BULIR-BULIR KASIH (20)

Selain Abdi dan Nisa, dalam pertemuan yang tidak sengaja itu, tentu saja yang juga sangat terkejut adalah Ira. Sebab Ira masih ingat, bahwa Nisa adalah gadis cantik si pembaca ‘dadakan’ yang dahulu mereka pernah bertemu dan berkenalan di rumah Syntya

BULIR-BULIR KASIH (19)

Mendengar nama Nisa disebut, Abdi tersentak dari lamunannya seperti terbangun dari mimpi. Kalau ada suara guruh yang menggelegar di siang itu, mungkin dampaknya tidak seperti jawaban Bu Tedy barusan. Abdi spontan wajahnya berubah, ia melihat ke wajah gadis yang dikenalkan