(lanjutan)

….ternyata suara adzan yang dikumandangkan oleh para bilal di masjid ketika memasuki waktu shalat, TIDAK PERNAH BERHENTI sedetik pun. Suara adzan terus sambung menyambung NON STOP selama dua puluh empat jam penuh. Suara adzan itu tidak berasal dari satu sumber saja, tetapi dari ribuan sumber suara. Ribuan masjid mengumandangkan adzan secara bersamaan pada daerah shalat yang sama, dan pada detik atau menit (waktu shalat) berikutnya ribuan masjid menyambungnya. Menit ke tiga ribuan masjid berikutnya, menit ke empat ribuan masjid beriktunya, dan seterusnya sampai kembali pada titik semula.

Kita ketahui bahwa waktu shalat bukan hanya pada waktu dhuhur saja. Tetapi ada lima waktu yang saat itu dikumandangkan suara adzan. Ketika suatu saat waktu dhuhur jatuh pada daerah tak berpenghuni, misalnya jatuh pada daerah lautan luas, bukan berarti planet bumi ini tak ada suara adzan berkumandang. Sebab pada saat yang sama sebenarnya berkumandang juga suara adzan maghrib di daerah lain, atau suara adzan Isya’ atau subuh, atau ashar yang terus bergema secara bergantian atau bahkan bersamaan. Maka di planet bumi ini TAK PERNAH ada ‘KEKOSONGAN’ suara adzan. Setiap saat selalu terdengar suara bilal memanggil hamba Allah untuk melakukan shalat, untuk MENGAJAK manusia agar menyembah hanya kepada-Nya saja. Mengagungkan hanya untuk-Nya semata.

Andaikata kehidupan manusia di bumi ini berlangsung selama satu juta tahun misalnya, jika selama itu masih ada suara adzan yang bergema dari masjid-masjid di bumi ini, maka selama satu juta tahun itu pula suara adzan bergema terus sambung menyambung tak pernah henti sebagai ’SOUND TRACK’ sebuah drama besar yang digelar manusia di permukaan bumi ini. Dan kita adalah PARA PEMAIN yang sering LUPA diri, yang bahkan tidak tahu jika setiap perbuatan apa saja, semua kita lakukan di sela-sela suara adzan yang bergema….

• Kita sering lupa atau tidak tahu jika perbuatan kita yang kadang berbau RIYA dan SOMBONG itu, kita lakukan bersamaan dengan sebuah pernyataan agung dalam kalimat adzan…”ALLAH MAHA BESAR….”
• Kita lupa dan tidak tahu jika suatu saat, ketika kita mencari jalan keluar dari suatu persoalan, boleh jadi saat itu kita menghamba kepada kekuatan SELAIN Allah. Padahal saat itu sedang berkumandang kalimat adzan ” … laa ilaaha illallaah (TIADA TUHAN SELAIN ALLAH)…”
• Kita lupa dan tidak tahu jika suatu saat ketika kita MENGHARDIK dan MENGUSIR orang miskin yang membutuhkan bantuan kita, saat itu sedang berbarengan dengan kumandang suara adzan yang menyebut nama rasulullah SAW, seorang nabi terkasih yang MENGANJURKAN agar kita selalu menolong orang miskin…. (ya Allaah…maafkan kami…).

 SETIAP SAAT sebenarnya kita mendengar kalimat yang menyatakan bahwa Allah Maha Besar.
 SETIAP SAAT sebenarnya kita mendengar dua kalimat syahadat sebagai dasar seluruh kehidupan kita, sebagai kesaksian bahwa hanya kepada Allah saja kita menyembah.
 SETIAP SAAT kita mendengar nama nabi Muhammad sebagai pesuruh Allah yang terus dikumandangkan.
 SETIAP SAAT kita mendengar ajakan untuk melakukan shalat.
 SETIAP SAAT kita mendengar ajakan untuk menuju pada kemenangan.
 Dan SETIAP SAAT kita mendengar seruan bahwa tak ada yang pantas disembah dan tak ada kekuatan lain, kecuali Allah Swt.

…lanjut ke bagian 3)

ANDAI SAJA KITA BISA MENDENGAR (2)