakannya kembali di jalur perakitan. Pada waktu itu, Jobs memberitahu Wozniak bahwa Atari hanya memberi mereka $700 (bukannya $5000) dan Wozniak pun mendapat bagian $350.
Tahun 1976, Steve Jobs, Steve Wozniak dan Ronald Wayne, dengan pendanaan dari manajer pemasaran produk dan teknisi semi-pensiun Intel A.C. “Mike” Markkula Jr., mendirikan Apple. Sebelum mendirikan Apple bersama-sama, Wozniak adalah peretas barang elektronik. Jobs dan Wozniak telah berteman selama bertahun-tahun, bertemu tahun 1971 ketika teman mereka, Bill Fernandez, memperkenalkan Wozniak yang berusia 21 tahun kepada Jobs yang berusia 16 tahun. Steve Jobs berusaha membuat Wozniak tertarik merakit komputer dan menjualnya. Ketika Apple terus meluas, perusahaan mulai mencari eksekutif berpengalaman untuk membantu mengelola ekspansinya.
Tahun 1978, Apple merekrut Mike Scott dari National Semiconductor untuk menjabat sebagai CEO yang berujung pada tahun-tahun kelam. Tahun 1983, Steve Jobs berhasil memancing John Sculley keluar dari Pepsi-Cola untuk menjabat sebagai CEO Apple dengan menanyakan, “Apakah kau mau menjual air gula sepanjang hidupmu, atau kau mau bekerja bersamaku dan mengubah dunia? Pada tahun berikutnya, Apple menyiarkan iklan televisi Super Bowl berjudul “1984”. Pada pertemuan pemegang saham tahunan Apple tanggal 24 Januari 1984, Jobs yang emosional memperkenalkan Macintosh kepada hadirin yang sangat antusias; Andy Hertzfeld menggambarkan suasana tersebut sebagai “pandemonium.”Macintosh menjadi komputer kecil pertama yang sukses secara komersial dengan antar muka pengguna grafis. Pengembangan Mac dimulai oleh Jef Raskin, dan diambil alih oleh Jobs.
Meski Jobs digambarkan sebagai direktur Apple yang persuasif dan karismatik, sejumlah karyawannya pada waktu itu menggambarkannya sebagai manajer yang selalu berubah pikiran dan temperamental. Penurunan penjualan di seluruh industri menjelang akhir 1984 mengakibatkan keretakan hubungan kerja Jobs dengan Sculley, dan pada akhir Mei 1985 – setelah ketegangan internal dan pengumuman PHK besar-besaran – Sculley mengakhiri jabatan Jobs sebagai kepala divisi Macintosh.
NeXT dipakai oleh Tim Berners-Lee di CERN yang kelak menjadi peladen pertama dalam World Wide Web.
Pada waktu yang sama, Jobs mendirikan perusahaan komputer lain, NeXT Computer. Seperti Apple Lisa, teknologi stasiun kerja NeXT sangat maju; namun, industri ini menganggapnya sebagai barang mahal. Di antara karyawan yang mampu membelinya, stasiun kerja NeXT memiliki pengikut yang banyak karena kekuatan teknisnya, dan sistem pengembangan perangkat lunak berorientasi objek sangat penting bagi mereka. Jobs memasarkan produk NeXT di bidang ilmiah dan akademik karena teknologi baru yang inovatif dan eksperimental yang dimilikinya (seperti kernel Mach, chip pemroses sinyal digital, dan port Ethernet terpasang tetap).
NeXTcube digambarkan oleh Jobs sebagai komputer “antarpribadi”, yang ia percayai sebagai tahap selanjutnya setelah komputer “pribadi”. Ini berarti jika komputer memungkinkan orang-orang berkomunikasi dan berkolaborasi bersama dengan cara yang mudah, maka komputer dapat menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi komputer “pribadi”.
Pada masa ketika surel hanyalah teks biasa bagi sebagian besar orang, Jobs suka mendemonstrasikan sistem surel NeXT bernama NeXTMail, sebagai contoh dari filsafat “antarpribadi”-nya. NeXTMail adalah salah satu surel pertama yang mendukung grafis dan audio tempelan yang dapat dilihat dan diklik di dalam surel.
