*) Seri Cerita Hikmah

Di dalam suatu kelas, di sebuah Sekolah Dasar, seorang guru agama bercerita kepada murid-muridnya. Ia menceritakan betapa kasih sayang tak ada balasannya kecuali surga. Kemudian  diceritakannya sebuah kejadian menarik di zaman rasulullah, bagaimana kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya. Sebuah kisah indah  yang mempunyai kaitan erat dengan keberadaan surga.

Suatu hari rumah rasulullah SAW kedatangan seorang ibu tengah baya bersama kedua putrinya. Ibu dan kedua anak tersebut dalam keadaan lapar. Mereka meminta sesuatu untuk mengisi perutnya kepada Aisyah yang sedang berada di rumah. Karena di rumah tidak ada sesuatu lagi yang bisa diberikan, kecuali hanya ada tiga butir kurma, maka Aisya pun memberikan kurma tersebut kepada mereka dengan harapan bahwa tiga butir kurma itu dapat dimakan oleh mereka bertiga. Sebutir seorang.

Dengan mengucapkan terima kasih, sang ibu menerima tiga butir kurma pemberian Siti Aisyah. Selanjutnya di hadapan Siti Aysyah itu juga, sang Ibu membagi kurma tersebut kepada kedua anaknya. Dengan penuh kasih sayang sebutir diberikan kepada anaknya yang di sebelah kanan, yang sebutir lagi diberikan kepada anaknya yang berada di sebelah kirinya. Dengan hati penuh bahagia sang ibu memperhatikan kedua anaknya yang masing-masing makan sebutir kurma. Tinggal-lah di tangan sang ibu tersisa sebutir kurma.

Ketika Ibu ini mau makan sebutir kurma yang ada di tangannya, tiba-tiba secara hampir bersamaan kedua anaknya meminta lagi sebutir kurma kepada ibu mereka, karena perutnya masih begitu lapar. Melihat kedua tangan anaknya yang dijulurkan kepadanya tanda mereka masih lapar, sebutir kurma yang sudah mau dimakan oleh sang ibu ini, tidak jadi dimakannya. Dengan hati penuh iba, dipenggalnya sebutir kurma itu menjadi dua bagian dengan tangannya yang agak gemetar karena menahan lapar. Kemudian diberikan kepada kedua anaknya. Sepenggal untuk anaknya yang ada di sebelah kanan, sepenggal lagi diberikan kepada anaknya yang ada di sebelah kirinya. Maka habislah tiga butir kurma itu. Tanpa sang ibu memakannya sama sekali. Dengan penuh kasih sayang ibu tersebut  memandangi kedua putrinya yang masing-masing makan sepenggal kurma miliknya.

Siti Aisyah tanpa terasa berkaca-kaca, begitu kagum melihat sebuah ’adegan’ yang terjadi di hadapannya itu. Seorang ibu dengan penuh kasih sayang rela menahan perut yang lapar demi cintanya terhadap kedua anaknya.

Kemudian Aisyah menceritakan kejadian tersebut kepada rasulullah. Apa jawab rasulullah? Beliau bersabda: ”Wanita tersebut (dijamin) masuk surga…”

Mengapa sang Ibu itu dijamin masuk surga oleh rasulullah?

Karena ketika memberikan sebutir kurma yang menjadi miliknya itu, si Ibu tidak terpikir untuk mendapat balasan dari perbuatannya. Ia tidak memikirkan bahwa perbuatannya itu akan menjadikan ia masuk surga. Yang penting baginya adalah bagaimana ia harus menolong anaknya dengan penuh kasih sayang. Justru inilah kuncinya. Kasih sayang murni seorang ibu terhadap buah hatinya yang tidak mengharap balas jasa. Surga buahnya! …Lanjut ke bagian (2).

Buah Kasih Sayang (1)

One thought on “Buah Kasih Sayang (1)

  • April 28, 2011 at 11:40 pm
    Permalink

    Hi Apa Chabar? dan kita ketahui bahwa surga itu ada di telapak kaki Ibu dan seorang Ibu Rela berpuasa asal kan anak jauh dari kelaparan dan begitu besar Jasa ibu kepada Anak nya.

Comments are closed.