Wah, seneng banget munculnya komunitas Hijabee, sudah ada komunitas Hijaber di Surabaya, ada juga di Malang, kalau ingat-ingat masa aku memakai jilbab setelah pulang berhaji yaitu tahun 1994, pemakai jilbab masih dapat dihitung dengan jari, sampai aku kalau melakukan semua kegiatan khususnya di luar yang memakai jilbab, pandangan orang rada-rada sinis ( menurutku ) dan jadi kelihatan aneh.
Melakukan kegiatan mulai kepasar, ke bank, bayar listrik, air, telpon, dll sampai ke kampuspun, pemakai jilbab masih sedikit, tetapi aku berkeyakinan menjalankan rukun Islam, bahwa seorang wanita yang sudah akil baliq harus menutup autar, sebenarnya sih, aku memakai jilbabpun rada-rada telat, karena sudah berumur 39 tahun baru menutup aurat. Aku berkomitmen memakai jilbab, berarti tidak hanya kepala saja yang memakai kerudung ( jilbab), tetapi juga cara berpakaian, yang harus secara islami ( aku dulu sebelum mengajar bekerja di Bank Niaga yang masih memakai mini dan tak berjilbab), sehingga setelah tidak bekerja di Bankpun yaitu mengajar cara berpakaianpun masih terimbas waktu yang lalu, masih pakai mini dan tidak berjilbab, sehingga aku harus 360 derajat mengganti penampilan, mengganti semua baju yang lebih islami.Ada pendapat kalau berjilbab nantinya akan tumbuh uban lebih cepat, dikucilkan karena ekstrimis, tidak modern ( ndeso ), dan banyak lagi pendapat-pendapat yang masuk ketelingaku.Ternyata setelah berjalan beberapa tahun aku berjilbab, hal itu tak terbukti.
Kata Hijab atau hijaber berasal dari kata Hijab yang berarti pakaian muslim yang tercermin di Timur Tengah, pakaian muslim yang besar-besar dengan warna hitam.

Beda dengan yang ada di Timur Tengah, komunitas Hijabee adalah wanita-wanita yang berdandan sangat modis dan islami, mereka terdiri dari para remaja dan ibu-ibu. Penampilan berbusana mereka sangat berbeda dengan kebanyakan wanita yang mengenakan busana muslim, karena model pakaian yang mereka pakai sangat stylish dan modis, dari mulai kerudung, baju sampai sepatu, tas, yang enak dipandang mata.
Komunitas Hijabee, tidak hanya memamerkan penampilan dengan busana muslimnya, tetapi Komunitas Hijabee mewadahi talenta mereka, mulai dari musik, nyanyi, olah raga, bisnis dll dan juga tentang agama tidak lupa mereka kemas, selama ini komunitas wanita berjilbab itu identik dengan ceramah agama, pengajian dan kegiatan-kegiatan yang sangat lekat dengan agama, sehingga, orang lain yang belum sreg dengan komunitas semacam ini tidak berani atau sungkan dan malu.
Adalah seorang mahasiswi Universitas Brawijaya, yang berinisiatif mendirikan dan mewadahi wanita berjilbab nan modern. Dia memotivasi kepada kaum wanita, bahwa berjilbab itu adalah gaya hidup ( life style ) yang menyenangkan, dan wanita muslimah itu cantik, modern, dan smart.
Kaitan Jilbab dengan Penarikan di Dunia Kerja
Kaitannya dengan rekuitmen dunia kerja adalah bila model berjilbab/ berhijab kelihatan trendy up to date, atau sedang in the mode, maka lambat atau cepat dunia kerja pasti mau menerima wanita yang berjilbab. Seperti yang kita ketahui bahwa sebagian dunia kerja ( misalnya BCA) dan sejumlah kecil bank lain masih tidak mau menerima wanita berjilbab. Tetapi ada Bank yang mengkhususkan wanita muslimah berjilbab, sepertinya akan semakin lama dunia kerja akan mau menerima wanita berjilbab, karena wanita berjilbab sudah trendy, seperti halnya yang ada di komunitas Hijabee.
Wanita berjilbab tidak lagi dipandang ekstrimis, ndeso, tetapi kita sudah banyak melihat di segala bidang wanita muslimahnya sudah tidak lagi canggung dan malu memakai jilbab, dan dunia kerja, memang belum semua bidang, sudah bisa menerima para pekerja wanita berjilbab, syukur Alhamdullilah

KOMUNITAS HIJABEE

5 thoughts on “KOMUNITAS HIJABEE

  • October 25, 2011 at 8:39 pm
    Permalink

    saya sangat mendukung dengan komunitas hijabee,mereka memperkenalkan kpd dunia bahwa jilbab itu bukan sebagai hal yg identik dengan ekstrim dan kampungan.sehingga skr kaum yang berjilbab tdk ketinggalan lagi.

  • October 31, 2011 at 1:56 pm
    Permalink

    salut bagi komunitas hijabe, silaturahmi akan terjalin dengan baik sesama muslimah. di samping itu, anggota bisa mendapat ilmu yang komplit yang sebelumnya belum pernah didapat// saya sangat mendukung wanita muslim memakai jilbab bu, jilbab bukan sekedar simbol melainkan ada tanggung jawab besar bagi yang memakainya. memakai jilbab memang tidak asal saja, harus siap lahir dan batin menjalankan amanah. apabila belum siap secara moral sebaiknya jangan mengenakan dulu karena akan menodai arti jilbab itu sendiri. di landasi dengan hati bersih dan niat tulus. sekian dari saya, terima kasih.

