Dalam merubah Mindset seseorang, dalam kegiatan apapun, siapapun, dimanapun, kapanpun, sebenarnya tergantung pada diri seseorang masing-masing untuk mau berubah lebih baik, dalam artian yang sangat luas, dimana bukan berarti seseorang tersebut sebelumnya adalah berperilaku negative,Jika anda pertama sekali ditanya tentang mind set, kira-kira apa yang anda pikirkan? Bagaimana merubah, men-setting apa yang disebut kotak pikiran itu?
Tentu, menurut hemat saya nih. Yang kita pikirkan adalah tentang apa yang ada dalam pikiran kita sendiri, cara kita bertindak, berpikir, bersikap. Ringkasnya adalah, bagaimana diri kita selama ini. Itulah mindset diri seseorang.

Ini sekaligus merespon pertanyaan@Sudarsono di FB. Bagaimana kiat-kiat merubah mindset? Terus terang saya agak kikuk menjawab langsung. Namanya juga mindset, implementasinya terlalu liar. Tidak bisa kita berkata, mindset yang bagus itu begini, jadi kita perlu merubahanya dengan cara ini dan itu. Merubah mindset diri sendiri tidak ada standars tertentu yang baku, semua kembali kemasing-masing orang yang mau merubah mindsetnya
Mirip dengan memberi obat kepada seorang pasien, pasti dokter tidak serta merta memberikan resep tanpa memeriksa kondisi si pasien. Adakah efek samping, adakah alergi, adakah pantangan, adakah sejarah masa lalu tentang obat yang diberikan dokter, bagaimana kondisi genetikanya dan sebagainya.Berkaitan dengan mindset, menurut saya, jika memang kita ingin merubahnya dan mengarahakannya menjadi lebih baik, produktif dan bermanfaat untuk di implemetasikan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang saya singgung di atas. Yang pertama sekali harus kita perhatikan adalah cara kita berfikir, pola kita bertindak dan sebagainya.
Jadi intinya, bagaimana kita memanipulasi otak, supaya si otak bisa menciptakan satu kerangka apik untuk kita tempatkan apa saja nantinya.
Itulah menurut saya, lajur yang perlu kita perhatikan. Otak. Tapi tentu saja, si otak ini dipengaruhi dan atau di manipulasi oleh hati, perasaan, sebagaimana umumnya manusia, bukan robot.
Jadi kombinasi antara otak dan perasaan ini, perlu diatur sedemikian rupa, sehingga kita bisa melahirkan satu pola pikir yang tepat, menurut kapasitas pengetahuan kita saat ini. Kapasitas pengetahuan seorang dokter berbeda dengan kapasitas seorang dosen, kapasitas seorang guru berbeda dengan kapasitas seorang murid, kapasitas seorang pimpinan berbeda dengan kapasitas seorang bawahan, dsb. Dapatkah otak dan perasaan berkompromi, atau malahan sebaliknya, bertolak belakang.
Bagaimana caranya untuk masuk ke ring itu? (ini sebenarnya yang ditanyakan oleh kawan kita itu) tapi saya merasa perlu memberikan prolog seperti di atas. Justru prolog itulah substansi jawabannya.
Kalau hanya kiat dan tips, kekuatan penetrasi kedalam pikiran kita, agak lemah.
Oke deh, kalau mau langsung kesasaran, menurut saya banyak cara untuk memenipulasi diri. Tentunya dalam konteks yang positif.
Pertama, kita perlu memberikan asupan bergizi untuk otak kita ini. Caranya banyak membaca wacana-wacana yang membahas tentang manusia. Kalau soal hewan dan tumbuh-tumbuhan mungkin sedikit juga perlu..hehehe. tapi yang lebih utama, adalah manusia. Karena kita ingin merubah diri kita yang notabene adalah manusia, yang mungkin termasuk individu yang rumit.
Kedua, pelajari cara kita merespon sesuatu dengan sebuah tindakan. Coba saja pelajari, hitung-hitung intropeksi dirilah. Bagaimana sih, reaksi kita ketika seseorang mengajak kita untuk maju dalam bidang tertentu. Saat itu apa alasan yang kita kemukakan? Dan apakah alasan itu sudah memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan diri kita atau malah membawa kita ke arus yang lebih brutal.
Soal respon ini sangat penting. Karena ini menyangkut efek psikologis lingkungan kita, pergaulan kita. Jika kita sudak dikenal sebagai orang yang malas, suka menolak, banyak alasan, tentu orang lain akan tidak respek lagi untuk mengajak kita macam-macam. Mending balik kanan katanya. Jadi respon ini penting.
Ketiga, kepekaan social, kita melangkah kedepannya, apakah lebih cenderung ke non profit oriented atau sebaliknya, jika kita peka terhadap lembaga social, mungkin lembaga yayasan amal adalah orientasi kita
Sebaliknya, jika kita lihat mereka, lantas, fikiran kritis yang konstruktif kita bekerja, hasilnya akan lain berbeda. bisa jadi kita akan berfikir, saya akan membuat satu yayasan amal, yang akan mengurusi mereka-mereka yang miskin dan akan saya ajari mereka cara menjadi manusia mandiri.
Walaupun pada saat itu kita tidak memberikan sepeserpun, karena di kantong duit hanya tinggal ongkos. Tapi pikiran positif yang konstruktif kita, lahir dari mereka. Karena merekalah kita jadi semangat memperbaiki hidup. Karena tidak mau seperti mereka.
Keempat, ada kemauan untuk merubah diri sendiri. Yakin dan sungguh-sungguh memperbaiki diri. Tanpa itu, saya rasa, semua input positif di atas tidak akan ada artinya. Sebenarnya, apa saja bisa kita lakukan. Tapi kembali lagi, kita mau atau tidak, kita berselera atau mual. Semua akan kembali kepada pilihan masing-masing.
Tapi, kalau kemauan sudah bulat, keinginan sudah berapi-api, hasrat menggelora. Saya yakin, kita akan mulai terkondisikan untuk mencapai target yang ingin kita ciptakan.
Nah, saya rasa itu saja point yang paling saya ingat. Mungkin masih banyak lagi kalau mau di rinci secara mendalam tentang mindset ini. Tapi saya rasa keempat ini saja sudah cukup membuka tabir. Selebihnya kita akan menemukan sendiri, sesuai dengan pengalaman kita msing-masing nantinya.
Bagaimana menurut anda?

