…Demikianlah ‘permainan’ dunia. Hari ini gembira besok susah kita tidak tahu, Sekarang sedih ternyata esok hari penuh dengan kegembiraan pun kita tidak tahu. Karenanya janganlah kita terlalu larut dalam kegembiraan ataupun terlalu larut dalam kesedihan yang bersifat sementara.

Mengapa? Karena hidup ini penuh dengan tipu daya. Perhatikan pernyataan Tuhan dalam statement berikut ini
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan DUNIA itu hanyalah PERMAINAN dan suatu yang MELALAIKAN, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah KESENANGAN YANG MENIPU” (QS. Al-Hadiid: 20)

Tuhan menurunkan bulan ramadhan yang penuh dengan ampunan dan berkah buat manusia ini karena kasih sayang-Nya semata. Dalam bulan ramadhan ini begitu banyak pelajaran yang menyadarkan diri kita dari kelalaian kita. Betapa kita terlalu cinta kepada dunia, sampe lupa kepada sang Pemilik Alam semesta.
Manusia sering LUPA bahwa tujuan hidup bukan sekedar kebahagiaan dunia yang sangat singkat sebatas umur manusia. Kita lupa bahwa keberadaan dunia beserta isinya jika dibandingkan dengan akhirat, hanyalah setetes air yang menetes dari ujung jari, sementara lautan luas itu adalah keberadaan akhirat nanti. Demikian rasulullah memberi gambaran yang sangat indah kepada manusia betapa yang diperebutkan manusia sejagad raya itu ternyata hanya setets air saja. Sementara lautan luas yang sangat indah (akhirat) lalai dari perhatiannya.

Tujuan hidup kita adalah mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk melanjutkan perjalanan panjang menuju sang Khaliq, yang kepada-Nya semua manusia akan kembali untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya. Dan bekal istimewa yang kita butuhkan itu sangat banyak bertebaran di setiap sudut bulan ramadhan nan indah ini.
Ramadhan adalah sebuah moment setahun sekali yang sangat penting dalam hidup manusia. Banyak pelajaran indah kita dapatkan di dalamnya. Mulai akhlakul karimah membina keluarga sampai dengan bagaimana mentauhidkan Allah semata, semua ada di dalamnya.

Saat ini kita sedang kuliah praktis di ‘Universitas Ramadhan’ untuk mencapai gelar tertinggi dalam hidup kita yaitu TAQWA. Dan tidak terasa kita telah berada pada pertengahan ramadhan menuju semester akhir kelulusan. Lulus atau tidak, dengan predikat cum laude atau tidak, hari inilah penentunya.
Literature utama yang harus kita baca dan kita amalkan adalah al-qur’an dan al-hadits. Di sinilah kunci segala pokok permasalahan hidup, yang akan membuat manusia menjadi bahagia dunia dan akhirat.
Cepatlah ambil literature hebat itu. Jangan lalai ! Bacalah, pelajarilah, fahamilah, dan amalkanlah dengan memohon ridha-Nya.
Maka jika hal itu kita lakukan dengan ketulusan mendalam, kitalah sebenar-benarnya PEMENANG itu.

Berbagai peristiwa yang melintas dan terjadi di hadapan kita (termasuk world cup) hanyalah sekedar literature tambahan sebagai bahan renungan dan pelajaran untuk menambah bekal perjalanan panjang kita.
Kalaulah kemarin kita dengan penuh semangat nonton bareng (nobar) permainan sepak bola para seperta world cup, sekarang marilah energy itu kita alihkan. Sekarang kita adalah sebagai pemainnya.
Kalaulah di dalam piala dunia kemarin juaranya hanya ada satu, dua, tiga dan empat, maka dalam permainan hidup sesungguhnya ini, setiap pemain akan bisa menjadi pemenang. Mampukah kita meraih kemenangan itu?

Mari kita nikmati dan kita hidupkan kembali sisa-sisa malam indah bulan ramadhan ini bukan untuk sekadar nonton permainan sepak bola orang lain, tetapi untuk berlatih sekaligus bertanding melawan hawa nafsu ego kita, dengan lebih serius dan lebih khusyu’ disertai terus bermunajat ke hadirat Allah. Mohon petunjuk-Nya, dan mohon pertolongan-Nya agar kita bisa meraih KEMENANGAN SESUNGGUHNYA. Bukan kemenangan SEMU yang hanya bersifat sementara…. insya Allah…

“Kalian lebih mementingkan kehidupan dunia (daripada kehidupan akhirat). Padahal kehidupan akhirat itu lebih kekal. Lebih indah dan lebih abadi” (QS. Al-A’laa: 16-17)
—————————-

 

WORLD CUP & PELAJARAN RAMADHAN (2)