Dewasa ini, semakin banyak orang yang beranggapan bahwa bisnis sendiri ( bisnis rumahan) adalah pilihan pekerjaan terbaik, jika bukan satu-satunya pilihan yang ada, dikatakan pilihan pekerjaan yang terbaik karena menjalankan bisnis dari rumah meminimalkan biaya awal dan biaya operasi, bisnis rumahan memungkinkan pemiliknya dapat mempertahankan gaya hidup dan gaya kerja fleksibel, bisnis dirumah menikmati menjadi bagian dari angkatan kerja yang tidak harus berpakaian seragam dan bisnis rumahan yang sekarang sedang ngetrend berbisnis menggunakan Internet untuk menjalankan bisnis perdagangan elektronik (e-commerce) dari rumah dan bisa menjangkau keseluruh wilayah yang ingin dicapai ( seluruh Indonesia atau bila mungkin seluruh dunia).

Survey menunjukkan bahwa di UK kecenderungan ini diperkirakan akan semakin meningkat dimasa mendatang, berdasarkan pengalaman dan pengamatan lima belas tahun terakhir, apalagi banyaknya PHK yang mengakibatkan mereka lebih memilih bisnis rumahan.

Wirausahawan di Indonesia :
Meskipun tidak ada cacatan resmi, di Indonesia dapat diamati secara sepintas bermunculnya wirausahawan-wirausahawan baru berskala kecil dalam jumlah yang tidak sedikit, apalagi banyak perusahaan yang merampingkan usahanya ( menPHK karyawannya), tenaga kerja yang kena PHK mengambil inisiatif berwirausaha. Saat inilah waktunya untuk mendorong kepada generasi muda sebagai usia produktif memasuki dunia wirausahaan, yang tak seharusnya menimbulkan sebuah keterpaksaan, tetapi berasal dari dorongan diri sendiri untuk memiliki jiwa kewirausahaan ( jangan pernah berharap menjadi PNS, yang diperebutkan jutaan manusia usia produktif di Indonesia, tetapi ketersediaan pekerjaan sebagai PNS terbatas). Memang menjadi wirausahawan dituntut bekerja keras, inisiatif, kreatif, kompetensi tehnis tinggi, komunikatif, kedewasaan emosi,agresif, ambisi, percaya diri, dan masih banyak wujud dorongan dari dalam diri pribadi si wirausaha, sedangkan dorongan dari luar hanya merupakan suatu penunjang saja.(Pickle & Abrahamson)

Pertumbuhan ini terjadi karena beberapa faktor antara lain :

  • meningkatnya pengakuan terhadap nilai berskala kecil dan menengah pada perekonomian yaitu diberikannya kredit UKM;
  • berubahnya pola kerja dan perampingan perusahaan-perusahaan besar, yang memotivasi perorangan berbisnis kecil( bisnis rumahan);
  • semakin banyak kalangan anak muda yang menganggap bahwa memulai bisnis sendiri adalah pilihan karir yang tepat( apalagi berdasarkan pengalamannya bekerja sebagai karyawan, tidak dapat bebas berekplorasi);
  • meningkatnya ketertarikan media dan menjadi ketertariknya bisnis rumahan yang lebih besar(Bright Ideas)

Dimasa lalu, bisnis rumahan cenderung tidak beragam ( kerajinan tangan, menjahit), tetapi sekarang bisnis rumahan lebih beragam, para bisnis rumahan yang modern lebih cenderung menjalankan perusahaan-perusahaan jasa bertehnologi tinggi dengan jangkauan yang lebih luas (dengan internet), namun ada beberapa aturan-aturan yang tertulis atau tidak tertulis harus diikuti , antara lain :

  1. Seberapa besar persiapan yang dilakukan wirausahawan sebelum membuka bisnis(perpustakaan merupakan sumber inspirasi untuk meneliti siapa konsumen kita, pesaing, pemasok,dll)
  2. Fokuskan ide bisnis di rumah anda( harus bisa memusatkan diri kelompok pembeli atau spesialisasi)
  3. Bicarakan aturan bisnis dengan keluarga kita(karena bisnis rumahan, anggota keluarga adalah karyawan sekaligus yang menjalankan bisnis)
  4. Pilih nama bisnis yang cocok(nama perusahaan merupakan keputusan pemasaran pertama, jadi pilihlah nama yang bagus, nama anak anda, istri/suami,dll)
  5. Beli peralatan yang tepat untuk menunjang bisnis rumahan (tidak perlu membeli semuanya sekaligus, sambil menjalankan bisnis, bertahap dilengkapi)
  6. Berpakaian yang layak(karena bertemu pelanggan, pemasok, bahkan pesaing)
  7. Belajar menghadapi pengalihan perhatian (bekerja dirumah adalah memilih bisnis yang benar-benar anda sukai dan anda kuasai, produktivitas anda menentukan keberhasilan anda )
  8. Sadarilah bahwa telepon(ponsel) dapat menjadi teman terbaik anda
  9. Tegaslah dengan teman dan tetangga ( bila hanya datang u/ mengobrol, alihkan ke bisnis anda)
  10. Membuka jaringan dengan rekan anda( sebagai reseller)
  11. Banggalah dengan bisnis rumahan anda.
Bisnis Rumahan

3 thoughts on “Bisnis Rumahan

  • April 3, 2011 at 9:04 pm
    Permalink

    kesimpulannya buat yang kita punyai sebagai aset. rumah misalnya jangan hanya dianggurin dan hanya jadi post biaya saja kalo bisa jadi sumber pendapatan misalnya satu kamar di kostkan atau buat kantor kecil sekedar fokus bisnis on line berarti HP, kompy / laptop, telepon bisa jeadi alat untuk dapat duwit. kalau bisa bikin corporate kecil kecilan yang related (strategi integrasi) misalnya dengan core bisnis jual beli mobil bekas, ditambah jualan aksesoris, ban bekas maupun baru, velg, cuci dan salon mobil walaupun cuma diawali dari titipan ajah, namun dengan dibuat transaksi untuk memperindah mobil bekas belinya di tempat sendiri dari ban, aksesoris, di cat di perbaiki sehingga nilai jualnya nambah. harapanya dipercaya Bank hihiihi bisa dapat pinjaman lumayan lah karena dianggap bisnis lancar.
    cerita ini terinspirasi dari tetangga depan rumah saya btw ia berhasil merubah nasib dari seorang tambal ban menjadi pencipta lapangan kerja di kampung saya. sekarang asetnya sudah milyaran (gak tahu utangnya apa ya juga milyaran:).

  • June 15, 2011 at 2:34 pm
    Permalink

    menurut saya bisnis rumahan adalah peluang yang amat menjanjikan apa lagi seandainya kita bisa jadi orang pertma yang menciptakan suatu produk baru dan dapat mengurangi pengangguran.apa lagi seandainya bisnis bahan bakunya adalah bahan dalam negri dan tidak susah dicari

  • October 3, 2011 at 3:32 pm
    Permalink

    menurut saya, bisnis rumahan merupakan bisnis yang enak karena kita yang menjadi ownernya dan fleksibel dalam jam kerja,tidak di pungut pajak toko,dll. seperti online shop kita bisa melakukannya dimanapun dengan jaringan internet, barang yang di jual bisa juga berupa kerajinan tangan yang kita buat sendiri atau terima pesanan kue.

Comments are closed.