*) Serial motivasi

Kerugian yang akan diderita oleh orang-orang yang tidak mau melakukan bisnis ini adalah kerugian sesungguhnya. Bukan sekadar rugi materi, tetapi rugi segalanya. Bahkan paling menggiriskan adalah rugi karena akan mendapatkan hukuman dari sang Pencipta lantaran tidak mengikuti perintah-Nya.

Lho, kok kaitannya dengan sang Pencipta? Sebenarnya bisnis apa yang ditawarkan ini?


Yakh, ini adalah bisnis tawaran dari sang Pemilik Jagad Raya. Meskipun tawaran, bisnis ini wajib dan harus diikuti oleh seluruh manusia jika hidupnya ingin bahagia. Barang siapa yang mengikuti bisnis ini, ia akan beruntung di dunia ini bahkan di akhirat nanti. Sebaliknya jika tidak mau mengikuti bisnis ini ia akan rugi selamanya.

Keuntungan atau kerugian apa yang akan didapatkan dari bisnis ini?

Keuntungannya adalah selain akan mendapatkan pahala sebanyak tujuh ratus kali lipat sesuai firman-Nya, juga akan mendapatkan kebahagiaan hidup selamanya.

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurniaNya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. (2): 261)

Statement di atas, adalah sebagai ketetapan atau ’undang-undang’ yang telah diberlakukan oleh sang Maha Pencipta bagi para ’pebisnis’.

Apakah yang dimaksud ganjaran atau pahala tersebut adalah berupa harta yang besarnya tujuh ratus kali lipat dari modal yang dikeluarkan? Jawabnya: bisa iya, bisa tidak!

Mana yang kita pilih, jika keuntungan yang akan kita dapatkan nanti diberi dua pilihan.

  1. Pilihan pertama mendapat uang tunai atau cash sebesar 700 kali lipat dari modal yang kita keluarkan.
  2. Pilihan ke dua, pahala 700 kali lipat tersebut bukan dalam bentuk rupiah, tetapi berupa ampunan Tuhan yang ditangguhkan di hari akhir untuk menjamin kita agar selamat dari siksa api neraka.

Silahkan pilih! Pilihan kita akan menunjukkan apakah kita termasuk orang yang pintar atau tidak!

Mari berandai andai.

Jika kita memilih yang pertama, misalnya kita mengeluarkan modal Rp 1.000.000,- kemudian kita mendapat keuntungan sebesar Rp 700.000.000,- lebih untung mana dengan jika kita memilih pilihan ke dua. Yang dengan modal tersebut kita bisa terhindar dari siksa api neraka?

Mari kita bandingkan..!

Jika kita mendapatkan uang tunai tujuh ratus juta rupiah, bisakah uang itu dipakai untuk menjamin keselamatan kita di hari akhir kelak? Maukah Penjaga neraka ’dibayar’ uang tersebut agar kita selamat dari ancaman neraka? Apakah ada artinya, nilai uang tersebut bagi malaikat yang ditugaskan Tuhan menjaga neraka?

Malaikat adalah makhluk cahaya, apa arti uang baginya?

Jangankan tujuh ratus juta rupiah, tujuh ratus trilyun pun tak akan bisa menjamin keselamatan seseorang di hari itu. Uang atau harta yang diperebutkan di dunia, tak ada harganya saat itu, uang atau harta hanyalah ’sesuatu yang kosong’ tak bernilai apa-apa.

Andaikata seluruh kekayaan yang ada di bumi ini dikumpulkan, mulai dari berjuta-juta jenis tambang yang ada di daratan dan juga di lautan, sampai pada seluruh uang yang ada di bank-bank di semua negara, ditambah dengan seluruh harta benda milik para milyarder di seluruh dunia, tetap saja itu semua tak ada nilainya. Semua itu masih terlampau kecil. Dibanding alam semesta saja, nilai itu hanyalah seper-milyar debu atau bahkan jauh lebih kecil lagi. Apalagi bagi sang Pencipta (yang menawarkan bisnis ini).

Kalau semua keuntungan materi yang kita hitung tersebut ternyata sangat kecil dan tidak significant, lalu apa sebenarnya yang besar…?

…..lanjut ke bagian (3)

BISNISNYA ORANG-ORANG PINTAR (2)