Kualitas Manusia Indonesia

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

Di era yang sudah semakin maju ini, atau biasa disebut dengan Era Globalisasi, Sumber Daya Manusia ( SDM ) harus lebih ditingkatkan kualitasnya agar dapat bersaing dengan yang lainnya. Semakin berkualitas SDM sebagai pribadi-pribadi maka akan semakin maju pula pribadi tersebut untuk bersaing. Maka dari itu, pengembangan Sumber Daya Manusia guna mendapatkan SDM yang bekualitas dan mempunyai daya saing merupakan hal yang harus diperhatikan oleh pribadi-pribadi itu sendiri, seandainya masing-masing pribadi ingin bersaing.

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

Pengembangan kualitas SDM pribadi-pribadi  haruslah dilakukan sejak dini. Tidaklah mudah memang karena membutuhkan tenaga dan biaya yang tidak seberapa. Apalagi harus ada kesadaran masing – masing pribadi untuk membuat diri mereka menjadi seorang pribadi yang berkualitas.
Seperti saat ini, Indonesia sudah mengakui kualitas pribadi, yang tidak hanya melalui jalur akademi, tetapi bisa seni ( nyanyi, komedi, tari ) yang sudah ada ajang kompetisinya, dan ternyata disambut oleh masyarakat sedemikian  hebatnya, seperti ajang persaingan seni suara ( Indonesia Idol, Academy Dangdut , Stand up Comedy, dll ), itu adalah juga salah satu pengembangan kualitas hidup pribadi-pribadi.

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

Sumber Daya Manusia yang berkualitas adalah semua pribadi manusia yang memiliki bakat, kreativitas, potensi, tenaga, imajinasi, kemampuan untuk memajukan diri, tangguh dan ulet, mandiri, terampil, memiliki tanggung jawab, berorientasi ke masa depan, disipilin, berbudi, mampu bekerjasama dan pantang menyerah.           Kualitas SDM yang seperti itulah yang dibutuhkan oleh setiap pribadi-pribadi agar dapat membangun pribadinya masing – masing menjadi lebih maju. Setiap pribadi yang telah maju akan membuat percaya diri.

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

Pengembangan SDM yang berkualitas, bukannya tanpa hambatan. Banyak hambatan yang harus dihadapi untuk membangun SDM yang berkualitas tersebut. Belum siapnya setiap pribadi-pribadi untuk memanfaatkan peluang dan memenangkan persaingan yang ada merupakan masalah utama dan harus segera diselesaikan. Dan lagi di era globalisasi saat ini, dimana perkembangan teknologi sudah semakin maju, masih banyak SDM di setiap pribadi di Indonesia yang belum mengenal teknologi yang ada. Sehingga pembangunan SDM berkualitas yang berorientasi teknologi merupakan hal yang harus dipikirkan untuk sekarang ini dan masa depan nantinya.

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

Tulisan ini disusun untuk mengingatkan kita semua bahwa keberhasilan, kesuksesan karir, maupun peningkatan kinerja setiap pribadi-pribadi yang notabene merupakan sumber daya manusia (aset terpenting dalam suatu organisasi),  tidak hanya dipengaruhi aspek-aspek yang berkaitan dengan kompetensi, motivasi, promosi dan mutasi, atau remunerasi semata. Bahwa ada aspek lainnya yang tak kalah pentingnya, bahkan bersifat fundamental, namun seringkali terabaikan dalam kajian-kajian seputar pengembangan sumber daya manusia. Aspek tersebut adalah relasi, khususnya relasi dengan pasangan hidup yang mewarnai aktifitas dan produktifitas individu bersangkutan hari demi hari.

Manusia adalah Makluk Sosial

Kita sebagai pribadi-pribadi sangat membutuhkan orang lain sebagai relasi.

Relationship” atau berikutnya kita sebut saja sebagai relasi, merupakan kata penuh makna yang menjadi pondasi yang merupakan tempat dibangunnya seluruh aspek kehidupan kita, karena manusia memiliki fitrah sebagai makhluk sosial. Relasi menyatukan kita satu sama lain dan membuat kehidupan ini menjadi penuh arti. Kualitas relasi akan menentukan berapa besar kinerja dan kontribusi yang dapat kita berikan dalam keberadaan kita sebagai insan di muka bumi. Kebahagiaan dan kualitas kehidupan kita pun sangat ditentukan olehnya.

Kita hidup di jaman yang serba sibuk. Walaupun berbagai teknologi menjanjikan kemudahan dan efisiensi, ternyata waktu kita semakin terserap oleh berbagai aktifitas, hobi, maupun urusan yang membuat kita justru lebih sibuk dari sebelumnya. Sepintas, semua aktifitas tadi kelihatannya diperlukan dan masuk akal, namun seringkali kesibukan ini akhirnya mengikis relasi kita. Kita terus menerus berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya dan tanpa disadari kita tidak lagi bisa menikmati relasi kita dengan orang yang kita cintai. Begitu banyak terbuangnya alokasi waktu yang seharusnya untuk menikmati kebersamaan dan berbagi pengalaman dalam suatu hubungan yang indah yang membawa arti dan kebahagiaan dalam hidup. Pada gilirannya, kesibukan-kesibukan tersebut mengubah kita dari yang alamiahnya sebagai ‘human being’ menjadi sekedar ‘human doing’. Memang seperti penulis, yang notabene sebagai tenaga pengajar, sekaligus sebagai ibu rumah tangga, dan tidak lepas dari kesibukan organisasi ( baik dikampus maupun di RT/RW ), tidak lepas dari hubungan relasi. Dikampus berhubungan dengan para akademisi ( Dosen dan karyawan ), di kampung sebagai salah satu penaggung jawab pokja di RW tempat penulis domisili. Kalau kita tidak memanfaatkan sebaik-baiknya hubungan dengan relasi, hidup tidak akan human being tetapi human doing, jadi kaku dan tidak sebagai mahluk sosial.

Strategi Memperkokoh Relasi

Untuk membina relasi yang kokoh, kita tidak harus pandai bicara, berpendidikan tinggi, ataupun kaya raya. Tak jarang orang-orang yang demikian justru tidak memiliki kualitas relasi yang baik. Relasi adalah milik kita yang hakiki, dan semuanya bergantung pada bagaimana kita membangunnya.

Membangun relasi yang kokoh adalah sebuah perjalanan hingga akhir hayat. Tiada titik dimana kita dapat berhenti dan mengklaim bahwa “Saya telah berhasil membangun relasi yang baik, dan sekarang saatnya berhenti!”. Jika ini yang kita anggapkan, berarti detik itu kita tengah berada pada titik kulminasi, dan mulai detik berikutnya kita akan mengalami penurunan kualitas. Relasi diciptakan detik demi detik, bahkan dari apa yang kita lakukan detik sekarang ini.

Sebagaimana sering diungkapkan sebelumnya, membangun relasi adalah seumpama membawa bahtera dalam mengarungi samudera raya nan luas. Kemana arah tujuan berlayar adalah sangat penting karena hal ini menentukan segala sesuatunya dalam perjalanan bahtera. Jangan biarkan nahkoda dan semua awaknya larut dalam keasyikan alunan ombak dan membiarkan bahtera hanyut terbawa arus gelombang, lupa bahwa mereka perlu menetapkan tujuan sejak awal dan mengarahkan perahu agar selalu tertuju pada pulau harapan.