Jobs menjalankan NeXT dengan obsesi demi kesempurnaan estetika, yang dibuktikan dengan beberapa hal seperti selubung magnesium NeXTcube. Hal ini menaruh tekanan besar pada divisi perangkat keras NeXT, dan pada tahun 1993, setelah hanya berhasil menjual 50.000 mesin, NeXT beralih sepenuhnya ke pengembangan perangkat lunak melalui peluncuran NeXTSTEP/Intel.
Tahun 1996, Apple mengumumkan bahwa mereka membeli NeXT senilai $429 juta. Persetujuan ini diakhiri pada akhir 1996,[sehingga membawa Jobs kembali ke perusahaan yang ia dirikan bersama. Jobs menjadi kepala de facto setelah CEO Gil Amelio diturunkan bulan Juli. Ia secara formal menjabat sebagai pimpinan eksekutif interim pada September 1997.Pada bulan Maret 1998, demi mengonsentrasikan usaha Apple untuk mendapat laba, Jobs menghentikan sejumlah proyek, seperti Newton, Cyberdog, dan OpenDoc. Dalam bulan-bulan selanjutnya, banyak karyawan yang khawatir bertemu langsung Jobs di dalam lift, “takut bahwa mereka kehilangan pekerjaan ketika pintu dibuka. Kenyataannya adalah bahwa eksekusi kilat Jobs jarang terjadi, namun beberapa korban sudah cukup untuk meneror seluruh perusahaan.” Jobs juga mengubah program lisensi untuk tiruan Macintosh, sehingga para pembuat komputer harus mengeluarkan biaya mahal untuk terus memproduksi barang.
Melalui pembelian NeXT, sebagian teknologi perusahaan ini masuk dalam produk-produk Apple, terutama NeXTSTEP yang kemudian berubah menjadi Mac OS X. Di bawah arahan Jobs, perusahaan ini meningkatkan penjualannya dengan pesat melalui pengenalan iMac dan produk-produk baru lain; sejak itu, desain menarik dan merek yang kuat telah berjalan dengan baik untuk Apple. Pada Macworld Expo 2000, Jobs secara resmi menghapus embel-embel “interim” dari gelar jabatannya di Apple dan menjadi CEO permanen. Jobs berkelakar pada waktu itu bahwa ia akan memakai gelar ‘iCEO.’
Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini mulai bercabang, memperkenalkan dan memperbarui peralatan digital lain. Melalui pengenalan pemutar musik portabel iPod, perangkat lunak musik digital iTunes, dan iTunes Store, perusahaan ini merambah bidang elektronik konsumen dan distribusi musik. Tahun 2007, Apple memasuki bisnis telepon seluler melalui pengenalan iPhone, sebuah telepon seluler dengan tampilan multi-sentuh yang juga memiliki fitur iPod dan, dengan peramban web bergeraknya sendiri, berhasil mengubah dunia peramban web bergerak. Dengan terus mendorong inovasi, Jobs juga mengingatkan karyawannya bahwa “seniman sejati mengirimkan karyanya”, yang berarti bahwa mengirimkan produk pada waktunya sama pentingnya seperti inovasi dan desain menarik.
Jobs dikagumi juga dikritik atas kemampuan persuasi dan kewirausahaannya yang berjalan sempurna, yang dijuluki sebagai “kawasan pengalihan kenyataan” dan terbukti selama pidato intisari (dikenal dengan sebutan “Stevenote”) pada Macworld Expos dan Apple Worldwide Developers Conferences.
Tahun 2005, Jobs menanggapi kritik atas program daur ulang Apple yang buruk untuk sampah elektronik di AS dengan mengecam pendukung lingkungan dan pendukung lainnya pada Pertemuan Tahunan Apple di Cupertino bulan April. Tetapi, beberapa minggu kemudian, Apple mengumumkan bahwa mereka akan menarik iPod secara gratis di toko-toko ecerannya. Computer TakeBack Campaign ditanggapi dengan pengusungan iklan dari pesawat di atas acara kelulusan Universitas Stanford tempat Jobs menjadi pembicara utamanya.Iklan tersebut bertuliskan “Steve — Don’t be a mini-player recycle all e-waste”. Tahun 2006, ia terus memperluas program pendauran ulang Apple kepada setuap pengguna AS yang membeli Mac baru. Program ini meliputi pengiriman dan “pembuangan ramah lingkungan” sistem lama mereka.
Pengunduran diri

