Marketing atau pemasaran dapat dideskripsikan sebagai proses pendefinisian, pengantisipasian, penciptaan, serta pemenuhan dan keinginan konsumen akan produk dan jasa melalui 7 fungsi pemasaran yaitu (1) analisis konsumen, (2) penjualan produk/jasa,(3) perencanaan produk/jasa, (4) penetapan harga,(5) distribusi, (6) promosi,(7) riset pasar dan analisis peluang. Kalau ke 7 fungsi pemasaran tersebut sudah berjalan lancar, tentu saja produk kita sudah bermerek, karena merek merupakan bisnis yang menarik untuk dikerjakan, merek memiliki keberadaan tersendiri dan hampir selalu merefleksikan sikap, kekuatan, dan keahlian manajemennya.

Pagi tadi saya belanja di TOSERBA ABM, deretan merek akan terlihat, sesuai dengan kebutuhan saya belanja mulai kebutuhan dapur, kebutuhan ruang makan, kebutuhan kamar mandi sampai kosmetik, semua menggunakan merek. Kita hidup di dnia bermerek, tidak ada keraguan tentang itu, kita semua membuat keputusan tentang produk setiap hari, mungkin kita semua mempunyai satu atau lebih merek dari produk- produk tertentu yang kita suka. Kecenderungan untuk membeli produk bermerek bersumber pada dua hal yaitu : ingatan dan kepuasan hati kita, kita ingat produk-produk yang mana yang kita suka dari nama mereknya.

Apa merek itu, merek adalah entitas yang mudah dikenal dan menjanjikan nilai-nilai tertentu. Secara textbook berarti; entitas adalah sesuatu yang memiliki eksistensi yang khas dan berbeda, dapat dikenal : kita dapat dengan mudah memisahkan satu barang yang serupa dengan yang lainnya melalui beberapa cara, biasanya berupa sepatah kata, warna, atau simbol ( logo ) yang dapat kita lihat, sedangkan menjanjikan nilai-nilai tertentu maksudnya, sebuah produk atau jasa membuat klaim mengenai apa yang dapat diberikannya pada kita, misalnya enak dipakai, nafas yang segar, pengantaran tepat waktu, dll

Ruang Lingkup Penrtapan Merek (Branding )

Bagaimana anda menetepkan merek sebuah produk ?, meskipun perusahaan memberikan momentum unuk penciptaan merek melalui  program Marketing, ujung-ujungnya merek berdiam di dalam pikiran konsumen. Penetapan Merek (Branding) adalah memberikan kekuatan merek kepada produk/jasa, dan menciptakan perbedaan antar produk. Pemasar harus mengajarkan tentang ”  kepada konsumen yang mana/ siapa konsumennya ?” Pemasar dapat menerapkan Branding hampir di setiap tempat dimana konsumen mempunyai pilihan. Pemasar dapat menetapkan merek untuk barang fisik ( shampo, mobil, obat pusing kepala), Jasa ( Air Line, Bank, Asuransi ), toko (Departemen Store, Super Market),  orang ( Norman Kamaru, Andre Agassi, Justin Bieber), tempat ( Bali, Batu, Negara Seribu Satu Malam), Organisasi (Kopertis, UNICEF, AREMANIA), ide ( perdagangan bebas, ISEI, IDI )(Philip Kotler)