Proyeksi Pribadi pada Organisasi

Jika kita konsekuen dengan ucapan bahwa kita ingin maju maka pribadi-pribadi harus siap dan mampu menjadi pribadi yang mempunyai pemimpin yang bisa membuat kita semakin maju. Organisasi yang hebat, ternyata terdiri dari pribadi-pribadi yang hebat. Seperti ditempat penulis pengabdikan diri, mendapatkan kepercayaan masyarakat ( baik tim penilai maupun penikmat pendidikan) mendapatkan nilai akreditasi A itu tidak mudah, banyak kisi-kisi nilai yang harus dipersiapkan untuk dinilai. Hal ini, kalau tidak ada kerjasama yang baik antar relasi, juga doa yang tulus dari organisasi dan pribadi-pribadi,tidak akan tercipta nilai A yang bagus bagi suatu akademisi.

 

 

 

Ternyata Pertidaksamaan linear dapat digunakan untuk memecahkan masalah dalam kehidupan kita sehari-hari. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan permodelan masalah tersebut ke dalam model matematika.

Sebagai ilustrasi kita  perhatikan permasalahan berikut ini.

Pak Bambang adalah seorang pedagang roti. Beliau menjual roti menggunakan gerobak yang hanya dapat memuat 600 roti. Roti yang dijualnya adalah roti keju dan roti meises  dengan harga masing-masing adalah Rp 5.500,00 dan Rp 4.500,00 per bungkusnya. Dari penjualan roti ini, beliau memperoleh keuntungan Rp 500,00 dari sebungkus roti keju dan Rp 600,00 dari sebungkus roti meises. Apabila modal yang dimiliki oleh Pak Bambang adalah                  Rp 600.000, buatlah model matematika dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya!

Permasalah di atas dapat dimodelkan dalam bentuk matematika dengan menggunakan sistem pertidaksamaan linear dua variabel. Dengan memisalkan banyaknya roti keju dan roti meises  secara berturut-turut sebagai x dan y, dan kita harus membuat model tersebut melalui 3 fungsi, yaitu Fungsi Tujuan ( obyective function), Fungsi batasan ( Constraint Function ) dan Fungsi batasan Non Negative ( Assumtion Function ),maka diperoleh persamaan sebagai berikut.

Ft Maksimumkan Z =  500 x + 600 y

Fb                        1)            x +        y ≤ 600

                            2)   5.500 x + 4.500 y≤ 600.000

Fbnn                                   x; y ≥               0

Sehingga apabila dituliskan dalam bentuk sistem pertidaksamaan akan menjadi seperti berikut ini.

Dua pertidaksamaan yang terakhir (baris ketiga) menunjukkan syarat dari nilai x dan y. Karena x dan y secara berturut-turut menyatakan banyaknya roti, maka tidak mungkin nilai x dan y bernilai negatif.

Sedangkan fungsi yang lain akan ditentukan nilai maksimumnya (nilai optimum). Fungsi tersebut dapat dituliskan dalam persamaan matematika sebagai berikut.

f(x,y) = 500x + 600y

Tujuan dari permasalahan ini adalah mencari nilai x dan y yang menjadi anggota himpunan penyelesaian dari sistem pertidaksamaan, serta membut fungsi f(x,y) = 500x + 600y bernilai optimum (maksimum).

Ya, kita telah berhasil merumuskan masalah di atas ke dalam suatu model matematika. Dari ilustrasi di atas, dapatkah kalian menyimpulkan pengertian dari model matematika?

Penyelesaiaanya :

Persamaan 1)  x + y  =  600    à   maka x = 600 dan  y = 600

Persamaan 2) 5.500 x  + 4.500 =  600.000 à maka x = 109,09  dan y = 133,33

Bila menggunakan model grafik, terdapat 2 daerah yang Pak Bambang menawarkan Rotinya yaitu daerah A dan daerah B.

Didaerah  A, Pak Bambang memperoleh laba  adalah  sebesar  à 500 ( 109,09 ) = 54.545

Sedangkan laba di daerah  B adalah sebesar à 600 ( 133,33 ) = 79.998

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Maka sebaiknya Pak bambang berproduksi di titik B, karena laba sebesar Rp.79.998,-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                    B

 

 

 

 

Medio November 2012 yang lalu, saya mengikuti rombongan FEB UB ke negeri Gajah Putih. Saya tertarik dengan negeri Gajah Putih, karena tiket melancong ke negara tetangga lebih murah bila dibandingkan dengan melancong kepelosok negeri kita( yang sebenarnya sudah beberapa tempat saya kunjungi, seperti Bali,Lombok, Balikpapan,Samarinda, Pontianak, Sambas, Sampit, Palangkaraya, NTT, Maluku, Halbar,Sulawesi ( bbrp ), dll kota2 di Indonesia. Selain merasa lrbih gengsi, juga untuk melihat suasana yang berbeda di negeri tetangga. Thailand adalah negara yang kodisi alam yang tidak berbeda jauh dengan Indonesia, yang bisa menjadi jujukan liburan keluarga ataupun bersama teman-teman. Di Thailand memang ada 2 pilihan yaitu Bangkok dan Phuket. Tujuan rombongan kami ke Bangkok, lebih murah. Apa saja yang menarik di Thailand ? Ada Wat Arun, Grand Palace. Di Wat Arun kita bisa melihat wisata budaya, yaitu ada candi terbaik di Thailand, untuk menuju ke Wat Arun, melewati Sungai Chao Praya dengan menggunakan kapal wisata, saat ditengah sungai, pelancong dianjurkan memberi makan ikan patin yang lebih dahulu membeli remah roti ( ada semacam kepercayaan, jika  bertemu dengan ikan patin putih, keberuntungan akan datang dan jodoh tentu yang belum punya pasangan ). Banyak para pelancong berfoto ria dengan background dan pelataran Candi. Seperti halnya Candi Borobudur di Indonesia, Candi Di Wat Arun dapat kita naiki untuk melihat candi secara detail. di tempat lain di pusat kota kita bisa berkunjung ke Istana Raja yang terkenal dengan Grand Palace, dimana sejak abad ke 18, istana ini merupakan kediaman raja secara turun-temurun , namun saat ini Raja tidak berdiana di Grand palace, tetapi berdiam di Istana Chitralada.

Para Pecinta Belanja, juga dapat belanja di Chatuchak Weekend Market. yang merupakan pasar rakyat, dan hanya buka hari sabtu dan minggu, mulai dari pagi sampai jam 18.00, hampir semua barang murah ada di pasar rakyat ini, mulai pakaian, kaos T Shirt, Sepatu, Tas, Bros motif gajah terfavorit. Ada juga tempat hiburan yang tidak kalah menarik yaitu Banci Show ( bayar sekitar 700 bath), yang sesudah pertunjukan, pelancong dapat berfoto dengan para banci, tentu saja dengan bayar, sekali foto bayar 400 bath( wah nggak murah, tetapi banyak juga peminatnya). Thailand juga dipercaya oleh pemegang brand yaitu Madame Taussouds, kita juga dapat berkunjung ke tempat patung lilin, dimana hanya orang-orang terkenal yang di patungkan, baik yang sudah meninggal, maupun yang masih hidup, ada Michael Jackson, Mohhamad Ali, Liz Taylor, Lady Diana,dll, ada yang masih  hidup seperti Barrak Obama dan istri, Mahatir Muchamad, Ratu Eliabeth 2, Justin Bieber,  Presiden Soekarno, Ronaldo, dll. Saat berkunjung ke pusat Madu yaitu Thep Prosit Honey, cara ngemasnya bagus, mulai untuk minuman, sandingan minuman, juga untuk obat, yang terdapat tempat dudyuk yang nyaman, dihidangkan hasil pabriknya. Sebenarnya Indonesia juga banyak pusat-penghasil madu, yang dapat study banding ke Thailand. Sampai disini dulu ceritaku, satu saat saya akan ceritakan kunjunganku ke Shanghai China.