5 Responses to “Kiat Merubah MindSet”

  1. Bu Tita blog nya sudah saya baca dan dari judul yang diberikan menarik juga untuk dibahas yaitu mengenai Kiat Merubah Mindset. Apa yang disampaikan Bu Tita sudah sangat bagus sekali dan mengena untuk kita melakukan perubahan baik dari diri kita sendiri, lingkungan dan juga yang sangat berpengaruh bagi kita.
    Menurut pendapat saya mindset juga dapat di ubah dengan keluar dari cara berpikir atau kebiasaan sehari-hari atau dengan kata lain yang biasanya kita berpikir “apa adanya” menjadi “ada apanya” dalam segala sesuatu, tetapi kita juga mempunyai keinginan untuk berubah menjadi lebih baik lagi dibanding dengan sebelumnya karena manusia diciptakan dengan segala sesuatu yang unik dan segala sifat yang berbeda-beda pula. Jadi kita sebagai manusia yang berakal budi sebaiknya berpikir ulang mengenai cara merubah mindset yang salah menjadi mindset yang mendukung untuk sesuatu yang baik dan berguna baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
    Mungkin ini sedikit pendapat saya mengenai blog Bu Tita dan saya mempunyai saran di blog Bu Tita untuk memberikan sedikit gambar-gambar yang mendukung pembahasan di blog Bu Tita sehingga lebih menarik untuk di baca, dan untuk keseluruhan sudah sangat menarik sekali dan menambah ilmu saya.
    Saya akan berusaha untuk merubah mindset saya yang sekiranya kurang baik.
    Terima kasih Bu tita…

  2. Bu Tita blog yang anda tulis sangat menarik sekali untuk di bahas yaitu mengenai Kiat Merubah Mindset. pembahasan yang ada juga memberikan tambahan pengetahuan mindset yang ada dalam diri kita, apakah mindset kita sudah sesuai atau tidak.
    menurut saya mindset itu sendiri dapat di ubah apabila hal tersebut kurang mendukung dalam proses berfikir kita. cara berfikir tebalik atau di luar kebiasaan mungkin bisa merubah cara berfikir kita contohnya saja berfikir jangan ‘apa adanya’ tetapi berfikirlah ‘ada apanya’. kemauan untuk merubah mindset juga sangat penting karena hal tersebut dapat membantu mempengaruhi alam bawah sadar kita secara tidak langsung. selain kemauan atau niat dari diri kita sendiri untuk berubah, lingkungan sekitar juga sangat berpengaruh terhadap kemajuan berfikir kita. maka dari itu bagaimana caranya kita harus mempunyai motivasi terhadap perubahan diri kita untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi, dan hindarilah hal yang buruk dan jadikanlah sesuatu yang baik dan bermanfaat.
    hal yang telah ibu bahas di atas sangat menginspirasi kita, tulisan yang ibu buat juga bagus sekali dan saya punya saran agar blog tersebut sebaiknya di beri gambar yang mendukung pembahasan supaya lebih menarik para pembaca untuk membaca blog tersebut. secara keseluruhan blog tersebut sudah sangat baik sekali.
    sekian komentar dari saya dan terima kasih.

