 Andai saja Allah menakdirkan kita mempunyai kemampuan untuk bisa mendengar berbagai suara yang sedang berbunyi.
 Andai saja Allah memberi kemampuan pada pendengaran kita, sehingga bisa mendengar suara yang datang dari kejauhan.
 Andai saja Allah memberi kepekaan pada pendengaran kita sehingga mampu mendengar suara yang sangat lirih sekalipun.
 Dan andai saja pendengaran kita tidak mempunyai keterbatasan, sehingga suara apapun mampu kita dengar dengan jelas…
 Akan senangkah kita, atau sebaliknya justru akan menjadi sedihkah kita…?

Orang yang suka jenis musik tertentu, mungkin ia akan senang karena bisa menikmati musik indah kesukaannya yang sedang dimainkan oleh penciptanya yang berada jauh di negara lain. Orang yang suka mendengarkan puisi demikian juga, ia mampu menikmati bacaan puisi indah dari idolanya, meskipun sang pembaca berada di kota lain. Orang yang suka suara burung demikian juga, ia tak usah repot membeli burung yang harganya mahal, karena setiap pagi ia sanggup mendengarkan dan menikmati berbagai suara indah dari jutaan burung yang berasal dari hutan belantara yang letaknya sangat jauh sekalipun.

Sayangnya kita tak mampu !
Atau mungkin kita MENJADI BERSYUKUR lantaran kita tak mampu mendengar semua itu.
Pendengaran kita diberi batasan oleh Allah Swt. Telinga manusia hanya mampu mendengar dan menangkap getaran suara pada ’range’ tertentu saja yaitu: (20 Hz – 20.000 Hz). Di atas atau di bawah itu, kita tak sanggup mendengarnya.
Selain itu pendengaran kita hanya mampu mendengar suara atau bunyi yang sedang berlangsung saat itu saja. Bunyi atau suara yang sudah berlalu tidak bisa lagi kita dengar saat itu. Juga kita hanya bisa menangkap suara pada jarak tertentu saja, karena suara yang sumbernya jauh dari telinga, pendengaran kita tak sanggup menangkapnya (kecuali dengan menggunakan media elektronik).

ANDAI SAJA kita mampu mendengar suara itu semua, mungkin kita akan ditimpa KESULITAN besar. Bisa jadi susah tidur. Atau bahkan tidak bisa tidur. Karena semua jenis dan model suara yang ada di planet bumi ini akan dapat kita dengar dengan begitu jelasnya. Jutaan, milyaran, trilyunan jenis suara akan masuk bersama ke telelinga kita, dan semuanya dapat kita dengar dalam waktu yang bersamaan…!? uih,…betapa ngerinya !

Ada suara musik yang mungkin jumlahnya ribuan, ada suara binatang yang tak bisa dihitung jumlahnya, ada suara halilintar yang menggelegar, ada suara angin badai, suara ombak di laut, suara orang menangis sedih, suara orang tertawa terbahak, suara tembakan yang memekakkan telinga, suara orang berdebat pada sebuah dialog di acara seminar, suara anak-anak kecil melantunkan tembang dolanan, suara gemuruhnya banjir bandang, suara degub jantung kita, suara aliran darah kita,… juga suara adzan yang sedang berkumandang, dan sebagainya…yang jumlah jenis sumber suara itu tak terhitung saking terlalu banyaknya.

Bagaimana dengan diri kita, jika itu semua mampu kita dengar dalam waktu bersamaan? mampukah kita tidur, mampukah kita istirahat, mampukah kita makan, minum, bercanda, bekerja, belajar….? Mampukah syaraf pendengaran kita bertahan karenanya? Sungguh kita patut bersyukur, karena Allah Swt sebagai sang Pencipta begitu bijaksana, membatasi pendengaran kita.

Tetapi marilah kita BERANDAI-ANDAI..!
Jika saja pendengaran kita mampu memilah dan memilih, kemudian mampu menangkap seluruh SUARA ADZAN meskipun dari sumber suara yang sangat jauh sekalipun, sungguh kita akan menemukan sebuah keadaan yang membuat bulu kuduk kita kembali MERINDING! Mengapa?

…lanjut ke bagian 2)

ANDAI SAJA KITA BISA MENDENGAR (1)