Piala dunia 2014 telah usai. Negeri Brasil tidak lagi seramai seperti waktu-waktu sebelumnya. Dan ‘dunia malam’ di negeri kita pun kembali sepi, tak ada lagi nonton bareng. Karena partai pamungkas antara Jerman dan Argentina telah selesai. Tetapi meskipun world cup sudah usai, dalam pikiran saya masih ada beberapa moment yang terasa sangat membekas, tepatnya ketika saya melihat adegan ulang pertandingan antara Brasil dan Cile di per-enambelas final yang diputar ulang oleh salah satu stasiun televisi.
Sambutan luar biasa dari pendukung Brasil saat menang (3-2) secara dramatis melawan Cile yang ditentukan oleh drama adu penalty, membuat saya merenung cukup jauh.

Mengapa? Karena saya dan tentu kita semua telah mengetahui bahwa babak-babak berikutnya, Brasil kalah tragis oleh Jerman dengan score telak 1-7.

Saat Brasil menang melawan Cile, ribuan atau bahkan jutaan wajah gembira dengan luapan emosi luar biasa menyambut kemenangan di saat itu, mereka tidak tahu bahwa ekspresi wajah mereka akan berbalik 180 derajat menjadi bersedih hati, karena timnya ternyata celaka di moment berikutnya tatkala berhadapan dengan Jerman.

Demikian pula dengan tim Belanda. Wajah-wajah gembira saat menyambut kemenangan tim kesayangan saat melawan Belgia, tidak menyadari kalau di episode berikutnya akan kecewa berat karena timnya harus menyerah kepada Argentina dalam babak drama adu penalty yang notabene tim Belanda sangat jitu dan sangat jago dalam mengatur strategi adu pinalty. Tetapi begitulah sebuah permainan.

Begitu pula sebaliknya dengan pendukung tim Jerman, mereka sangat was-was saat tim unggulannya hanya bisa bermain imbang dengan tim sekelas Ghana. Bahkan mengalami kesulitan mengalahkan tim sekelas Aljazair. Tentu saat itu para pendukung Jerman cukup kecewa dan jauh dari perasaan menjadi juara.

Begitulah seterusnya. Sedih dan gembira, tangis dan tawa mewarnai pesta akbar sepak bola dunia 2014. Semua tunduk dengan keperkasaan waktu. Tak ada yang mengetahui apa yang bakal terjadi di waktu mendatang. Persiapan sudah dilakukan dengan matang. Strategi sudah diatur sedemikian rupa. Masing-masing tim bekerja keras tak kenal lelah. Tetapi mereka harus tunduk kepada sebuah KETETAPAN yang sangat misteri…
(lanjut ke bagian 2)

———————–

 

WORLD CUP & PELAJARAN RAMADHAN (1)