Bulan Agustus 2011, Jobs mengundurkan diri sebagai CEO Apple. Ia akan tetap menjabat di perusahaan ini sebagai ketua dewan perusahaan.Beberapa jam setelah pengumuman tersebut, saham Apple Inc. (AAPL) turun 5% dalam perdagangan pasca penutupan.Penurunan yang relatif kecil ini, jika mempertimbangkan kepentingan Jobs terhadap Apple, dikaitkan dengan fakta bahwa kesehatan Jobs terus diberitakan selama beberapa tahun, dan ia melakukan cuti medis sejak Januari 2011.Menurut Forbes, diduga dampaknya akan terasa negatif tidak hanya di Apple, namun juga di Walt Disney Company tempat Jobs menjabat sebagai direktur. Dalam perdagangan pasca penutupan pada hari pengumuman tersebut, saham Walt Disney Co. (DIS) turun 1,5%.(sumber Google)

Mengenang Steve Jobs

6 thoughts on “Mengenang Steve Jobs

  • December 18, 2011 at 9:45 pm
    Permalink

    bahagianya jadi Steve Jobs…keberhasilan yang Beliau dpat sangat memuaskan…tapi tentunya dengan jalan yang tidak mudah.satu yang pasti,steve jobs seperti sekarang berkat perbedaan yang dia punya.sehingga dia bisa menjadi orang yang berbeda pula…produk2nya di Apple selalu jd trend-setter bagi orang lain,namun steve tidak merasa tersaingi krn dy punya kunci sukses yang akan selalu membuat dia selangkah lebih inovatif dengan kreativitasnya.kunci sukses itulah yang jadi perbedaan signifikan,tidak bisa ditiru…sehingga Apple tetap jaya walau bxk duplikatnya…Pak Steve,turunkanlah bakatmu padaku..hehehe…,,perjuangan yang sepadan dengan hasilnya. Saya harus bisa spt Beliau,sm2 manusia yang makan nasi,pasti bisa!! amin!!! (>_<)/

  • December 19, 2011 at 8:32 am
    Permalink

    Ketika membaca blog ini dan menghubungkan dengan blog yang sebelumnya say abaca yaitu Kiat merubah Mindset Mahasiswa ke Dunia Kerja. Ada semacam benang merah yang dapat saya tarik dari kedua isi blog tersebut. Bagaimana kreativitas dan kerja keras Steve Jobs menjadi pelajaran bagi kami Mahasiswa untuk mengubah mindset kami menjadi manusia yang lebih dewasa lagi dan siap untuk memasuki dunia kerja. Meski sukses dalam dunia kerja, Steve dikenal oleh karyawannya sebagai seseorang yang temperamental dan suka berubah pikiran. Namun gebrakannya dalam teknologi computer telah berhasil mengubah dunia. Karya fenomenalnya menjadi awal baru bagi dunia. Kemampuannya dan totalitasnya mampu mewujudkan keinginannya untuk mengubah dunia. Dan Steve Jobs menjadi seseorang yang mampu mempengaruhi dunia. Terbukti ketika dia meninggalkan tempat kerjanya , terjadi penurunan saham. Ini menjadi bentuk indikasi betapa besar pengaruh Steve Jobs.

  • December 21, 2011 at 5:00 pm
    Permalink

    Membaca tulisan ibu sangatlah menambah pengetahuan saya, sebelumnya saya tidak pernah sedetail ini mengenal siapa itu Steve Jobs?. Beliau adalah orang yang sangatlah berjasa dalam dunia computer dengan beberapa karya yang mampu mendunia. Tanpa kegigihan dan kepandainya mungkin saat ini computer tidak akan secanggih ini. Manfaat yang kita rasakan pun juga besar, hampir semua pekerjaan saat ini mengandalkan computer, karena alat ini dapat membantu dalam segala hal.
    Meskipun Steve Jobs telah tiada, semoga masih ada Steve Jobs2 yang lain yang mampu sepertinya. Namun kita harus tetap berterima kasih pada Steve Jobs…..^,^

  • December 23, 2011 at 8:58 pm
    Permalink

    Wah tnyt blog ibu yang berjudul “mengenang Steve Jobs” ini sangat menarik sekali, setelah saya baca baru saya tahu perjuangan dari seorang yang handal bernama Steve Jobs. Saya baru tahu bahwa sebegitu panjangnya perjalanan hidupnya sampai dia menjadi salah satu inspirator yang sangat baik, sebelumnya saya hanya tahu Steve Jobs pada saat dia sudah meninggal dan mendengar berita dan perjalanan hidupnya melalui televisi. Blog yang ibu buat ini dapat menjadi salah satu contoh bahwa menjadi seorang yang sukses tidaklah gampang, begitu banyak rintangan dan halangan yang harus dihadapi dan kita pun harus tetap semangat dan punya keyakinan bahwa kita bisa menjadi seorang yang sukses seperti Steve Jobs ini. Mungkin apa yang yang dilakukan Steve Jobs untuk tidak meng-ekspos dirinya ini ada benarnya, karena kita tidak hanya tampil didepan publik saja dan hanya berkomentar yang tiada habisnya tanpa ada sesuatu yang dilakukan, melainkan bagaimana caranya kita dikenal kelak setelah kita bisa mengubah dunia. Ini bisa dijadikan contoh yang inspiratif dalam hidup bahwa kita sebagai manusia harus mengisi hari2 kita dengan hal yang positif dan dapat memberikan hal berbeda.
    Sekian komentar saya bu, terus berikan blog2 yang inspiratif sebagai contoh hidup.
    Terima Kasih. Puri A. (A.2008.1.31109)

