Creativity Improvement & Trend

Titik, Lengkung, Lengkungan, Garis berjajar,Segi empat, Bulat

Format    :  perorangan

Waktu      : 10 – 20 menit

Tempat    : di dalam ruangan

Materi      : flipchart, fulpen/spidol, kertas

Peserta    : 10 – 30 orang

Deskripsi :
Dalam permainan peserta membuat gambar dari setiap  batasan kotak dengan model apa saja selama 15 menit, dimana setiap membuat gambar titik tolaknya berasal dari masing² batasan kotak yang dapat diekplorasi sesuai dengan kemampuan masing² peserta.

Tujuan :

Menunjukkan kepada semua peserta bahwa dalam kehidupan kita ada bakat yang belum dioptimalkan  ( terpendam), yang bila dimunculkan akan terlihat cakrawala ( luasnya ) pengetahuan kita.

Prosedur :

1. Seluruh peserta menerima peralatan ( kertas, spidol)
2. Mereka mencatat nama masing² pada kertas
3. Trainer memberi aba² untuk memulai menggambar
4. Mengingatkan waktu hanya 15 menit
5. Peserta menggambar dengan eksplorasi masing²

Pembahasan :
Gambar yang dibuat para peserta tidak ada batasnya, setiap peserta bebas mengekspresikan bentuk gambar inti untuk menjadi suatu gambar atau benda yang bermakna, misalnya : gambar inti garis berjajar, itu bisa diekspresikan pagar, dll, gambar inti bulat bisa diekspresikan mata, atau bola, dll
Obyek gambar sangat tergantung pada para peserta masing² dalam mengartikan inti gambar pada kotak batasan tersebut, tidak heran masing² peserta bila menggambar bulat bisa bermacam ² ada matahari, ada bola, ada mata,dll

Pelajaran yang bisa diambil:

Kemampuan mengekpresikan gambar inti pada kotak batasan masing² peserta memang berbeda² tergantung luasnya daya pikir para peserta, semakin bervariasinya gambar yang dihasilkan akan menunjukkan bahwa wawasan para peserta masing² berarti luas juga pengetahuannya, atau luasnya apa yang diketahuinya dalam kehidupannya, serta sebaliknya, oleh karena itu untuk memperluas cakrawala pengetahuan kita, harus banyak mengekspresikan suatu benda, tentu saja yang positif thingking.
Sebenarnya, tidak ada manusia didunia ini diciptakan oleh Tuhan tanpa otak ( untuk berfikir ), hanya saja manusia itu sendiri yang tidak mau mengembangkan daya pikirnya, sehingga perpikiran amat sempit dalam memandang sesuatu benda ( sesuatu hal ) yang pernah dilihatnya.

Seperti yang kita ketahui bahwa manusia pintar, (Albert Einstein, Isaac Newton, Ludwig Van Beethoven, Michael Engelo, Leonardo Da Vinci, Thomas A. Edison ), mereka makan nasi, minum air, buang air besar, dll, seperti kita, mengapa mereka bisa, kita juga harus bisa, bener nggaaak.
Untuk itu kita coba untuk mengekspresikan pikiran kita, untuk dapat dikembangkan pada anak didik kita, orang-orang disekitar kita, bahwa kita juga bisa berkarya, siapapun kita.

Inisiatif & kreatif :

Inisiatif adalah daya tanggap/ kemampuan tanggap pada saat ada suatu problema atau masalah atau tantangan.
sedangkan kreatif adalah kemampuan mencari alternatif untuk pengambilan suatu keputusan dalam segala hal dan mengembangkan segala hal.
Menurut Gerry Robert penulis buku Millionaire Mindset mengatakan bahwa : kita tidak perlu takut dalam hidup ini, kita tidak mungkin susah karena manusia sangat kreatif, kita pasti punya ide kreatif menyikapi kehidupan ini untuk menjadi berhasil atau hidup lebih layak.

Kreatif adalah kemampuan untuk mengembankan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam melihat masalah dan peluang.

Dalam perekonomian global dewasa ini, dimana persaingan sangat ketat dan berkecepatan tinggi, kreatifitas tidak hanya menjadi sumber penting untuk mengembangkan keunggulan bersaing, tetapi juga merupakan kebutuhan untuk keberlangsungan hidup. Ketika mengembangkan solusi kreatif terhadap masalah-masalah modern, kita harus menjangkau lebih jauh daripada apa yang telah sukses dimasa yang lalu.

Dapatkah Kreatifitas Diajarkan ?:

Selama bertahun-tahun, kearifan umum meyakini bahwa ada orang yang kreatif -imajinatif, berjiwa bebas, dan ada yang tidak, oleh karena itu beberapa orang dinggap berada dalam sisi lain spektrum tersebut dan sangat dianggap sebagai orang yang mengandalkan logika, berfikir sempit, serta kaku, kini, telah ada pemahaman yang lebih baik. Penelitian menunjukkan bahwa siapa saja bisa belajar untuk menjadi kreatif, ” Siapa saja dapat diajari berbagai tehnik dan perilaku yang dapat membantu mereka menghasilkan berbagai ide” ( Joyce Wycoff, penulis buku tentang kreatifitas).

Baru-baru ini, penulis juga menghadiri disuatu komunitas tentang kreatifitas yang digawangi oleh para wanita pekerja rumahan, ternyata, banyak para wanita walau dirumah tetapi mempunyai kreatifitas yang tinggi, menghasilkan produk apa saja hasil dari kreatifitas dengan talentanya yang tidak dapat dipandang sebelah mata.

Daftar Pustaka :

1. Alkin, Markin C., and Associate, 1998. “ A Guide for Evaluation Decision Making, Beverly Hills : Sage Publications.
2. Newston,John W., and Edward E Schannell, 1998, Games Trainers Play, New York: Mc Graw Hill Book Company

3.Warren Bennis,”Cultivating Creative Collaboration”,Industri Week, 1997

Catatan :
Nilai untuk kreatifitas adalah terdapat score sbb :
6          : kreatif
4 – 5   : moderat
2 –  3   : tidak kreatif
0 –  1   : monoton

Creativity Improvement & Trend