Saya seorang ibu bagi 2 anakku yang sudah mengijak dewasa, bahkan anak lelakiku pertama sudah mempunyai1 anak, dan yang ke dua anak perempuanku baru menikah bulan maret 2013 yang lalu.

Aku seorang Ibu rumah tangga, yang atas ijin suami, bekerja sebagai seorang dosen. ternyata tugas rangkap yang alami ( ibu rumah tangga) tidaklah mudah. Saya berusaha berimbang antara sebagai ibu rumah tangga dan sebagai seorang dosen.

Sebagai ibu rumah tangga, pekerjaannya mulai bangun subuh sampai  waktu mau tidur, dapat menghabiskan waktu melebihi kerja seorang dosen. Seorang Dosen memang dituntut untuk melaksanakan tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan ilmu, serta pengabdian pada masyarakat.

Saya sebagai ibu rumah tangga, yang notabene sebagai seorang ibu, pada hari h yaitu tanggal 22 Desember, syukur Alhamdullilah kedua anakku tidak lupa mengucapkan happy mother’ day, dengan caranya sendiri-sendiri. Anak pertama yang berdomisili di Jakarta, salam happy mother’s day pakai whatsApp ( alat komunikasi zaman sekarang ), sedangkan anak kedua berdomisili di dekat rumah, menggunakan ciuman, selamat hari ibu, ibukku.

Saya berusaha mencari sejarah hari ibu.

 

Tahukah kita apa yang melatarbelakangi tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu, adakah peristiwa bersejarah dan istimewa yang terjadi pada tanggal tersebut. Mungkin pertanyaan seperti ini sempat terbersit dalam fikiran kita tapi sampai saat ini belum mendapatkan jawaban yang memuaskan.

Baiklah mari kita kembali ke masa lalu tepatnya pada tanggal 22 s/d 25 Desember 1928 bertempat di Yogyakarta, para pejuang wanita Indonesia dari Jawa dan Sumatera pada saat itu berkumpul untuk mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I (yang pertama).  

Gedung Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto, Yogyakarta menjadi saksi sejarah berkumpulnya 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera yang kemudian melahirkan terbentuknya Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani). 

Kalau melihat kembali sejarah, sebenarnya sejak tahun 1912 sudah ada organisasi perempuan. Pejuang-pejuang wanita pada abad ke 19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain secara tidak langsung telah merintis organisasi perempuan melalui gerakan-gerakan perjuangan.

 

Hal itu menjadi latar belakang dan tonggak sejarah perjuangan kaum perempuan di Indonesia, dan memotivasi para pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib bagi kaum perempuan. 

Pada Konggres Perempuan Indonesia I yang menjadi agenda utama adalah mengenai persatuan perempuan Nusantara; peranan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan; peranan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa; perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan lain sebagainya.

Banyak hal besar yang diagendakan namun tanpa mengangkat masalah kesetaraan jender, para pejuang perempuan itu menuangkan pemikiran kritis dan upaya-upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa Indonesia khususnya kaum perempuan.

Pada Juli 1935 dilaksanakan Kongres Perempuan Indonesia II, dalam konggres ini dibentuk BPBH (Badan Pemberantasan Buta Huruf) dan menentang perlakuan tidak wajar atas buruh wanita perusahaan batik di Lasem, Rembang.

Penetapan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember sendiri baru diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Dan puncak peringatan Hari Ibu yang paling meriah adalah pada peringatan yang ke 25 pada tahun 1953.  Tak kurang dari 85 kota Indonesia dari Meulaboh sampai Ternate merayakan peringatan Hari Ibu secara meriah.

Secara resmi tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu adalah setelah Presiden Soekarno melalui melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 menetapkan bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga saat ini.

Pada awalnya peringatan Hari Ibu adalah untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Misi itulah yang tercermin menjadi semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. 

Pada peringatan Hari Ibu tahun 1950 an, dirayakan dengan mengadakan pawai dan rapat umum yang menyuarakan kepentingan kaum perempuan secara langsung. Dan satu sejarah penting kaum perempuan adalah untuk pertama kalinya wanita diangkat menjadi menteri, dialah  Maria Ulfah yang pada tahun 1950 diangkat sebagai Menteri Sosial yang pertama oleh Presiden Soekarno.

Pada kongres di Bandung tahun 1952 diusulkan untuk dibuat sebuah monumen, dan pada tahun berikutnya dibangunlah Balai Srikandi. Ketua Kongres pertama Ibu Sukanto melakukan peletakkan batu pertama pembangunan tersebut, dan pada tahun 1956 diresmikan Balai Srikandi  oleh menteri Maria Ulfah. Dan akhirnya pada tahun 1983 Presiden Soeharto meresmikan keseluruhan kompleks monumen Balai Srikandi menjadi Mandala Bhakti Wanitatama di Jl. Laksda Adisucipto, Yogyakarta. 

Kiprah kaum perempuan sebelum kemerdekaan Indonesia adalah Kongres Perempuan ikut terlibat dalam pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri. 


Hingga pada tahun 1973 Kowani berhasil menjadi anggota penuh International Council of Women (ICW) yang berperan sebagai dewan konsultatif kategori satu terhadap Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Kalau kita melihat sejarah beta heroiknya kaum perempuan (kaum Ibu) pada saat itu dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, apakah sepadan dengan peringatan Hari Ibu saat ini yang hanya ditunjukkan dengan peran perempuan dalam ranah domestik. Misalnya dalam sebuah keluarga pada tanggal tersebut seorang ayah dan anak-anaknya berganti melakukan tindakan domestik seperti masak, mencuci, belanja, bersih-bersih, dan kemudian memberikan hadiah-hadiah untuk sang ibu.

Peringatan Hari Ibu di Indonesia saat ini lebih kepada ungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji keibuan para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.

Kumpulan Kata Ucapan Selamat Hari Ibu Terbaru 2013

Ibu, kau telah melihat aku tertawa

Kau juga pernah melihat aku menangis
Dan kau selalu ada di sana bersamaku
Aku mungkin tidak selalu mengatakan hal ini
Tapi terima kasih untuk segalanya dan aku mencintaimu
Selamat Hari Ibu.

Besok sangat penting dalam hidup kita.
Besok adalah hanya untuk orang itu.
Siapa yang mengorbankan hidupnya, kebahagiaannya
dan seluruh waktunya hanya untuk kita.
Apakah Anda tahu ada apa besok..?
Besok adalah hari ibu.
Kamu harus mendoakan ibumu.
Kamu harus mengatakan padanya “Aku mencintaimu ibu,
Tanpamu aku bukan siapa-siapa, bahkan tak pernah ada.

Tidak ada sutera yang begitu lembut seperti belaian seorang ibu,
Tidak ada Tempat yang paling nyaman selain pangkuan seorang ibu,
Tak ada bunga yang lebih cantik selain senyummu,
Tak ada jalan yang begitu berbunga-bunga seperti yang dicetak dengan langkah kakimu.
Kau adalah alasan kenapa aku ada.