  • December 28, 2011 at 1:31 pm
    Permalink

    Setelah membaca blog ibu yang berjudul “Mengenang Steve Jobs” ini mengenai perjalanan hidup Steve Jobs, tampaknya banyak hal yang bisa kita pelajari dan ambil contoh untuk kemudian kita aplikasikan dalam keseharian kita. Dalam konteks bisnis, Jobs merupakan contoh orang yang telah mempraktikkan bahwa untuk memulai sebuah usaha tidak perlu hebat, tidak perlu banyak uang, tidak perlu tempat besar. Dia memulai hanya dengan menggunakan “hak pakai” garasi milik keluarganya dengan gajinya hanya 1 dolar.
    Jobs juga sosok yang tangguh dan pantang menyerah, di saat perusahaan Apple yang dirintis bersama rekannya mencapai titik aman, karena ada masalah internal, dia mengundurkan diri dari perusahan tersebut. Sebagai perintis, tentu saja jasa, pengorbanan, ide, pendapat, perjuangannya, dan kontribusinya sudah sangat banyak untuk Apple, kendatipun demikian, dia tidak sungkan-sungkan untuk mengundurkan diri. Sebuah praktik kerendahana hati dan keikhlasan kalau ada pemimpin kita yang mempraktikkannya.
    Mental Jobs bukan mental “anak kemarin sore”, dia adalah sosok yang sangat tangguh, berkomitmen dan konsisten. Di saat tidak bergabung lagi dengan Apple, dia mendirikan sebuah perusahaan komputer miliknya sendiri, yang ia namai NeXT Computer, NeXT tergolong sangat maju dalam hal teknologi sehingga Apple membelinya pada tahun 1996, Apple membeli NeXT seharga AS$402 juta, dan membawa Jobs kembali ke perusahaan yang ia dirikan. Di tahun 1997 ia menjadi pemimpin sementara di Apple setelah kepergian Gil Amelio.
    Dua pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin sangat berduka dengan kepergiaa Jobs. “Ia adalah tokoh besar dengan prestasi luar biasa dan sangat brilian,” tulis Larry Page, dikesempatan lain, Pendiri Microsoft, Bill Gates yang merupakan pesaingnya dalam industry teknologi memuji Jobs dengan mengatakan “Bagi yang cukup beruntung bisa bekerja dengan dia, itu merupakan kehormatan yang luar biasa.”
    Hal ini menjadi inspirasi yang mendalam bagi kita untuk benar-benar memanfaatkan waktu yang kita miliki dan memetik pelajaran hebat yang bisa kita pelajari dari kehidupan Steve Jobs selama hidupnya.

    Terimakasih Bu Tita.

    Anita Wijayanti (A.2008.1.30925)

  • December 30, 2011 at 2:22 pm
    Permalink

    Steve Jobs mungkin adalah salah satu orang yang mampu memberi inspirasi dalam kehidupan kita. Walaupun beliau sudah tiada,akan tetapi jasa jasanya akan selalu dikenang dan mampu menjadi inspirator bagi semua orang.
    Melihat alur kehidupan yang dilalui Steve Jobs, memanglah pantas apabila beliau mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam hal meningkatkan dunia tehnologi. Bisa dikatakan,bahwa karir Steve Jobs bermula dari seorang karyawan musim panas,di Hewlett Packard Company. Kemudian,ia mengambil pekerjaan sebagai teknisi di Atari pada tahun 1974, sebuah perusahaan pembuat berbagai permainan video populer, dengan tujuan utama menabung uang untuk melakukan perjalanan spiritual ke India. Jobs kemudian berangkat ke India untuk mengunjungi Neem Karoli Baba di Kainchi Ashram-nya bersama seorang teman dari Reed College (yang kelak menjadi karyawan Apple pertama), Daniel Kottke, untuk mencari pencerahan spiritual. Tahun 1976, Steve Jobs, Steve Wozniak dan Ronald Wayne, dengan pendanaan dari manajer pemasaran produk dan teknisi semi-pensiun Intel A.C. “Mike” Markkula Jr., mendirikan Apple. Dalam perjalanan karirnya,Steve Jobs juga pernah di PHK dari Apple,akan tetapi berkat keahlian yang ia miliki,mampu membawanya bergabung kembali dengan Apple.
    Selain itu,dengan keahlian yang ia miliki,dia mampu melebarkan usahanya dan memperkenalkan produknya ke seluruh dunia. Seperti yang kita tahu bahwa product Apple di Indonesia juga memiliki pangsa pasar yang cukup luas,karena mampu memikat hati konsumen dengan productnya yang canggih,unik dan eksklusif tentunya.Akan tetapi pengunduran diri Steve Jobs dari Apple membawa dampak yang cukup buruk dengan turunnya saham apple dan walt disney company,dimana Steve Jobs menjabat sebagai direktur.
    Walaupun Steve Jobs telah tiada,semoga hasil hasil karyanya mampu memberi kita inspirasi untuk menjadi Steve Jobs,Steve Job selanjutnya.

Comments are closed.