  • November 1, 2011 at 9:17 pm
    Permalink

    betul bu, sekarang ini orang tidak bisa lagi mengtakan kaum yang menggunakan kerudung (jilbab) sebagai orang ndeso atau gg modis, karena pada kenyataannya sekarang ini bisa kita lihat dalam dunia nyata, ternyata style orang yang pake jilbab lebis modis dan lebih anggun dari style orang yang gg pakai jilbab,,
    selain itu kita (bagi kaum yang berkerudung) lebih memiliki satu nilai lebih, yang pertama lebih cantik dalam segi penampila, nah satunya lebih cantik pula kita dimata SANG PENCIPTA JAGAT RAYA,
    kita lihat dikampus banyak dosen yang canti n menawan penampilannya meskipun menggunakan kerudung…
    jadi saya juga dukung tu bu anggota HIJABEE, kalo bisa diadain bu dikampus kita, biar keren….

  • December 30, 2011 at 2:24 pm
    Permalink

    Hijab secara leksikal bermakna tirai, penghalang dan sesuatu yang menjadi penghalang atau pembatas antara dua hal. Akan tetapi sebagaimana yang disebutkan para penafsir (mufassir) dan periset (muhaqqiq); redaksi hijab bermakna pakaian wanita. Hijab adalah sebuah terminologi yang mengemuka pada masa kita sekarang ini dan merupakan sebuah terminologi baru. Pada masa lalu yang digunakan khususnya dalam pada terminologi para juris adalah redaksi “satr” yang bermakna pakaian. Dalam perspektif sejarah, hijab bermakna pakaian wanita, sebelum kedatangan Islam dan agama-agama lainnya terdapat dalam berbagai ragam bentuk dan Islam membatasi ruang lingkupnya. Pakaian wanita pada masa Nabi Saw adalah pakaian yang umum dikenakan dan digunakan pada masa tersebut; artinya kaum perempuan menutupi badan mereka dan membungkus kepalanya dengan kerudung. Akan tetapi sebagian telinga, leher dan bagian dadanya kelihatan kemudian turun ayat yang memerintahkan Rasulullah Saw untuk menutup yang sebagian itu sehingga keindahan mereka tidak nampak dan terlihat.
    Memang banyak orang yang beranggapan bahwa dengan memakai jilbab,akan terlihat ndeso atau tidak modis atau mungkin “ribet”.Tapi dengan adanya Komunitas Hijabee ini,malah memberikan kita informasi misalnya tentang kreasi kreasi dalam mengenakan jilbab sehingga terlihat modis.Serta informasi tentang cara agar kita tidak “ribet” dalam menggunakan jilbab.Komunitas ini sebenarnya sudah mulai meluas,dan tidak sedikit yang telah menjadi anggotanya.Pernah dalam suatu acara di tv,saya melihat komunitas hijabee yang sedang memberikan pelatihan tentang kreasi kreasi berkerudung yang modis tapi gag ribet.
    Berkaitan dengan pekerjaan.Menurut saya,kita tidak perlu khawatir tentang penolakan sebagian bank yang tidak mau menerima karyawan yang berjilbab.Karena baru baru ini,bisnis berbasis syariah sedang booming.Banyaknya Bank bank berbasis syariah tentunya akan membutuhkan karyawan yang malah diharuskan untuk memakai jilbab…so don’t be afraid buat gunain jilbab yaaaa…..

  • January 8, 2012 at 8:20 pm
    Permalink

    Menurut saya, komunitas hijabee memang mulai banyak bermunculan akhir-akhir ini. tidak hanya di kalangan masyarakat pada umumnya tetapi di kalangan kampus pun banyak sekali mahasiswi yang mulai sadar akan arti sesungguhnua dalam pengenaan jilbab. Bukan hanya itu, aura wajah dari wanita yang memakai jilbab lebih memancar sehingga inner beauty nya menjadi terlihat jelas dibandingkan dengan para wanita yang tidak memakai jilbab.
    Banyak sekali pakaian yang mendukung berbagai macam model jilbab sehingga sangat mudah untuk dapadu padankan dengan berbagai acara, baik formal maupun non formal. dilihat dari segi bisnis adanya tren pemakaian jilbab yang menggandrungi masyarakat akhir-akhir ini membuat para pengusaha mendapat peluang bisnis baru yang tidak kalah menguntungkan dari berbisnis pakaian biasa, itu dikarenakan mayoritas masyarakat Indonesia yang beragama muslim. Seperti contohnya, bisnis membuka kursus kreasi-kreasi dalam mengenakan jilbab serta aksesorisnya sebagai pelengkap dalam mempercantik pemakaian jilbab. Oleh karena itu, kita sebagai masyarakt modern jangan menganggap komunitas hijabee sebagai komunitas yang terpinggirkan atau tidak mode karena mereka tidak kalah dalam hal fashion anak muda jaman sekarang…

Comments are closed.