 

Bila kamu merasa sendirian di tengah keramaian,

Bila kamu berpikir siapa orang No.1 yang bisa mengerti dirimu,
Ketika cintamu ditolak oleh orang lain,
& Ketika kamu membenci Hidupmu sendiri,
Pejamka matamu, & lihatlah, wajahnya yang mencintaimu
lebih dari yang lainnya,
yang selalu peduli dalam kesepian,
& menderita ketika mengetahui kamu menangis.
Dia adalah Ibumu.
Cintailah dia, hari ini dan selalu.

Ibu, aku mencintaimu Untuk semua yang telah kau lakukan. Aku akan menciummu dan memelukmu karena kau menyayangiku juga. Engkau menyuapiku dan apa yang aku perlukan Untuk mengajarkan aku untuk bermain, Jadi tersenyum karena aku mencintaimu pada Hari Ibu ini. Ibu, aku mencintaimu.
(diambil dari beberapa sumber )

 

 

Apa sih  Brand Image (Citra Merek ) itu?

 

  1. “Brand image can be defined as a perception about brand as reflected by the brand association held in consumer memory”. Hal ini berarti citra merek adalah persepsi tentang merek yang digambarkan oleh asosiasi merek yang ada dalam ingatan konsumen (Keller, 1998:93).
  2. “Brand association is anything linked in memory to a brand”. Pengertian ini menunjukan bahwa asosiasi merek adalah sesuatu yang berhubungan dengan merek dalam ingatan konsumen (Aaker, 1991:109).

Baik Keller dan Aaker mengemukakan bahwa adanya hubungan yang erat diantara asosiasi merek dengan citra merek dimana asosiasi yang terjalin pada suatu merek dapat membentuk citra merek. Asosiasi merek dapat membantu proses mengingat kembali informasi yang berkaitan dengan produk, khususnya selama proses pembuatan keputusan untuk melakukan pembelian. Jadi, antara citra merek dan asosiasi merek mempunyai keterkaitan yang erat yang tidak terpisahkan satu dengan yang lainya.

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya awal November 2013, saya pergi ke Singapore mengunjungi keluarga yang sudah 6 tahun bekerja sebagai Consultant Enginering, di Singapore, tak menyia-nyiakan waktu untuk mengunjungi Merlion Park.              Merlion merupakan icon Singapore, padahal masih banyak tempat pariwisata yang tidak kalah bagusnya dengan Merlion, seperti Suntec City ( 5 bangunan seperti tangan yang tengahnya merupakan air mancur raksasa ), Botanic Garden terdapat tempat khusus anggrek hadiah dari beberapa negara sahabat, Clarke Quay, The Esplanade dan masih banyak lagi.

Mengapa Merlion sebagai Brand Image ?

Merlion atau Singa laut adalah patung yang berkepala singa dengan badan seperti ikan. Namanya merupakan gabungan dari ikan duyung dan singa. Merlion dirancang oleh Fraser Brunner untuk Badan Pariwisata Singapura (STB/Singapore Tourism Board) pada 1964 dan dipergunakan sebagai logonya hingga 1997. Perdana Menteri saat itu, Lee Kuan Yew, meresmikan upacara pemasangan Merlion di Singapura pada 15 September 1972.

Merlion tetap menjadi lambang merek dagangnya hingga sekarang. Ia juga seringkali muncul dalam suvenir yang disetujui oleh STB. Patung asli Merlion berdiri di mulut Sungai Singapura sementara sebuah replika yang lebih tinggi dapat ditemukan di Pulau Sentosa.

Tinggi Merlion ini 8,6 meter dan beratnya 70 ton. Patung Merlion dibangun dari campuran semen oleh seniman Singapura, Lim Nang Seng.

Menurut kampanye publikasi Badan Pariwisata Singapura, makhluk berkepala singa dan bertubuh ikan ini mengingatkan akan kisah tentang Sang Nila Utama yang legendaris, yang melihat seekor singa selagi berburu di sebuah pulau, dalam perjalanannya ke Malaka. Pulau itu belakangan dikenal sebagai pelabuhan Temasek, yang kemudian menjadi Singapura.

Ternyata Merlion tidak hanya 1 yaitu Merlion Park, tetapi ada Merlion yang lain.

 

Ada lima Merlion resmi yang disetujui oleh Badan Pariwisata Singapura, yaitu dua di Merlion Park (karya pematung Lim Nang Seng, selesai 1972), sebuah Merlion yang lebih kecil dan yang lainnya adalah Merlion yang utama.

Merlion lainnya termasuk:

Faktor-faktor yang membentuk citra merek

Menurut Keller (1993:3) faktor-faktor yang membentuk citra merek adalah:

1. Kekuatan asosiasi merek (strength of brand association)

Tergantung pada bagaimana informasi masuk ke dalam ingatan konsumen dan bagaimana informasi tersebut bertahan sebagai bagian dari brand image

2. Keuntungan asosiasi merek (Favourability of brand association)

Kesuksesan sebuah proses pemasaran sering tergantung pada proses terciptanya asosiasi merek yang menguntungkan, dimana konsumen dapat percaya pada atribut yang diberikan mereka dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.

3. Keunikan asosiasi merek (Uniqueness Of brand association)

Suatu merek harus memiliki keunggulan bersaing yang menjadi alasan bagi konsumen untuk memilih merek tertentu. Keunikan asosiasi merek dpat berdasarkan atribut produk, fungsi produk atau citra yang dinikmati konsumen.

Menurut Kotler (2001:401) citra harus dibangun melalui seluruh media yang ada serta berkelanjutan dan pesan tersebut dapat disampaikan melalui lambang, media atau visual, suasana, serta acara.

Identitas Merek

Identitas suatu merek adalah pesan yang disampaikan oleh suatu merek melalui bentuk tampilan produk, nama, simbol, iklan, dsb. Identitas merek berkaitan erat dengan citra merek (brand image) karena citra merek merujuk pada bagaimana persepsi konsumen akan suatu merek.

Fakta di lapangan adalah seringkali dijumpai bahwa ada perbedaan persepsi antara pesan yang hendak disampaikan oleh pemasar dengan pesan yang diterima oleh konsumen Disinilah letak tantangan seorang pemasar di dalam merencanakan pesan sebuah merek yang hendak dikomunikasikan kepada target pasar yang hendak dituju (Doyle, 1998).

Jadi dapat disimpulkan bahwa

 Kekuatan asosiasi merek (strength of brand association) Merlion itu tergantung pada bagaimana informasi masuk ke dalam ingatan  kita sebagai konsumen dan bagaimana informasi tersebut bertahan sebagai bagian dari brand image dan kekuatan asosiasi merek ( Favourability of brand association)

Kesuksesan sebuah proses pemasaran  yang dilakukan oleh Badan Pariwisata Singapura (STB/Singapore Tourism Board)    sering tergantung pada proses terciptanya asosiasi merek yang menguntungkan, dimana konsumen dapat percaya pada atribut yang diberikan mereka dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Hal ini yang menjadikan Merlion sebagai Brand Image bagi Singapore

Daftar Pustaka

  • Aaker, David, 1991, Managing Brand Equity; Capitalizing on the Value of Brand Name, Free Press, New York.
  • Doyle, Peter. 1998. Marketing management (4th ed.). New York: Mc Graw Hill
  • Keller, Kevin Lane. 1998, Strategic Brand Management : Building, Measuring, and Managing Brand Equity, Prentice Hall, New Jersey.
  • Keller, L. 1993. How to manage brand equity. Jakarta: GRamedia Pustaka
  • Kotler, Phillip dan Gary Amstrong. 2001. Prinsip-Prinsip Pemasaran, jilid 2, edisi ke-8, Penerbit Erlangga, Jakarta.

