*) Serial motivasi

….yang sangat berharga dan sangat bermakna saat itu hanyalah kasih sayang Allah sebagai Tuhannya alam semesta raya. Barang siapa yang mendapat kasih sayang-Nya, dia akan mendapat ampunan-Nya, siapa yang mendapatkan ampunan-Nya, dialah orang bahagia sesungguhnya yang akan menikmati kebahagiaan bermilyar-milyar tahun di hari akhir nanti. Hari yang tak ada pilihan lain, kecuali bahagia atau sengsara selamanya.

Mari kita renungkan…sebenarnya berapa lama usia kita?

Pernahkah kita membandingkan usia kita dengan alam semesta?

Andai saja kita memiliki jatah umur 80 tahun, padahal diperkirakan oleh sains alam semesta ini sampai dengan sekarang sudah berumur 14,5 milyar tahun.

Berarti umur manusia dibanding umur alam semesta adalah

80 th : 14. 500.000.000 th = 0,000000005517241…

atau hanya : 1 / 181.250.000 nya usia alam semesta.

Sekali lagi ternyata umur kita hanya sekitar ‘seper seratus delapan puluh satu juta’ usia alam semesta.

Ternyata begitu pendeknya umur manusia dibanding umur alam semesta. Umur kita hanya sekejap mata. Kalau kita masih belum yakin, tanyalah kepada orang-orang yang sekarang berusia 80 th, bagaimana rasanya? Apakah ia bisa merasakan begitu lama usianya? Tentu tidak ! ia akan mengatakan bahwa hidupnya seolah baru kemarin sore saja. Dan tiba-tiba sekarang sudah tua. Demikian juga dengan diri kita. Kita di dunia seperti mulai kemarin saja, kini tiba-tiba sudah remaja, atau tiba-tiba sudah dewasa, atau tiba-tiba sudah tua…dunia begitu menipu. Jangan tertipu olehnya!

Karena itu kalau mengejar keuntungan, janganlah terbatas pada dunia saja, tetapi kejarlah keuntungan yang membuat hati mendapatkan kebahagiaan sesungguhnya, yaitu ‘kebahagiaan universal’ yang berlaku untuk selamanya, yang akan bermilyar-milyar tahun kita merasakannya.

Setelah kita mengetahui perbandingan usia kita, dan ternyata hanya sekejap saja, masihkah kita akan mencari keuntungan harta yang tak mampu menjamin keselamatan kita? (meskipun harta juga penting)

Semoga anda sepakat dengan saya, akan memilih pilihan ke dua, yang menuai keuntungan luar biasa dan akan menyelamatkan kita serta memberi kebahagiaan selamanya.

Baiklah, lalu apa bisnis yang ditawarkan itu? Apa modalnya, dan bagaimana pelaksanaannya?

Marilah kita perhatikan tawaran Tuhan berikut ini.

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan (bisnis) yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu.

Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga `Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS. (61): 10-12)

Indah, hebat, dan luar biasa, tawaran di atas. Itulah sebuah jaminan dari sang Pemilik alam semesta kepada orang-orang yang mau berbisnis positif, sebuah bisnis yang selalu menguntungkan dan tidak akan merugikan. Tetapi sekali lagi tidak banyak orang yang mengetahuinya. Maka bahagialah jika kita memilih bisnis luar biasa ini. Mari kita keluarkan modal kita untuk memulai bisnis modern ini.

Apa modalnya?

Menurut ’undang-undang’ di atas, ada tiga modal pokok yang harus kita investasikan.

  1. Modal keyakinan, yaitu beriman kepada Allah sebagai sang Pencipta Jagad Raya ini dan juga beriman atau meyakini para utusan-Nya yang ditugaskan untuk memperbaiki akhlak manusia.

  2. Modal harta, atau materi yang dianugerahkan Tuhan kepada kita untuk kita keluarkan sesuai perintah-Nya, salah satunya untuk menolong sesama manusia yang membutuhkannya.

  3. Modal kemampuan, yaitu apa saja yang ada pada diri kita. misalnya: ilmu, tenaga, pikiran, kekuasaan, dan sebagainya.

Setiap manusia telah dilengkapi Tuhan dengan tiga modal ini. tinggal bagaimana manusia menyikapinya. Sungguh mudah sekali mencari modal tersebut dalam diri kita masing-masing. Syaratnya Cuma dua ! yaitu kesadaran dan kemauan….!

lanjut ke bagian (4)

BISNISNYA ORANG-ORANG PINTAR (3)