Kalau kita kembali kejudul, ternyata perusahaan besar sebesar Maskapai penerbangan Air Asia, masih peduli dengan Pemasaran dan Merek. Seperti kita ketahui Air Asia sudah 9 tahun yang lalu berkiprah di dunia maskapai penerbangan, berkembang dari 2 pesawat menjadi seratus pesawat, dari 20 ribu penumpang, menjadi 32 juta penumpang, yang targetnya menjadi maskapai ASEAN sebenarnya, Air Asia merupakan maskapai low cost di Indonesia, yang mana banyak penerbangan serupa yang kolaps, sementara Air Asia tetap berjaya, malahan sudah order 75 pesawat untuk 3 tahun kedepan, strateginya adalah Marketing, kami megeluarkan banyak biaya untuk Marketing,  dari Air Asia (Bos Air Asia : Tony Fernandes) mengembangkan sayapnya ke banyak bidang lain, diantaranya Tim F1,Tim Lotus, Dia mengatakan bahwa : saya kira tidak ada Airline lain yang mau mensponsori sebuah even diluar bidangnya, yaitu Formula 1 , maksud Tony Fernandes, hal tersebut dilakukan untuk mengembangkan Brand Air Asia, dia berpikir; banyak bisnis besar di Asia tidak mengerti bagaimana cara mengembankan Brandnya,  Air Asia selain mensponsori sebuah tim F1, Air Asia bagian dari   Tune Hotel, Tune Money( seperti cash card ), Tune Talk (menciptakan servis roaming ASEAN), dia juga bercita-cita menciptakan inisiatif Online, misalnya : Shopping Channel untuk ASEAN, dengan demikian kita bisa menjual barang kepada satu sama lain, dan juga ingin menciptakan konser dan Live Entertainment, sudah banyak promotor olah raga dan musik, tetapi dibutuhkan banyak distribusi penjualan tiket,  tapi kami sudah ada EQ8, energy drink pertama yang bahan-bahannya natural, sehingga beda dengan lainnya ( Jawa Post)

HANYA DENGAN MARKETING DAN BRANDING, belajar dari orang sukses

3 thoughts on “HANYA DENGAN MARKETING DAN BRANDING, belajar dari orang sukses

  • April 21, 2011 at 9:54 pm
    Permalink

    Setuju bu, karna saya sendiri meskioun gak begitu gila merk, tapi kalau memiliki barang branded tertentu merasa gimana gitu, apalagi kalau brand yang kita beli itu tidak hanya terkenal karena kualitasnya, dari segi hargapun menimbulkan kebanggaan tersendiri, malahan harga barang yg kita beli juga berdampak pada psikologis, beda rasanya memakai sepatu NEW ERA dibanding memakai KICKERS ataupun SANTA BARBARA, bisa menimbulkan kepedean pada si pemakai atau pengkonsumi (bila brand untuk makanan atau tempat nongkrong), malahan dikalangan saya sebagai mahasiswa kekuatan brand itu sendiri sangat menentukan sosial komunitas kita dalam pergaulan,, hmm,, terdengar tidak fair memang untuk yang tidak berduit tebal, tapi memang itulah kekuatan branded barang bermerk terkenal dan mahal, berkesan elegan dan tidak murahan.
    Dan soal logo juga,, kebanyakan akan merasa bangga bila di baju, sepatu, sampai kotak makan yang kita bawa memiliki logo tertentu (barang bermerk terkenal tentunya),, ibu2 juga akan dengan bangganya menenteng tas hadiah dari pembelian TUPPERWAREnya dibandingkan peralatan makan dari plastik dengan merk tidak terkenal.
    Merk sangatlah besar kekuatannya, tak hanya ibu2, wanita muda, bahkan kaum pria yang dikenal sangat cuek dengan hal2 kecil beginian juga akan mulai memperhitungkan merk barang yang dipakainya bila mengetahui temannya memakai barang yg bermerk.

    *Silvana Helyanti*
    A.2007.1.30648

  • June 13, 2011 at 10:17 am
    Permalink

    Branded memang bergensi, gengsi itu mahal

  • October 2, 2011 at 7:13 pm
    Permalink

    menurut pendapat saya, apa yang ditulis ibu dalam blog memang benar karena branding dan marketing memang salah satu faktor utama keberhasilan bisnis seseorang, tanpa branding dan marketing, barang ataupun jasa yang dihasilkan atau ndiproduksi suatu perusahaan besarpun tidak akan jalan dengan maksimal. branding memang sangat erat kaitannya dengan marketing karena marketing tanpa branding ataupun sebaliknya juga akan sia-sia saja.
    omset penjualan suatu produk memang dipengaruhi oleh branding, karena jika branding itu sudah melekat dalam pola pikir konsumen maka konsumen tanpa ragu-ragu lagi akan memilih produk sesuai branding yang ada dalam pikiran mereka.
    terima kasih bu….

Comments are closed.