 

 

 

Hampir di kota-kota besar di Indonesia ( Jakarta, Surabaya, Bandung, dll, sampai Malang dan kota-kota lainnya) saat melakukan aktifitas menggunakan kendaraan ( Mobil, Motor, dll kendaraan lainnya ) akan mengalami kemacetan, sehingga terkadang kita tidak memikirkan jarak, tetapi berapa nyampainya ke tempat tujuan, apalagi bila tujuan kita walau dekat, kalau melewati jalur protokol, hitungan jam yang kita pakai bukan lagi berapa jaraknya.
Para penguasa membuat solusi salah satunya MRT ( Mass rapid Transit ) untuk menyelesaikan kemacetan dijalan raya.
MRT Di Jakarta :
adalah sebuah sistem bagian utama transportasi metro transit cepat di Jakarta yang groundbreaking proyek ini akan dilakukan pada bulan September 2013 [1] guna menanggulangi kemacetan yang akhir-akhir ini sering terjadi dan sangat memacetkan.
Kereta yang dipergunakan bisa KRL ataupun Monorel.
Bersama Transjakarta diharapkan proyek ini dapat menanggulangi kemacetan lalu-lintas.
A. Jenis lintasan: permukaan, elevated dan subway
1 Kereta api permukaan (surface)
2 Kereta api layang (elevated)
3 Kereta api bawah tanah (subway)
B. Proyek MRT DKI Jakarta: Kota – Senayan – Lebak
Bulus
1 Kota – Dukuh Atas (jarak sekitar 7 km, subway)
2 Dukuh Atas – Senayan (jarak sekitar 3 km, surface)
3 Senayan – Lebak Bulus (jarak sekitar 11 km,
elevated)
4 Depo di Lebak Bulus
Semua itu dijadikan solusi untuk kemacetan, tapi apakah bisa hak seseorang diperintahkan untuk naik fasilitas tersebut, karena ada sebagian orang yang memiliki kendaraan pribadi.
Bila kita bandingkan dengan Singapore, kepemilikan kendaraan pribadi sangat selangit biaya yang dikeluarkan untuk kepengurusan memiliki kendaraan pribadi, sehingga MRT dan Bus dalam kota solusi untuk ketempat tujuan.
Bagaimana MRT di Singapore :
Mass Rapid Transit atau MRT Singapura adalah sebuah sistem angkutan cepat yang membentuk tulang punggung dari sistem kereta api di Singapura dan membentang ke seluruh negara kota ini. Bagian pertama dari MRT ini, antara Stasiun Yio Chu Kang dan Stasiun Toa Payoh, dibuka tahun 1987 dan menjadi sistem angkutan cepat tertua kedua di Asia Tenggara, setelah Sistem LRT Manila. Jaringan ini telah berkembang cepat sebagai hasil dari tujuan Singapura untuk mengembangkan jaringan kereta yang lengkap sebagai tulang punggung utama dari sistem angkutan umum di Singapura dengan perjalanan penumpang harian rata-rata 1,952 juta jiwa tahun 2009, hampir 63% dari 3,085 juta penumpang jaringan bus pada waktu yang sama.[2]
MRT memiliki 79 stasiun (1 di antaranya tidak beroperasi)[1] dengan jalur sepanjang 129,7 kilometer dan beroperasi pada sepur standar. Jalur rel ini dibangun oleh Land Transport Authority, sebuah badan milik Pemerintah Singapura yang memberi konsesi operasi kepada perusahaan laba SMRT Corporation dan SBS Transit. Operator-operator ini juga mengelola layanan bus dan taksi, sehingga menjamin adanya integrasi penuh layanan angkutan umum. MRT ini dilengkapi oleh sistem Light Rail Transit (LRT) regional yang menghubungkan stasiun MRT dengan perumahan umum HDB.[3] Layanan ini beroperasi mulai pukul 5.30 pagi dan berakhir sebelum pukul 1.00 pagi setiap hari dengan frekuensi tiga sampai delapan menit, dan layanan ini diperpanjang selama hari-hari libur Singapura.[4]
Asal muasal dari MRT Singapura adalah dari ramalan perencanaan kota pada tahun 1967 dimana pada tahun 1992 diperlukan sistem transportasi kota di atas rel.
Diawali sebuah debat, akhirnya parlemen Singapura menyimpulkan bahwa sistem transportasi hanya menggunakan bus tidak akan mencukupi karena akan memerlukan jalur jalan dengan adanya batasan lahan di negara tersebut.
Biaya konstruksi awal MRT sebesar 5 milyar dolar Singapura adalah biaya termahal yang pernah dikeluarkan untuk sebuah proyek pada waktu itu, yang dimulai pada 22 Oktober 1983 di Jalan Shan. Jaringan MRT dibangun bertahap dimana Jalur Utara Selatan diutamakan karena melewati daerah pusat kota yang sangat memerlukan transportasi publik. Mass Rapid Transit Corporation (MRTC), selanjutnya diganti menjadi SMRT Corporation didirikan pada 14 Oktober 1983 untuk mengelola otoritas MRT. Pada 7 November 1987, bagian pertama dari Jalur Utara Selatan mulai beroperasi yang terdiri dari lima stasiun dengan jarak enam kilometer. Limabelas stasiun lagi kemudian dibuka dan MRT Singapura resmi dibuka pada 12 Maret 1988 oleh Lee Kuan Yew, sebagai Perdana Menteri Singapura waktu itu. Sebanyak 21 stasiun ditambahkan dalam jaringan; pembukaan Stasiun Boon Lay pada Jalur Timur Barat 6 Juli 1990 menandai selesainya jaringan dua tahun lebih awal dari jadwal.
MRT Singapura kemudian bertahap berkembang. Termasuk S$1.2 milyar pengembangan Jalur Utara Selatan melalui Woodlands melengkapi pada 10 Februari 1996. Konsep untuk mendekatkan jalur rel ke perumahan menghadirkan sistem LRT Singapura. Jalur LRT terhubung ke jalur MRT. Pada 6 November 1999 jalur LRT pertama di Bukit Panjang mulai beroperasi. Pada 2002 stasiun bandar udara Changi dan stasiun Expo ditambahkan pada jalur MRT. Jalur Timur Laut, yang dioperasikan oleh SBS Transit dibuka pada 20 Juni 2003 sebagai jalur rel otomatis penuh pertama di dunia. 15 Januari 2006 setelah diskusi dengan masyarakat, stasiun Buangkok dibuka. Jalur pengembangan Boon Lay, meliputi stasiun Pioneer dan Joo Koon mulai membuka layanan pada 28 Februari 2009. Selanjutnya pada 28 Mei 2009 bagian pertama dari Jalur Lingkar (Circle Line) dari stasiun Marymount ke Bartley dibuka. Selanjutnya 9 stasiun dari stasiun Tai Seng ke Dhoby Ghaut dibuka pada 17 April 2010.
Pada 15 Desember 2011 pelayanan Mass Rapid Transit (MRT)sempat mengalami gangguan yang disebabkan oleh kerusakan rel ketiga di jalur Dhoby Ghaut dan City Hall. Kerusakan rel ini berimbas pada kerusakan rem kampas 4 kereta sehingga keempatnya harus ‘diistirahatkan’ untuk sementara. Satu kereta di Stasiun Braddell, satu kereta di stasiun Orchard, dan dua kereta di stasiun Dhoby Ghaut. Akibat insiden ini, ratusan penumpang di sejumlah stasiun MRT di Singapura sempat terlantar. Bahkan penumpang yang sudah naik ke dalam MRT terpaksa keluar berjalan kaki menuju jalan raya. Layanan MRT kembali beroperasi 16 Desember 2011 [5]. Tanggal 17 Desember 2011, layanan MRT kembali mengalami kerusakan selama 7 jam di wilayah Ang Mo Kio dan Stasiun Marina Bay[6]. Disamping itu ada alat transportasi lain yang digunakan penduduk Singapore adalah SBS Transit.
Apa SBS Transit itu ?
SBS Transit (SGX: S61) adalah perusahaan bus dan kereta api Singapura. Didirikan pada tahun 1973 dengan gabungan tiga perusahaan bus. Pada tanggal 1 November 2001, nama perusahaan tersebut berubah menjadi SBS Transit Limited untuk merefleksikan status sebagai operator bus dan jalur kereta api. Untuk perusahaan kereta api, SBS Transit mengoperasikan jalur North-East, yang dilakukan pada tahun 2003 untuk sistem MRT. Untuk jalur LRT, SBS Transit mengoperasikan jalur Sengkang dan jalur Punggol pada tahun yang sama, yaitu tahun 2003.( Sumber dari Wikipedia )
Penulis baru-baru ini ke Singapore ( November 2013), dalam melakukan kegiatan menggunakan MRT dan Bus SBS Transit. Berawal dari Apartemen di Braddell View ke Caldecot ( Stasiun Braddell) yang merupakan stasiun MRT, setiap kali mau naik MRT harus lewat pintu masuk dan pintu keluar dengan menggesek kartu ( semacam ATM ), yang biayanya tergantung jauh dekatnya, kita bisa melihat berapa ongkos saat perjalanan, seperti penulis lakukan dari stasiun caldecot mau ke Marinabay Sand, bisa $S1,5 ( dimana 1$S = Rp.9.400).
Demikian jika menggunakan Bus SBS Transit, saat masuk menempelkan kartu ( untuk tanda masuk) dan saat turun jg menempelkan kartu tsb( untuk tanda berapa ongkos perjalanan kita).
Bisakah hal tersebut diterapkan di Jakarta?, yang nota bene si empunya uang pingin naik kendaraan pribadi ( mungkin lebih privasi dan leluasa mau perjalanan kemana), apalagi ada mobil ramah lingkungan, yang menurut sumber untuk berpenghasilan menengah, yang ingin memiliki kendaraan pribadi. Hal tersebut akan menambah kemacetan.

