Suatu saat ketika musim kemarau tiba,
dan ketika cah’ya mentari panas serasa membakar bumi,
begitu banyak orang mengeluh,
mengapa hari terasa panjang,
mengapa tidak cepat berganti malam,
karena malam akan membuat badan menjadi sejuk dan nyaman.

Tetapi begitu malam tiba, dan udara begitu dingin menerpa,
banyak orang menggigil, seraya berdo’a :
”..ya Tuhan cepatlah Engkau ganti malam ini menjadi siang kembali..”

Ketika panas terik berkepanjangan, air sulit didapatkan,
banyak orang berdo’a agar secepatnya hujan diturunkan
’tuk menghapus kekeringan.
Ketika hujan turun begitu lebatnya,
dan ketika banyak rumah terseret banjir bandang,
banyak orang kebingungan,
do’a pun beralih,
”..Ya Tuhan jangan Engkau beri kami hujan yang menyengsarakan..”

Ketika hujan lebat diganti menjadi hujan rintik sepanjang hari,
bahkan sepanjang waktu untuk menghabiskan kandungan awan,
kembali banyak orang mengeluh,
karena matahari tak pernah muncul lagi
tertutup awan hitam dan putih yang menghalangi.

Aktivitas para pedagang, petani, kegiatan sekolah, perkantoran
sampai pada kesibukan rumah tangga,
banyak yang terganggu dan tertunda karenanya.
Kembali manusia mengeluh
menyalahkan Tuhan sang Pengatur alam raya.

Ketika rezeki melimpah, dan sakit badan menimpa,
banyak yang tidak puas, karena tak dapat menikmati kekayaannya.
Ketika badan sehat, dan rezeki sempit mencobanya,
kembali manusia tak mau menerimanya.
Ketika Allah berkenan memberikan keduanya
Ternyata banyak manusia yang lupa diri
sehingga tidak lagi mau mengabdi.
Manusia selalu tak puas dengan keadaannya
padahal apa yang telah diterimanya
adalah nikmat yang tak terhingga nilai mahalnya.

Banyak orang lupa,
Bahwa sang Khaliq adalah Dzat yang maha rahmaan,
Banyak orang lupa,
Bahwa sang Khaliq adalah Dzat yang maha rahiim,
yang maha sempurna tak ada duanya,
Dia sangat pemurah dan sangat menyintai hamba-hambaNya.

Hujan deras diturunkan sebagai rahmat tak terhingga
sehingga suburlah bumi dari keringnya buat kemaslahatan manusia.
Panas terik diberikan agar ekosistem berjalan sesuai kodratnya
sehingga manusia bisa hidup nyaman karenanya.

Dia yang memutar bumi pada porosnya sedemikian rupa
Dia pula yang menjalankan bumi tetap pada garis edarnya,
agar manusia mampu melihat keseimbangan yang diciptakan-Nya,
agar manusia mampu melihat kebesaran-Nya,
kemudian menyembah & mengabdi hanya kepada-Nya.

Sungguh,
Andaikata bumi ini diam tak bergerak
seperti yang diperintahkan-Nya
tentu panas atau dingin akan berkepanjangan selamanya.
Segala yang hidup akan sirna.
manusia, hewan dan tumbuhan
niscaya tak akan mampu bertahan meneruskan hidupnya

Subhaanallaah…
Maha suci Engkau ya Allah dari segala yang mereka sangkakan
Engkaulah yang paling pemurah, Engkaulah yang paling penyayang
hujan adalah Ramat-Mu, panas adalah Anugerah-Mu
Kemurahan-Mu kepada seluruh alam sungguh tak terlukiskan
Kasih-sayang-Mu kepada manusia sungguh tak terkatakan

Segala yang Engkau tetapkan,
semua mengandung ketinggian ilmu dan keindahan
Namun rupanya tidak banyak yang mengetahuinya
hanya hamba terkasih saja
yang Engkau beri kemampuan
untuk bisa melihat dan merasakannya.

Dengan berputarnya bumi ini ya Allah,
tak sejekengkal pun darat atau lautan yang tidak berdzikir kepadaMu
tak seekor pun burung dan ikan yang tak memujaMu
tak sedetik pun waktu terlewatkan yang tidak untuk menyembahMu

Seluruh alam bersimpuh dan bertasbih tiada henti
Matahari rukuk dengan cara menyinari dan memberi energi bumi
Rembulan bersujud dengan jalan menerangi gelapnya hari
para kekasih-Mu pun melakukan shalat nonstop
sepanjang usia yang kau beri

Alhamdulillaah, terima kasih ya Allah…
telah Engkau tetapkan hujan dan panas silih berganti
sehingga menjadi hiduplah bumi ini

Alhamdulillaah, terima kasih ya Allah…
telah Engkau gerakkan bumi ini sedemian rupa
sehingga kami terhindar dari malapetaka yang akan menimpa

Alhamdulillaah, terima kasih ya Allah…
telah Engkau putar bumi ini sedemikian rupa
sehingga tatkala kami bersujud dalam tahajud malam,
kami tak sendirian,
ternyata saat itu, kami bersama seluruh saudara seiman sedunia

Alhamdulillaah, terima kasih ya Allah…
telah Engkau ciptakan berbagai persoalan hitam dan putih
sehingga semakin kuatlah iman di hati kami
Ampuni kami ya Allah,
kami sering lupa akan nikmat-Mu yang tiada terhingga itu

Rabb,
Ridhailah perjalanan hidup kami, ridhai umur kami,
ridhai amal perbuatan kami,
ridhai shalat kami…

…………………..

*) Dari buku ”Langit Bertasbih Bumi Berdzikir” penulis: Taufik Djafri (2010)

RENUNGAN BUAT ORANG-ORANG YANG LUPA