Seperti informasi al-Qur’an pada pelajaran (I) sebelumnya, bahwa yang menarik adalah betapa segala sesuatu di alam semesta ini ternyata hidup, karena semua bertasbih memuji kebesaran sang Pencipta. Bagaimana mereka bisa dikatakan hidup dan kemudian menjadi saksi atas perbuatan manusia? Berapa jumlah mereka yang menjadi saksi dan mencatat perbuatan manusia?
Secara eksplisit yang diinfokan al-Qur’an sebagai saksi atas perbuatan manusia adalah anggauta tubuh selain mulut (tangan dan kaki). Hal tersebut dinyatakan dalam surat yaasiin berikut ini:

QS. Yaasiin (36): 65
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

Dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat, kini manusia telah mengetahui bahwa setiap benda yang ternyata tesusun oleh sesuatu yang jauh lebih kecil itu, ia tidak diam, tetapi hidup dan bergerak-gerak dengan keadaan yang berbeda-beda. Benda kecil itu oleh Ilmu pengetahuan disebut dengan nama atom. Di mana setiap atom terdiri dari inti atom yang dikelilingi oleh sejumlah electron yang terus bergerak seperti layaknya benda-benda angkasa yang juga terus bergerak mengelilingi pusatnya. Misalnya saja gugusan planet mengelilingi matahari dalam suatu Tata Surya, gugusan matahari atau bintang dalam galaxi yang mengelilingi pusat galaxy, gugusan galaxy dalam super cluster yang juga mengelilingi pusat super cluster, dan seterusnya. Semua bergerak. Tak ada benda diam, semua hidup tak ada benda mati, dan semua bertasbih memuji kepada penciptanya, yaitu Allah Rabbul ‘alamin. Seperti juga hal nya dengan orang-orang yang sedang thawaf terus bergerak dan bertasbih memuji Allah Swt.
Mari kita kembali pada kesaksian. Bahwa seluruh benda yang ada di alam raya ini, baik di alam macro cosmos (alam besar yang terdiri dari benda-benda angkasa), atau yang berada di alam micro cosmos (alam kecil yang terdiri dari atom, dan partikel-pertikel lain), semua menjadi saksi atas perbuatan manusia. Tidak sekedar tangan dan kaki saja.
Berapa jumlah partikel di alam kecil yang hidup di sekitar kita, dan yang selalu bertasbih dan sekaligus menjadi saksi atas perbuatan kita?
• Sekedar untuk memberi gambaran berapa jumlah ‘makhluk’ kecil yang hidup dan bergerak di setiap benda yang nampak, ambillah setetes air.
• Kemudian taruhlah di atas telapak tangan kita. Maka setetes air yang cukup kecil itu, kalau kita perhatikan tidaklah sekedar seonggok benda cair saja, tetapi di dalamnya tersusun oleh jutaan bahkan trilyunan partikel yang sangat kecil. Tepatnya menurut ilmu pengetahuan setetes air itu terdiri dari 2 x 10 21 (atom Oksigen) atau 2 milyar trilyun atom oksigen, dan 4 x 10 21 (atom Hydrogen) atau 4 milyar trilyun atom hydrogen. Dengn kata lain dalam setetes air terdapat 6 MILYAR TRILYUN atom. Dan semuanya hidup karena mereka terus bergerak tak pernah henti. Dan benda-benda super kecil ini adalah termasuk sebagai ‘segala sesuatu’ yang ada di langit dan di bumi yang oleh al-Qur’an dikatakan terus bertasbih memuji kebesaran Allah Swt. Subhaanallaah.
Sekedar untuk mengetahui betapa banyaknya jumlah tersebut, marilah kita berandai-andai. Andaikata kita mau menghitung jumlah makhluk Allah pada setetes air itu, jika kecepatan setiap hitungan memerlukan waktu satu detik, maka untuk menyelesaikan jumlah 6 milyar trilyun atom, kita membutuhkan waktu menghitung sekitar 190 Trilyun tahun (padahal umur alam semesta sejak diciptakan sampai dengan sekarang ini ‘hanya’ sekitar 14,5 milyar tahun). Alangkah fantastisnya angka itu! Dan itu hanya untuk setetes air saja.
Betapa banyaknya makhuk kecil ciptaan Allah yang ada di sekitar kita yang menjadi saksi atas perbuatan kita. Di telinga kita terdapat 30.000 sel hidup, di rongga mulut kita ada 500.000 sel hidup, di bawah kulit syaraf kita ada 15.000.000 sel hidup, pada bola mata kita terdapat 140.000.000 sel hidup, di otak kita terdapat sekitar 100.000.000.000 sel hidup. Belum lagi pada aliran darah kita, paru-paru kita, lambung, jantung, rambut, dsb.. Semuanya ‘mencatat dan merekam’ apa yang dilakukan oleh manusia, kemudian catatan/rekaman itu akan dibuka dan ditunjukkan kepada kita, setelah tiba waktunya nanti. Subhaanallaah..!
(bersambung ke Pelajaran Ramadhan 3)

PELAJARAN RAMADHAN (2)