Baru-baru ini tempat kerja saya bernaung, ada agenda Akreditas, karena saya sebagai Dosen dpk pada salah satu PTS berkewajiban mempunyai Kompetensi profesi dosen.
Kompetensi profesional dosen adalah kemampuan (baik pengetahuan, sikap dan keterampilan) yang harus dimiliki oleh seorang dosen untuk melaksanakan dan mempertanggungjawabkan tugas-tugasnya sesuai dengan petunjuk yang telah ditetapkan.
Mengacu pada Undang-Undang RI No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, untuk dapat menjadi dosen yang profesional seseorang harus memiliki empat kompetensi yakni kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
Sedangkan menurut Finch & Crunkilton, (1992: 220) Menyatakan “Kompetencies are those taks, skills, attitudes, values, and appreciation thet are deemed critical to successful employment”. Pernyataan ini mengandung makna bahwa kompetensi meliputi tugas, keterampilan, sikap, nilai, apresiasi diberikan dalam rangka keberhasilan hidup/penghasilan hidup. Hal tersebut dapat diartikan bahwa kompetensi merupakan perpaduan antara pengetahuan, kemampuan, dan penerapan dalam melaksanakan tugas di lapangan kerja.
Kompetensi guru dan Dosen terkait dengan kewenangan melaksanakan tugasnya, dalam hal ini dalam menggunakan bidang studi sebagai bahan pembelajaran yang berperan sebagai alat pendidikan, dan kompetensi pedagogis yang berkaitan dengan fungsi guru dan Dosen dalam memperhatikan perilaku peserta didik belajar ( Mahasiswa)(Djohar, 2006 : 130).
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kompetensi guru dan Dosen adalah hasil dari penggabungan dari kemampuan-kemampuan yang banyak jenisnya, dapat berupa seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dan Dosen dalam menjalankan tugas keprofesionalannya. Menurut Suparlan (2008:93) menambahkan bahwa standar kompetensi guru dan Dosen dipilah ke dalam tiga komponen yang saling berkaitan, yaitu pengelolaan pembelajaran, pengembangan profesi, dan penguasaan akademik.
Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru dan Dosen, adapun macam-macam kompetensi yang harus dimiliki oleh tenaga guru dan Dosen antara lain: kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru dan Dosen.
1) Kompetensi Pedagogik
Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman guru dan Dosen terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Secara rinci setiap subkompetensi dijabarkan menjadi indikator esensial sebagai berikut;
• Memahami peserta didik secara mendalam memiliki indikator esensial: memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif; memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian; dan mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik.
• Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran memiliki indikator esensial: memahami landasan kependidikan; menerapkan teori belajar dan pembelajaran; menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar; serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.
• Melaksanakan pembelajaran memiliki indikator esensial: menata latar (setting) pembelajaran; dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.
• Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran memiliki indikator esensial: merancang dan melaksanakan evaluasi (assessment) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode; menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery learning); dan memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum.
• Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensinya, memiliki indikator esensial: memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik; dan memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi nonakademik.
2) Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.
Secara rinci subkompetensi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:
• Kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma hukum; bertindak sesuai dengan norma sosial; bangga sebagai guru dan Dosen; dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.
• Kepribadian yang dewasa memiliki indikator esensial: menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru dan Dosen.
• Kepribadian yang arif memiliki indikator esensial: menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.
• Kepribadian yang berwibawa memiliki indikator esensial: memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani.
• Akhlak mulia dan dapat menjadi teladan memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma religius (iman dan taqwa, jujur, ikhlas, suka menolong), dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik.
3) Kompetensi Sosial
Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru dan Dosen untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Kompetensi ini memiliki subkompetensi dengan indikator esensial sebagai berikut:
• Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik memiliki indikator esensial: berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik.
• Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan.
• Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.
4) Kompetensi Profesional
Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologi keilmuannya. Setiap subkompetensi tersebut memiliki indikator esensial sebagai berikut:
• Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi memiliki indikator esensial: memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah; memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau koheren dengan materi ajar; memahami hubungan konsep antar mata pelajaran terkait; dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.
• Menguasai struktur dan metode keilmuan memiliki indikator esensial menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan/materi bidang studi.
Keempat kompetensi tersebut di atas bersifat holistik dan integratif dalam kinerja guru dan Dosen.
Oleh karena itu, secara utuh sosok kompetensi guru dan Dosen meliputi (a) pengenalan peserta didik secara mendalam; (b) penguasaan bidang studi baik disiplin ilmu (disciplinary content) maupun bahan ajar dalam kurikulum sekolah (c) penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi proses dan hasil belajar, serta tindak lanjut untuk perbaikan dan pengayaan; dan (d) pengembangan kepribadian dan profesionalitas secara berkelanjutan. Guru dan Dosen yang memiliki kompetensi akan dapat melaksanakan tugasnya secara profesional (Ngainun Naim, 2009:60).
Ada kata bijak yang mengatakan bahwa :
NEVER STOP LEARNING, BECAUSE LIFE NEVER STOPS TEACHING