  3. Menurut saya,mindset merupakan pola pikir seseorang,yang mungkin saja terbentuk dari masa lalu,lingkungan sekitar ataupun perbuatan yang biasa mereka lakukan sehari-hari.Tapi untuk kebanyakan orang,pola pikir mereka biasanya dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya,baik lingkungan yang dapat membentuk pola pikir yang positif(bermanfaat bagi mereka) ataupun lingkungan yang dapat membentuk pola pikir yang negatif pada diri orang tersebut.Pola pikir yang negatif itulah,yang nantinya akan dapat merusak diri mereka sendiri.
    Menurut saya,setiap orang dapat menentukan pola pikir mereka sendiri,dimana mereka ingin tetap pada mindset mereka atau ingin berubah menuju mindset yang lebih baik atau bisa juga dikatakan dengan mindset positif.Saya juga sangat setuju dengan pernyataan yang menjelaskan bahwa kemauan dari diri sendirilah yang dapat merubah mindset seseorang.Dari kemauan itulah mereka secara berangsur-angsur akan dapat mengembangkan pola pikir yang positif yang nantinya pasti akan memberikan manfaat bagi mereka.Apabila seseorang terjebak pada mindset yang negatif,asal ada kemauan untuk berubah,saya yakin orang tersebut pasti bisa terlepas dari mindset negatif tersebut.Mereka bisa melakukan berbagai hal atau aktivitas yang dapat merubah mindset mereka,dimulai dari hal-hal yang biasa kita lakukan sehari-hari agar bisa menciptakan mindset yang lebih baik lagi.

  4. Dari artikel Ibu Tita tentang bagaimana cara untuk merubah mindset seseorang, maka menurut saya keempat faktor yang sudah dijelaskan dalam artikel ini sudah bisa mewakili jawaban bagaimana untuk bisa merubah mindset seseorang, namun tentunya agar selalu kearah ang benar dan positif. Di sisi lain saya berpendapat bahwa mindset lebih terfokus pada cara pandang dan berpikir seseorang yang terpusat pada otak manusia, sejalan dengan hal ini secara sederhana menurut saya dari setiap pikiran kita apakah itu bersifat negatif maupun positif pasti akan menghasilkan sebuah tindakan yang sesuai dengan konsep berpikir individu tersebut. Seperti contoh yang disebutkan dalam artikel bahwa ketika kita berpikir malas mengerjakan sebuah tugas misalnya, maka output yang dihasilkan pasti kita tidak akan segera menyelesaikan tugas yang seharusnya saat itu juga harus segera diselesaikan, tetapi ketika pikiran kita selalu diarahkan dan berpikir kita harus selalu rajin belajar dan ingin selalu memanfaatkan waktu dengan efektif maka, pasti output yang dihasilkan yaitu pekerjaan kita akan segera kita selesaikan tanpa menunda lebih lama. Kondisi yang benar dalam contoh ini sudah harus menjadi kebiasaan kita yang harus dimulai saat ini juga. Faktor selanjutnya menurut saya mindset positif juga terbentuk dari lingkungan aktifitas seseorang sehari-hari, yang sangat penting dimulai dalam keluarga masing-masing, jika hampir setiap hari seseorang mendapat suport, motivasi, bertindak positif dalam kelurga inti masing-masing dan terus berlanjut maka pengaruh yang selanjutnya disalurkan kepada masyarakat juga akan menjadi positif, karena seperti pendapat saya sebelumnya dari akar mindset yang positif akan membuahkan tindakan yang positif.

  5. he he he itu sudah dari sononya

Leave a Reply

(required)

(required)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

© 2011 Blognya Bu Tita Suffusion theme by Sayontan Sinha