BULIR-BULIR KASIH (33)

Tiba-tiba suara Ira memecah kesunyian. “Di,..itu tanaman apa?” “Yang mana?” “Itu, yang di tengah sawah itu, yang berwarna putih, seperti bunga tapi juga seperti kapas…” kata Ira. “Oh, itu…” kata Abdi tersenyum “Itu adalah tanaman khas daerah sini Ir. Itu

BULIR-BULIR KASIH (32)

Mobil yang biasa dipakai Ira untuk pergi kuliah itu, kini melaju keluar kota yang dikemudikan sendiri oleh Ira. Duduk di jok depan di samping Ira, adalah Abdi yang meskipun sudah sehat tetapi badannya masih lemas. Sedangkan di jok belakang, adalah

BULIR-BULIR KASIH (30)

Malam itu, Abdi mengambil amplop yang berada di saku celananya, yang tadi siang ia terima dari Rido. Ia berani mengambil amplop tersebut setelah ia bisa memastikan bahwa Syarif dan Ira sudah keluar dari rumah sakit untuk pulang mengambil pakaian buat