Dalam kehidupan sehari-hari seringkali mendengar masalah kualitas, tetapi makna yang terkandung didalamnya tergantung didalamnya bagi setiap orang berlainan satu sama lain tergantung pada konteksnya. Kualitas mempunyai banyak kriteria yang berubah secara terus-menerus. Konsep kualitas sering dianggap sebagai ukuran relatif kebaikan terhadap barang/jasa yang terdiri dari atas kualitas desain dan kualitas kesesuaian.
T.Q.M. Merupakan konsep yang lebih luas, yang tidak hanya menekankan pada aspek hasil, tetapi juga proses, lingkungan dan manusia
Meskipun tidak ada definisi kualitas yang diterima secara universal, dari definisi yang ada terdapat kesamaan yaitu meliputi elemen-elemen :
1. Kualitas meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan
2.Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan
3.Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah ( apa yang dianggap merupakan kualitas saat ini mungkin dianggap kurang berkualitas pada saat mendatang.
Berdasarkan definisi Goetsch & Davis(1999,p.4) : kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi/melebihi harapan pelanggan
Total Quality Management (T.Q.M.) merupakan pendekatan manejemen yang digunakan untuk meningkatkan daya saing perusahaan dalam jangka panjang dalam pasar global,untuk mampu bersaing dan bertahan serta berkembang dilingkungan global, perusahaan perlu perubahan yang radikal terhadap sistem manajemennya, agar mampu menghasilkan barang/jasa yang sesuai dengan tuntutan zaman. Perusahaan harus secara konsisten menghasilkan barang/jasa yang berkualitas, sehingga perancangan dan penerapan T.Q.M. Merupakan kebutuhan mendesak yang segera terwujud
Menurut Ishikawa dan Pawitra (1998) : TQM adalah perpaduan semua fungsi dari perusahaan ke dalam falsafah holistik yang ada berdasarkan konsep kualitas,team work, produktivitas serta kepuasan pelanggan.
Kalau berbicara masalah pelanggan, karena Perguruan Tinggi pasti pelanggannya adalah mahasiswa baru, yang notabene masih negeri minded.
Berkat kerja sama tim, Perguruan Tinggi bisa dipercaya oleh calon mahasiswa baru.
Banyak usaha telah dirumuskan oleh para ahli manajemen kualitas untuk mendefinisikan kualitas jasa atau pelayanan, agar dapat didesain (designable), dikendalikan (controllable), dan dikelola (manageable), sebagaimana halnya dengan kualitas barang. Secara konseptual, manajemen kualitas dapat diterapkan baik pada barang maupun jasa, karena yang ditekankan dalam penerapan manajemen kualitas adalah peningkatan sistem kualitas.
Dengan demikian, yang perlu diperhatikan dalam pengembangan manajemen kualitas adalah pengembangan sistem kualitas yang terdiri dari: perencanaan sistem kualitas, pengendalian sistem kualitas, dan peningkatan sistem kualitas.
Kebutuhan Manajemen Sistem Industri Modern:
Manajemen perguruan tinggi di Indonesia seyogianya memahami pula perkembangan manajemen sistem industri modern, sehingga mampu mendesain, menerapkan, mengendalikan, dan meningkatkan kinerja sistem pendidikan tinggi yang memenuhi kebutuhan manajemen sistem industri modern. Hal ini dimaksudkan agar setiap lulusan dari perguruan tinggi mampu dan cepat beradaptasi dengan kebutuhan sistem industri modern. Dengan demikian sebelum membahas tentang sistem pendidikan tinggi, perlu diketahui tentang konsep dasar sistem industri modern yang akan dipergunakan sebagai landasan utama untuk membahas penerapan TQME pada sistem pendidikan tinggi modern di Indonesia.
Agar peningkatan proses industri(jasa) dapat berjalan secara konsisten, maka dibutuhkan manajemen sistem industri, yang pada umumnya akan dikelola oleh lulusan perguruan tinggi.
Sebelum TQME didesain untuk perguruan tinggi di Indonesia, maka stakeholders dari perguruan tinggi harus memiliki kesamaan persepsi tentang manajemen kualitas. Dalam konsep manajemen kualitas modern, kualitas suatu perguruan tinggi antara lain ditentukan oleh kelengkapan fasilitas atau reputasi institusional. Kualitas adalah sesuatu standar minimum yang harus dipenuhi agar mampu memuaskan pelanggan yang menggunakan output (lulusan) dari sistem pendidikan tinggi itu, serta harus terus-menerus ditingkatkan sejalan dengan tuntutan pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif. Berkaitan dengan hal ini, maka Spanbauer (1992) menyatakan bahwa manajemen perguruan tinggi harus mengadopsi paradigma baru tentang manajemen kualitas modern. ( diambil dari beberapa sumber)

Pemerintah harus berkomitmen untuk melaksanakan “pendidikan untuk semua” yang mencakup semua jenis, jenjang, dan jalur pendidikan dengan menyadari bahwa pendidikan sebagai hak asasi setiap warga negara. Karena itu, peran negara harus menjadi terdepan dalam menyediakan akses dan mutu pendidikan bagi semua warga negara.
Demikian pernyataan bersama organisasi guru dunia Education International (EI) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) terkait “pendidikan untuk semua” pasca 2015. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden EI Susan Hopgood dan Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Sulistiyo kepada Pemerintah Indonesia melalui Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Kuntoro Mangkusubroto di sela-sela acara 4th Meeting High Level Panel of Eminent Persons On Post-2015 Develompen Agenda di Bali.
Pembanguan pendidikan pascatuntasnya pendidikan untuk semua atau education for all pada 2015 haruslah mengarah pada pendidikan yang semakin inklusif dan transparan.
Susan Hopgood mendorong Pemerintah Indonesia supaya tetap berkoitmen untuk meningkatkan pendidikan pasca-2015. Pencapaian pendidikan untuk semua perlu terus ditingkatkan, bukan hanya di jenjang pendidikan dasar, tetapi juga di jenjang pendidikan menengah hingga tinggi.
Negara harus tetap menjamin hak dan akses terhadap pendidikan berkualitas untuk semua. Privatisasi dan kemitraan swasta-publik bukanlah solusi untuk pendidikan berkualitas bagi semua. Negara harus mengambil tanggung jawab secara serius dalam menyediakan pendidikan berkualitas untuk semua.
Sebab, pendidikan bukan saja merupakan barang publik dan hak dasar. Pendidikan juga merupakan katalis bagi pencapaian semua tujuan pembangunan global lainnya.
Pendidikan dapat mendorong berkembangnya potensi manusia. Karena itu, pendidikan harus menjadi pusat dari setiap kerangka pembangunan global baru. (Editor : Marcus Suprihadi)
Berbicara masalah pendidikan, dalam hal ini pendidikan tinggi( karena penulis seorang pengajar di salah satu PTS), ditempat penulis bekerja ada bidik misi.
Apa Bidik Misi?, Bidik Misi adalah bantuan biaya pendidikan yang diberikan pada mahasiswa baru yang tidak mampu secara ekonomi dan berpotensi akademik baik.
Pembiayaan :
Bidik Misi memberikan fasilitas kepada penerima program ini sbb :
1. Bantuan biaya pendidikan sedikit-dikitnya Rp.600.000,- perbulan
2. Bantuan biaya penyelenggara pendidikan sebesar-besarnya Rp.400.000,- per bulan yang dikelola oleh perguruan tinggi untuk membebaskan biaya pendidikan.
3. Biaya kedatangan pertama ( resettlement ) yang diberikan 1 x dalam 1 semester.
Bantuan biaya hidup diberikan setiap bulan atau maksimal 3 bulan didepan kepada penerima dengan tehnis diatur oleh masing-masing perguruan tinggi ( penyelenggara biaya pendidikan bidik misi ).
Persyaratan Bidik Misi :
1. Lulusan SMA atau yang sederajat pada tahun 2013.
2. Usia maksimal 21 tahun.
3. Kurang mampu secara ekonomi ( pendapatan kotor gabungan orang tua Rp.3.000.000,- per bulan).
4. Pendidikan orang tua setinggi-tingginya SMA atau D4.
5. Mempunyai prestasi ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler.
Di Perguruan Tinggi tempat kami benaung, terdapat juga Biaya Bidik Misi, yang nota bene diberi kepercayaan oleh pemerintah untuk mengelolanya.
Hal ini suatu prestasi yang baik bagi Perguruan Tinggi Swasta, yang dipercaya sebagai penyelenggara Biaya Bidik Misi, tentunya pemerintah memberikan Bidik Misi tidak sembarangan memberikan, tentunya ada persyaratan tertentu, dimana PTS tempat penulis bernaung, memang terakreditasi “A”. sehingga tidak menutup kemungkinan, dan sangat beralasan sekali Pemerintah dalam hal ini Diknas memberikan Bidik Misi

Komunikasi merupakan sebuah proses yang berlangsung seperti dalam sandiwara/ drama
Situasi adalah setting panggungnya
Komunikator dan komunikan adalah aktornya.(Goffman)
Syarat Komunikasi Interpersonal :
1.Adanya dua orang atau lebih yang saling menyadari kehadirannya.
2.Adanya saling ketergantungan komunikasi dan FOCUSED INTERACTION
3.Adanya pertukaran pesan
4.Pesan berbentuk verbal dan non verbal
5.Relatif tidak berstruktur.
Fungsi Komunikasi :
Lingking function;
Adanya fungsi keterkaitan seseorang dengan lingkungannya.
Mentation function;
Adanya proses mental yaitu proses mental image daan adanya empati komunikator terhadap komunikan
Regulation function;
Seseorang diatur oleh orang lain dan sebaliknya.

Palo Alto Group Pragmatics of human communication:
seseorang tidak dapat tidak berkomunikasi
·   setiap komunikasi tentu ada isinya dan ada aspek relationshipnya.
·   Komunikasi merupakan suatu urutan
· Komunikasi dapat berbentuk digital dan analogy
· Komunikasi berbetuk simetris dan komplementer
Millar & Rogers:
Hubungan komunikasi merupakan hubungan yang kompleks
Ada 3 dimensi relationship yaitu
control, trust, intimacy
Theories of Self Presentation :
Bahwa dalam melakukan komunikasi seseorang mencoba untuk mengerti orang lain dan menampilkan diri untuk dapat dimengerti orang lain.
Banyak komunikasi antar personal yang diplintir ( meminjam istilah para politikus).
maksudnya nggak sama antara pernyataan sumber asal dengan pernyataan yang disampaikan ke personal yang lain, istilah sekarang sudah di tambah dan dikurangi.
Bagaimana cara meningkatakan komunikasi internal?
Pada 1926, Marston menerbitkan penemuannya dalam sebuah buku terkenal yang berjudul The Emotions of Normal People. Intinya adalah : setiap pegawai memiliki tipe karakter yang unik. Dalam konteks ini, terdapat empat model kepribadian yang lazim dikenal sebagai DISC yakni :
1. Dominance
2. Influence
3. Steadiness
4. Compliance
Banyak perusahaan besar yang sudah menggunakan DISC seperti Chevron, Triputra Group dll. Mengenal lebih dalam keempat model ini tentunya akan membantu perusahaan agar lebih efektif ketika membangun relasi dengan pegawai. Misalnya tipe pegawai:
1. Dominance Style
Pegawai yang masuk dalam model ini adalah mereka yang :
• suka mengendalikan lingkungan mereka
• senang menggerakkan teman-teman mereka
• to-the-point, tidak bertele-tele
• senang mengambil peran penting
• pembuat keputusan, problem solver, dan melaksanakan berbagai hal
• cenderung menyukai posisi sebagai leader. Meskipun demikian, ketika menjadi leader, mereka cenderung akan menjadi ketua yang otoriter, demanding, dan kurang memiliki kesabaran serta empati pada anggota.

2. Influence Style
• Pegawai dengan model ini adalah mereka yang suka bergaul, ekstrovert, dan senang berada pada lingkaran pertemanan yang luas. Mereka benar-benar menikmati berada bersama teman-temannya.
• Mereka tidak suka menyelesaikan sesuatu atau bekerja sendirian (single fighter). Sebaliknya, mereka lebih suka berhubungan, belajar dan bekerja dengan teman-temannya daripada sendirian.
Kekurangan dan Kelebihan Influence Style
• Pegawai dengan model ini juga memiliki empati yang tinggi terhadap temannya, dan mudah melibatkan perasaan ketika menjalankan aktivitasnya.
• Mereka pada dasarnya orang yang penuh optimisme, antusias, dan cenderung memiliki sifat dasar yang riang.
• mereka bukan orang tepat ketika harus mengerjakan tugas-tugas yang menuntut ketelitian tinggi seperti akuntansi dan matematika/fisika
• Pada sisi lain, mereka dapat menjadi ”best promotor” untuk gagasan-gagasan baru.

3. Steadiness Style
• cenderung introvert, reserve, dan quiet.
• melakukan sesuatu secara sistematis, teratur dan bertahap.
• menyukai sesuatu yang berjalan dengan konsisten, dapat diprediksi dan lingkungan belajar yang stabil dan harmonis
• Pegawai dalam model ini juga tergolong pribadi yang sabar, dapat diandalkan dan cenderung memiliki loyalitas yang tinggi.

4. Compliance Style
• Pegawai dalam kategori ini termasuk pribadi yang menekankan akurasi dan ketelitian
• menyukai sesuatu yang direncanakan dengan matang dan bersifat menyeluruh
• suka dengan pelajaran yang mengacu pada rumus dan cara pengerjaan yang baku
• pemikir yang kritis dan suka melakukan analisis untuk memastikan akurasi
• karena cenderung terfokus pada keteraturan, mereka skeptis terhadap gagasan-gagasan baru yang radikal. Mereka juga agak enggan menerima proses perubahan yang mendadak
• Ketika mereka termotivasi secara negative, mereka akan menjadi sinis atau sangat kritis(Facilitator:
Daniel H.S Ir.MM.MBA)
Maknanya Komunikasi Internal :
1.Terbuka – open area
Keterbukaan yang diketahui oleh diri dan orang lain.
2.Rahasia Pribadi – private area
Rahasia pribadi yang hanya diketahui sendiri
3.Tersembunyi – hidden area
Orang lain yang lebih tahu daripada kita sendiri
4.Gelap – unknown area
Area hitam yang tidak saling mengetahui
Demikian yang dapat saya sampaikan dalam topik bulan ini.

© 2011 Blognya Bu Tita Suffusion theme by Sayontan Sinha